Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 22


__ADS_3

Arga memijit pelipisnya nya yang berdenyut sedari tadi . Lebih tepat nya sedari kepulangan Marsha dan kedua orang tua nya .


"Woi masih sakit?" Celetuk Revan yang melirik ke arah Arga , lalu mata nya beralih lagi ke ponsel nya .


Arga mengangguk kan kepala nya . "Pusing mikirin Marsha" sahut nya .


Revan menyipitkan mata nya , melirik Arga sebentar lalu fokus lagi ke ponsel milik nya . "Emang nya Marsha kenapa ? Orang dia nya baik-baik aja gitu kok , Lo sih yang galau Mulu . Nangis enggak jelas , sampe sakit kayak gini , kan lemah " cibir Revan .


Arga membulat kan kedua bola mata nya , meraih sendok yang ada di atas meja , lalu melayang kan nya ke arah kepala Revan , membuat sang empunya langsung meringis dan memegangi kepala nya ,


"Sialan Lo Ga ! Bisa bocor kepala gue" gerutu Revan .


"Kalau bocor tinggal di jahit susah banget"


"Bangk*e , enteng banget Lo ngomong nya "


"Terus ?"


"Tanggung jawab Lo "


"Gak perduli"


"Sialan Lo Ga"


Mengedikkan bahu nya acuh, Arga menjatuhkan tubuh nya lagi ke brangkar rumah sakit .


"Mami sama Papi gue udah pulang belum ?"


"Belum , masih ada di kantin kayak nya , lagi pacaran mungkin" sahut Revan santai ,


Arga tersenyum miring ."Iya gue tau , dan gue empat hari lagi bakalan ngerasain hal yang sama kayak Papi sama Mami gue hahaha . Lo ngenes nanti Van, lihat gue tiap hari mesra di apartemen " celetuk Arga .


Revan memutar bola mata nya jengah . "Percaya diri banget Lo bakalan romantis-romantis san . Emang nya Marsha mau di mesrain sama Lo " ledek Revan .


Sialan


"Lo sih kayak kenebo . Dan heran nya lagi 4 hari lagi bro Lo mau nikah sama Marsha , tapi Lo belum bilang i love you juga" celetuk Revan


"Van --"


"Siapa yang mau nikah ?"


Arga dan Revan langsung menoleh ke arah pintu . Kedua nya membuang nafas nya kasar , ketika tau siapa yang datang .


"Dia lagi dia lagi !" Gerutu Revan berdecih sinis .


"Hai sayang " ucap Vera tersenyum manis .


Arga berdecak kesal . "Lo ngapain ke sini , ?"


"Aku mau jengukin pacar aku yang lagi sakit "


Arga memicingkan mata nya menatap ke arah Vera . "Kok Lo tau gue sakit ?"


Vera gelagapan . Berusaha memutar otak nya agar bisa mencari alasan yang tepat . "Tad--ak"


"Tadi dia jumpa gue Ga , mungkin si badut ini ngikutin gue " sahut Revan .


"Lo jumpa Revan dimana ?"


Revan berdecak kesal . "Gue jumpa di lorong rumah sakit . Lo tenang aja kali gue enggak ada something sama pacar Lo ini" sahut Revan malas .


Arga memutar bola mata nya jengah . "Bukan itu maksud gue ! Lo bisa diam dulu enggak Van , nyerocos aja dari tadi . " Lalu Arga menatap ke arah Vera dengan tatapan mengintimidasi . "Lo tadi jumpa Revan di rumah sakit . Siapa yang sakit ?" Tanya Arga .

__ADS_1


Jantung Vera berdegup kencang . "Eh-- it-- itu Tante , iya Tante gue yang sakit . Emm udah dulu ya Ga , Gu--- gue mau balik dulu . Nanti Tante gue nyariin lagi ." Ucap Vera lalu melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan milik Arga .


Arga menatap Vera dengan tatapan yang sangat sulit di artikan , seulas senyum miring terbit di bibir nya .


"Ternyata sudah lama " gumam Arga sangat pelan , bahkan Revan yang ada di sana tidak mendengar nya sama sekali .


"Cewek Lo aneh " celetuk Revan tiba-tiba .


Arga mengedikkan bahu nya acuh , lalu kembali merebahkan tubuh nya di atas ranjang .


"Woi , malah mau tidur"


"Tidur Van , gue ngantuk banget"


"Gue belum ngantuk , ini juga karena Lo "


Hening


Arga tidak menyahut ucapan Revan lagi , membuat pria itu berdecak kesal .


"Ga !"


"Sialan emang lu" umpat Revan , lalu menjatuhkan bokong nya di sofa . Sembari memainkan ponsel milik nya , karena jujur saja Revan belum bisa tidur .


__oOo__


Marsha menghembuskan nafas nya kasar , sedari tadi pikiran nya tidak lepas dari Kavandra dan juga Arga . Diri nya takut terjadi sesuatu kepada kedua nya .


Menjatuhkan tubuh nya di atas kasur , pikiran Marsha melayang pada beberapa tahun yang lalu ,


"Ga - Ga .. kamu mau kemana ?" Tanya Marsha yang melihat Arga sudah mengendarai motor sport milik nya lengkap dengan helm full face milik nya .


Arga menaikkan sebelah alis nya . "Gue mau balapan motor " sahut Arga .


"Heleh enggak sempet Sha , gue udah di tungguin , by by Sha "


Brmmm brmmm brmmm


Arga langsung melajukan sepeda motor sport milik nya , dan meninggalkan Marsha yang menatap nanar ke arah nya .


"Aku harus bilang apa sama Tante Reta" gumam Marsha .


Satu jam kemudian


"Sha , Sha "


Marsha yang tengah menonton televisi di ruang tamu langsung tersentak , gadis cantik itu langsung berjalan menuju ke arah pintu rumah nya ingin melihat siapa yang memanggil nya .


"Biar Marsha saja bik , bibik bisa lanjutin pekerjaan bibik " ucap Marsha yang melihat sang asisten rumah tangga nya berjalan menuju ke arah pintu , ingin membuka nya .


"Baik non , " sang asisten pun langsung pergi , Marsha lalu melanjutkan langkah nya lagi .


Cklek


Deg


Tubuh Marsha membeku ketika melihat Arga yang di papah oleh Revan .


"Ar--Arga kenapa Van ?" Tanya Marsha panik .


"Sha , biar kita masuk dulu ya , badan gue pegel banget nih , banyak banget dosa ni anak"


Marsha mengangguk kan kepala nya , lalu membantu Revan memapah Arga , dan membawa nya menuju ke sofa .

__ADS_1


"Aku ambil kompresan sama kotak p3k dulu ya "


Revan mengangguk kan kepala nya , Marsha lalu bergegas menuju ke dapur mencari yang diri nya butuh kan , tidak lupa menyuruh bibik membuat kan minuman untuk Arga dan Revan .


"Sini Van , biar aku yang obatin ." Ucap Marsha yang sudah kembali dengan membawa kompresan dan kotak p3k .


"Ssssh pelan-pelan Sha " ucap Arga meringis karena luka lebam di pipi nya di kompres oleh Marsha .


Revan mencibir . "Eleh , tadi ngelawan anggota nya Nathan bisa , CK depan Marsha lemah banget"


"Diam ******" umpat Arga kesal .


"Emang iya "


"Sialan , diam"


"Ehkkkm Ja--jadi yang buat kamu kayak gini kak Nathan Ga ?" Tanya Marsha menyela perdebatan antara kedua nya .


Arga menghembuskan nafas nya kasar . "Lo kan tau Sha , kalau Nathan itu musuh banget sama gue , apa lagi sama Kavandra , karena --"


"Karena Lo udah nolak adik nya kan ! Apa lagi sih Kavandra yang terang-terangan main kasar sama si Nesya , sampai tuh bocah langsung enggak sekolah lagi . Ih parah di Kavandra " sahut Revan .


Arga mengangguk kan kepala nya . Tapi diri nya tidak bisa juga menyalahkan apa yang di lakukan oleh Kavandra . Kavandra sudah benar . Karena menurut Arga , perempuan yang bernama Nesya itu sungguh sangat kelewatan .


"Tapi kan kalian enggak boleh juga kasarin perempuan . Kan kasihan si Nesya nya . " Ucap Marsha .


"Iya Sha , tapi tuh cewek . Buset . Geli banget gue lihat nya" sahur Revan .


"Tapi---"


Tring


Tring


Ponsel milik Arga berbunyi , pria itu langsung melihat siapa yang menelepon nya .


"Mami"


"Mampus Lo Ga" celetuk Revan .


Arga mendengus kesal , lalu jari nya menekan tombol hijau . Dan panggilan langsung terhubung .


"Arga kamu pulang sekarang!!"


"Tapi mi , Arga lagi ker,ja--"


"Pulang ,atau di black kesayangan kamu mami bakar !!"


"Mi--'


Tuttt


Tuuuut


"Sialan !!" Umpat Arga . Lalu mata nya menoleh ke arah Marsha .


"Sha !! Bantuin gue"


___


Marsha memijit pelipisnya nya yang tiba-tiba berdenyut , pikiran nya benar-benar tidak tenang , apa lagi diri nya mengingat masa-masa lalu nya . Ya semenjak kejadian Arga yang di keroyok oleh geng nya Nathan , pria itu tidak berhenti . Bahkan pria itu selalu ingi mencelakai Arga dan Kavandra .


Marsha menghembuskan nafas nya kasar , lalu kepalanya menggeleng. "enggak-enggak , enggak mungkin Kak Nathan , dia sudah pergi ke luar negeri lama " monolog Marsha .

__ADS_1


___oOo___


__ADS_2