
Happy reading ya guys ♥️ semoga banyak yang minat sama novel aku yang baru ini .
___oOo__
Marsha menatap jam yang ada di pergelangan tangan nya , gadis cantik itu membulat kan kedua bola mata nya ketika menyadari jika diri nya sudah terlambat untuk ke sekolah .
Marsha bergegas berjalan keluar dari dalam kamar nya menuju ke ruang makan , di sana bisa diri nya liat jika di sana sudah ada kedua orang tua nya dan juga Omi , yang tengah menikmati sarapan pagi mereka .
Marsha menghela nafas nya panjang , diri nya ingin sekali ikut bergabung , namun lagi-lagi diri nya sudah terlambat , jadi diri nya tidak sempat sarapan bersama dengan keluarga nya .
Kedua orang tua dan Omi yang tengah sibuk menikmati sarapan nya , mereka sontak mendongak kan kepala nya ketika Marsha berjalan mendekat ,
"Sha duduk sayang , kita sarapan bareng " seru Omi dengan senyuman mengembang nya .
Marsha menggeleng kan kepala nya , Marsha yang sudah terlambat , tidak sempat sarapan , gadis cantik itu pamit kepada semua anggota keluarga nya .
"Enggak deh mi, Marsha udah telat ini , Omi , Mama , papa , Marsha pamit dulu ya "
"Sha makan dulu , nanti kamu sakit loh " tegur Nia.
Marsha menggeleng kan kepala nya . "Aku enggak sempat ma , ini udah telat " seru Marsha .
Nia menghela nafas nya dalam , wanita paruh baya itu beranjak dari duduk nya lalu mengambil kotak bekal dan mengisi nya .
Setelah selesai , Nia berjalan mendekati Marsha yang tengah sibuk dengan sepatu nya . Nia menyodorkan bekal nya ke hadapan Marsha .
"Setelah sampai di sekolah kamu makan Sha . Dan hari ini kamu di antar saja dengan pak Husein , Mama enggak mau karena udah telat , kamu kebut-kebutan naik mobil nya " ucap Nia .
Marsha mengangguk kan kepala nya , meraih bekal yang di berikan oleh mama nya lalu menyimpan nya ke dalam tas . Setelah itu Marsha melangkah kan kaki nya keluar dari rumah .
___oOo___
__ADS_1
Kavandra memarkirkan sepeda motor sport milik nya di parkiran sekolah , lalu pandangan pria itu mengarah ke seorang pria yang tengah tersenyum tengil ke arah nya .
Kavandra membuka helm full face milik nya , pria itu lalu melangkah kan kaki nya ke arah pria itu yang tidak lain adalah Tristan , sahabat laknat Kavandra .
"Bangk*e" pekik Kavandra menatap kesal ke arah Tristan .
Tristan yang mendengar umpatan dari Kavandra hanya nyengir , menampilkan deretan gigi nya , "santuy bro , Lo nyeremin kalau lagi marah " sahut Tristan tanpa beban .
Kavandra mencebikkan ujung bibir nya , pria itu memejamkan kedua bola mata nya sesaat . "Kenapa Lo lakuin itu Tris . Lo tau kan kalau sempet Marsha telat sedikit aja sampe ke rumah Kakek gue , mungkin dia bakalan benci sama gue seumur hidup nya " gerutu Kavandra .
"Gue -- ekhm , sebenarnya memang rencana gue sih Vandra ! Gue sedih lihat Lo yang terus-menerus galau enggak jelas kayak gitu . Gue kasihan . Gue pikir Lo udah lakuin --" ucapan Tristan terpotong ketika Kavandra mendelik ke arah nya .
"Gue enggak akan berbuat sekejam itu sama dia Tris . Biar pun selama nya gue sama dia enggak bisa bersama --" mendesah panjang , Kavandra mengacak rambut nya frustasi .
"Gue sayang dan cinta sama dia , gue enggak bakalan ngerusak dia " lirih Kavandra .
Tristan menghela nafas nya dalam , ada perasaan bersalah di dalam hati nya , "gue minta maaf bro ! Gue salah ! " Ucap Tristan .
Tristan mencebikkan ujung bibir nya , menatap kesal ke arah Kavandra. "Lo kira gue miskin ?" Desis Tristan .
Kavandra terkekeh melihat raut wajah kesal sang sahabat , sudah bertahun-tahun berteman dengan Tristan , Kavandra merasa sangat beruntung , Tristan sahabat yang baik .
"Udah sono Lo balik , lima menit lagi masuk" ucap Kavandra sambil melirik jam tangan nya .
Tristan mengangguk kan kepala nya , lalu meraih helm full face milik Kavandra berniat memakai nya . Namu gerakan tangan nya terhenti ketika motor seseorang berhenti tepat di sebelah nya .
Brmmm brmmm
Kavandra dan Tristan sama-sama mengarahkan atensi kedua nya ke arah sepeda motor sport tersebut, dengan tatapan yang sangat datar .
Pengendara sepeda motor sport itu membuka helm full face milik nya , lalu menyugar rambut nya . Pria itu tersenyum miring , lalu menatap ke arah Kavandra dan juga Tristan .
__ADS_1
"Wow , mantan sahabat gue ada di sini ?" Celetuk nya .
Kavandra masih memasang wajah datar nya , sedangkan Tristan sudah mengepalkan kedua telapak tangan nya .
Terkekeh samar , "Mau apa ? Mau lihat pasangan yang baru resmi tunangan ?" Ucap nya lagi sembari mengangkat tangan nya lalu menunjukkan sebuah cincin yang tersemat di jari nya .
Tristan berdecih , menatap tajam ke arah pria yang tidak lain adalah Arga . "Enggak usah sok hebat Lo ! Baru juga tunangan , bisa aja kan nanti Marsha berubah pikiran dan batalin semua nya "
Celetukan Tristan membuat Arga terkekeh , pria itu turun dari motor sport milik nya , melangkah kan kaki nya mendekati kedua nya . "Seminggu lagi !! Seminggu lagi gue resmi jadi suami sah nya . Dan kalian ?" Tunjuk nya ke arah Kavandra dan juga Tristan.
"Terutama Lo " tunjuk nya lagi ke arah Kavandra .
"Lo bakalan nangis , hmmm bukan nangis aja sih kayak nya.." Arga tersenyum miring sembari melipat kedua tangan nya di dada .
"Kayak nya Lo bakalan mengakhiri hidup Lo deh ,"
Dan kalimat selanjutnya membuat Tristan berhasil turun dari motor nya , dan bersiap meninju mulut Arga . Tapi Kavandra langsung menahan nya .
"Udah Tris , Lo pergi aja deh , ini udah siang , Lo bisa telat !! Ingat nyokap Lo Tris " ucap Kavandra mengingat kan .
Tristan menggeram , tangan nya sudah gatal ingin sekali menghabisi mulut Arga . Namun diri nya harus mengikuti kata Kavandra . Bukan diri nya takut telat , tapi Tristan lebih takut jika ibu nya akan marah jika diri nya telat ke sekolah .
Tanpa sekata apa pun Tristan meraih helm milik Kavandra , lalu menghidupkan motor tersebut , pria itu lalu berlalu pergi dari sana . Menyisakan Arga dan juga Kavandra .
Kavandra sebenarnya juga sangat marah dengan Arga , namun diri nya tahan . Kavandra tidak akan terpancing emosi pagi-, pagi seperti ini . Diri nya lebih tertarik mencari Marsha dan menjelaskan semua kejadian semalam .
Kavandra membalikkan tubuhnya , lalu berjalan meninggalkan Arga yang tengah menatap tak percaya kepada nya .
Arga berdecak , pikir diri nya Kavandra akan ngamuk dan menghajar nya , namun pikiran nya salah . Kavandra malah cuek dan meninggalkan nya .
"Sialan " umpat Arga .
__ADS_1