
Marsha berjalan tergesa-gesa menuju ke suatu tempat , diri nya sampai belum mengganti pakaian nya , karena terburu-buru . Pikiran nya sudah kalut bukan main , bahkan Marsha juga belum pamit dengan anggota keluarga nya .
"Pak , antar saya ke jalan B ya , buruan , nanti saya kasih uang lebih" ucap Marsha kepada bapak ojol .
Bapak ojol mengerutkan kening nya , menelisik penampilan Marsha , yang masih mengenakan baju tidur lengan panjang senada dengan celana nya bergambar beruang .
"Maaf dek , enggak mau pulang ke rumah dulu ganti pakaian ?" Tanya bapak ojol .
Marsha menggeleng cepat , naik ke sepeda motor milik bapak ojol , lalu menepuk pundak sang bapak ojol . "Buruan pak ! Tunangan saya kecelakaan . Saya enggak punya banyak waktu " ucap Marsha .
Bapak ojol mengangguk kan kepala nya , menghidupkan mesin motor nya , lalu melajukan nya sesuai dengan alamat yang di bilang oleh Marsha tadi .
Flashback ♥
Marsha yang masih tertidur pulas langsung membuka kedua bola mata nya ketika mendengar suara ponsel milik nya yang terus-menerus berdering . Melirik jam yang bergantung di atas dinding , Marsha mengerut kan kening nya , ini masih pukul 06 pagi . Memang biasa nya diri nya sudah bangun , tapi hari ini Marsha libur sekolah , bukan karena permintaan keluarga nya . Tapi memang sekolah libur , karena menyuruh para murid untuk mempersiapkan keperluan mereka berkemah yang akan di adakan dua hari lagi . Ya satu hari setelah pernikahan Marsha .
Marsha mengubah posisi nya menjadi duduk bersandar di dasboard kasur , lalu meraih ponsel milik nya yang berada di atas nakas . Marsha membuka nya .
Yang lebih membuat nya bingung lagi ketika melihat banyak nya panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal nya . Lalu beberapa pesan yang di kirim oleh nomor tersebut .
Marsha yang penasaran lantas membuka isi pesan tersebut .
Deg
Tubuh Marsha membeku , Marsha sampai mengerjapkan mata nya berulang kali , membuka lagi isi pesan tersebut memastikan nya .
Benar ! Marsha tidak salah lihat . Lalu tangan nya menekan tombol hijau melakukan panggilan pada nomor tidak di kenal tersebut .
Tiiiit
Panggilan langsung terhubung , jantung Marsha berdetak kencang .
"Halo ?"
"Ini mbak nya yang ada di nomor punya mas nya yang baru aja kecelakaan kan ?" Ucap seorang wanita di seberang sana .
Mata Marsha sudah berkaca-kaca . "Mbak bener , kalau yang nama nya Arga kecelakaan ? " Tanya Marsha .
"Iya mbak , ini pasien masih di sini mbak . Tadi mas Arga naik motor nya kebut-kebutan , eh ada persimpangan langsung bablas , nabrak tiang . Mbak bisa kemari ? Soal nya saya bingung , ini masih pagi banget , belum ada yang lewat , mana jalanan nya sepi lagi "
Marsha langsung beranjak , lalu berdiri . "Mbak , dimana alamat nya ?"
"Di jalan B "
__ADS_1
"Saya ke sana sekarang ! " Ucap Marsha , lalu langsung berlari keluar rumah .
___oOo___
Arga yang tengah menikmati mimpi indah nya tersentak , ketika tangan Revan menindih kepala nya , tepat nya di hidung nya . Membuat Arga kesulitan bernafas .
"CK sialan Lo Van , " umpat Arga , lalu menyingkirkan tangan Revan dengan kasar , membuat Revan terkejut dan langsung terbangun .
"Lo kenapa sih ?" Tanya Revan yang kesal setengah mati dengan perlakuan Arga .
Arga mendengus kesal.. "Lo yang apa-apaan , gue lagi mimpi indah ! Tapi tangan Lo itu kena hidung gue ogeb ! Gue enggak bisa nafas !" Ketus Arga kesal .
Revan memutar bola mata nya jengah . "Ya mana gue tau , orang gua aja tidur . Jadi ya jangan salahin gue . Gue enggak sadar . " Revan lalu menarik selimut lagi ,
Arga menyentak selimut Revan . Menarik nya membuat Revan mendelik ke arah Arga .
"Lo sensi banget sih" cetus Revan .
"Lo yang sensi ! Ini udah siang , Lo enggak sekolah apa ? Mau bolos Lo ? " Pekik Arga kesal .
"Gue kan lagi di pingit . Jadi gue enggak sekolah kali Ga "
Arga mendelik menatap Revan horor ,meraih bantal guling , Arga melempar nya ke arah Revan .
Bukan nya marah , Revan malah terkekeh melihat raut wajah kesal Arga .
Revan menyunggingkan senyuman nya . "Ga , kalau Lo udah nikah nanti , kita masih bisa tidur bareng enggak ya ? " Tanya Revan , yang membuat Arga membulat kan kedua bola mata nya .
"Lo gila ?" Sentak Arga .
"Gue enggak gila Ga , kali aja Lo mau gue tidur bareng sama Lo . Eh maksud nya kita tidur bertiga , Lo , gue Mar---"
Sebelum benar-benar melanjutkan omongan nya , Revan buru-buru bangkit dari tempat tidur dan berlari menuju ke kamar mandi , sebelum bantal yang di pegang Arga melayang kembali ke tubuh nya .
Arga berdecak kesal , lalu melirik jam yang ada di dinding nya , meraih ponsel milik nya , dan mengetik kan sesuatu mengirim pesan kepada Marsha
___oOo___
Dua puluh menit Marsha sudah sampai di jalan B . Setelah membayar ojol , dan ojol pergi , Marsha berjalan menyusuri jalanan yang di bilang sangat sepi itu .
Marsha mengerut kan kening nya bingung , di sana tidak ada seorang pun . Ada perasaan was-was di dalam diri nya , mengingat diri nya hanya seorang diri di sana , namun Marsha mencoba tetap tenang dan berpikir positif .
Marsha meraih ponsel milik nya , lalu mencoba menghubungi nomor tadi .
__ADS_1
Tuuuuut
Satu kali
Gagal
Nomor tersebut tidak mengangkat nya .
Marsha tidak putus asa , Marsha mencoba menghubungi nomor tersebut lagi .
Tuuuut
Gagal lagi
Panggilan kedua gagal , Marsha sudah mengeluarkan keringat dingin nya .
Marsha mencoba menghubungi lagi nomor tersebut .
Tuuuut
Panggilan tetap tidak di jawab . Jantung Marsha berdetak tak karuan , pikiran buruk sudah menyelimuti nya .
Ting
Ting
Denting ponsel milik nya berbunyi , Marsha buru-buru membuka nya , berharap sang nomor tadi mengirimi nya pesan , namun ...
Deg
Tubuh Marsha membeku , mata nya membulat sempurna , ketika yang mengirimi nya pesan adalah Arga , lengkap dengan foto pria itu yang tengah bersandar di dasboard kasur nya lengkap dengan senyuman nya .
Lalu sedetik kemudian , ada sepasang tangan membekap mulut Marsha .
"Emmmmp"
Marsha meronta , memukul lengan sang pemilik tangan tersebut , namun tubuh nya yang kecil tidak mampu menyeimbangi kekuatan tangan kekar tersebut .
Sedetik kemudian tubuh Marsha sudah melayang , diri nya tidak dapat melihat siapa yang mengangkat nya , karena mata nya sudah di tutup oleh kain .
Marsha terisak dengan mulut yang sudah di lakban , Marsha mendengar derap langkah kaki seseorang tersebut , yang Marsha yakini membawa nya ke dalam mobil ...
___oOo___
__ADS_1
Halo - halo guys !! Selamat malam , selamat membaca , jangan lupa like nya , komentar nya dan juga kasih bintang ke novel aku ini ya , terus dukung karya aku , buat aku semakin semangat up nya . Terimakasih banyak yang udah selalu komentar dan like , dan juga nungguin up aku tiap hari . Minta doa nya biar author sehat selalu dan bisa up tiap hari ....
Love you.♥