
Natasha yang sudah tak sabar menantikan hari pernikahannya dengan Thomas sedang memilah-milah Souvernir yang cocok untuk acara pernikahan mereka, namun dia heran yang melihat simbok berjalan sambil melamun sepulangnya dari swalayan.
Natasha yang usil pun berusaha mengagetkan simbok yang sedang berjalan menuju dapur.
" mmmbooookkk . . . . " kata Natasha sambil menepuk pundaknya.
simbok langsung melompat kaget saat pundaknya ditepuk dari belakang, simbok pun menyebutkan nama yang membuat Nona nya itu penasaran.
" Nyonya Mi . . . r . . . a . . . " ucap simbok.
Natasha tertawa cekikikan melihat simbok melompat kaget namun dia tampaknya mendengar satu nama yang tak asing baginya.
" Mbok tadi sebut nama siapa? " tanya Natasha.
" Memangnya simbok tadi berkata apa non? " sahut simbok berusaha menutupi perkataannya tadi.
" Simbok mah pelupa, baru saja berkata nyonya Mi. . . . siapa gitu masa sekarang sudah lupa " kata Natasha meniru perkataan simbok tadi namun dia tak mendengar semuanya.
" Oooohhhhh itu non tadi simbok bertemu Nyonya Mirna tetangga sebelah rumah di swalayan " sahut simbok.
Natasha melirikan matanya dengan tajam mencoba meledek simbok, namun simbok malah mencubitnya dengan keras dan langsung meninggalkan nya kebelakang.
" Mmmbooookkkkk saaakkiiittt " Teriak Natasha akibat dicubit simbok.
Simbok yang mendengar Nona nya berteriak hanya bisa tersenyum lega karena Nona itu tidak membahas nama yang Simbok sebutkan tadi.
*****************
Thomas yang sudah sedikit lega karena dia telah berbicara pada ayahnya secara terang-terangan kalau dirinya meminta agar ayahnya tidak mengacaukan hari pernikahannya nanti.
Namun Thomas agak sedikit ragu jika ayah itu dapat memenuhi permintaannya tersebut, apalagi dirinya secara tidak sengaja menghancurkan bisnisnya dengan menolak wanita yang akan dijodohkan dengannya.
Jonathan yang sangat senang karena sahabatnya akan segera menikah sebentar lagi, Namun Hingga kini Jonathan belum juga mengetahui wanita yang akan menjadi pendamping hidup temannya itu.
Jonathan yang sudah sangat penasaran dengan wanita yang sudah bisa membuat hati Mr. Boy luluh segera menyambangi kantornya dan menanyakan langsung saat itu juga.
" Hai kawan, wajah mu tampak cerah sekali " ucap Jonathan.
__ADS_1
" Benarkah itu?, lalu ada keperluan apa kau kemari Jo, bukankah aku tidak memanggil mu? " ucap Thomas bercanda.
" Kau jahat sekali padaku, apakah aku tidak boleh kemari jika tidak ada kerjaan? " sahut Jonathan.
Thomas langsung tertawa terbahak mendengar sahutan nya, Jonathan yang merasa sahabatnya itu sedang menjahali dirinya langsung mendekati Thomas dan bergulat dengannya dilantai, hal seperti itu sudah biasa mereka lakukan jika diantara salah satu mereka sedang kesal pasti mereka langsung bergulat sampai satu diantara mereka merasa kalah.
" Ampun Jo, sudahlah aku hanya bercanda " ucap Thomas yang sudah lelah bergulat dengannya.
" Tapi hari ini aku sedang tidak ingin bercanda, karena aku sangat-sangat kesal kepadamu " sahut Jonathan.
" Ada apa dengan mu Jo, mengapa kau hari ini menjadi sensitif sekali? " tanya Thomas.
" Aku tidak sensitif aku hanya kesal karena sampai hari ini belum juga mengetahui wanita yang bisa membuatmu sebahagia itu " kata Jonathan.
" Jadi sebab itulah kau menjadi sensitif seperti ini, Maka dari itu kau cobalah mencari wanita yang bisa membuat harimu menjadi lebih berwarna " ucap Thomas.
" Apa maksudnya itu kawan, Namun jika dipikirkan lagi aku sepertinya melupakan wanita yang pernah menarik perhatian ku saat itu, namun sayangnya aku tak pernah berjumpa dengannya lagi " ujar Jonathan.
" Wanita seperti apa Jo, apa kau sedang mengigau? " tanya Thomas bercanda.
" Aku sangat serius kawan, namun tampaknya itu sekedar harapan aku saja, dan sekarang coba kau ceritakan bagaimana rupa wanitamu, yang bisa membuat wajah Mr. Boy secerah ini " kata Jonathan.
Jonathan menaikkan alisnya sebelah, melihat temannya itu terlalu berlebihan menggambarkan rupa kekasihnya.
" Kenapa ekspresi wajah mu itu Jo, Bukankah kau yang ingin tau rupa kekasihku itu? " tanya Thomas yang heran melihat ekspresinya.
" Tidak apa-apa kawan, bagaimana jika kita makan siang saja dengan-nya sekarang, kebetulan ini sudah jam-nya makan? " ucap Jonathan sambil menunjukkan jam ditangannya.
Kini Thomas yang menaikkan alisnya sebelah, temannya satu ini memang paling bisa memanfaatkan waktu apalagi untuk urusan perutnya.
" Baiklah Jo, aku akan menghubunginya kau duluan saja kemobil nanti aku menyusul " kata Thomas.
" Tapi jangan terlalu lama kawan, sebab cacing diperutku ini sudah protes minta dikasih makan " ucap Jonatan sambil menunjuk kan perutnya dan dia pun langsung nyelonong pergi keluar.
Thomas hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku temannya itu, Thomas mencari keberadaan ponselnya untuk menghubungi kekasihnya untuk memintanya makan siang dengannya.
" Sayang " panggil Thomas
__ADS_1
" Iya Thomas kenapa? " jawab Natasha.
" Apakah hari ini kau mempunyai waktu luang untukku? " tanya Natasha.
" Mmmmmmm . . ." kata Natasha panjang.
" Jawablah sayang bukannya hanya mmmmm saja? " ucap Thomas.
" Hari ini aku agak sedikit sibuk, namun jika kau memaksa akan kuusahakan sedikit waktu untukmu " kata Natasha.
" Baiklah sayang sebentar lagi aku akan menjemputmu, dan kau berdandan lah yang cantik karena aku akan memperkenalkan kau dengan sahabat karibku " ucap Thomas.
" Oke Thomas " sahutnya dan langsung mematikan ponselnya.
Natasha sudah tampil cantik sesuai permintaan kekasihnya, lalu dia melihat mobil Thomas yang baru datang dan langsung menghampiri nya.
" Hallo sayang " ucap Thomas.
Natasha tidak menjawab nya dan langsung masuk kedalam mobil sambil melayangkan senyuman manisnya kepada Thomas dan juga sahabatnya.
Jonathan tampak kaget melihat Natasha, bukankah wanita ini yang dicarinya selama ini, dan kini dia telah menjadi milik Thomas. Ada perasaan kecewa dihatinya namun dia turut senang jika sahabat itu merasa bahagia.
" Apa kau Natasha addrew? " tanya Jonathan.
" Iya benar, dan kau siapa nya Thomas? " tanya Natasha kembali.
" Perkenalkan namaku Jonathan, panggil saja aku Jo. dan seperti yang dikatakan Thomas senyuman mu itu membuat wajahnmu terlihat sangat cantik " kata Jonathan terus terang membuat wajahnya merah padam.
" hhhhmmmmm " kata Thomas.
" Kau jangan cemburu kawan, aku berkata dengan jujur " ucap Jonathan membuat wajah Natasha tambah merah.
" Kau membuat wajah kekasihku merona Jo, sudahlah kau simpan saja kata-kata gombal mu itu untuk wanita lain diluar sana? sahut Thomas.
Natasha hanya terdiam selama diperjalanan menuju restoran, dia hanya melihat dan memperhatikan percakapan antara Thomas dan temannya.
Natasha tidak mengira Thomas bisa secerewet itu terhadap temannya.
__ADS_1
Andai saja James ada disini, pasti kebahagiaan nya terasa lengkap ucapnya didalam hati.