
"Ini semua gara-gara ayah yang lama" ucap Raka dingin menatap lurus ke depan .
Arkana mendengus , "kenapa kamu nyalahin Ayah hm ? Kan janji nya kita datang malam . Kamu dengar sendiri bukan ? Dokter nya bilang mereka pulang sore hari"
Raka melengos. "Kita ke rumah nya sekarang. Aku enggak mau tau " ucap Raka yang membuat Ria dan Arkana membulat kan kedua bola mata nya .
"Sayang ini sudah jam sepuluh malam--"
"Bun ! Aku enggak mau bantahan!"
Ria menghela nafas nya kasar , tangan nya terangkat lalu mengelus kepala putra semata wayangnya itu dengan lembut .
"Besok aja ya sayang . Setelah kamu pulang sekolah , ini udah malam , boneka cantik mu butuh istirahat . Kamu enggak mau kan dia sakit lagi" ucap Ria lembut dengan senyum di kedua sudut bibir nya .
Raka diam .. Raka tampak berpikir , apa yang di bilang bunda nya itu benar . Diri nya tidak boleh egois . Toh esok masih ada waktu untuk mengunjungi boneka kecil nya .
Setelah berpikir sejenak akhirnya Raka mengangguk singkat , lalu tangan nya meraih pintu mobil dan masuk ke dalam nya .
Hal itu membuat Ria menyunggingkan senyuman nya , sedangkan Arkana mendengus kesal .
"CK ! Gue aja enggak bucin gitu , gila anak gue .. parah bener " ucap Arkana .
"Kamu bilang apa ?" Tanya Ria sambil menatap tajam ke arah Arkana .
Arkana meringis , lalu tangan nya meraih pinggang sang istri , dan mendekap nya erat .. "pulang yuk , buat adik buat Raka " celetuk Arkana mengalihkan ucapan nya tadi , takut istri nya ngambek .
Ria membulat kan kedua bola mata nya . Ingin membalas ucapan Arkana tapi atensi nya langsung tertuju ke arah jendela mobil yang terbuka .
"Mau pulang enggak ! Aku ngantuk . " Ucap Raka datar , sedatar wajah nya ..
Arkana berdecak kesal . "Kulkas "
"Sama kayak kamu" sahut Ria terkikik geli...
___oOo___
__ADS_1
Esok pagi nya ...
Hari ini Raka berangkat sekolah bersama dengan Arkana . Ya sebenarnya kemarin diri nya sudah menjadi murid di sekolah ini , tapi karena sebuah insiden , jadi Raka hari ini masuk nya .
"Saya bisa cari sendiri" ujar nya dingin , mata nya menatap lurus ke depan ,
Tadi seorang guru menawarkan diri untuk mengantarkan Raka menuju ke kelas nya , namun Raka malah menolak nya .
Arkana berdecak , lalu menoleh ke arah sang guru . "Biar saja , kalau begitu saya permisi pak . " Ucap nya , lalu berjabat tangan dengan kepala sekolah dan seorang guru laki-laki yang ingin mengantar Raka tadi .
Setelah itu Raka keluar dari ruangan kepala sekolah , berjalan dengan gaya col nya , ya walaupun masih kecil , kesan cool di dalam diri nya sudah nampak . Bahkan sewaktu diri nya bersekolah di luar negeri banyak gadis kecil yang mengagumi nya , namun Raka cuek . Tidak perduli sama sekali .
Bruk ....
Astaga!
Raka terjatuh akibat cekalan kaki seseorang , tanpa meringis , Raka bangkit dari jatuh nya lalu mengibaskan tangan nya , pandangan nya lalu tertuju kepada seorang gadis kecil yang tidak asing di mata nya . Raka tersenyum tipis .
"Mampus lu" ucap gadis kecil itu sambil tersenyum miring , tanpa bersalah sedikitpun .
"Jangan sok cakep jadi anak baru .. gue enek lihat nya" sambung nya lalu berlalu dari hadapan Raka yang masih diam mematung , lalu sebuah senyuman smirk muncul di kedua sudut bibir Raka ...
"Astaghfirullah !!! Nara ... Baru masuk udah cari gara-gara aja .. ini malah ngedorong anak laki-laki lagi , malah masih anak baru ... Astaghfirullah ... Perlu berapa kali lagi aku ngucapin istighfar sayang " gerutu Arga sembari berjalan menuju ke ruangan kepala sekolah bersama dengan Marsha .. ya baru saja diri nya mendudukkan bokong nya di kursi kebesaran nya di kantor , eh kepala sekolah menelpon nya , dan mengatakan jika putri semata wayang bin nakal nya itu membuat ulah lagi . Padahal kan baru juga sembuh dari sakit . Arga saja ke kantor di temani Marsha , karena -- manja, alasan jika masih sakit ...
Marsha menghela nafas nya panjang , diam tidak tau mau komentar apa . Diri nya berjalan bergandengan tangan dengan sang suami ..
Cklek
"Papi -- Mami" teriak Nara menghampiri kedua orang tua nya . Di sana sudah ada Arkana dan Ria, serta Raka yang membungkus lengan nya yang terluka ..
Arga menatap tajam ke arah Nara , lalu pandangan nya tertuju kepada pria yang tidak asing bagi nya .
"Pak , bapak yang nolongin saya sama anak saya kemarin kan ?" Tanya Arga
Arkana mengangguk singkat .
__ADS_1
"Saya belum ngucapin makasih loh pak . Saya sangat berterima kasih dengan bapak" ucap Arga menghampiri Arkana lalu menjabat tangan nya , Arkana membalas nya lalu mereka duduk bersampingan .
Marsha lalu ikut bergabung dan duduk di samping Ria , kedua nya juga mengobrol mengabaikan tujuan kedua nya datang ke sekolah ...
"Ekhm , bapak, ibu , saya mengundang kalian kemari karena masalah--"
"Astaga ! Saya tau pak , maaf .. Nara jadi kamu celakain orang yang udah nyelamatin kamu" pekik Arga menatap tajam ke arah Nara .
"Papi , tenang " tegur Marsha .
Arga menghela nafas nya kasar ,
"Pi , dia licik , padahal tadi dia enggak kenapa-kenapa kok , dia ekting Pi" ucap Nara .
"Nara !!" Bentak Arga ."Kamu kalau udah salah jangan ngelak" ucap Arga tegas
Nara mengerucutkan ujung bibir nya , berdecak kesal .
"Pak tenang dulu . Saya tidak permasalahkan kok , lagian anak saya cuman luka ringan" ucap Arkana . Mata nya melirik ke arah Raka lalu tersenyum tipis .
Arga menghembuskan nafas nya kasar , "pak anak saya sudah kelewatan , jadi biar saya yang bertanggung jawab untuk pengobatan anak ba--"
"Tidak perlu" Raka menyela ucapan Arga , membuat semua orang menatap ke arah nya .
"Maaf tapi ini salah --"
"Saya tidak butuh itu ."
Dan semakin membuat semua orang menatap heran ke arah Raka . Tidak dengan Arkana yang tersenyum miring .
Diri nya sangat tau apa maksud putra nya itu ..
"Jadi saya harus bagaimana ? Nara salah di sini" ucap Arga , membuat Raka tersenyum tipis .
Dan kalimat yang keluar dari Raka selanjutnya membuat semua orang membulat kan kedua bola mata mereka .....
__ADS_1
"Saya mau boneka kecil itu menjadi istri saya "
__Tamat ___