
Hirup pikuk terjadi di kediaman keluarga Jordan , semua orang tampak bingung dengan ketidak ada nya Marsha . Semua orang menyusuri setiap sudut ruangan di rumah besar tersebut , namun hasil nya tetap nihil . Marsha tidak di temukan dimana pun .
"Pa gimana ini Pa , Marsha enggak ada dimana-mana . "
"Kamu udah telpon Reni Ma ?"
"Udah Pa , kata Reni , Marsha enggak ada di tempat dia . Mereka ketemu terakhir ya kemarin waktu di sekolah Pa . Pa gimana "
"Arga gimana Ma ? Udah di telpon ?" Tanya Jordan lagi , raut wajahnya sungguh sangat panik .
"Udah Pa . Arga bilang dia lagi di jalan mau kemari Pa "
Menghembuskan nafas kasar , Jordan memijit pelipisnya yang terasa sangat berdenyut . Pikiran nya sungguh sangat kacau , panik , memikirkan keberadaan sang Putri semata wayang .
"Mbok , tadi pagi emang enggak lihat Marsha ?" Tanya Jordan menatap ke arah sang pembantu .
Sang pembantu menggeleng kan kepala nya . "Maaf Tuan , saya emang enggak ada lihat Non Marsha dari pagi ."
Bahu Jordan melorot , tubuh nya sudah lemas bukan main . Memikirkan bagaimana keadaan sang putri saat sekarang ini .
"Om , Tante " Arga datang dengan langkah kaki yang tergesa-gesa . Di belakang nya ada Revan , kedua orang tua nya serta kakek dan Ony nya yang memasang wajah panik .
Jordan dan Nia menoleh menatap ke arah Arga dan anggota keluarga nya .
"Ga ," lirih nya .
"Gimana Nia , kok bisa Marsha enggak ada di mana-mana , udah coba tanya sama temen nya ?" Tanya Reta mendekat ke arah Nia sambil memeluk besan nya itu , Nia terisak di dalam pelukan Reta , sambil menggeleng kan kepala nya lemah .
"A--aku udah coba telpon ke temen nya , tapi ka--kata nya Marsha enggak ada di sana Ret , gimana ni . Aku khawatir banget sama kondisi nya . Aku takut terjadi sesuatu sama Marsha Ret" ucap Nia
"Kamu tenang dulu ya , nanti kami bantu cari, kita semua berdoa aja , semoga Marsha baik-baik saja " Reta mengusap punggung Nia yang masih terisak .
Ony berjalan mendekat , lalu menepuk pundak Nia . "Kamu tenang saja Nia , Ony juga sudah mengerahkan semua anak buah kakek Zayn untuk mencari keberadaan Marsha ."
Nia melepaskan pelukan nya lalu beralih memeluk Ony .
Sedangkan Arga , diri nya menatap Jordan . "Om di rumah ini ada om pasang cctv ?" Tanya Arga.
Jordan langsung mengangguk kan kepala nya . "Om sampai lupa Ga , di sini ada om pasang cctv , ayo kita ke ruangan pantau" ajak Jordan ,
Jordan , Darta , Arga dan Revan langsung berjalan menuju ke ruangan pantau .
"Pak , coba cek cctv tadi pagi" ucap Arga .
__ADS_1
Bapak satpam mengangguk kan kepala nya , mengotak-atik laptop , dan lalu menampilkan kejadian pagi tadi .
"Pak mundurin dikit , " ucap Revan .
Bapak satpam mengangguk , lalu memundurkan tayangan cctv .
Dan mereka semua nya bisa melihat , di dalam layar laptop , jika Marsha keluar dari rumah pagi-pagi , dengan langkah yang tergesa-gesa .
"Marsha belum ganti baju tidur nya " seru Jordan , "padahal dia enggak pernah kayak gitu . Setau saya dia selalu menjaga penampilan nya , pasti ada yang tidak beres" ucap Jordan .
Arga mengangguk setuju . Sedari kecil berteman dengan Marsha , diri nya sangat hafal betul tentang sikap gadis itu . Marsha sangat menjaga penampilan nya . Gadis itu tidak akan suka jika keluar dengan menggunakan baju yang tidak sesuai . Apa lagi ini baju tidur .
"Om , aku sama Revan coba cari ke depan ya . Mana tau kita dapat petunjuk " ucap Arga .
Jordan mengangguk . "Om juga mau naik mobil , mau keliling "
"Gue ikut Jor" ucap Darta .
Jordan mengangguk , lalu mereka semua nya pergi dengan tujuan masing-masing .
____oOo___
"Ga , gimana ni kita udah muter-muter 1 jam an loh , tapi enggak nemuin juga bukti apapun" ucap Revan , mata nya menelisik ke sana kemari .
Arga menghembuskan nafas nya kasar . "Gue juga bingung banget Van , ini kok enggak ada jejak sama sekali ya" sahut Arga .
"Terus ? Lo kira ini udah jam berapa ? Ini udah hampir sore Revan . Ya kali Marsha ke minimarket enggak balik-balik , Lo juga kan tau gimana Marsha ." Ucap Arga berdecak kesal .
"Iya juga ya "
Arga menghembuskan nafas nya kasar , lalu pandangan nya tertuju kepada beberapa pengendara ojol yang mangkal tidak jauh dari rumah milik Jordan .
Arga melangkah kan kaki nya ke arah kumpulan beberapa ojol tersebut , meninggalkan Revan yang langsung berlari mengejar Arga .
"Lo ninggalin aja sih" ketus Revan .
Arga mengacuhkan nya , tidak ada guna meladeni omongan Revan , yang terpenting saat sekarang ini hanya lah mencari informasi keberadaan Marsha .
"Pak permisi" ucap Arga sopan kepada beberapa orang di sana.
Mereka semua menoleh , lalu menatap Arga . "Mas nya mau naik ojol ? Tapi harus pake aplikasi ya" ucap salah satu bapak ojol .
Arga menggeleng kan kepala nya . "Enggak pak , saya kemari mau tanya sesuatu . Apa bapak melihat gadis ini " ucap Arga sambil menunjukkan foto Marsha yang ada di ponsel milik nya .
__ADS_1
"Eh ,Adek cantik pake baju tidur gambar beruang tadi kan , saya tadi antar dia mas " ucap salah satu bapak yang ada di sana .
Arga langsung sumringah , mendengar jika ada salah satu bapak ojol yang mengetahui keberadaan Marsha .
Arga menatap lekat bapak ojol tersebut . "Dimana Pak ? Bisa bapak tunjukin sekarang ?"
Bapak tersebut mengangguk kan kepala nya. "Ayo mas saya tunjukin , " ajak nya.
Arga lalu melangkah mendekat ke arah sang bapak ojol , naik ke motor bapak tersebut , lalu bapak tersebut melajukan sepeda motor nya .
"Woi Ga , tunggu gue ikut " teriak Revan berdecak kesal .
"Gini amat punya temen kayak Arga " gumam nya , lalu melirik salah satu bapak ojol .
"Pak anterin saya , " ucap Revan .
"Mau kemana mas ? "
"Ikuti ojol tadi aja "
"Tapi --"
"Nanti saya tambahin deh pak . Saya kasih bonus gede"
Sang bapak ojol sumringah , langsung menyuruh Revan naik ke sepeda motor nya , mengejar Arga di depan .
___oOo___
"Aku bakalan nyelamatin kamu Sha , Kamu tenang aja ," gumam Kavandra , melangkah kan kaki nya dengan lebar , lalu berhenti ketika pandangan nya tertuju ke arah seorang lelaki yang saat ini berdiri di depan nya .
Kavandra menghembuskan nafas nya kasar , penyelamatan Marsha harus tertunda .
"Vandra --"
"Lo siapa ?"
Tristan tertegun , lalu sedetik kemudian pria itu terkekeh . "Lo enggak usah pura-pura Van , Lo bisa bohongi semua orang , tapi enggak dengan gue !"
Kavandra tersentak, namun buru-buru menetralkan nya . Diri nya harus tetap melanjutkan peran nya .
"Lo siapa ! Gue enggak kenal sama Lo !"
Lagi-lagi Tristan terkekeh . "Lo enggak cocok ekting Van "
__ADS_1
Vandra mengeryitkan sebelah alis nya . "Maks--"
", Enggak banyak waktu Van , sekarang Lo ikut gue . Kita harus selamatin Marsha ,", ajak Tristan langsung menarik tangan Kavandra , tanpa memperdulikan tatapan tajan Kavandra .