
Bulan telah berganti matahari , malam telah berlalu , kini berganti pagi yang amat menyesakkan .
Bulir bening terus menetes seiring dengan turun nya air dari langit , seakan tau jika hari ini adalah hari yang paling menyedihkan .
Menatap seonggok tanah yang tengah di taburi oleh taburan ribuan bunga , lalu di atas nya ada foto seorang pria yang tengah melengkung kan kedua sudut bibir nya .
Tidak percaya !
Tidak percaya , jika hari ini , menit ini , detik ini akan kehilangan sosok yang sangat - sangat berarti di dalam kehidupan mereka .
Mereka sampai lunglai tidak berdaya , tapi mereka harus tetap tegar , dan mengantar nya pergi ke tujuan terakhir nya .
Dan di sini lah , mereka , termasuk Marsha , yang tengah berada di peristirahatan terakhir Kavandra .
Kavandra Alianda pria berumur 18 tahun , yang sebentar lagi akan menyelesaikan kan pendidikan SMA nya , namun naas peristiwa kemarin harus memutus impian nya . Ini bukan salah siapa pun ! Tapi ini kehendak dan takdir dari yang maha kuasa .
__ADS_1
Manusia bisa apa ? Manusia terpaksa harus menerima nya dengan ikhlas . Karena di balik itu semua mereka sudah memiliki janji sebelum nya .
Siap? Atau tidak ? Semua nya harus siap . Kapan pun dan dimana pun .
Marsha menatap lekat tempat baru dan untuk yang terakhir kali nya bagi Kavandra . Pria yang selalu ada untuk nya , selalu menemani nya , yang selalu mengutarakan perasaan nya . Selalu mencintai nya .
Namun sayang nya , cinta nya tidak terbalas . Perasaan cinta Marsha hanya untuk Argantara Kusuma . Tidak untuk Kavandra .
Marsha yang tadi nya sempat tidak sadar kan diri , dan akhirnya bangun , gadis itu terpaksa berusaha agar tetap tegar , meski fisik dan hati nya tidak baik-baik saja . Tapi Marsha ingin ada dan menyaksikan prosesi terakhir kali untuk Kavandra ,
Menghembuskan nafas nya panjang ,Marsha memegang foto Kavandra , mengelus nya dengan lembut , lalu menyunggingkan senyuman manis nya , walau nyata nya itu senyuman itu bohong . Lebih tepat nya senyum terpaksa .
Menundukkan kepala nya , Marsha tidak bisa bohong ! Diri nya tidak bisa menyembunyikan buliran bening yang sial nya terus menetes di pipi nya . Marsha mencoba tegar , namun lagi-lagi buliran itu selalu menetes lagi .
Menyeka nya lagi , Marsha kembali menatap makam Kavandra .
__ADS_1
"Van-- aku , kalau boleh aku minta aku mau lihat kamu lagi . Tapi nyata nya takdir enggak berpihak , takdir --"
Nafas Marsha tercekat , diri nya tidak mampu melanjutkan kata-katanya lagi .
"Hiks hiks hiks "
Marsha menyembunyikan wajah nya di telapak tangan nya .
Dan hal itu tidak lepas dari penglihatan semua nya . Semua nya hanya diam , dan membiarkan Marsha meluapkan kesedihan nya .
Arga yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang . Arga memang membenci Kavandra , Tapi Arga juga bersedih jika harus kehilangan sosok pria itu . Pria yang pernah menjadi sahabat nya. Pria yang pernah ada dulu untuk nya . Tapi karena rasa cemburu nya Arga yang terlalu besar , itu membuat Arga gelap mata dan membuat nya membenci seorang Kavandra .
Tapi kali ini Arga menyesal , sungguh sangat menyesal . Jika waktu bisa di ulang kembali , Arga ingin selalu bersahabat dengan Kavandra . Nyata nya cinta nya dengan Marsha tidak sebesar dengan cinta seorang Kavandra . Kavandra rela memberikan nyawa nya untuk Marsha .
Menyeka air mata nya di sudut mata nya , Arga memejamkan mata nya sesaat , meresapi sesak yang ada di dalam dada nya . Bohong ! Bohong jika diri nya tidak cemburu melihat betapa depresi nya Marsha ketika kehilangan Kavandra . Tapi Arga di sini harus sadar diri . Kavandra pergi karena cinta nya . Kavandra menyelamatkan nya .
__ADS_1
"Sakit ! Tapi Lo harus kuat " itu suara dari Revan yang berada di dekat nya , berbisik pelan, sembari menepuk pundak Arga .
Arga mengangguk kan kepala nya , tidak melirik ke arah samping . Pandangan nya hanya lurus menatap ke arah Marsha