Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 12


__ADS_3

"argggghhh"


"Emang enggak bisa di kasih hati tuh anak"


"Gue benci banget "


"Sialan "


Prang


Prang


Prang


Revan menggeleng-geleng kan kepala nya , menghela nafas nya dalam , pria itu lalu melangkah kan kaki nya berjalan menuju sofa , menjatuhkan bokong nya di sana sembari menghela nafas nya kasar .


"Gue pikir Lo dalam keadaan bahaya ! Gila nelpon gue, nyuruh gue bolos sekolah cuman suruh lihat Lo syuting"


Arga membulat kan kedua bola mata nya , mata nya yang setajam elang itu menatap ke arah Revan dengan tatapan tajam . Namun Revan hanya mengedikkan bahu nya acuh .


"Lo Enggak lihat sih , gimana Marsha di elus-elus rambut nya sama di tai itu . Gue enggak terima Van . Mana Marsha nya diem aja lagi . Kan kesel banget gue " Arga mengacak rambutnya frustasi .


"Terus? Lo cuman jadi penonton doang gitu ? Enggak nyamperin ikut ngelus juga?" Ledek Revan .


Berdecak kesal , Arga menghampiri Revan , pria itu ikut menjatuhkan bokong nya di sofa , bersandar di sana , lalu memejamkan kedua bola mata nya .


"Asli !! Lo kalau cemburu serem banget men, bisa gila nanti Marsha tiap hari hadepin kegilaan Lo itu " ucap lagi Revan .


"Lo makin buat kepala gue pusing Van " gerutu Arga .


Revan mencebikkan ujung bibir nya . "Lo juga buat gue pusing Ga . Gue bolos sekolah !! Dan hukuman dari nyokap , makin nambah " kesal Revan .


"Kan gue cuman punya sahabat Lo doang Van ."


"Iya sahabat-sahabat , tapi jadi gembel terus gue " Revan berdecak kesal .


Tring Tring Tring


Ponsel arah berbunyi , pria itu meraih ponsel nya yang ada di saku celana nya . Melihat siapa yang menelpon nya .


Berdecak kesal ,Arga menekan icon hijau , lalu menempelkan ponsel nya di telinga nya .


"Pulang sekarang Arga !!" Suara di seberang telepon terdengar penuh dengan nada penekanan .


"Nanti Pi --"


"Enggak ada nanti-nantian !! Sekarang Arga . Kalau kamu enggak pulang dalam waktu dua puluh menit , Papi akan sita semua fasilitas kamu !!"


Arga berdecak . "Tapi Pi --"

__ADS_1


Tuuuut


" Sialan" umpat Arga , lalu mengangkat tangan nya ingin membanting ponsel milik nya , namun langsung di tahan oleh Revan .


"Ini baru tadi pagi Lo beli !! Lo gila mau banting lagi ?"


Berdecak kesal , Arga menatap Revan dengan tatapan tajam . "Sewot"


"Gue bukan sewot Ga . Tapi dari pada Lo buang mendingan buat gue . Mayan kan bisa gue jual lagi , duit nya bisa buat jajan gue " sahut Revan sembari Menaik turun kan sebelah alis nya .


"Kampre*t Lo " pekik Arga , membuat Revan terkekeh .


"Sono Lo ! Udah di tungguin sama Tuan Raja " seloroh Revan , mendorong tubuh Arga .


Arga mencebikkan ujung bibir nya , lalu beranjak dari duduk nya . Menghela nafas nya kasar , Arga menoleh ke arah Revan . "Mungkin gue enggak balik ke apartemen Van . Lo tidur sendiri nanti malam"


Revan berdecak kesal . "Lo kira gue enggak berani gitu tidur di apartemen sendiri ? "


Arga terkekeh , "kali aja Lo takut kan sama arwah penghuni sebelah " celetuk Arga tanpa beban .


Revan memutar bola mata nya jengah . 'ck sialan . Kenapa Arga malah mengingat kan nya dengan penghuni unit di sebelah mereka yang baru saja meninggal beberapa bulan yang lalu . Revan asli takut guys kalau di ingatkan. Karena diri nya juga sempat dekat dengan wanita itu . Tapi Revan harus tetap stay cool , diri nya tidak boleh menampakkan ketakutan diri nya di depan Arga . Bisa di bully sama tuh bocah sialan .


"Gue enggak takut Ga "


"Serius ? Lo kan pernah *****- ***** dikit ?"


"Jangan buka kartu as gue deh Ga . Gue malu sama yang baca . Gue kan di sini jadi pemeran anak yang baik dan Soleh" ucap Revan .


Arga memutar bola mata nya jengah . "Soleh modelan kayak Lo ??"


"CK , pergi Lo " Revan buru-buru mendorong tubuh Arga keluar dari apartemen , lalu menutup pintu nya .


Menghela nafas nya kasar , Revan menatap kesekeliling apartemen tersebut . "Lul , jangan gangguin gue ya ... Gue kan engg--gak sengaja *****-***** Lo dulu " lirih nya .


Brak


"Bangk*e " teriak Revan ketika mendengar suara gebrakan . Pelakunya tidak lain adalah Arga . Arga masih berdiri di depan pintu apartemen nya terkikik geli mendengar teriakan Revan .


"CK , kata nya berani "


___oOo__


Di UKS ---


"Sha , gue mau ke kantin dulu ya " ucap Reni sembari tersenyum .


Marsha mengangguk kan kepala nya . ",Iya Ren "


Lalu Reni beranjak dari duduk nya , melangkah kan kaki nya ke arah Boy dan Joyfen , menarik tangan kedua nya keluar dari UKS . Hingga membuat kedua nya terkejut .

__ADS_1


"Kok tarik-tarik si Ren ?" Tanya Joy setelah mereka sudah di luar UKS .


"Kita kasih waktu buat Kavandra berdua sama Marsha " sahut Reni yang masih setia memegang tangan Joyfen dan Boy


Boy yang cemburu , langsung melepaskan tangan Reni dan Joyfen . Lalu menggenggam erat tangan Reni , menarik nya membawa nya pergi dari sana , tanpa memperdulikan Joyfen yang menatap nya cengoh .


"CK , dasar cemburuan " gerutu nya .


"Woi tungguin !!!" Teriak Joyfen berlari menyusul Reni dan Boy ..


-----


"Sha , aku antar ke rumah sakit aja ya ?" Ajak Kavandra , yang melihat Marsha masih saja merasakan kesakitan di kepala nya .


Marsha menggeleng kan kepala nya lemah , " enggak usah Vandra. Nanti juga mendingan kok " Marsha menolak nya , karena diri nya tidak ingin merepotkan banyak orang .


Menghela nafas nya panjang , Kavandra menjatuhkan bokong nya di ranjang UKS. Pria itu duduk berhadapan dengan Marsha , mengangkat tangan nya , mengarah kan nya ke kepala Marsha . Memijit nya perlahan .


"Aku takut kamu kenapa-kenapa Sha " lirih Kavandra dengan nafas yang tercekat . Asli Kavandra tidak tega melihat Marsha seperti ini .


Marsha tersenyum . " Aku enggak kenapa-kenapa Vandra . Kamu tenang aja ya. Aku bakalan baik-baik aja . Percaya deh " Marsha mencoba terus meyakinkan Kavandra .


Kavandra mengangguk kan kepala nya . "Tapi nanti kalau sakit nya enggak reda juga , kita ke rumah sakit ya "


Marsha mengangguk kan kepala nya pelan .


Setelah itu kedua nya hening , tidak ada yang di bicarakan . Hingga Kavandra ingat tentang sesuatu .


"Sha " panggil Kavandra .


Marsha mendongak kan kepala nya . Menatap Kavandra .


"Iya ?"


"Maafin aku ya . "


Marsha mengeryitkan sebelah alis nya , tidak paham . "Untuk ?"


Menghela nafas nya kasar , Kavandra menatap manik coklat milik Marsha yang menenangkan bagi nya dengan intens . "Maaf untuk tadi malam . Karena udah ngerepotin kamu Sha . Bahkan kamu ngelihat sisi buruk aku . Tapi sumpah Sha . Baru tadi malam aku mabuk " ucap Kavandra


Marsha tersenyum mendengar nya , Marsha percaya dengan Kavandra . Bertahun-tahun diri nya mengenal Kavandra , diri nya sangat hafal dengan sifat nya . "Santai Vandra . Semua manusia itu punya sisi buruk nya . Aku juga punya loh . Tapi aku cuman mau ingetin kamu , jangan di ulangi lagi ya . Aku enggak mau sampai terjadi sesuatu sama kamu . "


Kavandra menghela nafas nya lega . Lega rasanya ketika Marsha tidak marah sama sekali . "Aku beruntung banget cinta sama orang kayak kamu Sha " lirih Kavandra .


Marsha menghela nafas nya panjang , sudah berapa kali Kavandra mengungkapkan perasaan nya . Namun Marsha tidak bisa sama sekali membalas nya . Entah ada apa dengan diri nya sampai tidak bisa membalas cinta seorang Kavandra yang sangat sempurna itu .


Kavandra menundukkan kepala nya , ketika melihat respon Marsha tadi .


"Sampai kapan Sha , kamu seperti ini" batin Kavandra .

__ADS_1


__ADS_2