Cinta Marsha

Cinta Marsha
episode 14


__ADS_3

Marsha berjalan tergesa-gesa berlari di koridor rumah sakit . Pikiran nya sudah tidak tenang ketika ada kakek Malik menghubungi nya tadi . Sampai diri nya tidak sadar , jika Omi nya tertinggal di belakang nya .


"Sha tunggu " Omi menghela nafas nya kasar , mau di teriakin juga enggak dengar Marsha nya .


Marsha masih berjalan menyusuri koridor rumah sakit , diri nya membaca setiap ruangan , dan mata nya langsung menatap Kakek Malik .


Marsha mendekat , lalu berjongkok .


"kek "


Kakek Malik mendongak menatap sendu Marsha


"Sha "


"Vandra "


"Vandra kenapa ?"


"Vandra koma"


Deg


Marsha langsung limbung , diri nya jatuh pingsan .


___oOo__


Marsha tengah merebahkan tubuh nya di atas kasur , sembari melihat langit-langit kamar nya . Gadis cantik itu menghela nafas nya panjang , ketika diri nya mengingat beberapa hari lagi status nya akan berubah menjadi istri .


"Apa aku bisa ?" Tanya Marsha .


Meraih bantal yang ada di sebelah nya Marsha menutupi kepala nya dengan bantal , lalu memejamkan kedua bola mata nya . Pikiran nya melayang beberapa tahun yang lalu .


"Sha" panggil Arga dengan suara parau nya.


Marsha yang tengah berbicara dengan Reni langsung menoleh ke arah sumber suara . Di sana ada Arga , yang tengah berdiri di samping nya . Bukan bukan itu yang membuat Marsha terkejut . Tapi penampilan pria itu yang sudah sangat kacau .


Marsha mencoba mendekat . Namun Arga mengangkat tangan nya ,


"Stop!"


Marsha mengerut kan kening nya bingung , "Ga , kamu kenapa ?" Tanya Marsha .


Arga tersenyum sinis , menyeka bibir nya yang robek , yang mengeluarkan sedikit darah , Arga terkekeh . "Gue benci sama Lo " itu kata yang keluar dari mulut Arga , Sebelum pria itu melangkah kan kaki nya berlalu dari sana .


Marsha tersentak , mata nya sudah memerah , mata nya sudah ingin menumpahkan cairan bening . Marsha yang tidak ingin Arga pergi langsung berlari menyusul Arga .


"Ga !" Teriak Marsha.


"Arga !"

__ADS_1


Arga tidak menghiraukan nya sama sekali . Arga malah melangkah kan kaki nya menuju ke arah Revan , Kavandra dan Tristan .


"Ga , Lo di panggil sama Marsha , mungkin dia bisa bantu Lo , lihat tu muka Lo bonyok" ucap Tristan .


Arga menggeleng lemah , pria itu melirik sebentar ke arah Kavandra yang tengah terdiam memasang wajah datar nya . Arga menghela nafas nya kasar , menjatuhkan bokong nya di bangku samping Revan .


Marsha menyusul nya . Marsha dengan nafas nya yang tersengal-sengal langsung menarik tangan Arga .


"Ga kamu kenapa ? " Tanya Marsha dengan raut wajah nya yang panik .


Arga menyentak tangan Marsha dengan kasar . Membuat semua nya melongo dengan tingkah Arga .


"Ga!" Pekik Kavandra


Arga tersenyum getir . Mengabaikan pekikan Kavandra , diri nya menatap nyalang ke arah Marsha .


"Enggak usah sok peduli sama gue !"


"Gimana aku enggak peduli sama kamu ?" Teriak Marsha histeris .


"Sha ..." Kavandra mencoba mendekati nya , namun Marsha mengangkat tangan nya .


"Di situ aja " Kavandra menurut ,


"Kamu kenapa Arga ?" Tanya lagi Marsha , mata nya masih menatap lekat ke arah Arga .


Marsha menggeleng kan kepala nya .


Arga yang mood nya sudah hancur langsung membalikkan tubuh nya hendak pergi . Namun kata-kata dari Marsha selanjutnya nyaris membuat diri nya membeku di tempat . Bukan hanya dia , tapi semua nya membeku di sana . Kavandra , Tristan , Revan , dan Reni yang baru saja datang juga ikutan terkejut .


"Gimana aku bisa jauhi kamu , kalau aku cinta sama kamu "


Deg


Jantung Arga berdetak kencang ketika Marsha mengatakan jika Marsha memiliki perasaan kepada nya .


Sedangkan Kavandra , memejamkan kedua bola nya nya , memegang jantung nya yang berdenyut ketika seorang yang di cintai nya malah mencintai orang lain .


Tristan , Revan dan Reni sama terkejut nya , mereka saling pandang .


"Gue pikir , Marsha cinta nya sama Vandra !" Celetuk Revan yang langsung mendapat anggukan dari kedua nya .


"Iya mereka Deket banget , "


"Lebih dekat sama Arga kali "


"Enggak-enggak , sama aja "


_____

__ADS_1


Tring Tring Tring


Marsha tersentak dalam lamunan nya , gadis cantik itu meraih ponsel nya yang ada di atas nakas .


"Kakek Malik ?"


Marsha menekan tombol hijau , terdengar suara tangisan di seberang telepon .


"Halo kek ? Halo kek ada apa ?" Tanya Marsha .


"Mar--sha , van-dra" suara kekek Malik tercekat .


"Vandra kenapa kek ?"


"Vandra--"


"Kek , coba bicara nya pelan-pelan " ucap Marsha .


Kakek Malik menghembuskan nafas nya kasar . " Marsha , Vandra kecelakaan "


Prang


Ponsel Marsha terjatuh , Marsha terkejut bukan main , diri nya menggeleng-gelengkan kepala nya .


"Enggak -enggak "


"Sha"


Seiring dengan itu , Omi masuk , diri nya juga tidak kalah terkejut dengan Marsha .


Marsha mendongak menatap sang Omi .


"Va-- vandra kecelakaan Omi " ucap Marsha .


Omi mengangguk kan kepala nya lemah . "Kakek Malik nelpon Omi , Ayo kita ke rumah sakit "


Marsha bangkit , lalu berjalan keluar dari kamar nya , mereka berdua bergegas ke rumah sakit .


___oOo__


"Ga , mobil Lo kenapa ini , astaga ? Lo habis nabrak apa Ga ?" Teriak Revan sembil menelisik mobil milik Arga yang depan nya agak rusak ,


Arga mengedikkan bahu nya acuh . "Berisik banget sih Lo . Kalau mau pake yaudah sana tinggal bawa aja . Enggak usah banyak banget bacot deh " gerutu Arga kesal .


Revan berdecak kesal . "Ya gue syok lah . Mobil sultan kayak gini penyok men ... "Lalu Revan memicingkan mata nya . "Lo enggak lagi nabrak orang kan Ga ?" Tanya Revan .


Arga gelagapan , "ya--ya enggak lah " sahut nya , lalu berdekhem sejenak . "Udah sono , gue mau mandi " Arga melangkah kan kaki nya menuju ke apartemen nya .


Revan mendengus kesal , lalu tanpa pikir panjang membuka pintu mobil dan masuk , melajukan mobil milik Arga , pergi ketempat diri nya tuju .

__ADS_1


__ADS_2