Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 21


__ADS_3

Tring


Tring


"Berisik banget ni ponsel , pingin gue banting aja ! Tapi sultan punya ! Bisa megap-megap gue ganti nya" gerutu Revan sembari meletakkan se cup Cofe di atas bangku , Cofe yang baru saja di beli nya di kantin rumah sakit . Revan lalu meraih ponsel milik Arga yang memang diri nya simpan di saku celana nya tadi .



"Anj\*, astaghfirullah enggak boleh ngumpat." Revan meraup wajah nya kasar Ketika melihat siapa yang menelpon Arga sedari tadi .



"Tapi , kayak nya kalau gue ngumpatin yang nelpon enggak dosa ya , orang yang nelpon juga si setan"



Tanpa berniat mengangkat ponsel milik Arga , Revan menyimpan nya kembali ke saku celana nya . Berharap yang menelpon akan kesal dan tidak menghubungi lagi .



Namun ternyata keberuntungan tidak berpihak kepada Revan , Revan yang tengah berjalan sambil menikmati se cup cofe milik nya , tersentak , ketika pandangan nya tidak sengaja bertemu dengan sosok yang paling di hindari nya .


Revan yang tidak ingin bertemu dengan sosok tersebut lantas membalikkan tubuh nya berniat kembali ke kantin atau entah kemana lah , yang terpenting jangan bertemu dengan wanita tersebut .


"Revan !!!"



"Sial"



Rupa nya Revan kalah start . Mesti nya Revan cepat sedikit jalan nya ,


Vera yang tidak mau membuang waktu langsung menghampiri Revan , dan menyunggingkan senyuman termanis nya ke arah Revan yang memasang wajah jutek .


"Hai Van" sapa Vera dengan nada manja nya .


Revan memutar bola mata nya jengah. "Hm" sahut nya .


Vera tersenyum , lalu tangan nya terulur ingin menyentuh lengan Revan , tapi langsung di tepis oleh pria itu .


"Jangan pegang-pegang , najis gue"


Vera mengerucut kan ujung bibir nya . "Gitu banget sih Van , padahal kan gue pengen--"



"Stop ye ! Gue enggak sudi di sentu-senyu sama lo" pekik Revan .


__ADS_1


"Van , padahal kita ini cocok banget loh . Lo juga tampan , enggak kalah tampan sama Arga . Gue mau loh Van tinggalin si Arga demi lo" ucap Vera sembari mengedipkan sebelah mata nya .


Revan berdecih sinis . "Lo kira gue mau sama lo . Ih ogah"


"Van lo kok kayak gitu sih . Gue tau lo udah lama naksir berat sama gue . Tapi karena gue lebih milih Arga , lo jadi mundur , iya kan Van . Ngaku aja deh . Gue kali ini mau kok sama lo . Dan rela lepasin Arga demi lo"


Revan membulat kan kedua bola mata nya . "Lo kalau mau gila enggak usah ngajak -ngajak gue deh ," ucap nya , lalu Revan melangkah kan kaki nya pergi .


Vera berdecak kesal , lalu menghentakkan kaki nya , "van --- gue serius loh" teriak nya , namun tidak di hiraukan sama sekali oleh Revan .


"Van I love you" teriak Vera .



"Cih najis !" Umpat Revan yang masih mendengar teriakan dari Vera .


"Bisa-bisa nya Arga kenal sama cewek sinting kayak tu orang , mana di pacari nya lagi " gerutu Revan di sepanjang jalan nya .


\_\_\_oOo\_\_\_



"Besok kamu sudah pulang ! Apa yang akan kamu lakukan untuk misi kamu ?"



"Aku sudah punya rencana kek , aku sudah menyusun nya dengan rapih . Karena aku yakin ada sesuatu yang sudah di sembunyikan sejak lama "


Menggeleng kan kepala nya lemah . "Aku juga enggak tau kek . Kayak nya , aku enggak berjodoh sama dia . Bukti nya , beberapa hari lagi dia akan nikah , dan jadi istri orang . Aku harus terima " lirih nya .


Menepuk pundak nya dengan lembut. "Kakek yakin suatu saat kamu akan menemukan sosok yang bisa mengisi hati mu lagi ."


"Entah lah , aku enggak tau . Aku enggak tau apa aku bisa menemukan sosok seperti Marsha, aku mencintai nya sudah lama , sangat sulit bagi ku untuk melupakan nya dan menemukan sosok yang lain " ucap nya lirih , suara nya nyaris tercekat di tenggorokan , ada rasa sesak di dalam dada nya .


Mengangguk kan kepala nya lemah , sang kakek tidak menjawab nya lagi . Diri nya sangat tau apa yang di rasakan oleh sang cucu. "Istirahat lah , besok kamu akan memulai semua nya"


___oOo___


"Sha , gue mau ngo--"


Tring


Tring


Ponsel milik Marsha berbunyi , Marsha lalu menatap ke arah Arga .


"Ga , maaf , sebentar ya , aku mau angkat telpon dulu , " ucap nya .


Arga berdecak , namun tetap mengangguk kan kepala nya . Diri nya harus berusaha menahan emosi dan kesabaran nya yang setipis tisu itu . Tidak boleh , -- tidak boleh lagi marah-marah kepada Marsha, apa lagi membuat gadis nya itu berpaling hati . Arga tidak mau hal tersebut terjadi .


Marsha melangkah kan kaki nya sedikit menjauh dari Arga , Marsha lalu mengangkat sambungan telepon tersebut yang ternyata dari nomor yang tidak di kenal .

__ADS_1


"Halo "


Terdengar suara tawa di seberang telepon . Membuat Marsha mengerut kan kening nya bingung .


"Siapa in--"


"Masih bisa tersenyum rupa nya . Setelah membuat orang yang paling mencintai mu menderita hingga nyaris merenggang nyawa "


Deg


Tubuh Marsha membeku . Tangan nya terkepal kuat .


"Maksud--"


Terkekeh samar "kenapa hm? Masih mau menyangkal nya lagi . Sudah salah tapi tidak mau mengakui nya . Jika saya menjadi Kamu, saya pasti sudah pergi jauh , tidak menampakkan diri lagi di depan dua orang yang sama-sama bodoh mencintai kamu"


"Kamu siapa ?"


"Saya siapa? Itu tidak perlu , yang terpenting , saya cuman mau mengingatkan kamu ! Ini baru awal permulaan permainan saya . Saya akan membuat permainan yang lebih seru lagi"


"Jangan main-main"


"Saya tidak pernah bermain-main baby"


"Apa yang kamu mau"


Terdengar suara tawa pria di ujung telepon . "Kamu bertanya saya mau nya apa ?"


"Mudah "


"Cukup kamu ikuti saja , sekarang kamu pulang ke rumah kamu , dan jangan pernah menemani Argantara, jika kamu menemani nya di rumah sakit . Saya pastikan , Argantara sama celaka nya dengan Kavandra "


Deg


Tubuh Marsha lemas seketika , lalu tiba-tiba panggilan telepon tersebut terputus .


"Sha" panggil Arga yang sudah menunggu Marsha sedari tadi .


Marsha mendongak , lalu berjalan menghampiri Arga .


"Ga , ma--maaf aku mau pulang , tadi Omi nelpon kata nya enggak bisa tidur kalau enggak ada aku . Mungkin besok aku kesini lagi . Maaf banget ya "


"Sha tapi , ada yang mau gue --"


"Ga , besok aja ya " Marsha memotong perkataan Arga ,


Arga memicingkan mata nya , ada sesuatu yang aneh , diri nya akan mencari tahu nya .


"Ga , cepet sembuh ya . Aku pamit" ucap Marsha lalu melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan Arga tanpa berniat mendengar sahutan dari Arga .


Arga menghembuskan nafas nya kasar . "Gagal lagi "

__ADS_1


___oOo___


__ADS_2