Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 29


__ADS_3

Hirup pikuk terjadi di kediaman keluarga Jordan , semua orang tampak bingung dengan ketidak ada nya Marsha . Semua orang menyusuri setiap sudut ruangan di rumah besar tersebut , namun hasil nya tetap nihil . Marsha tidak di temukan dimana pun .


"Pa gimana ini Pa , Marsha enggak ada dimana-mana . "


"Kamu udah telpon Reni Ma ?"


"Udah Pa , kata Reni , Marsha enggak ada di tempat dia . Mereka ketemu terakhir ya kemarin waktu di sekolah Pa . Pa gimana "


"Arga gimana Ma ? Udah di telpon ?" Tanya Jordan lagi , raut wajahnya sungguh sangat panik .


"Udah Pa . Arga bilang dia lagi di jalan mau kemari Pa "


Menghembuskan nafas kasar , Jordan memijit pelipisnya yang terasa sangat berdenyut . Pikiran nya sungguh sangat kacau , panik , memikirkan keberadaan sang Putri semata wayang .


"Mbok , tadi pagi emang enggak lihat Marsha ?" Tanya Jordan menatap ke arah sang pembantu .


Sang pembantu menggeleng kan kepala nya . "Maaf Tuan , saya emang enggak ada lihat Non Marsha dari pagi ."


Bahu Jordan melorot , tubuh nya sudah lemas bukan main . Memikirkan bagaimana keadaan sang putri saat sekarang ini .


"Om , Tante " Arga datang dengan langkah kaki yang tergesa-gesa . Di belakang nya ada Revan , kedua orang tua nya serta kakek dan Ony nya yang memasang wajah panik .


Jordan dan Nia menoleh menatap ke arah Arga dan anggota keluarga nya .


"Ga ," lirih nya .


"Gimana Nia , kok bisa Marsha enggak ada di mana-mana , udah coba tanya sama temen nya ?" Tanya Reta mendekat ke arah Nia sambil memeluk besan nya itu , Nia terisak di dalam pelukan Reta , sambil menggeleng kan kepala nya lemah .


"A--aku udah coba telpon ke temen nya , tapi ka--kata nya Marsha enggak ada di sana Ret , gimana ni . Aku khawatir banget sama kondisi nya . Aku takut terjadi sesuatu sama Marsha Ret" ucap Nia


"Kamu tenang dulu ya , nanti kami bantu cari, kita semua berdoa aja , semoga Marsha baik-baik saja " Reta mengusap punggung Nia yang masih terisak .


Ony berjalan mendekat , lalu menepuk pundak Nia . "Kamu tenang saja Nia , Ony juga sudah mengerahkan semua anak buah kakek Zayn untuk mencari keberadaan Marsha ."


Nia melepaskan pelukan nya lalu beralih memeluk Ony .


Sedangkan Arga , diri nya menatap Jordan . "Om di rumah ini ada om pasang cctv ?" Tanya Arga.


Jordan langsung mengangguk kan kepala nya . "Om sampai lupa Ga , di sini ada om pasang cctv , ayo kita ke ruangan pantau" ajak Jordan ,


Jordan , Darta , Arga dan Revan langsung berjalan menuju ke ruangan pantau .


"Pak , coba cek cctv tadi pagi" ucap Arga .

__ADS_1


Bapak satpam mengangguk kan kepala nya , mengotak-atik laptop , dan lalu menampilkan kejadian pagi tadi .


"Pak mundurin dikit , " ucap Revan .


Bapak satpam mengangguk , lalu memundurkan tayangan cctv .


Dan mereka semua nya bisa melihat , di dalam layar laptop , jika Marsha keluar dari rumah pagi-pagi , dengan langkah yang tergesa-gesa .


"Marsha belum ganti baju tidur nya " seru Jordan , "padahal dia enggak pernah kayak gitu . Setau saya dia selalu menjaga penampilan nya , pasti ada yang tidak beres" ucap Jordan .


Arga mengangguk setuju . Sedari kecil berteman dengan Marsha , diri nya sangat hafal betul tentang sikap gadis itu . Marsha sangat menjaga penampilan nya . Gadis itu tidak akan suka jika keluar dengan menggunakan baju yang tidak sesuai . Apa lagi ini baju tidur .


"Om , aku sama Revan coba cari ke depan ya . Mana tau kita dapat petunjuk " ucap Arga .


Jordan mengangguk . "Om juga mau naik mobil , mau keliling "


"Gue ikut Jor" ucap Darta .


Jordan mengangguk , lalu mereka semua nya pergi dengan tujuan masing-masing .


____oOo___


"Ga , gimana ni kita udah muter-muter 1 jam an loh , tapi enggak nemuin juga bukti apapun" ucap Revan , mata nya menelisik ke sana kemari .


Arga menghembuskan nafas nya kasar . "Gue juga bingung banget Van , ini kok enggak ada jejak sama sekali ya" sahut Arga .


"Terus ? Lo kira ini udah jam berapa ? Ini udah hampir sore Revan . Ya kali Marsha ke minimarket enggak balik-balik , Lo juga kan tau gimana Marsha ." Ucap Arga berdecak kesal .


"Iya juga ya "


Arga menghembuskan nafas nya kasar , lalu pandangan nya tertuju kepada beberapa pengendara ojol yang mangkal tidak jauh dari rumah milik Jordan .


Arga melangkah kan kaki nya ke arah kumpulan beberapa ojol tersebut , meninggalkan Revan yang langsung berlari mengejar Arga .


"Lo ninggalin aja sih" ketus Revan .


Arga mengacuhkan nya , tidak ada guna meladeni omongan Revan , yang terpenting saat sekarang ini hanya lah mencari informasi keberadaan Marsha .


"Pak permisi" ucap Arga sopan kepada beberapa orang di sana.


Mereka semua menoleh , lalu menatap Arga . "Mas nya mau naik ojol ? Tapi harus pake aplikasi ya" ucap salah satu bapak ojol .


Arga menggeleng kan kepala nya . "Enggak pak , saya kemari mau tanya sesuatu . Apa bapak melihat gadis ini " ucap Arga sambil menunjukkan foto Marsha yang ada di ponsel milik nya .

__ADS_1


"Eh ,Adek cantik pake baju tidur gambar beruang tadi kan , saya tadi antar dia mas " ucap salah satu bapak yang ada di sana .


Arga langsung sumringah , mendengar jika ada salah satu bapak ojol yang mengetahui keberadaan Marsha .


Arga menatap lekat bapak ojol tersebut . "Dimana Pak ? Bisa bapak tunjukin sekarang ?"


Bapak tersebut mengangguk kan kepala nya. "Ayo mas saya tunjukin , " ajak nya.


Arga lalu melangkah mendekat ke arah sang bapak ojol , naik ke motor bapak tersebut , lalu bapak tersebut melajukan sepeda motor nya .


"Woi Ga , tunggu gue ikut " teriak Revan berdecak kesal .


"Gini amat punya temen kayak Arga " gumam nya , lalu melirik salah satu bapak ojol .


"Pak anterin saya , " ucap Revan .


"Mau kemana mas ? "


"Ikuti ojol tadi aja "


"Tapi --"


"Nanti saya tambahin deh pak . Saya kasih bonus gede"


Sang bapak ojol sumringah , langsung menyuruh Revan naik ke sepeda motor nya , mengejar Arga di depan .


___oOo___


"Aku bakalan nyelamatin kamu Sha , Kamu tenang aja ," gumam Kavandra , melangkah kan kaki nya dengan lebar , lalu berhenti ketika pandangan nya tertuju ke arah seorang lelaki yang saat ini berdiri di depan nya .


Kavandra menghembuskan nafas nya kasar , penyelamatan Marsha harus tertunda .


"Vandra --"


"Lo siapa ?"


Tristan tertegun , lalu sedetik kemudian pria itu terkekeh . "Lo enggak usah pura-pura Van , Lo bisa bohongi semua orang , tapi enggak dengan gue !"


Kavandra tersentak, namun buru-buru menetralkan nya . Diri nya harus tetap melanjutkan peran nya .


"Lo siapa ! Gue enggak kenal sama Lo !"


Lagi-lagi Tristan terkekeh . "Lo enggak cocok ekting Van "

__ADS_1


Vandra mengeryitkan sebelah alis nya . "Maks--"


", Enggak banyak waktu Van , sekarang Lo ikut gue . Kita harus selamatin Marsha ,", ajak Tristan langsung menarik tangan Kavandra , tanpa memperdulikan tatapan tajan Kavandra .


__ADS_2