
Kavandra menggeliat di dalam tidur nya. Pria itu mencoba membuka mata nya , namun ras nya sangat berat , belum lagi pening menjalar di kepala nya . 'ck sialan , sebenarnya kenapa dengan nya ?
Kavandra mencoba untuk bangkit , pria itu mengumpulkan sekuat tenaga nya ,lalu berhasil , diri nya berhasil bangun dan bersandar di pinggiran ranjang .
Kavandra menghela nafas nya dalam . Lalu melirik ke segala arah , eh tunggu-tunggu ini bukan nya di dalam kamar nya ? Tapi kan diri nya ingat terakhir kali diri nya berada di dalam club' milik teman nya . Tapi ini apa ? Siapa yang membawa nya kemari . Tidak mungkin Tristan . Diri nya sangat tau betul Tristan sangat menghindari sang kakek . Lantas siapa ?
Menghela nafas nya kasar , Kavandra mencoba untuk bangkit . Namun diri nya langsung terpekik ketika menyadari jika diri nya tidak memakai apa pun , ya diri nya naked sepenuh nya .
"Gila " umpat Kavandra .
Dengan sisa pusing yang masih menderap di kepala nya , Kavandra mencoba bangkit lalu melilit kan selimut nya di badan nya . Pria itu berjalan ke kamar mandi . Sehabis ini Kavandra harus meminta penjelasan kepada sang kakek . Karena Kavandra yakin ini pasti ulah sang kakek..
Tiga puluh menit , Kavandra sudah selesai dengan semua urusan nya . Pria tampan itu sudah rapih dengan seragam sekolah nya , Kavandra menyampirkan tas di bahu nya lalu berjalan menuju ruangan makan . Di sana sudah ada sang kakek yang tengah sibuk menikmati sarapan pagi .
Kakek Malik tersenyum tipis melirik Kavandra . "Sudah bangun hm?"
Kavandra menarik kursi lalu duduk , pria itu mengambil roti yang sudah di siapkan oleh sang pembantu , lalu menggigit nya .
"CK , kakek apain aku ?" Tanya Kavandra dengan mulut yang masih mengunyah makanan .
Kakek Malik berdecih sinis . "Siapa suruh kamu kayak gitu . Kamu bodoh Kavandra" seru kakek Malik .
Kavandra mengabaikan nya , pria itu hanya mengedikkan bahu nya acuh , diri nya lebih suka mengunyah makanan nya .
"CK !! Kamu enggak malu kalau Marsha yang lihat kamu tadi malam . Untung saja Marsha sudah pulang . Jika tidak mungkin dia sudah tidak mau berteman dengan kamu "
Byuuuur
Kavandra yang tengah meminum segelas susu langsung menyembur nya . Pria itu menatap tajam ke arah sang kakek .
"Mak--maksud nya kakek ?" Tanya Kavandra sambil mengerutkan kening nya .
__ADS_1
Kakek Malik berdecak kesal . "Kamu enggak sadar apa kamu lupa ha ? Kamu pikir siapa yang mengantar mu tadi malam . Dan kamu pikir setelah itu kamu berbuat apa ? Kamu sendiri yang menanggalkan pakaian mu sendiri . Sambil meracau tidak jelas . Untung saja setelah Marsha mengantar mu , dia langsung pulang . CK kalau tidak kakek malu" omel Kakek Malik panjang lebar .
Kavandra meraih tisu yang ada di atas meja , pria itu mengelap bibir nya dan seragam nya yang terkena semburan susu tadi .
"Kakek serius ?" Tanya Kavandra masih belum percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sang kakek .
"Cih buat apa saya berbohong Tuan Alianda ?"
Kavandra mengumpat di dalam hati nya , pria itu memejamkan kedua bola mata nya. Sialan , ini pasti kerjaan Tristan , pasti Tristan yang menyuruh Marsha mengantar nya pulang . CK kalau seperti ini , mau di taruh mana wajah Kavandra nanti jika bertemu dengan Marsha .
Kavandra menghela nafas nya dalam lalu beranjak dari duduk nya . "Kek Vandra pamit pergi ke sekolah " ucap Kavandra sambil meraih tangan sang kakek , mencium nya dengan takjim .
Kakek Malik mengangguk kan kepala nya . "Hati-hati Vandra , kamu jangan ngebut-ngebut bawa motor nya ." Peringat kakek Malik .
Kavandra mengangguk kan kepala nya . Lalu Kavandra melangkah kan kaki nya menuju sepeda motor sport milik nya .
___oOo__
CK menyebalkan bukan ? Biasa nya kan Revan yang cerewet nya setengah mati .
"Van !!" Panggil Arga .
Revan berdecak kesal . "Lo enggak usah gangguin gue Ga " gerutu Revan .
Arga mengerutkan kening nya . "Gue gangguin Lo apa coba ?" Tanya Arga .
Revan berdecih . ",Lo enggak ngerasa apa ? Dari tadi Lo itu ngereok kayak tukang jualan panci sialan !! Gue risih denger nya ."
"Lo Revan kan ?" Tanya Arga memastikan , sebab ,Revan tidak pernah seperti itu .
Revan hanya mengedikkan bahu nya acuh , pria itu tidak memperdulikan tatapan Arga , diri nya malah sibuk menyuapkan sendok yang berisi nasi goreng buatan nya . Ya Revan itu sangat pandai masak asal kalian tau . Walaupun orang tua nya kaya raya , tapi Revan tidak manja .
__ADS_1
"Van , Lo marah sama gue ?" Tanya Arga setelah menghela nafas nya panjang .
Revan hanya melirik nya sinis tanpa minat menjawab pertanyaan Arga .
"Van , gue serius ngomong sama Lo . Gue -- gue minta maaf sama Lo . Gue udah enggak dengerin apa yang Lo bilang . Cih ini semua karena emosi dan cemburuan nya gue " sesak Arga .
Uhuk
Revan tersedak nasi goreng nya , pria itu buru-buru mengambil air yang ada di depan nya lalu menenggak nya hingga habis . Terasa tenggorokan nya sudah enak kan .
Revan lalu menatap Arga dengan tatapan yang sulit di artikan , diri nya tidak menyangka jika seorang Argantara Kusuma meminta maaf ? CK sejak kapan .
"Van , gue mau ngomong lagi . Setelah kejadian tadi malam , Marsha enggak angkat telpon gue atau pun balas pesan dari gue " ucap nya lagi sembari menunjukkan ponsel milik nya . Di sana ada raut wajah sedih yang tergambar di muka Arga .
"Mungkin dia ketiduran Ga !" Revan mencoba berpikir positif .
Arga menghela nafas nya dalam , pria itu menjatuhkan kepala nya di meja makan , selera makan nya menghilang karena tidak ada pesan dari Marsha . "Apa tadi malam dia memang liat gue ya Van ?"
Revan berdecak . "Ya lihat lah bego ! Orang dia udah sampe sini " pekik Revan menatap kesal Arga .
"Terus kenapa dia enggak masuk ? Dan kenapa dia enggak ngelabrak Vera . Dia kan tunangan gue "
"Lo bodoh apa gimana sih Ga . Lo sendiri kan yang cerita sama gue kalau Lo enggak bolehin Marsha ikut campur hubungan Lo sama Vera . Terus gimana dia mau ngelabrak nya . " Pekik Revan .
Arga mengangguk kan kepala nya lemah . "Gue salah ya Van ?" Tanya Arga lemah .
Revan berdecak , lalu bangkit dari duduk nya . Membawa piring nya menuju ke wastafel , lalu mencuci nya ."Lo enggak salah , Lo bener banget . Bahkan sangking benar nya Lo , Lo harus siap-siap kehilangan Marsha " teriak Revan .
Arga berdecak , pria itu tidak menyangka jika respon hati nya seperti ini setelah di cuekin oleh Marsha .
"CK gimana gue ngejalanin rencana selanjutnya ?" Gumam Arga .
__ADS_1