
Sebuah motor sport melaju dengan sangat kencang nya membelah jalanan ibukota itu , pria yang tengah mengendarai nya sangat frustasi , sudah berhenti di tempat yang tertentu dan mencari keberadaan seorang gadis namun sayang , hasil nya tetap nihil. Diri nya tidak menemukan nya sama sekali .
Pria itu menepi kan sepeda motor sport nya ketika mengingat sesuatu.
Ckiiit
Pria itu membuka helm full face milik nya lalu meraih ponsel milik nya yang ada di saku celana nya .
Tut ....
"Halo Bang ?" Tidak lama panggilan itu langsung terhubung dengan suara seorang gadis di seberang sana .
"Jes , apa Nara ada di tempat Lo ?" Tanya pria itu.
Gadis di seberang sana terkejut dengan pertanyaan dari pria itu . Gadis yang bernama Jesline itu langsung berdiri dari duduk nya dengan raut wajah khawatir. "Enggak ada bang . Jes lagi di Apartemen , habis antar Nara pulang dari les tadi , tapi Nara enggak ada ke apartemen Jesline ."
"Shitt" Umpat pria itu.
__ADS_1
"Kenapa bang ?" Tanya Jesline lagi .
"Nara pergi! Abang mau cari dulu"
Tut
Jesline terkesiap ,lalu mengotak-atik ponsel milik nya , menempelkan nya di telinga nya .
"**** , Lo kemana bangk*, Abang Lo nyariin . Gila ni anak " gerutu Jesline , masih sibuk menghubungi nomor Nara yang tidak aktif sama sekali .
___oOo___
"Udah ada petunjuk ?" Tanya Raka sambil menepikan sepeda motor sport milik nya , tepat di samping Denzo .
Denzo menggeleng kan kepala nya , memijit pelipisnya yang terasa berdenyut , ponsel milik nya tidak pernah berhenti berdering , menampilkan nama sosok wanita yang paling di sayang nya di sana , ya siapa lagi jika bukan Marsha , Mami Denzo . "pusing gue sama tu bocah , mana mami nelpon Mulu lagi" ucap Denzo geram .
Raka terkekeh , lalu menyilang kan kedua tangan nya di dada nya . "Gue bahkan akan lebih depresi lagi ke depan nya . Lebih dari Lo"
__ADS_1
Denzo terkesiap , lalu pandangan nya menatap ke arah sang sahabat dengan ekspresi yang sangat sulit di artikan . Iba sudah pasti . Mengingat bagaimana bad girl nya sang adik nya itu .
"kenapa Lo mau Nerima perjodohan gila itu ?" tanya Denzo .
Raka menghela nafas nya panjang , "Lo bahkan udah tau jawaban nya Denz, " sahut Raka datar .
Denzo mendengus , tidak habis pikir dengan manusia satu ini , ada ya manusia selurus Raka Wijaya mencintai seorang bad girl seperti Nara , "Cinta Lo buta man !!"
Raka terkekeh , tapi tidak menghilangkan kesan cool dalam diri cowok itu "Maybe, itu lah yang nama nya cinta Denzo , dan Lo suatu saat pasti bakalan ngerasain hal yang sama " sahut Raka .
Denzo memutar bola mata nya jengah , jengah dengan apa yang selalu di katakan oleh sahabat nya itu . "serah Lo deh , yuk cabut , kita ke lokasi tempat dimana cinta Lo berada . Si Bian udah dapet alamat nya ni " ucap Denzo sambil menunjuk kan ponsel nya ke arah Raka , di sana ada pesan masuk dari Bian , sahabat nya juga yang tau dimana keberadaan Adit sialan nya itu . hueh masih pantas kah Denzo menganggap nya seorang adik ! Sial , tapi harus ,
Raka mengangguk , lalu memakai kembali helm full face milik nya yang sempat di lepas nya tadi , dan langsung melajukan sepeda motor sport milik nya .
____oOo___
ini cerita tentang anak-anak mereka ya. kalau kalian mau tau cerita mamak bapak nya bisa baca dulu , di Mengejar Cinta Mu , sama Cinta Marsha .... Happy Reading ya .. nanti bakalan di up kalau cerita cinta Marsha nya tamat ..
__ADS_1