Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 28


__ADS_3

Marsha berjalan tergesa-gesa menuju ke suatu tempat , diri nya sampai belum mengganti pakaian nya , karena terburu-buru . Pikiran nya sudah kalut bukan main , bahkan Marsha juga belum pamit dengan anggota keluarga nya .


"Pak , antar saya ke jalan B ya , buruan , nanti saya kasih uang lebih" ucap Marsha kepada bapak ojol .


Bapak ojol mengerutkan kening nya , menelisik penampilan Marsha , yang masih mengenakan baju tidur lengan panjang senada dengan celana nya bergambar beruang .


"Maaf dek , enggak mau pulang ke rumah dulu ganti pakaian ?" Tanya bapak ojol .


Marsha menggeleng cepat , naik ke sepeda motor milik bapak ojol , lalu menepuk pundak sang bapak ojol . "Buruan pak ! Tunangan saya kecelakaan . Saya enggak punya banyak waktu " ucap Marsha .


Bapak ojol mengangguk kan kepala nya , menghidupkan mesin motor nya , lalu melajukan nya sesuai dengan alamat yang di bilang oleh Marsha tadi .


Flashback ♥


Marsha yang masih tertidur pulas langsung membuka kedua bola mata nya ketika mendengar suara ponsel milik nya yang terus-menerus berdering . Melirik jam yang bergantung di atas dinding , Marsha mengerut kan kening nya , ini masih pukul 06 pagi . Memang biasa nya diri nya sudah bangun , tapi hari ini Marsha libur sekolah , bukan karena permintaan keluarga nya . Tapi memang sekolah libur , karena menyuruh para murid untuk mempersiapkan keperluan mereka berkemah yang akan di adakan dua hari lagi . Ya satu hari setelah pernikahan Marsha .


Marsha mengubah posisi nya menjadi duduk bersandar di dasboard kasur , lalu meraih ponsel milik nya yang berada di atas nakas . Marsha membuka nya .


Yang lebih membuat nya bingung lagi ketika melihat banyak nya panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal nya . Lalu beberapa pesan yang di kirim oleh nomor tersebut .


Marsha yang penasaran lantas membuka isi pesan tersebut .


Deg


Tubuh Marsha membeku , Marsha sampai mengerjapkan mata nya berulang kali , membuka lagi isi pesan tersebut memastikan nya .


Benar ! Marsha tidak salah lihat . Lalu tangan nya menekan tombol hijau melakukan panggilan pada nomor tidak di kenal tersebut .


Tiiiit


Panggilan langsung terhubung , jantung Marsha berdetak kencang .


"Halo ?"


"Ini mbak nya yang ada di nomor punya mas nya yang baru aja kecelakaan kan ?" Ucap seorang wanita di seberang sana .


Mata Marsha sudah berkaca-kaca . "Mbak bener , kalau yang nama nya Arga kecelakaan ? " Tanya Marsha .


"Iya mbak , ini pasien masih di sini mbak . Tadi mas Arga naik motor nya kebut-kebutan , eh ada persimpangan langsung bablas , nabrak tiang . Mbak bisa kemari ? Soal nya saya bingung , ini masih pagi banget , belum ada yang lewat , mana jalanan nya sepi lagi "


Marsha langsung beranjak , lalu berdiri . "Mbak , dimana alamat nya ?"


"Di jalan B "

__ADS_1


"Saya ke sana sekarang ! " Ucap Marsha , lalu langsung berlari keluar rumah .


___oOo___


Arga yang tengah menikmati mimpi indah nya tersentak , ketika tangan Revan menindih kepala nya , tepat nya di hidung nya . Membuat Arga kesulitan bernafas .


"CK sialan Lo Van , " umpat Arga , lalu menyingkirkan tangan Revan dengan kasar , membuat Revan terkejut dan langsung terbangun .


"Lo kenapa sih ?" Tanya Revan yang kesal setengah mati dengan perlakuan Arga .


Arga mendengus kesal.. "Lo yang apa-apaan , gue lagi mimpi indah ! Tapi tangan Lo itu kena hidung gue ogeb ! Gue enggak bisa nafas !" Ketus Arga kesal .


Revan memutar bola mata nya jengah . "Ya mana gue tau , orang gua aja tidur . Jadi ya jangan salahin gue . Gue enggak sadar . " Revan lalu menarik selimut lagi ,


Arga menyentak selimut Revan . Menarik nya membuat Revan mendelik ke arah Arga .


"Lo sensi banget sih" cetus Revan .


"Lo yang sensi ! Ini udah siang , Lo enggak sekolah apa ? Mau bolos Lo ? " Pekik Arga kesal .


"Gue kan lagi di pingit . Jadi gue enggak sekolah kali Ga "


Arga mendelik menatap Revan horor ,meraih bantal guling , Arga melempar nya ke arah Revan .


Bukan nya marah , Revan malah terkekeh melihat raut wajah kesal Arga .


Revan menyunggingkan senyuman nya . "Ga , kalau Lo udah nikah nanti , kita masih bisa tidur bareng enggak ya ? " Tanya Revan , yang membuat Arga membulat kan kedua bola mata nya .


"Lo gila ?" Sentak Arga .


"Gue enggak gila Ga , kali aja Lo mau gue tidur bareng sama Lo . Eh maksud nya kita tidur bertiga , Lo , gue Mar---"


Sebelum benar-benar melanjutkan omongan nya , Revan buru-buru bangkit dari tempat tidur dan berlari menuju ke kamar mandi , sebelum bantal yang di pegang Arga melayang kembali ke tubuh nya .


Arga berdecak kesal , lalu melirik jam yang ada di dinding nya , meraih ponsel milik nya , dan mengetik kan sesuatu mengirim pesan kepada Marsha


___oOo___


Dua puluh menit Marsha sudah sampai di jalan B . Setelah membayar ojol , dan ojol pergi , Marsha berjalan menyusuri jalanan yang di bilang sangat sepi itu .


Marsha mengerut kan kening nya bingung , di sana tidak ada seorang pun . Ada perasaan was-was di dalam diri nya , mengingat diri nya hanya seorang diri di sana , namun Marsha mencoba tetap tenang dan berpikir positif .


Marsha meraih ponsel milik nya , lalu mencoba menghubungi nomor tadi .

__ADS_1


Tuuuuut


Satu kali


Gagal


Nomor tersebut tidak mengangkat nya .


Marsha tidak putus asa , Marsha mencoba menghubungi nomor tersebut lagi .


Tuuuut


Gagal lagi


Panggilan kedua gagal , Marsha sudah mengeluarkan keringat dingin nya .


Marsha mencoba menghubungi lagi nomor tersebut .


Tuuuut


Panggilan tetap tidak di jawab . Jantung Marsha berdetak tak karuan , pikiran buruk sudah menyelimuti nya .


Ting


Ting


Denting ponsel milik nya berbunyi , Marsha buru-buru membuka nya , berharap sang nomor tadi mengirimi nya pesan , namun ...


Deg


Tubuh Marsha membeku , mata nya membulat sempurna , ketika yang mengirimi nya pesan adalah Arga , lengkap dengan foto pria itu yang tengah bersandar di dasboard kasur nya lengkap dengan senyuman nya .


Lalu sedetik kemudian , ada sepasang tangan membekap mulut Marsha .


"Emmmmp"


Marsha meronta , memukul lengan sang pemilik tangan tersebut , namun tubuh nya yang kecil tidak mampu menyeimbangi kekuatan tangan kekar tersebut .


Sedetik kemudian tubuh Marsha sudah melayang , diri nya tidak dapat melihat siapa yang mengangkat nya , karena mata nya sudah di tutup oleh kain .


Marsha terisak dengan mulut yang sudah di lakban , Marsha mendengar derap langkah kaki seseorang tersebut , yang Marsha yakini membawa nya ke dalam mobil ...


___oOo___

__ADS_1


Halo - halo guys !! Selamat malam , selamat membaca , jangan lupa like nya , komentar nya dan juga kasih bintang ke novel aku ini ya , terus dukung karya aku , buat aku semakin semangat up nya . Terimakasih banyak yang udah selalu komentar dan like , dan juga nungguin up aku tiap hari . Minta doa nya biar author sehat selalu dan bisa up tiap hari ....


Love you.♥


__ADS_2