Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Tuan misterius


__ADS_3

Hari yang dinanti Natasha addrew tiba. hari dimana ia akan bertemu dengan Thomas chadwik pria yang membuat hatinya berdebar kencang.


Natasha menanti telepon darinya, namun sangat disayangkan sampai waktu yang dijanjikan Thomas belum juga menghubunginya.


"Kenapa dia belum juga menghubungi ku, apa mungkin dia lupa akan janjinya padaku" pikir Natasha. "Atau mungkin dia sudah ada ditempat pertemuan tanpa menghubungi ku terlebih dulu" pikirnya kembali.


simbok yang penasaran dengan sikap nonanya yang aneh sejak bertemu dengan tuan Thomas hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


dahulu Nonanya tidak pernah sama sekali melamun, dan berbicara sendiri bahkan saat nyonya Mira yaitu mamanya Natasha pergi meninggalkannya pikir simbok.


simbok menghampiri nonanya itu, namun tampaknya Natasha sedang terburu-buru, dan hanya melayangkan senyuman kepada simbok dan menjawab singkat pertanyaannya.


"Non Acha mau kemana?"


"aku mau pergi keluar mbok."


"apa non Acha akan bertemu dengan tuan Thomas chadwik lagi?"


Natasha berhenti melangkah "kok simbok bisa tau?"


"simbok tau, karena dari tadi sikap non Acha sangat tidak biasa."


Natasha menghampiri simbok dan memeluknya. "simbok memang selalu tau apa yang sedang aku pikirkan dan apa yang akan aku lakukan, aku pergi dulu ya mbok."


*************


Natasha yang terburu-buru pergi kekafetaria tempat pertemuannya dengan Thomas, namun sangat disayangkan orang yang diharapkan belum juga tampak batang hidungnya, Natasha masuk kedalam kafetaria tersebut berharap Thomas akan segera datang.


menit demi menit berlalu, dan jam demi jam pun berlalu juga . Natasha yang sudah lelah menunggu akhirnya sudah tak sabar dan tak sanggup lagi menahan emosinya, ia mencoba menghubungi Thomas berharap akan mendapatkan jawaban yang pasti, namun Nomor ponselnya saja tidak aktif.


Natasha yang Emosinya sudah berada di puncak tak sanggup lagi berlama-lama duduk dikafe itu, ia langsung bergegas pergi meninggalkan kafetaria itu dengan muka masam.


Namun saat ia akan pergi, di depan pintu kafetaria itu ia menabrak seseorang yang bertubuh tegap, dia pikir itu Thomas namun sangat disayangkan yang ditabraknya bukan Thomas melainkan pria yang postur tubuhnya hampir sama dengan Thomas. namun hanya kulit dan tingginya saja yang berbeda sedikit darinya, namun rupa wajahnya mirip sekali dengan Thomas.


"Ohh maaf, saya tidak sengaja"


Pria tersebut langsung menatap Natasha, dan sedikit tersenyum. "Tidak apa-apa nona manis, aku sangat senang bertabrakan dengan wanita cantik sepertimu."


Natasha yang tadinya sedikit bingung dengan rupa wajahnya yang hampir sama dengan Thomas, segera saja ilfil dengan sikap pria yang sedang berdiri di depannya tersebut. Natasha langsung pergi tanpa mau berkomentar apapun pada pria tersebut.


************


Thomas chadwik yang kelelahan karena kesibukannya berurusan dengan James Cameron yang tak kunjung selesai, tertidur lelap di sofa ruang kerjanya.


Kevin yang baru masuk untuk meminta izin pulang cepat pada Thomas kaget karena tuannya itu sedang tertidur pulas tidak seperti biasanya.


Thomas langsung terbangun mendengar suara orang yang membuka pintu, dan ia melihat Kevin yang sedang berdiri dihadapannya. "ooohhh rupanya kau Kevin."


"iya tuan."


"Kevin bisakah kau mengambil jadwal untuk ku hari ini."


"tentu tuan." dan tak lam kemudian Kevin pun membawa jadwal tersebut dan memberikannya pada thomas

__ADS_1


Thomas memerhatikan jadwal yang diberikan boleh Kevin. "mmmmmmm Kevin apa kau tidak salah ketik jadwal ini?."


Kevin yang sangat takut akan berbuat salah lagi menjawabnya dengan percaya diri. "Tentu tidak tuan, saya menulis jadwal sesuai dengan apa yang tuan Thomas jadwalkan sebelumnya."


Thomas memberi tanda dengan melingkari jadwal yang menurutnya salah. "Lalu kenapa ada jadwal pada pukul satu siang sampai pukul lima kau kosongkan?."


Kevin kaget dengan yang dikatakan Thomas


"Boleh aku melihatnya tuan."


Thomas menyodorkan kertas jadwalnya kepada Kevin, dan Kevin mengambil kertas yang ia kasih pada Thomas dan mengecek apa ada yang salah dengan jadwal yang ia buat. Kevin melihat tanda yang dilingkari oleh Thomas. "maksud tuan yang ini."


"Iya betul yang itu"


Kevin menjelaskan jadwal yang ditandai oleh Thomas. "mmmm begini tuan, bukankah tuan sendiri yang meminta, pada pukul satu siang sampai pukul lima dikosongkan, apa tuan lupa dengan janji tuan pada nona Natasha addrew?"


Thomas melihat arloji ditangannya dan saat itu arah jarum jam sudah menunjukkan jam empat sore. "kenapa kau tidak bilang dari tadi Kevin, dan ini sudah jam berapa?"


Kevine menggaruk kepalanya dengan ujung kukunya karena merasa bingung. "Ohh maafkan saya tuan, saya kira tuan pergi bertemu dengan nona Natasha makanya saya datang keruangan tuan untuk mengemasi barang dan saya melihat tuan sedang tiduran di sofa."


Thomas tau benar sifat Kevin yang takut pada dirinya, apalagi kalau anak itu melakukan kesalahan sedikit saja pasti dia akan langsung menundukkan wajahnya, Thomas jadi tidak tega memarahi anak itu.


"Sudahlah lah Kevin, ini juga kelalaian ku sendiri, kau boleh kembali pada pekerjaan mu." ucap Thomas


"Terimakasih kasih tuan, tapi saya ingin meminta izin pulang lebih cepat untuk menjenguk ibuku" ujar kevin


"Baiklah Kevin, kau bisa pergi. akan ku urus semua ini sendiri" sahut Thomas


Thomas langsung segera mengambil ponselnya, dan ia kesal karena ponselnya mati tanpa ia sadari, Thomas segera mengambil chager dan mengisi daya ponselnya itu, sekitar lima belas menit ia menunggu ponselnya isi daya , dan akhirnya ponselnya tersebut bisa dinyalakan kembali.


Thomas merasa panik, takut akan Natasha marah besar kepadanya, namun dia tidak peduli pada kemarahan Natasha yang lebih penting lagi dia harus segera menghubungi Natasha dan menjelaskan apa yang terjadi, dan Mengapa ia bisa melupakan akan janjinya.


Thomas langsung menghubungi nomor Natasha, namun sangat disayangkan Natasha tidak menjawab ponselnya. "pasti dia marah padaku, lebih baik aku menemui nya secara langsung kerumahnya."


Tanpa pikir panjang Thomas segera pergi dan mengendarai mobilnya dengan cepat kilat, dan tak lama kemudian Thomas tiba di kediaman Natasha, kemudian Thomas menekan bel di pagar rumahnya, namun yang keluar bukan Natasha melainkan wanita paruh baya.


"maaf tuan cari siapa?" tanya wanita itu


"aku mencari Natasha addrew, apakah dia ada dirumah?"


simbok memperhatikan wajah orang yang menanyakan Natasha. "non Acha?"


"iya betul, apakah dia di dalam?"


simbok penasaran siapa pria ini. "maaf tuan ini siapa?, dan ada urusan apa mencari non Acha."


Thomas mengelurkan tangannya "Perkenalkan aku Thomas, Thomas chadwik calon tunangannya Natasha addrew."


simbok terdiam karena tidak percaya orang yang dihadapannya kini orang yang sering diceritakan oleh Natasha. "Ohhh rupanya ini yang namanya tuan Thomas chadwik, perkenalkan saya pembantunya non Acha, dan biasa dipanggil simbok, tuan juga bisa memanggil saya simbok." Simbok menggaruk hidungnya. "Tapi maaf tuan, bukannya saya bermaksud lancang, tapi tampaknya non Acha sedang dalam marah besar. karena tadi simbok melihat dia pulang dengan wajah yang sangat kesal."


"Jadi Natasha benar-benar marah padaku." gumam Thomas.


simbok mendengar pria ini bergumam sendiri. "Apa tuan?"

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa mbok, jadi bolehkah saya masuk dan menemui Natasha?."


simbok terdiam sejenak akankah non Acha marah padanya jika tuan ini masuk kedalam rumah, tanya simbok pada dirinya sendiri, namun simbok merasa kasihan sekali dengan tuan Thomas yang sudah jauh-jauh kemari tanpa bertemu dengan Natasha. akhirnya simbok memutuskan untuk membukakan pintu untuknya. "silahkan masuk tuan, akan saya panggilkan non Acha"


Thomas masuk dan menunggu Natasha diruang tamu, berharap wanita itu akan menemuinya dan benar saja tidak lama kemudian Natasha turun dari ruang atas dengan mini dress yang sangat pas di tubuh mungilnya. mata Thomas yang melihat akan hal indah itu tidak berkedip melihatnya.


Natasha turun karena mendengar suara orang yang datang, namun ia kaget karena yang datang adalah orang yang sudah membuatnya kecewa. "Ohhh rupanya ada tuan sangat-sangat super sibuk, ada hal apa sehingga kau datang kemari?."


Thomas merasa tidak enak hati karena mengecewakannya. "Natasha maafkan aku, aku tidak dengan sengaja melupakan janji kita."


dan saat itu juga Natasha meluapkan emosinya kepada Thomas. "Maaf katamu?, setelah lama aku menunggumu dikafe itu tanpa ada kabar darimu?."


Thomas menghampiri Natasha untuk menjelaskan situasinya pada saat itu. "Sekali lagi aku minta maaf. Natasha aku sungguh tidak tau kalau kau menghubungiku, dan dan pada saat itu ponselku sedang mati."


Natasha hanya bisa diam, menahan emosi dalam hatinya, sambil memanyunkan bibirnya yang mungil, dan tanpa ia sadari sikapnya itu membuat Thomas dengan refleks makin mendekatinya. dan dengan perlahan menarik tangan Natasha dan menatap matanya tanpa berkedip sama sekali. "Kalau kau tidak percaya padaku tidak apa-apa, namun kau jangan marah seperti itu"


Hati Natasha sangat berdebar saat Thomas memandanginya dari jarak yang sangat dekat, apalagi dengan tatapannya yang seakan-akan ingin memangsanya.


Natasha tidak dapat berkata-kata saat Thomas memandanginya dengan begitu dalam, dan tanpa ia sadari bibir Thomas makin mendekati bibirnya, dan bertemu dengan bibir Natasha, namun dengan segera Natasha menepisnya dan langsung menampar pipi Thomas. "Apa yang kau lakukan dirumahku?"


Thomas juga tidak sadar dengan apa yang dilakukannya. "Maafkan aku Cha, aku tidak melakukannya dengan sengaja, itu karena kau memancingku dengan ekspresimu yang seperti tadi, sehingga aku refleks dan mencoba memcumbumu."


dengan wajahnya yang merah ia memaki Thomas saat itu juga. "Kau sungguh lancang tuan Thomas chadwik, kau melupakan janjimu denganku dan datang kesini mencoba menciumku, dan kau bilang itu tidak sengaja kau lakukan, apa itu memang sifafmu setiap kali bertemu dengan wanita?."


Thomas marah mendengar makian Natasha. "apa maksud dengan ucapanmu itu Natasha, aku tidak pernah mencium wanita selain dirimu, setelah aku mengenalmu"


Simbok yang baru datang membawa minuman langsung heran dengan kedua anak muda ini yang selalu saja berdebat.


"kenapa dari tadi simbok dengar kalian berdebat terus."


Thomas merasa beruntung karena kedatangan simbok. "Entahlah mbok, Natasha selalu saja marah tiap kali bertemu dengan ku?."


simbok melihat kearah Natasha ingin tahu apa masalahnya. "kalau begitu silahkan dinikmati minumannya tuan, biar simbok yang akan berbicara dengan non Acha."


Thomas merasa tidak enak pada Natasha ia akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah Natasha. "mmmmmmm tidak perlu mbok mungkin Natasha perlu istirahat, kalau begitu saya pamit saja mbok?."


simbok melihat Natasha yang tidak ada niat untuk mencegahnya pergi. "baiklahlah tuan"


Thomas pergi dari kediaman Natasha tanpa pamit dengan Natasha yang berdiri dihadapannya. Natasha yang tersinggung karena tak dianggap berada disitu langsung menghampiri Thomas dan membelalakkan mata padanya, agar tidak banyak bicara lagi.


Thomas tersenyum melihat tingkah lakunya, dia membelai rambut Natasha dengan lembut. "Natasha kau janganlah terlalu pemarah apalagi setiap kali bertemu denganku?".


" Itu tergantung dari kelakuan padamu terhadapku thomas, aku hanya membalas perbuatanmu padaku tuan Thomas "


"Apakah ini soal aku tidak menepati janjiku dikafe itu, atau ini soal aku yang mencoba mencium mu, nona?" ujar Thomas


"Tentu saja keduanya, tapi ya sudahlah aku memakluminya."


"oh yah Thomas apa kau mempunyai saudara yang mirip denganmu?" tanya Natasha


"Tentu saja ada sayang, namun aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya, karena masalah pribadi diantara kami. memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?" ujar Thomas


"tidak ada apa-apa Thomas aku hanya bertanya saja " sahutnya

__ADS_1


Mungkin Natasha hanya salah lihat karena dia terlalu memikirkan Thomas.


__ADS_2