Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 36


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Arga dan Marsha resmi menjadi suami istri. Walaupun dengan acara yang sederhana , tapi tetap terkesan sangat mewah . Acara nya hanya di hadiri oleh keluarga besar dari kedua belah pihak . Tidak ada acara besar-besaran seperti pesta pada umum nya . Mengingat mereka masih mengeyam di bangku sekolah menengah Atas . Tapi tetap beberapa bulan lagi mereka sudah tamat dan akan melanjutkan ke universitas .


"Saya terima nikah nya Marsha Jordan--"


"Argggh salah lagi " ucap Arga , lalu bapak penghulu memberikan air minum kepada Arga .


Arga menerima nya dengan sedikit tangan gemetar , sedangkan Jordan dan Darta sudah menghela nafas nya berulang kali . Ini sudah kesalahan dalam pengucapan ijab kabul ke lima kali nya . Padahal Arga sedari semalam tidak tidur , sisa malam nya di habis kan untuk menghafal ijab kabul ,


Lihat lah , mata panda yang pria itu peroleh , dan awal nya membuat semua keluarga besar terkikik melihat nya . Tapi Arga mengacuhkan nya . Tidak penting . Toh keluarga besar saja , tidak ada teman nya yang lain


"Rileks Ga ! Rileks ." Bisik Revan tepat di samping telinga Arga , yang tengah menenggak air minum yang di berikan oleh bapak penghulu tadi ,memijit pundak sang sahabat dengan gerakan naik turun .


"Sekali lagi " ucap bapak penghulu lalu menyodorkan telapak tangan nya agar di jabat oleh Arga .


Arga menghembuskan nafas nya panjang , menerima jabatan tangan bapak penghulu dengan tangan yang gemetar .


"Santai dong mas " ucap bapak penghulu lagi yang tau kegugupan Arga .


"Bagaimana sudah siap ?"


"Su--sudah"


"Saya tanya sekali lagi sudah siap ??" Ucap bapak penghulu dengan sedikit menyentak tangan Arga .


Arga tergelak , lalu dengan tiba-tiba sikap tegas nya datang . Arga menegakkan tubuh nya yang awal nya lagi kini tegak .

__ADS_1


"Siap Pak !" Ucap Arga lantang .


Bapak penghulu tersenyum .


"Saya nikahkan dan kawinkan Marsha Adelina binti Jordan dengan mas kawin sebuah cincin berlian dan yang sepuluh milyar di bayar tunai ,"


Menarik nafas nya panjang , Arga menatap lekat wajah bapak penghulu . "Saya terima nikah dan kawin nya Marsha Adelina binti Jordan dengan mas kawin uang tersebut tunai "


"Bagaimana para saksi ?"


"Sah !"


"Sah !"


"SAH"


Semua orang menengadah kan tangan nya ke atas ,


Bapak penghulu lalu memimpin doa , hingga selesai . Lalu bapak penghulu menyuruh memanggil Marsha untuk duduk di samping Arga ,


Ada perasaan lega di dalam diri Arga , ketika saat ini diri nya sudah sah menjadi suami dari Marsha , gadis yang di cintai nya selama ini.


"Cy pengantin baru ni , otw ponakan yang imut ya " bisik Revan ,


Arga mencebikkan ujung bibir nya ,"diem , malu di lihatin orang Van" sahut Arga berbisik juga .

__ADS_1


Revan nyengir , lalu memperhatikan orang-orang yang ada di sekeliling nya tengah menatap ke arah mereka ,dengan menggeleng kan kepala nya . CK Revan jadi salah tingkah dan menggaruk kepala nya tidak gatal .


Sedangkan Mama Nia melangkah kan kaki nya pergi menjemput sang putri yang berada di dalam kamar nya , ada perasaan bahagia dalam diri nya mengingat sang putri semata wayang nya sudah menjadi seorang istri . Tapi ada rasa sedih juga yang membuncah di dalam dada nya , karena Marsha nya akan pergi meninggalkan nya , dan akan ikut tinggal bersama Arga dan keluarga nya . Rasa nya tidak bisa melepaskan putri semata wayangnya itu . Tapi mau bagaimana lagi , Marsha nya sudah menjadi hak orang lain .


Tok tok tok


Cklek


"Sayang ! Marsha ?"


___oOo___


Meletakkan tubuh seorang gadis dia atas ranjang dengan lembut , gadis yang masih mengenakan kebaya serta riasan di kepala nya , gadis yang membuat nya tidak bisa melepaskan nya . Sudah berulang kali niat hati ingin melepaskan saja . Namun diri nya tidak bisa . Diri nya sungguh menginginkan gadis itu .


Di pandangi nya wajah gadis itu , yang masih memejamkan kedua bola mata nya . Cantik


Itu yang di lihat nya . Memang pesona gadis nya sedari dulu tidak pernah memudar , bahkan saat ini berkali-kali lipat cantik nya .


Menghembuskan nafas nya kasar , tangan nya membelai lembut rambut panjang yang bersanggul itu .


"Maafin aku , maaf . Aku udah buat kamu kecewa . Maaf karena aku sudah mengambil tindakan bodoh ini . Jujur aku enggak mampu untuk kehilangan kamu . Aku enggak bisa "


"Aku udah coba berusaha sekuat tenaga , tapi nyata nya aku kalah sama perasaan , aku enggak bisa bohong . Dan aku sangat menginginkan kamu "


"Aku enggak takut jika aku harus berhadapan ataupun mati di tangan mereka . Aku enggak perduli , aku hanya ingin kamu "

__ADS_1


Di raih nya tangan gadis itu , lalu di angkat nya dan di kecup oleh nya dengan lembut .


"Aku mencintaimu Marsha , seharusnya aku yang mengucapkan ijab kabul tadi , bukan Arga "


__ADS_2