Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 37


__ADS_3

Arga melajukan mobil milik nya membelah jalanan yang ramai di kota itu . Mata nya tidak awas melirik ke sana kemari , sembari mencari keberadaan sang istri . Yang beberapa jam yang lalu sudah resmi menjadi istri nya , tapi nyata nya Marsha nya hilang , hilang entah kemana . Dan menurut cctv yang terlihat dari luar jendela kamar Marsha , jika ada seseorang yang memakai masker menggendong gadis nya dan membawa nya pergi , di saat semua orang tengah lalai menikmati prosesi ijab kabul .


Damn it


Lihat saja , siapa yang sudah berani berani nya bermain-main dengan diri nya nanti .


Memukul setir kemudi nya dengan kencang , saat lampu merah ada di depan mata nya , membuat nya merasa sangat kesal , itu artinya diri nya harus menunggu lagi , diri nya tidak ingin menunggu lebih lama , diri nya sudah sangat ketakutan memikirkan hal yang terburuk yang akan terjadi kepada Marsha nya .


Terakhir diri nya melihat Marsha nya hampir nyaris mati akibat Joyfen dan Nathan , diri nya tidak akan pernah bisa membayangkan hal terburuk lainnya . Sebab Vera yang notabene nya masih bersekutu dengan Nathan dan Joyfen wanita itu masih berkeliaran menjadi buronan , tidak mungkin kan jika Vera menyewa seseorang untuk menculik Marsha nya ? Entah lah , tapi Arga sedikit ragu tentang hal tersebut .


Menjambak rambut nya frustasi , Arga menggeram ketika lampu merah itu tidak kunjung menampakkan tanda-tanda berwarna kuning dan selanjutnya hijau yang berarti jalan . Entah lah , padahal tidak selama itu , tapi bagi Arga waktu yang sekarang setelah kehilangan Marsha nya sangat berputar lama .


Sialan !


Jika ada Revan , mungkin pria itu bisa berulang kali mengusap dada nya dan beristighfar , sebab peran Revan di sini sebagai sahabat sekaligus penasihat seorang Argantara Kusuma , yang tempramen nya yang agak lumayan lah .


Huh mengingat Revan , pria itu tadi juga pergi dengan menggunakan mobil lain milik keluarga Arga , karena Arga ingin mereka semua nya berpencar mencari keberadaan Marsha nya dengan cepat , diri nya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi , karena telat sedikit saja seperti beberapa hari yang lalu . Tidak lupa kedua orang tua Arga Jordan dan Darta juga ikut mencari tidak lupa menyebar para anak buah nya kesana-kemari .


Deg


Di tengah lampu merah yang masih setia itu , pandangan Arga tidak sengaja menatap seseorang .


Arga menyipitkan sebelah mata nya ketika melihat seseorang yang tidak asing bagi nya . Arga mencoba memastikan nya lagi , agar bisa lebih yakin , jika yang di lihat nya tidak salah !


Gothcah


Benar sekali , yang di lihat nya memang tidak salah , dan tepat sesuai pemikiran nya . Arga sudah menebak sebelum nya siapa yang membawa sang istri pergi , karena Arga melihat dari postur tubuh seseorang yang menculik sang istri tadi lewat cctv ..


Arga tersenyum miring , dengan tangan nya yang terkepal sempurna .


"Mau mencoba bersandiwara hm ? Ternyata baru beberapa jam saja ,sudah tidak tahan ! Aku akan mengikuti sandiwara mu " ucap nya dengan seringai nya .


Arga lalu mengklik sesuatu yang ada di telinga nya , yang ternyata langsung menghubungkan antara diri nya , Revan , Jorda dan Darta .


"Aku tahu dimana Marsha , ikuti GPS mobil ku "

__ADS_1


Klik


Arga langsung melajukan mobil milik nya ketika lampu yang tadi nya merah kini berubah menjadi hijau , pandangan nya tidak hilang dari objek yang tengah membawa sepeda motor sport di depan nya . Walaupun dengan jarak yang tidak terlalu dekat , tapi mata Arga tidak awas memperhatikan kemana arah sepeda motor sport tersebut .


"Mau mencoba mengambil apa yang sudah menjadi milik ku hm ? Dulu , sekarang , dan sampai kapan pun Marsha hanya milik ku. Hanya milik Argantara Kusuma . "


____oOo___


"Apa ?? Van--Vandra meninggal?" Pekik Tristan ketika diri nya sampai di rumah milik Reni -sepupu Kavandra . Setelah tadi Tristan menjenguk sang Mama yang masih koma , pria itu berinisiatif menanyakan keberadaan Kavandra dan Marsha , sebab ponsel kedua nya sama-sama tidak aktif . Ingin menghubungi Arga atau Revan ? Diri masih kesal dengan kedua orang itu . Yang selalu mencari ribut dengan nya setiap bertemu , apa lagi saat diri nya hubungi ! Mungkin bisa-bisa nomor nya langsung di blokir oleh mereka berdua .


Reni menundukkan kepala nya , lalu mengangguk kecil . "Joy yang udah nusuk Vandra , Tris "


Tristan mengepalkan kedua tangan nya di samping tubuh nya. Diri nya sangat marah dan emosi ketika mendengar nama itu . Nama yang sudah membuat hidup sang adik hancur berkeping-keping , bukan Kavandra Alianda , yang selama ini di kambing hitam kan , dan heran nya pria itu masih bisa hidup baik-baik saja , dan parah nya malah menghasut dan memfitnah orang lain , atas perbuatan yang telah di lakukan nya .


Tristan tidak akan membiarkan nama itu hidup dalam ketenangan . Nama itu sudah membuat keluarga nya hancur lebur . Adik nya depresi , Mama nya koma , dan kakak nya menjadi jahat karena nama itu .


CK menyebut nya saja membuat nya najis .


"Marsha baik-baik aja kan ?" Tanya Tristan .


Tristan menghembuskan nafas nya kasar , "thank ya Ren , kalau gitu gue cabut dulu . Gue mau ke penjara dulu ." Ucap Tristan .


"Tris gue ikut" seru Reni membuat langkah kaki Tristan berhenti , lalu membalikkan tubuh nya menatap ke arah Reni sambil mengangguk singkat .


___oOo___


"Esshhhh" Marsha meringis , memegangi kepala nya yang sedikit berdenyut .


Marsha lalu membuka sedikit demi sedikit kedua bola mata nya , menyesuaikan rasa denyut yang ada di kepala nya .


Marsha lalu membulat kan kedua bola mata nya ketika mengingat sesuatu ...


Marsha menatap pantulan diri nya di depan cermin , setelah beberapa karyawan make up permisi keluar , dirinya sendirian di kamar nya .


Marsha menghembuskan nafas nya panjang , sebentar lagi diri nya sah menjadi istri dari Arga , senang pasti, tapi ada rasa sesak di dalam dada nya ketika mengingat Kavandra , Kavandra yang telah mempertaruhkan nyawa nya demi nya .

__ADS_1


"Maaf Van , tapi pernikahan nya enggak bisa di undur . Aku udah coba bilang , aku harap kamu yang tenang ya di sana" lirih Marsha .


Krek


Marsha yang tengah duduk di depan meja rias nya terkejut ketika mendengar suara jendela kamar milik nya berbunyi .


Marsha lalu mendekat , menyibak gorden , dan


Deg


Marsha membulat kan kedua bola mata nya sempurna ketika melihat seseorang yang ada di depan jendela kaca tersebut , ah lebih tepat nya sudah membuka jendela nya. Dan sudah masuk tepat berdiri di dekat nya . Sambil membuka masker nya .


Marsha mengucek mata nya demi mencari kebenaran tentang penglihatan nya .


Dan ternyata benar .


"Ka--kamu"


Pria itu tersenyum miring , lalu sedetik kemudian tubuh Marsha limbung ketika sesuatu benda menancap sempurna di pundak nya . Tapi Marsha masih bisa sayup mendengar perkataan dari pria itu .


"Maafin aku Sha , aku harus melakukan nya "


Dan setalah nya tubuh Marsha melayang di udara , lalu rasa kantuk menyerang dan Marsha tidak mengingat nya sama sekali .


___


Cklek


Marsha memejamkan kedua bola mata nya lagi ketika melihat ada seseorang yang membuka pintu ruangan tersebut , lalu terdengar langkah kaki nya yang melangkah masuk dan mendekat ke arah Marsha yang tengah berbaring .


Meletakkan kresek yang berisi makanan yang baru saja di beli nya tadi , pria itu memandang Lamat wajah teduh Marsha .


"Sha maafin aku"


"Aku ---"

__ADS_1


Brak


__ADS_2