Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 11


__ADS_3

Tubuh Marsha membeku ketika Arga memeluk nya erat . Gadis cantik itu menahan debaran yang ada di dalam dada nya . Ini kali pertama nya pria itu memeluk nya . Membuat Marsha gugup , Marsha menghela nafas nya berulang kali untuk menetralisir semua perasaan nya .


"Ga--"


"Ssssttttt ! Please , biar gini dulu Sha " seru Arga , Arga memejam kan kedua bola nya nya , dagu nya di sandarkan di pundak Marsha , menghirup aroma vanilla yang menyeruak di tubuh Marsha , sungguh sangat membuat Arga harum . Dan entah mengapa Arga sangat menyukai nya . Dan Arga sangat nyaman berada dalam posisi seperti ini .


Namun beberapa saat ---


Kruuukk krukkkk


Arga mengerutkan kening nya , ketika mendengar suara perut Marsha .


Pria itu angsung melepas kan pelukan nya , lalu menghadap ke arah Marsha . Dan menatap nya dengan alis sebelah terangkat .


"Sha , kamu belum makan ?" Tanya Arga .


Marsha mengangguk kan kepala nya malu . Di dalam hati nya merutuki cacing-cacing yang ada di dalam perut nya . Mengapa berbunyi di waktu yang tidak tepat . Tapi Marsha juga bersyukur karena cacing-cacing tersebut menyelamatkan diri nya . Kalau tidak mungkin Arga belum melepaskan pelukan nya . Dan itu tidak aman untuk jantung Marsha yang terus berdetak .


"Kenapa ?" Tanya Arga datar .


"Aku -- aku enggak sempet sarapan Ga . Tadi buru-buru takut udah telat" cicit Marsha . Marsha menunduk kan kepala nya . Takut melihat raut wajah Arga yang sudah berubah menjadi datar.


Arga menghela nafas nya dalam , menyugar rambut nya ke belakang . Rasa nya kesal , tapi mau bagaimana lagi , ini juga bukan salah Marsha . Padahal butuh keberanian ekstra untuk melakukan hal tersebut , Karena ini baru pertama kali Arga melakukan nya . Arga Lalu kembali menatap ke arah Marsha .


"Yaudah , Lo di sini aja dulu Sha . Gue mau ke kantin beli makanan buat Lo . " Arga membalikkan tubuh nya .


"Tapi Ga , ini udah jam pelajaran , apa enggak sebaik nya kamu hukum aku dan terus biarin aku masuk ke kelas ya ?"


Mendesah kasar , pria itu berbalik lagi . "Hari ini enggak ada guru yang masuk ke kelas . Karena guru pada rapat , buat bahas masalah kemping kita beberapa hari lagi" cetus Arga .


Marsha mengangguk kan kepala nya .


"Udah nurut aja . Gue enggak lama kok"


Setelah Marsha mengangguk kan kepala nya lagi , Arga langsung membalikkan tubuh nya melangkah kan kaki nya menuju ke kantin .


Sedangkan sedari tadi tanpa mereka ketahui ada seseorang wanita yang melihat semua nya , dari balik jendela yang tidak ada gorden nya ,wanita itu mengepalkan kedua tangan nya . Dengan nafas nya yang memburu , wanita itu membuka pintu ruangan tersebut dengan kasar . Membuat Marsha terkejut dan membulat kan kedua bola mata nya .


"Ve--vera"


Vera tersenyum miring , lalu tanpa kata meraih tangan Marsha menyentak nya dengan kasar .


"Dasar jala*Ng sialan . Lo kemarin udah peluk Rio sekarang Lo peluk Arga ! Enggak tahu diri banget sih Lo " pekik Vera .


Marsha menggeleng kan kepala nya . "Ver , aku enggak --"


"Lo mau ngelak gimana lagi ? Gue lihat semua nya ! Gue benci banget sama Lo Sha ! Lo kan tau Arga itu cowok gue !"


"Ver tapi --"


"Oh gue bakalan kasih Lo hukuman , Lo kan tadi minta di hukum kan sama Arga ! Ayo gue tunjukin hukuman Lo apa " Vera menarik tangan Marsha dengan kasar , menyeret nya dari sana .


Setelah sampai di lapangan , Vera menyentak kan tangan Marsha dengan kasar , melipat kan kedua tangan nya di dada , Vera tersenyum miring . "Lihat Sha , kemarin gue udah buat temen sekelas benci sama Lo . Sekarang gue bakalan buat satu sekolah yang mengagung-agungkan seorang Marsha Adelina , akan membenci Lo " pekik Vera .


Marsha menggeleng kan kepala nya . "Ver kita bisa ngomong baik-baik"

__ADS_1


"Woi semua nya " teriakan Vera membuat semua murid di sekolah Nusa bangsa yang tidak belajar menoleh , menatap Vera dengan penasaran .


"Gue mau kasih tau kalian sesuatu " teriak nya lagi . Dan hal itu mengundang semua murid untuk berkerumun mendatangi Vera dan Marsha .


Vera tersenyum , "kalian tau Enggak , jika orang yang kalian agung-agungkan ini !" Tunjuk nya ke arah Marsha . "Enggak lebih seorang wanita murahan yang mau sama siapa aja " teriak nya lagi .


Marsha menggigit bibir nya , lalu memejamkan kedua bola mata nya .


"Hei Ver , Lo enggak usah nyebar fitnah deh , kita semua tau gimana Marsha . Dia bahkan lebih baik dari pada Lo ! Ya kan guys " bela seorang murid perempuan .


"Iya , kita semua tau gimana Marsha " sambung yang lain nya lagi .


Vera mendengus kesal , lalu mengepalkan kedua tangan nya .


"Woi gue saksi nya " teriakan menggema itu membuat semua nya yang ada di sana menoleh , di sana ada Nia --sahabat Vera .


Vera tersenyum miring melihat Nia sang sahabat membela kerumunan tersebut .


"Lo kan sama aja sama Vera " ucap salah satu murid yang ada di sana .


"Lo bisa tanya deh sama temen satu kelas gue . Semua nya udah benci banget sama Marsha . Dan kalian semua nya enggak percaya , ITS okey ,. Gue juga punya bukti nya . " Nia lalu mengeluarkan sesuatu dari saku baju nya , lalu mengangkat nya tinggi dengan tangan nya .


"Lo bisa lihat ! " Teriak nya lagi .


Atensi semua orang tertuju ke arah tangan Nia yang tengah memperlihatkan sebuah foto . Di sana -- Marsha tengah memeluk seseorang .


Semua nya menatap terkejut , lalu menatap tidak percaya ke arah Marsha .


"Udah percaya hm?". Tanya Vera tersenyum .


"Iya , padahal gue mengidolakan banget Lo Sha . Tapi nyata nya Lo enggak sebaik yang gue kira ." Sambung yang lain .


Huuuuu


Marsha hanya menggeleng kan kepala nya .


Vera mendekat , lalu menarik rambut Marsha , menjambak nya kasar . "Dan yang harus kalian tau lagi . Tadi gue pergoki dia lagi ngerayu Arga pacar gue . He sekali jala*Ng tetap jal*Ng "


Huuuuu


Marsha tidak memperdulikan sorakan para murid , Marsha lebih peduli dengan rasa sakit yang mendera rambut nya , gadis itu meringis memegangi tangan Vera yang masih menjambak kuat rambut nya .


"Sa--sakit Ver "


Vera tidak menggubris nya . " Lo pantas dapet semua ini ."


"Woi kalian gila " itu suara Reni yang baru saja tiba di sana . Reni langsung melangkah kan kaki nya berniat menolong Marsha , namun Nia menghalangi nya . Nia mencekal lengan Reni erat .


"Lo di sini aja " ucap Nia .


Reni menggeram , gadis itu berusaha keras memberontak , namun tenaga nya kalah . Lalu Reni menatap wajah Marsha yang sudah merah , Reni sangat sedih melihat nya .


"Lo gila ya ! Marsha itu manusia juga . Enggak pantes Lo lakuin kayak gitu " teriak Reni .


"Dia pantes karena dia jala*Ng , mau jadi apa sekolah Nusa bangsa kalau ada spesies kayak Marsha " ucap Nia .

__ADS_1


Reni menggeram , gadis itu menyentak tangan Nia dengan kasar , lalu berlari dari sana .


Vera dan Nia tersenyum miring . "Lo lihat kan Sha , bahkan sahabat Lo aja males bantuin Lo"


Marsha hanya menggeleng kan kepala nya lemah . Gadis itu masih setia memegangi tangan Vera yang menjambak erat rambut nya .


"Ver le--pas "


Tidak lama ada seseorang yang datang dan langsung mencekram erat tangan sebelah kiri Vera , hingga membuat sang empunya meringis kesakitan , reflek Vera melepaskan jambakan nya .


Tubuh Marsha limbung , namun Reni langsung menahan nya . "Lo baik-baik aja kan Sha ?" Tanya Reni .


"Rambut aku sakit Ren " seru Marsha , rasa sakit akibat jambakan itu masih ada . Bahkan membuat kepala nya berdenyut .


"Lo gila ! " Desis Kavandra .


Kavandra menyentak kan tangan Vera , lalu beralih mencekik leher gadis itu .


Vera memekik kesakitan . "Kav--kav sa--sakit"


Tersenyum miring Kavandra semakin mengeratkan cekikan nya . "Waktu tadi Lo ada mikir yang sama Enggak ?"


Nafas Vera terengah-engah .


Joyfen dan Boy langsung mendekati Kavandra , pria itu mencoba menenangkan Kavandra .


"Van ,bisa mati anak orang "


"Gue enggak perduli "


"Van Lo bisa kena pidana nanti"


"Astaga Van , dia udah biru itu muka nya" teriak Boy frustasi melihat wajah Vera sudah membiru . Namun Kavandra tidak menghiraukan nya .


"Vandra stop !!" Teriak Marsha .


Dan berhasil , Kavandra melepaskan cekikan nya . Lalu pria itu menghela nafas nya panjang .


Vera langsung terjatuh , dan terbatuk .


Kavandra lalu menoleh ke arah kedua sahabat nya . "Air " pinta nya .


Boy yang faham langsung mengeluarkan air mineral dari dalam tas nya . Untung saja tadi diri nya membawa tas , jika tidak sudah Boy pastikan diri nya akan berlari ke kelas nya mengambil air atau membeli nya di kantin .


Kavandra meraih nya , lalu membuka tutup botol tersebut , mengucurkan air tersebut ke tangan nya yang di gunakan untuk memegang tubuh Vera tadi . Setelah selesai membersihkan tangan nya , Kavandra melangkah kan kaki nya menuju Marsha .


Kavandra mendesah , ketika melihat keadaan Marsha yang sudah berantakan . Rambut nya acak-acakan ,


Mengelus perlahan rambut Marsha , "ayo , kita ke uks " ajak Kavandra .


Marsha mengangguk kan kepala nya . Lalu mereka berjalan menuju ke UKS .


Arga yang melihat semua kejadian tadi , langsung mengepal kan kedua tangan nya , pria itu meremas kresek makanan yang di beli nya tadi , lalu membuang nya ke tong sampah dengan kasar .


"Sialan " umpat nya.

__ADS_1


__ADS_2