
"Van Lo tau dari mana Marsha di culik?" Tanya Tristan sembari menyetir mobil milik nya ,
Kavandra menatap lurus ke depan "Dari Reni ! Tadi dia nelpon gue . Dan gue udah bisa nebak siapa pelaku nya" ucap Kavandra .
Tristan melirik sebentar ke arah Kavandra , lalu fokus kembali lagi ke arah jalanan . Tristan lalu menghela nafas nya kasar . "Van, maaf . Ini semua salah gue" lirih Tristan . Nafas nya tercekat .
"Bukan salah Lo . Tapi Nathan"
"Nathan kakak gue , dan Nesya--"
"Adik Lo "
Tristan nyaris ngerem mendadak, mendengar perkataan dari Kavandra .
"Lo ta-- tau?"
Terkekeh miris , Kavandra menghela nafas nya panjang . "Gue tau semua nya ."
"Apa aja yang Lo tau ?" Tanya Tristan melajukan mobil nya lagi ,
"Nesya adik nya Nathan . Itu yang gue tau dulu . Gue sebenernya enggak tau kalau Lo punya hubungan sama mereka berdua . Tapi setelah Nathan nabrak gue dan buat gue nyaris mati . Gue tau semua nya " ucap Kavandra .
"Van gue --"
"Gak penting kita ngomongin ini . Ada hal yang lebih penting lagi . Yaitu Marsha ... Orang yang sama-sama kita sayang .,"
Deg
Jantung Tristan berdetak kencang ketika Kavandra mengatakan hal tersebut .
"Lo enggak usah kaget Tris ! Gue kan udah bilang , gue tau semua nya.. termasuk perasaan yang Lo pendam selama ini buat Marsha " ucap Kavandra yang tau tentang isi pikiran dai Tristan .
"Sorry . Gue cuman enggak mau Lo sakit hati Van"
"Gue tau ! Tapi pada kenyataannya gue bakalan sakit hati juga " lirih Kavandra , membuang nafas nya kasar . Sesak -- itu pasti . Itu yang Kavandra rasakan saat sekarang ini dan kedepannya .
"Dan setelah kita berhasil selamatin Marsha . Gue mau , kasih tau Lo sesuatu yang mungkin bakalan buat Lo syok . Tapi ini adalah jawaban dari sakit nya adik Lo " ucap Kavandra lagi .
Tristan menautkan sebelah alis nya . Emang ada rahasia apa yang diri nya tidak ketahui tentang sang adik yang mendapatkan penyakit nya seperti itu .
"Bukan karena Lo ?" Tanya Tristan yang tau dari Nathan jika Nesya adik nya sakit akibat ulah Kavandra yang membuly nya habis-habisan . Dan itu membuat Tristan marah bahkan berniat akan menghancurkan hidup Kavandra . Namun ketika lama berteman dengan Kavandra , hati Tristan melunak , diri nya tersadar sedikit , tapi hasutan dari Nathan selalu membuat nya tidak sanggup melupakan dendam tersebut .
"Lo bakalan tau nanti " ucap Kavandra .
Tristan tidak menyahut . Diri nya masih memikirkan kejutan apa yang akan di dapatkan nya nanti ...
___oOo__
"Pak , beneran di sini ?" Tanya Arga yang sudah sampai di tempat bapak ojol mengantarkan Marsha tadi .
Sang bapak ojol mengangguk kan kepala nya. "Bener , saya nurunin adek nya di sini . Habis itu saya balik terus Mas ." Ucap sang bapak ojol .
__ADS_1
Arga berdecak kesal . "Kenapa bapak enggak nungguin dulu ?" Tanya Arga .
"Saya tadi buru-buru mas , saya mau buang air besar . Jadi nya saya enggak bisa nungguin adek nya ."
"Arggg" Arga menjambak rambut nya frustasi .
"Oke , bapak di sini dulu . Saya mau jalan ke sana cari calon istri saya dulu . Nanti saya tambahin ongkos nya yang banyak deh buat bapak " ucap Arga .
Sang bapak ojol mengangguk , tersenyum sumringah .
Arga lalu melangkah kan kaki nya menyusuri jalan tersebut , mencari keberadaan Marsha , ataupun sebuah petunjuk . Tapi nyatanya jalanan itu cukup sepi , tidak ada seseorang pun yang lewat di sana .
Arga terus menyusuri jalanan sepi tersebut , mencoba terus mencari keberadaan Marsha .
Hingga dua puluh menit lama nya Arga mencari , namun Arga belum sama sekali mendapatkan keberadaan Marsha atau pun petunjuk sama sekali .
"Sha !! Kamu dimana ?" Teriak Arga frustasi .
"Arggh , sialan , " umpat Arga menendang-nendang batu yang ada di pinggir jalanan tersebut .
Arga menjatuhkan tubuh nya di pinggiran jalan , memejamkan kedua bola mata nya , rasa nya sesak sekali . Baru diri nya ingin memulai hubungan dengan Marsha , tapi kini gadis nya menghilang tanpa jejak sama sekali .
"Gue cinta sama Lo " lirih Arga . Nafas nya tercekat , sampai bulir bening jatuh di pipi nya .
"Sha , sekali aja Lo denger gue . Gue cinta sama Lo Sha . Gue mau Lo . Gue janji gue bakalan lupain kejadian di masa lalu . Gue -- gue bakal ngelakuin apa pun demi Lo Sha "
Arga membuka kedua bola mata nya , menyeka air mata yang ada di pipi nya , lalu hendak beranjak berdiri . Namun suatu benda yang tergeletak di aspal langsung membuat Arga membulat kan kedua bola mata nya , mengepalkan kedua tangan nya , Arga memungut benda tersebut lalu berlalu dari sana .
"Ga , sorry , tadi bapak ojol nya ganti ban dulu gue jadi nya --- " Revan mengeryitkan sebelah alis nya ketika melihat wajah Arga yang sudah memerah .
"Ga , Lo kenapa ?"
"Kita ke gudang tua tempat Nathan " ucap Arga .
Revan tersentak . "Ga --"
"Enggak banyak waktu Van , nyawa Marsha dalam bahaya " desis Arga .
"Pak , jalan " ucap Arga naik ke motor bapak ojol , lalu bapak ojol melajukan sepeda motor nya .
Revan menghembuskan nafas nya kasar , naik ke sepeda motor bapak ojol lalu menepuk pundak nya . "Pak , ikutin lagi" ucap nya .
"Asiaaap" bapak ojol langsung menarik gas nya. Siap selalu membawa kemana pun Revan , karena bonus yang di janjikan pria itu .
___oOo___
"Lepasin aku " teriak Marsha sambil mencoba melepaskan tali yang mengikat kedua tangan nya .
"Tolong - tolong ... "
Nathan terkekeh , "teriak terus , enggak bakalan ada yang dengerin Lo " ucap Nathan .
__ADS_1
"Lepasin aku kak Nathan "
"Kalau gue enggak mau gimana ?" Tanya Nathan dengan seringai nya .
"Kak , aku salah apa ?"
"Lo enggak salah Sha , yang salah itu Kavandra dan Arga " ucap Nathan .
"Kak , aku mohon , ini cuman salah paham "
Nathan terkekeh . Lalu mendekat ke arah Marsha , mencengkram kuat rahang Marsha membuat Marsha meringis kesakitan .
"Apa ? Gue enggak salah denger? Lo bilang salah paham ?"
"Sa---skit"
Melepas kan cengkraman dengan kasar . Nathan lalu menatap tajam ke arah Marsha . "Lo tau , apa akibat perbuatan Kavandra ? Nesya !!! Nesya , adik gue gila !!!" Teriak Nathan
"Dan Lo harus nanggung semua nya ." Sambung nya lagi .
Marsha langsung menggeleng kan kepala nya ..
"Kak --"
"Masuk !" Ucap Nathan kepada seseorang .
Lalu seorang pria masuk .
Marsha menatap pria tersebut , lalu mata nya berbinar .
"Joy , tolongin aku " ucap Marsha .
Joyfen tersenyum miring , "gue bakalan tolongin Lo Sha . Gue bakal buat Lo enggak jadi bahan rebutan lagi . " Ucap Joyfen ambigu .
"Joy--"
Seeet
Joyfen mengeluarkan sebilah pisau , lalu mengangkat nya ke atas .
Marsha membulat kan kedua bola mata nya . "Joy ---"
"Lo bakalan mati Sha !!! Dan ini buat Nesya " teriak Joyfen , lalu mengarah kan pisau tersebut ke arah perut Marsha
Dan
Blesshhh
"Arhhhhhh"
"Marsha !!!"
__ADS_1