
Hari ini adalah hari dimana Arga dan Marsha resmi menjadi suami istri. Walaupun dengan acara yang sederhana , tapi tetap terkesan sangat mewah . Acara nya hanya di hadiri oleh keluarga besar dari kedua belah pihak . Tidak ada acara besar-besaran seperti pesta pada umum nya . Mengingat mereka masih mengeyam di bangku sekolah menengah Atas . Tapi tetap beberapa bulan lagi mereka sudah tamat dan akan melanjutkan ke universitas .
"Saya terima nikah nya Marsha Jordan--"
"Argggh salah lagi " ucap Arga , lalu bapak penghulu memberikan air minum kepada Arga .
Arga menerima nya dengan sedikit tangan gemetar , sedangkan Jordan dan Darta sudah menghela nafas nya berulang kali . Ini sudah kesalahan dalam pengucapan ijab kabul ke lima kali nya . Padahal Arga sedari semalam tidak tidur , sisa malam nya di habis kan untuk menghafal ijab kabul ,
Lihat lah , mata panda yang pria itu peroleh , dan awal nya membuat semua keluarga besar terkikik melihat nya . Tapi Arga mengacuhkan nya . Tidak penting . Toh keluarga besar saja , tidak ada teman nya yang lain
"Rileks Ga ! Rileks ." Bisik Revan tepat di samping telinga Arga , yang tengah menenggak air minum yang di berikan oleh bapak penghulu tadi ,memijit pundak sang sahabat dengan gerakan naik turun .
"Sekali lagi " ucap bapak penghulu lalu menyodorkan telapak tangan nya agar di jabat oleh Arga .
Arga menghembuskan nafas nya panjang , menerima jabatan tangan bapak penghulu dengan tangan yang gemetar .
"Santai dong mas " ucap bapak penghulu lagi yang tau kegugupan Arga .
"Bagaimana sudah siap ?"
"Su--sudah"
"Saya tanya sekali lagi sudah siap ??" Ucap bapak penghulu dengan sedikit menyentak tangan Arga .
Arga tergelak , lalu dengan tiba-tiba sikap tegas nya datang . Arga menegakkan tubuh nya yang awal nya lagi kini tegak .
__ADS_1
"Siap Pak !" Ucap Arga lantang .
Bapak penghulu tersenyum .
"Saya nikahkan dan kawinkan Marsha Adelina binti Jordan dengan mas kawin sebuah cincin berlian dan yang sepuluh milyar di bayar tunai ,"
Menarik nafas nya panjang , Arga menatap lekat wajah bapak penghulu . "Saya terima nikah dan kawin nya Marsha Adelina binti Jordan dengan mas kawin uang tersebut tunai "
"Bagaimana para saksi ?"
"Sah !"
"Sah !"
"SAH"
Semua orang menengadah kan tangan nya ke atas ,
Bapak penghulu lalu memimpin doa , hingga selesai . Lalu bapak penghulu menyuruh memanggil Marsha untuk duduk di samping Arga ,
Ada perasaan lega di dalam diri Arga , ketika saat ini diri nya sudah sah menjadi suami dari Marsha , gadis yang di cintai nya selama ini.
"Cy pengantin baru ni , otw ponakan yang imut ya " bisik Revan ,
Arga mencebikkan ujung bibir nya ,"diem , malu di lihatin orang Van" sahut Arga berbisik juga .
__ADS_1
Revan nyengir , lalu memperhatikan orang-orang yang ada di sekeliling nya tengah menatap ke arah mereka ,dengan menggeleng kan kepala nya . CK Revan jadi salah tingkah dan menggaruk kepala nya tidak gatal .
Sedangkan Mama Nia melangkah kan kaki nya pergi menjemput sang putri yang berada di dalam kamar nya , ada perasaan bahagia dalam diri nya mengingat sang putri semata wayang nya sudah menjadi seorang istri . Tapi ada rasa sedih juga yang membuncah di dalam dada nya , karena Marsha nya akan pergi meninggalkan nya , dan akan ikut tinggal bersama Arga dan keluarga nya . Rasa nya tidak bisa melepaskan putri semata wayangnya itu . Tapi mau bagaimana lagi , Marsha nya sudah menjadi hak orang lain .
Tok tok tok
Cklek
"Sayang ! Marsha ?"
___oOo___
Meletakkan tubuh seorang gadis dia atas ranjang dengan lembut , gadis yang masih mengenakan kebaya serta riasan di kepala nya , gadis yang membuat nya tidak bisa melepaskan nya . Sudah berulang kali niat hati ingin melepaskan saja . Namun diri nya tidak bisa . Diri nya sungguh menginginkan gadis itu .
Di pandangi nya wajah gadis itu , yang masih memejamkan kedua bola mata nya . Cantik
Itu yang di lihat nya . Memang pesona gadis nya sedari dulu tidak pernah memudar , bahkan saat ini berkali-kali lipat cantik nya .
Menghembuskan nafas nya kasar , tangan nya membelai lembut rambut panjang yang bersanggul itu .
"Maafin aku , maaf . Aku udah buat kamu kecewa . Maaf karena aku sudah mengambil tindakan bodoh ini . Jujur aku enggak mampu untuk kehilangan kamu . Aku enggak bisa "
"Aku udah coba berusaha sekuat tenaga , tapi nyata nya aku kalah sama perasaan , aku enggak bisa bohong . Dan aku sangat menginginkan kamu "
"Aku enggak takut jika aku harus berhadapan ataupun mati di tangan mereka . Aku enggak perduli , aku hanya ingin kamu "
__ADS_1
Di raih nya tangan gadis itu , lalu di angkat nya dan di kecup oleh nya dengan lembut .
"Aku mencintaimu Marsha , seharusnya aku yang mengucapkan ijab kabul tadi , bukan Arga "