Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 35


__ADS_3

"Apa ?? Kak Nathan di penjara ?" Pekik Tristan membulatkan kedua bola mata nya .


Paman Tristan langsung mengangguk kan kepala nya . Menghembuskan nafas nya kasar , lalu menjatuhkan bokong nya di sofa , sambil melirik keponakan perempuan nya yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit jiwa di kota C . Ya Tristan membawa adik nya ke kota C , tepat di kota sang paman , itu juga permintaan sang paman .


"Tris , cuman kamu yang bisa paman andalkan saat sekarang ini . Pulang lah ke ibukota . Rawat Mama mu yang tengah kritis . Nesya , biar paman yang pantau . " Ucap sang paman


Tristan mengangguk singkat , lalu menjatuhkan bokong nya ke sofa , tepat di samping sang paman . Menghembuskan nafas nya panjang , pandangan Tristan juga mengarah kepada sang adik yang tengah tergolek tak berdaya di atas brangkar . Nyeri , tapi setelah mengetahui fakta yang baru saja terkuak , Tristan jadi merasa bersalah kepada sosok Kavandra . Ya sosok yang pernah diri nya benci dulu ketika mengetahui jika adik nya mengalami gangguan jiwa , akibat cowok itu . Tapi setelah mengetahui sedikit fakta tersembunyi selama ini , Tristan menjadi merasa bersalah . Dalam hati selalu berjanji , jika kembali nanti diri nya akan meminta maaf kepada Kavandra . Tristan memang belum mengetahui nya , belum mengetahui kabar tentang Kavandra .


"Paman , aku tau kak Nathan salah , tapi apa enggak bisa kita coba buat bebasin dia . Lagian dia --" Tristan tidak melanjadi meneruskan kalimat nya , ketika menoleh ke arah sang paman , dan paman nya menatap tajam ke arah nya .


"Sampai kapan kamu mau melindungi nya Tris !" Ucap sang paman dengan nada akan sarat penuh penekanan .


"Paman--"


"Cukup ! Dan cukup ! Sekarang kamu fokus kepada kesembuhan Mama kamu ! Soal Nesya ? Kamu serahkan kepada paman , paman jamin , jika diri nya berada di sini dan tidak bertemu dengan pria bajing*n itu , Nesya akan sembuh " Ucap sang paman lagi .


Tristan meneguk Saliva nya susah payah , ketika melihat raut wajah sang paman yang saat ini berubah menjadi sangat menyeramkan .


"Tris ! Paman tidak mau menjadi paman yang gagal untuk mu , Nathan dan juga Nesya , tapi -- " menjedah nya sesaat . Sang paman menarik nafas nya panjang , ada rasa sesak di dalam dada nya .


"Saya sudah gagal menjadi paman untuk Nathan dan juga Nesya , nyatanya saya sudah kecolongan banyak . Nesya yang hamil dan guguran di luar nikah dan menjadi seperti ini . Dan Nathan -- yang entah mengulah seperti apa , saya bingung menghadapi nya . Saya sudah berkhianat , saya sudah berkhianat dengan janji saya yang saya buat dengan Papa kamu Tristan ..." Ungkap nya dengan buliran air mata nya yang tiba-tiba menetes , mengingat bagaimana sang kakak sebelum menghembuskan nafas nya yang terakhir kali nya menitipkan anak-anak nya kepada nya . Ya walaupun ada istri nya , tapi Papa Tristan lebih percaya kepada Adik nya .


Tristan menunduk dalam , Tristan mesti nya tidak mengatakan hal tersebut yang membuat sang paman harus bersedih seperti saat sekarang ini .


"Maaf paman .." lirih Tristan .


Sang paman mengangguk singkat , menepuk pundak Tristan dengan lembut . "Ayo , kamu pergi sekarang ke bandara , pesawat mu akan berangkat setengah jam dari sekarang . Kamu jangan telat . Pesan paman jadi lah pria yang baik Tris" ucap sang paman .


Tristan mendongak , lalu menoleh ke arah sang paman , mengangguk kan kepala nya dengan senyuman tipis di kedua sudut bibir nya , Tristan lalu berhamburan memeluk tubuh sang paman . Rasa nya hangat , SE hangat pelukan Tristan kepada Papa nya dulu .


____oOo___


"Pernikahan tidak bisa di batalkan, semua nya persiapan sudah matang , bahkan keluarga besar sudah bersedia melonggarkan waktu nya untuk menghadiri acara pernikahan Arga dan Marsha " ucap Jordan tegas , membantah permintaan Omi yang meminta pernikahan Marsha dengan Arga di tunda , bukan tanpa sebab , karena mereka baru saja kehilangan Kavandra , dan esok sudah melangsungkan acara tersebut , apakah ini sopan untuk menghormati Kavandra , yang sudah mengorbankan nyawa nya demi Marsha .


"Jor , Mama minta undur dulu . Mama tidak enak dengan kakek Malik " ucap Omi lagi mencoba membujuk Jordan .


Jordan menghembuskan nafas nya panjang , lalu menggeleng kan kepala nya lagi . "Ma , ini Enggak bisa . Mama kan tau bagaimana keluarga besar kita . Aku takut membuat mereka kecewa ma , dan ini bukan hanya keluarga kita saja . Tapi ada keluarga besar Darta dan juga Reta , " sahut Jordan , sebenarnya diri nya juga memahami akan hal tersebut , tapi ini masalah nya sungguh sulit , diri nya takut keluarga besar Darta kecewa .

__ADS_1


Omi menghela nafas nya dalam . "Kamu sudah membicarakan nya dengan Darta ?"


"Sudah , dan Darta juga sama pusing nya dengan aku . Dan aku putus kan untuk meneruskan nya esok . Maaf Ma , jika aku salah telah mengambil keputusan sepihak "


Omi lagi-lagi menghela nafas nya dalam , ada rasa bersalah kepada kakek Malik , jika acara tersebut di laksanakan di tengah berduka nya diri nya .


"Terserah kamu saja , nanti kamu minta maaf kepada kakek Malik , bagaimana pun kita harus menghormati Kavandra , dia yang sudah mengorbankan nyawa nya demi Marsha " ucap Omi lalu bangkit dari duduk nya , melangkah kan kaki nya pergi dari sana .


Jordan mengangguk lemah , ada rasa bersalah di dalam diri nya , sebab , sedari dulu diri nya tidak pernah respect dengan Kavandra , anak dari almarhum teman nya itu . Tapi setelah mengetahui seberapa besar perjuangan Kavandra untuk sang putri semata wayang , Jordan memohon banyak-banyak maaf kepada sang teman , Jordan sampai diam-diam berjiarah ke makam sang teman , hal yang pertama di lakukan oleh nya semenjak kepergian kedua orang tua Kavandra .


"Maafin aku Al , aku sudah membenci putra mu , putra yang selalu baik dan melindungi putri ku" gumam Jordan .


___oOo___


"Cy cy yang besok udah sah jadi suami , gue enggak bayangin deh , gimana Lo gerogi nya , bisa gue pastiin Lo bakalan pipis tuh di celana " ledek Revan sembari memperagakan ekspresi Arga ketika besok acara ijab kabul berlangsung . Dan hal itu juga baru saja di ketahui oleh Arga dan Revan dari Mami Reta . Arga pikir pernikahan nya akan di undur karena situasi yang tidak memungkinkan , namun karena alasan yang jelas dan akurat yang di sampaikan mami Reta , Arga pun faham dan membiarkan nya saja .


"Sialan Lo " umpat Arga kesal , lalu melempar bantal ke arah Revan yang di balas kekehan oleh pria itu .


Arga lalu meneruskan hafalan ijab kabul nya lagi , ya harus kalian tau ya netizen , bahwa Arga ketika mengetahui bahwa diri nya besok menikah , Arga langsung menghafal ijab kabul , diri nya tadi minta belajar kepada pak ustadz yang ada di dekat kediaman nya , dan setelah mendapatkan ajaran , Arga langsung menghafal nya . Diri nya besok tidak boleh salah .


"Saya terima -- Bangs*t " umpat Revan ketika sebuah pukulan mendarat sempurna di bahu nya saat diri nya ingin menirukan gaya komat-kamit Arga .


"Lo judes banget sih Ga , "


Mengedikkan bahu nya acuh , Arga lalu fokus ke arah kertas yang di tulis pak ustadz tadi .


"Lihat aja , Marsha pasti bakalan kabur waktu malam pertama , "


Hiyya


Sebelum Arga menimpuk nya lagi , Revan sudah berlari dulu keluar dari kamar Arga .


Arga mendengus kesal, lalu kembali lagi fokus ke secarik kertas yang di pegang nya .


Arga sudah tidak sabar cuy .... Hehehe


___oOo___

__ADS_1


Setelah mandi dan membersihkan tubuh nya , Marsha menatap jam yang ada di dinding nya , ini sudah pukul 09, Marsha lalu melangkah kan kaki nya menuju ke ranjang nya .


Padahal tadi Semua orang sudah melarang nya untuk mandi , tapi Marsha tetap kekeuh ingin mandi , karena badan nya butuh penyegaran , dan saat ini Marsha jauh lebih baik lagi dari pada tadi .


Marsha lalu mencoba memejamkan kedua bola mata nya , tapi tidak bisa . Marsha perlahan membuka kedua bola mata nya , lalu


Deg


Kavandra ?


Marsha melihat nya , Marsha melihat sosok Kavandra tepat ada di atas nya , mengulas senyuman manis nya. .


Marsha menggerakkan tangan nya , mengangkat nya , ingin menyentuh wajah pria itu , namun Kavandra nya menghilang .


"Vandra !!!" Marsha bangkit dan duduk dengan nafas nya yang tersengal-sengal , dan jangan lupakan keringat yang mengucur deras di kening nya .


Semua orang masuk ke dalam kamar Marsha , Mama Nia , langsung merengkuh tubuh sang putri lalu mendekap nya erat .


"Sayang --"


"Ma Vandra ! Tadi Marsha lihat Vandra ada di sini , " teriak Marsha .


"Sha --"


"Marsha enggak bohong " ucap Marsha .


Mama Nia , memejamkan kedua bola mata nya , sesak , sesak yang ada di dalam dada nya . Bohong , jika Mama Nia tidak kehilangan sosok pria itu, karena selama ini Mama Nia lah yang sangat dekat dengan sosok Kavandra Alianda .


Sedangkan Omi dan Papa Jordan sudah membuang pandang ke sembarang arah , demi menghindari cairan bening yang akan keluar dari kedua sudut mata mereka .


Setengah jam , masih dalam posisi yang sama , Setelah Marsha sudah tenang , Mama Nia menguraikan pelukan nya , lalu mengelus lembut pipi sang putri , menata rambut nya yang berantakan ,


"Tidur ya , biar Mama yang nemenin " ucap nya lembut.


Marsha mengangguk kan kepala nya singkat lalu berbaring .


Papa Jordan mencium kening sang putri dengan sayang sebelum keluar dari kamar Marsha .

__ADS_1


Omi juga melakukan hal yang sama


__ADS_2