Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 7


__ADS_3

Flashback ♥


"Ga!! Lo gila udah nyuruh Marsha datang malam-malam ke sini ?" Tanya Revan tidak percaya dengan apa yang di dengar nya barusan setelah panggilan telepon terputus .


Arga mengangkat bahu nya acuh . Tidak menjawab perkataan dari Revan , diri nya malah menanyakan hal lain . "Lo punya nomor Vera ?"


Revan mengerutkan kening nya bingung . "Buat apa Lo nomor Vera ?" Tanya Revan


"Lo enggak perlu tau . Gue cuman tanya Lo punya enggak nomor Vera !!"


Revan menghela nafas nya panjang . "Kayak nya ada . Tapi gue enggak pernah komunikasi sama badut kayak dia . Lo cari aja sendiri !" Ucap Revan dengan acuh .


Arga tampak mengotak-atik ponsel milik Revan . Lalu menempelkan nya di telinga nya .


"Lo dimana ?" Tanya Arga ketika sambungan telepon nya sudah terhubung .


Ada suara bising di sana , Arga sudah bisa menebak nya pasti Vera sedang berada di club' malam . CK , sialan dasar wanita murahan .


"Aku lagi di --- ah ssst kamu bisa diam dulu enggak ?" Terdengar suara Vera tengah -- ah entah lah . Arga tidak memusingkan itu .


"Lo DIMANA ?" Pekik Arga .


"Gu--gue lagi di rumah Nia Ga . Kenapa sayang ?"


Arga memutar bola mata nya jengah , dia pikir , diri nya tidak tau Vera lagi dimana . CK ingin membohongi Arga !! Tidak akan bisa . Tapi demi kelancaran rencana nya , Arga pura-pura percaya saja . Tidak ada untung bagi diri nya untuk mengetahui kemana wanita murahan itu .


"Lima menit , Lo ke apartemen gue sekarang !!"


Tuuuut


Arga langsung memutuskan sambungan telepon nya , pria itu berjalan ke sofa , duduk di sana , kepala nya di jatuhkan ke sandaran sofa .


Revan yang mendengar nya tidak percaya dengan perkataan Arga . Pria itu melangkah kan kaki nya mendekati Arga .


"Lo gila ! Tadi Lo nyuruh Marsha buat kemari , lah ini Lo nyuruh Vera si badut buat kemari ? Buat apa Ga ??"cerca Revan .


"Lo bisa diem enggak sih Van , Lo bawel banget " gerutu Arga .


"Gue bukan nya bawel !! Gue enggak suka cara Lo yang murahan kayak gini Ga . Lo enggak tau gimana reaksi Marsha nanti " peringat Revan .


Arga tersenyum miring mendengar nya . "Itu yang gue harapin Van " sahut nya enteng .


"Dia tunangan Lo Ga!!"


"Gue enggak peduli "


"CK "

__ADS_1


Revan berdecak kesal , lalu pergi berlalu dari sana. Diri nya pusing memikirkan Arga yang seperti itu . Mau di nasehatin beribu kali juga sifat keras kepala seorang Argantara Kusuma tidak akan pernah musnah .


"Lo bakalan nyesel !!" Itu kalimat terakhir yang di pekikan oleh Revan , namun Arga mengacuhkan nya .


___


Tidak lama , Vera datang dengan senyuman mengembang nya . Revan yang berada di depan apartemen langsung mendengus kesal menatap badut berjalan itu .


"Hai Van ??" Sapa Vera dengan nada di buat semanja-manja nya .


Revan berdecak , di pikir nya diri nya itu suka sekali di sapa dengan wanita itu. Mendengar nada bicara nya saja yang di buat-buat membuat Revan bergidik ngerih . Dalam hati nya , mengapa Arga bisa sampai jumpa dengan wanita seperti ini . Apa di dunia ini tidak ada wanita lain yang bisa di jadikan alat ' ..


"Van kok Lo diam aja sih , " tanya Vera , lalu menelisik penampilan Revan yang jika di katakan --- tampan . Tidak kalah dengan ketampanan Arga .


"Van Lo ganteng banget "celetuk Vera sembari tersenyum manis .


"Huek" Revan pura-pura muntah mendengar perkataan Vera .


Vera terkejut , lalu wanita itu melangkah kan kaki nya mencoba mendekati Revan .


"Van Lo engg--"


"STOP" pekik Revan sambil mengangkat sebelah tangan nya .


"Van Lo --"


Vera membulat kan kedua bola mata nya , lalu berdecih . "Lo kira gue bangk*e apa, sampe Lo muntah-muntah kayak gitu" gerutu Vera .


Revan tersenyum miring . "Itu Lo tau " . Ucap Revan , lalu berlalu pergi dari sana , diri nya terlalu malas meladeni manusia badut seperti Vera .


Sedangkan Vera berdecak kesal , wanita itu memanyunkan bibirnya sembari melangkah kan kaki nya masuk ke dalam apartemen milik Arga .


____


Cklek '


Marsha terkejut ketika baru saja membuka pintu apartemen milik Arga , gadis itu sampai membulatkan kedua bola mata nya sangking syok nya melihat apa yang terjadi di dalam apartemen tersebut . Marsha menggeleng-gelengkan kepala nya berharap jika ini semua hanya lah khayalan nya saja . Tapi nyata nya itu semua nyata .


Revan yang baru saja balik , memicingkan mata nya ketika melihat Marsha yang hanya berdiri di depan pintu apartemen . Pria itu melangkah kaki nya mendekati Marsha .


"Sha .." panggil Revan .


Marsha menoleh ke belakang , di lihat nya Revan ada di belakang nya . Marsha tersenyum manis ke arah Revan .


"Kenapa Lo enggak masuk ?" Tanya Revan .


Marsha menggeleng-gelengkan kepala nya , lalu melirik dengan mata nya ke dalam apartemen milik Arga . Gadis cantik itu menghela nafas nya dalam .

__ADS_1


"Aku pamit ya Van ,sampein sama Arga , kalau aku udah datang ." Terkekeh Marsha tidak bisa menyembunyikan mata nya yang berkaca-kaca . "A--ku pulang Van " ucap nya lalu hendak berjalan . Namun Revan langsung menahan nya .


"Sha , Lo kenapa?" Tanya Revan .


Marsha menggeleng kan kepala nya .


Revan memicingkan mata nya , pasti tidak ada yang beres ' batin Revan . Lalu pria itu melangkah kan kaki nya masuk ke dalam apartment .


Dan --


"Sial !!" Umpat Revan .


Revan langsung berjalan menuju ke Arga dan Vera yang tengah berciuman .


"Lo gila !!" Sentak Revan dengan nada tinggi . Meraih tubuh Arga , lalu mendorong nya .


Arga dan Vera terkejut .


"Lo apa-apa an si Van !!" Pekik Arga .


Revan meraup wajah nya kasar , "Lo gila !! Apa yang Lo lakuin sama Badut ini Ga ??? Lo udah cinta mati kah sama dia ?? Sampe Lo lakuin kayak gitu ??" Cerca Revan .


Arga menggeleng kan kepala nya . "Gue enggak ngapa-ngapain sialan !! Gue diem aja dari tadi " bela Arga .


Revan terkekeh . "Lo kira mata gue buta apa ? Enggak lihat apa yang Lo berdua perbuat .?"


"Gue --"


"Stop?!! Lo !!" Tunjuk Revan ke arah Vera . "Dasar wanita murahan !" Sambung Revan lalu berjalan keluar dari sana menyusul Marsha yang sudah pergi dulu .


Arga berdecak kesal , menatap kepergian Revan .


'ini gak seperti yang di maksud' batin Arga .


___


Sebelum nya --


Vera berjalan memasuki apartemen tersebut , membuka pintu dan menutup nya kembali . Vera lalu menoleh ke sembarang arah , mencari keberadaan sosok Arga .


Setelah beberapa saat , Vera berhasil menemukan keberadaan Arga , Vera terpaku dengan sosok Arga yang tengah memejamkan kedua bola mata nya semabri bersandar di sofa . Wanita itu tidak menyangka Arga sangat tampan dengan kaos ketat yang pria itu kenakan , tubuh atletisnya sampai nampak . Selama ini Vera tidak pernah melihat nya . Arga juga tidak pernah memakai kaos ketat seperti saat ini . Biasanya pria itu selalu memakai kemeja , atau jaket yang membalut tubuh nya . Dan ini ?? Vera melihat nya ?? Woow tubuh Arga sangat luar biasa .


Vera yang tidak tahan langsung melangkah kan kaki nya berjalan menuju Arga , tanpa aba-aba , tanpa membangun kan Arga , Vera langsung menempelkan bibirnya ke bibir Arga .


Arga yang tengah memejamkan kedua bola mata nya terkejut , pria itu mencoba beranjak , namun Vera menahan nya . Hingga tiba lah Marsha melihat semua adegan tersebut ...


___oOo___

__ADS_1


__ADS_2