
Tap tap tap
"Sudah pulang hm ? Sudah puas bermain-main nya "
Kavandra menghembuskan nafas nya kasar , lalu menjatuhkan tubuh nya ke sofa , tepat di depan sang kakek Malik yang tengah sibuk menikmati secangkir kopi hangat nya . Sesekali mata nya melirik ke arah tablet , yang ada di atas pangkuan nya . Sang asisten pribadi nya tengah melakukan pengiriman data perusahaan nya .
Lama hening hingga suara Kavandra memecah lamunan tersebut .
"Kenapa kakek mendukung ku ?"
Kakek Malik mendongak , menatap wajah sang cucu yang terlihat sangat kacau .
"Itu pukulan cinta atau pukulan penolakan ?" Tanpa menghiraukan pertanyaan dari sang cucu tadi , kakek Malik malah menggoda nya dengan suatu pertanyaan yang membuat Kavandra langsung mendengus kesal .
"Jawab saja pertanyaan ku " sahut Kavandra datar .
"Memang nya untuk apa kakek menjawab nya . Itu tidak perlu . Sekarang yang perlu gadis itu menjadi milik mu ."
Menghembuskan nafas nya berat , Kavandra lalu menundukkan kepala nya . "Itu sangat sulit kek . Marsha udah benci sama aku" lirih Kavandra .
__ADS_1
"Segitu saja perjuangan mu hm?" Kakek Malik tersenyum tipis melihat keputusasaan sang cucu .
Kavandra mendongak ,netra nya langsung bertemu dengan sang kakek , lalu Kavandra menggeleng kan kepala nya . "Aku ada rencana kek , tapi aku ragu . Apa kakek mau mendukung ku atau tidak "
Kakek Malik meletakkan tablet yang ada di pangkuan nya di atas meja , bangkit dari duduk nya , lalu menghampiri sang cucu . Kakek Malik menepuk pelan pundak Kavandra . "Apa pun itu lakukan ! Asal kamu bisa mendapatkan cinta mu" ucap nya lalu berlalu pergi dari sana , meninggalkan Kavandra yang menerbitkan sebuah senyuman miring di bibir nya .
"Aku yakin Sha , kali ini kamu bakalan jadi milik ku " ucap Kavandra lalu meraih ponsel yang ada di saku celana nya , mengotak-atik nya sebentar , menyimpan nya kembali di saku nya .
Kavandra menjatuhkan tubuh nya di sofa , dengan kedua sudut bibir yang melengkung sempurna .
"Kali ini gue pastiin , Marsha bakalan jadi milik gue Ga . Dan Lo cuman jadi pecundang !"
___oOo__
Marsha mendongak , lalu pandangan nya langsung tertuju ke arah sang suami yang rambut nya masih basah , dengan balutan kaos lengan pendek , serta celana pendek , oh ya ampun penampilan Arga sungguh sangat tampan , padahal Marsha sudah sering melihat Arga , tapi entah mengapa kali ini berkali-kali lipat tampan nya . Marsha langsung memalingkan pandangan nya , karena jantung Marsha langsung berdetak sangat kencang . Membuat Arga mengerutkan kening nya bingung .
"U--udah siap mandi?" Tanya Marsha gugup , jujur saja berdua dengan Arga di dalam kamar milik nya sungguh membuat nya gugup .
Arga terkekeh ketika menyadari sesuatu . Lalu kaki nya melangkah mendekat ke arah Marsha yang tengah bersandar di dasboard tempat tidur .
__ADS_1
Marsha yang tidak mendapatkan jawaban dari Arga langsung melengok , mata Marsha membulat sempurna ketika diri nya melihat Arga berjalan ke arah nya dengan tatapan yang sulit di artikan .
Arga terus berjalan dengan senyuman tipis yang menghiasi bibir nya . Tapi Marsha tidak melihat nya sama sekali . Dan kini sampai lah Arga di hadapan Marsha , jarak kedua nya sangat dekat . Arga menatap lekat wajah cantik istri nya yang malam ini benar-benar cantik .
Cup
Arga mengecup pipi Marsha . Membuat pipi Marsha langsung merah merona .
"Sha , gue -- ekhm .. aku aku mau bilang , kalau aku cinta sama kamu . Mungkin aku telat ngucapin nya . Tapi jujur banget dari dalam hati aku . Aku cinta sama kamu . Aku mau kita memulai semua nya . Mengarungi bahtera rumah tangga kita bersama. Hingga sampai ajal menjemput . " Ucap Arga dengan tulus , tatapan masih menatap lekat wajah sang istri .
Marsha tersentak , tidak menyangka dengan perkataan yang keluar dari mulut Arga .
"Sha , mungkin kamu enggak percaya dengan apa yang aku katakan , karena selama ini aku selalu buat kamu susah Sha . Maafin aku Sha . Maafin aku yang bodoh dulu . Maaf" lirih Arga sambil menundukkan kepala nya . Rasa bersalah mencuak di dalam hati nya , mengingat semua perbuatannya dulu kepada Marsha .
Marsha menyunggingkan senyuman nya , tangan nya terangkat membelai rambut Arga .
"I love you " bisik Marsha ,
Arga sontak mendongak lalu tersenyum ke arah Marsha .
__ADS_1
"Love you to Sha , love you banyak-banyak buat kamu "
Lalu Arga dengan gemas mengecup seluruh wajah Marsha , membuat Marsha terkekeh sekaligus malu .