Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 44


__ADS_3

Hari ini para murid kelas 12 SMA Nusa Bangsa mengadakan acara kemping yang di laksanakan di sebuah desa di salah satu Desa D . Semua nya sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke Desa D . Dan mereka di arah kan pihak kepala sekolah untuk berkumpul di SMA Nusa bangsa.


"Ga , kenapa enggak minta di antar aja sama Papa tadi " ucap Marsha menoleh ke arah Arga yang tengah sibuk mengemudi kan mobil milik nya .


"Kan kamu tau tadi Papa sibuk Sha . Pagi-pagi aja udah pergi . Kamu enggak kasihan nelpon papa lagi buat jemput kita" sahut Arga lembut, tangan nya sebelah kiri terangkat meraih tangan Marsha dan menggenggam nya dengan erat , membuat Marsha menyunggingkan senyuman manis nya .


"Ya kan bisa suruh antar sopir aja Ga , biar mobil kamu di bawa pulang " ucap Marsha lagi berusaha mengalihkan perhatian nya , sebab jantung Marsha saat ini tidak baik-baik saja .


Oh tuhan ! Kenapa jantung nya berdetak sangat kencang saat Arga hanya menggenggam tangan nya ,


Arga menggeleng kecil , perhatian nya masih tertuju ke arah jalanan raya . Tapi sebelah tangan nya tidak berhenti menggenggam tangan milik Marsha .


Marsha mengerutkan kening nya bingung. "Ga ,--"


"Aku mau kita berduaan baby , kalau ada supir nanti kita bertiga dong . " Sahut Arga santai .


Blush


Pipi Marsha langsung berubah merah merona mendengar perkataan dari Arga . Marsha mengulum senyum nya dan memalingkan wajah nya ke arah jendela .


Arga yang melirik sekilas langsung tersenyum , tangan nya menyentak tangan Marsha , hingga tubuh Marsha jatuh ke dalam dekapan Arga .


Marsha sontak terkejut , ingin bangkit , namun Arga semakin mendekap nya erat . Bahkan Arga menciumi puncak kepala Marsha dengan sayang .


"Ga , lepas , nanti kamu enggak fokus nyetir nya " ucap Marsha .


"Aku mau seperti ini saja , sampai di sekolah"


"Ga tapi --"


"Enggak ada penolakan Sha " peringat Arga , dan Marsha pun diam tidak menolak lagi , tapi senyuman dari bibir nya tidak pernah berhenti .


____oOo___


"Target sudah jalan bos ! " Ucap seseorang dari aerpone yang terpasang di telinga nya .


"Lakukan "


"Ta-- tapi bodyguard yang menjaga nya cukup banyak bos " ucap sang anak buah yang melihat beberapa orang berbadan kekar mengikuti mobil yang menjadi target nya .


Di seberang sana sang bos berdecih sinis . "Takut hm ? Apa dua puluh orang kalah dengan sepuluh bodyguard ? Kalau begitu silahkan balik , dan siap-siap menerima hukuman kalian "


Glek

__ADS_1


Sang anak buah langsung meneguk Saliva nya susah payah , lalu melirik ke para teman-teman nya , dengan gerakan tangan nya , sang teman-teman nya sudah mengerti .


"Baik bos "


"Oke , saya tunggu , saya tidak ingin gagal "


Tuuuut


Panggilan terputus , semua para anak buah nya langsung melajukan mobil mereka dan mengikuti target .


_____oOo____


Sedangkan di sebuah rumah , Kavandra menyeringai , lalu melemparkan ponsel milik nya di atas sofa .


"Kan sudah saya tegaskan , apa pun yang terjadi , dia tetap akan menjadi milik saya, apa pun !" Ucap nya .


Brak


"Lo gila !" Teriak Tristan yang baru saja tiba bersama dengan Reni -- sepupu Kavandra .


Kavandra terkejut , dengan kedatangan kedua nya , namun diri nya tetap stay cool , untuk tetap biasa saja .


Kavandra berjalan mendekat ke arah Tristan dan juga Reni , lalu menatap Satu persatu dari kedua nya , dan pandangan nya langsung jatuh ke arah Reni , Kavandra menatap tajam ke arah sang sepupu .


Reni mengepalkan kedua tangan nya . Membalas tatapan Kavandra tidak kalah tajam nya .


"Van ! Sadar , Marsha udah nikah . Lo harus terima itu . Gue enggak mau Lo terus-menerus kayak gini Van . Lo itu cuman obsesi sama Marsha . Kalau Lo beneran cinta sama dia . Lo enggak bakalan ngelakuin hal gila kayak gini . Sebelum terlambat Van . Gue mohon ."


Kavandra berdecih , "selain penghianat Lo juga ternyata suka ceramah ya . Terserah Lo mau bilang gue obsesi atau apa lah . Yang penting gue mau nya Marsha , MARSHA" ucap Kavandra dengan menekan kan setiap kalimat nya .


"Van , sadar !" Pekik Tristan .


"Gue sadar seratus persen "


"Lo udah gila ."


"Gue emang gila . Dan ini semua karena Marsha , gue cinta sama dia . Tapi kalian enggak ada yang tau , dan enggak ada yang ngerti sama perasaan gue " pekik Kavandra .


"Kita ngertiin Lo , dan sebelum semua nya terlambat , Lo harus sadar ."


Terkekeh sinis , Kavandra lalu menggeleng kan kepala nya . "Gue enggak bisa " sahut nya , lalu membalikkan tubuh nya dan berniat pergi , namun Reni langsung menusukkan sebuah benda di lengan Kavandra , membuat Kavandra oleng dan jatuh pingsan , tubuh nya langsung di tahan oleh Tristan .


"Maafin gue Van , ini mungkin yang terbaik untuk Lo " lirih Reni , sambil meneteskan air mata nya .

__ADS_1


Tristan lalu membopong tubuh Kavandra dan membawa nya keluar dari rumah tersebut menuju ke sebuah mobil , di sana sudah ada Mama nya Reni dan Vera .


Tristan lalu meletakkan Kavandra ke dalam mobil tersebut ,


"Tante , dosis obat bius nya cuman beberapa jam aja , enggak lebih , jadi sebaiknya kita berangkat sekarang " ucap Tristan ,


Mama nya Reni mengangguk kan kepala nya . "Tristan , kamu enggak kenapa-kenapa meninggalkan ibu kamu ?" Tanya Mama nya Reni yang tau bagaimana keadaan ibu nya Tristan , tapi Tristan tetap kekeuh ingin ikut pergi ke luar negeri bersama mama nya Reni , ya tujuan nya membawa Kavandra menjauh sejauh jauh nya dari kehidupan Marsha .


Tristan menggeleng kan kepala nya . "Ada om aku , tadi om juga nelpon kata nya mama juga mau di pindah ke kota nya . Enggak masalah Tante , aku mau yang terbaik buat Kavandra " ucap Tristan .


Mama nya Reni mengangguk kan kepala nya , lalu menatap ke arah Vera , orang yang sudah membocorkan semua rencana Kavandra . "Saya sudah transfer tiga kali lipat sama kamu , jadi kamu bisa membiayai kehidupan kamu , untuk biaya rumah sakit dan kemo ibu kamu semua nya sudah beres . Dan ibu kamu bisa menjalani nya tanpa biaya sampai sembuh "


"Terimakasih Tante " jawab Vera bahagia , keputusan nya memberitahu Reni tidak sia-sia , diri nya bisa terhindar dari rencana Kavandra dan diri nya juga bisa mendapatkan uang yang lebih banyak lagi .


Mama nya Reni hanya mengangguk kan kepala nya . Lalu beralih menatap ke arah sang putri . "Mama antar Kavandra dulu ya sayang , kamu urus kakek Malik . Kasihan kakek di rumah sakit , mama akan kembali secepatnya " ucap Mama nya Reni , dan Reni mengangguk kan kepala nya , memeluk mama nya dengan erat sebelum Mama nya pergi mengantar sang sepupu .


Dan untuk kakek Malik , ya kakek Kavandra dan Reni itu memang berada di rumah sakit , itu karena kakek Malik terkena serangan jantung tiba-tiba , dan membuat pria tua itu koma , jadi Mama nya Reni dengan lancar melakukan aksi nya , diri nya tidak ingin Kavandra membuat masalah , dan membuat pria itu mendekam di tahanan . Sudah cukup , sudah cukup sang suami yang berusaha melenyapkan Jordan dulu , dan berakhir dengan tragis , mama nya Reni tidak akan membiarkan sang keponakan satu-satunya itu bernasib sama dengan sang suami .


Setelah itu mobil yang di kendarai Tristan melaju , sedangkan Reni masih menatap kepergian mobil tersebut dengan perasaan yang sangat sulit di artikan .


___oOo___


Brakkkkkkk


Arga langsung mengerem mobil milik nya ketika mendengar suara dentuman mobil di belakang nya .


"Ga , apa itu ?" Tanya Marsha langsung menoleh ke belakang .


Arga menggeleng kan kepala nya , lalu membuka pintu mobil dan keluar melihat apa yang sedang terjadi .


Arga terkejut begitu juga dengan Marsha , mereka saling lempar pandang , ketika melihat segerombolan para bodyguard sang papa mengelilingi kedua nya ,


"Tuan ,tadi itu yang kecelakaan mobil orang suruhan dari seseorang yang ingin mencelakai anda " ucap salah satu bodyguard .


Arga mengangguk singkat , Arga sudah bisa menebak hal ini akan terjadi , karena papi nya sudah mengatakan nya terlebih dahulu . Yang membuat Arga tidak percaya , kenapa Kavandra senekat ini . Cih harus nya Arga tau , jika pria itu memang gila dan nekatan .


"Ga " panggil Marsha ,


Arga langsung berjalan mendekat , dan mendekap tubuh mungil sang istri , pandangan nya masih tertuju kepada kerumunan orang-orang yang menyaksikan kecelakaan tersebut .


Tangan Arga mengelus rambut Marsha , mencoba menenangkan nya , Arga tau Marsha takut , mengingat tubuh Marsha sudah bergetar hebat dalam pelukan nya .


"Ga , takut"

__ADS_1


"Sssst , selama kamu ada di samping aku , aku janji enggak ada yang bisa celakain kamu , dan enggak akan bisa merebut kamu dari aku " ucap Arga


__ADS_2