
Thomas yang tengah tertidur lelap terganggu oleh suara gaduh dari Jonathan, yang memaksanya untuk segera bangun dari tidurnya. Thomas yang merasa lelah tidak menghiraukannya dan melanjutkan tidurnya kembali.
"Thomas . . . mengapa kau tertidur kembali, apakah kau tidak ingin menjemput istrimu didermaga?."
Thomas yang merasa pusing kembali mencerna ucapan Jonathan. "apa maksudmu Jo, memangnya dengan siapa istriku kemari?."
"tentu saja dengan Papanya dan juga James."
Thomas langsung segera terbangun mendengar Jonathan menyebut nama James.
"apa yang tadi kau bilang, "James" untuk apa dia berada disini?."
Jonathan menaikkan alisnya. "itu bukan urusanku "Mr.Boy." yang aku tahu dia datang kemari bersama Natasha!."
Thomas langsung bangkit dari tempat tidurnya, dan langsung bersiap untuk pergi
kedermaga. namun Jonathan yang melihat penampilan Thomas yang kusut langsung mengomentarinya.
"Thomas lebih baik kau membasuh dirimu dahulu, agar Natasha tidak melihat penampilan kusutmu!."
namun Thomas mengabaikan perkataan Jonathan. "tidak perlu, James bersama dengan Natasha itu jauh lebih penting bagiku. Jo apa kau tak ikut bersamaku kedermaga?."
"maafkan aku kawan, aku masih merasa pusing karena terlalu banyak minum semalam."
Thomas langsung menghentikan langkahnya.
"lalu darimana kau mendapatkan kabar jika Natasha datang kemari?."
Jonathan mengambil ponselnya.
"tentu saja lewat ponsel kawan, Natasha bilang ponselmu tidak bisa dihubungi maka dari itu dia menghubungiku."
Thomas langsung mencari keberadaan ponselnya, yang entah berada dimana. namun Jonathan yang melihat temannya sibuk mencari ponselnya langsung menyodorkan ponsel miliknya pada Thomas.
"pakailah punyaku kawan, daripada Natasha menunggumu terlalu lama."
__ADS_1
Thomas langsung mengambil ponsel Jonathan dan pergi meninggalkannya, dengan langkah yang terburu-buru ia menghampiri istrinya di dermaga. dan benar saja seperti ucapan Jonathan jika James ada bersama istrinya.
Thomas melihat Natasha sedang tertawa bersama James dan membuat dirinya merasa cemburu dan langsung menghampiri mereka.
"Natasha apa yang sedang kau lakukan disini bersama ******** itu?."
Natasha langsung menengok kebelakang mendengar suara Thomas yang menggelar kencang ditelinganya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat penampilan diri suaminya yang berantakan dan bukan seperti Thomas yang dia kenal.
"Thomas . . . apakah kau baik-baik saja?."
Natasha langsung menghampiri Thomas dan memeluknya, namun Natasha mencium aroma parfum wanita lain ditubuh suaminya.
ia merasa curiga jika suaminya bermalam dengan wanita lain ditempat ini, namun ia berusaha menyisihkan rasa kecurigaannya dan tersenyum kepada Thomas.
Thomas langsung menyambut pelukan istrinya, dan ia merasakan pelukannya berbeda dari yang ia rasakan semalam. namun Thomas berpikir "bukankah Natasha baru datang pagi ini, tapi mengapa ia semalam merasa sedang bercinta bersama istrinya, apakah kejadian semalam itu hanya mimpi?, tapi mengapa rasanya begitu nyata."
"aku baik-baik saja sayang, dan dimana Papamu?."
"Papa sedang tidur dikapal, ia merasa kurang sehat. Thomas dimana Jonathan?."
Natasha langsung menunjuk jarinya pada James. "Thomas kau tidak seharusnya bicara seperti itu pada James, justru berkat James aku dan Papa bisa sampai disini. jika tidak ada James mungkin Papa dan aku sudah habis oleh para bandit."
Thomas langsung membolak-balik tubuh Natasha memeriksa apakah istrinya terluka atau tidak. dan Natasha yang merasa risih atas kelakuan suaminya langsung memarahi Thomas.
"Thomas apa yang kau lakukan, kau membuatku malu."
Thomas mengernyitkan dahinya.
"aku hanya ingin memastikan kau tidak terluka sedikitpun sayang."
"aku tadi sudah bilang padamu jika aku baik-baik saja, dan sekarang bisakah kau bersama James memapah Papa sampai ditempat penginapanmu. karena kasian jika Papa dibiarkan tidur dikapal seperti ini."
Thomas melihat James yang sedari tadi menunggu sambil memperhatikannya dan juga istrinya. "baiklah sayang."
Thomas bersama James berusaha memapah Anthony dan berjalan menuju penginapan Thomas, namun sepertinya Anthony tidak sanggup jika harus berjalan lebih jauh lagi.
__ADS_1
"Natasha sepertinya kita membutuhkan kendaraan untuk Papamu, namun masalahnya disini kendaraan sangat jarang dijumpai."
Natasha yang makin khawatir dengan kondisi Papanya hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. "Papa maafkan aku, andai saja aku tidak memaksa untuk datang kemari pasti keadaan Papa tidak akan seburuk ini."
James yang tidak tega melihat Natasha bersedih mencoba menenangkan hati Natasha dengan menepuk pundaknya.
"Acha janganlah kau menyalahkan dirimu sendiri, tuan Anthony pasti akan bersedih jika melihatmu seperti ini."
Thomas merasa cemburu pada James karena dia begitu dekat dengan istrinya melampiaskan rasa cemburunya dengan menyalakan James atas keadaan Anthony.
"ini semua salahmu James, andai saja kau tak ikut dengan mereka. pasti mereka Natasha dan Papanya tidak datang kepulau ini."
Natasha yang merasa pusing dengan keadaan Papanya, merasa lebih pusing ketika Thomas mencari berusaha mencari perkara untuk menyalahkan James.
Thomas menghampiri James dan hendak memukulnya, tapi Natasha langsung mendorong tubuh Thomas agar mereka tidak. bertengkar pada saat keadaan Anthony yang semakin buruk. Thomas yang merasa marah atas perlakuan Natasha yang membela James mempertanyakan atas perlakuannya.
"apa yang kau lakukan sayang, mengapa kau mencegahku untuk memukulnya?."
"sudahlah Thomas, apakah kau tidak mempunyai cara untuk mendapatkan kendaraan daripada bertengkar dengan James seperti ini!."
Thomas terdiam mendengar ucapan istrinya, karena rasa cemburunya yang begitu besar ia hampir melupakan keadaan Anthony. Thomas mengeluarkan ponsel Jonathan dan mencari kontak Malika untuk meminta bantuan kepadanya, namun ponsel Malika tidak bisa dihubungi sama sekali. Thomas berusaha berpikir keras namun ia juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya, karena baru kali ini Thomas tidak berdaya berada disebuah pulau yang tak pernah ia kunjungi.
berbeda dari Thomas, James berusaha menghubungi kenalannya yang tinggal dipulau ini. dan tanpa harus menunggu lama kendaraan datang untuk membawa Anthony kefasilitas kesehatan yang berada dipulau untuk memeriksa keadaannya.
Natasha sangat berterimakasih banyak atas usaha yang dilakukan James dengan langsung memeluknya.
"terimakasih James."
tentu saja James menyambut pelukan hangat Natasha yang membuat Thomas merasa lebih cemburu, Thomas langsung memisahkan antara James dan Natasha, Thomas menarik lengan istrinya untuk keluar dari klinik dan memarahinya habis-habisan.
"Natasha kenapa kau memeluk James tepat dihadapanku?, apakah kau tidak menganggapku sebagai suamimu lagi?."
Natasha sadar akan sikapnya dan langsung meminta maaf padanya.
"maafkan aku Thomas, aku tadi hanya refleks karena melihat nyawa Papaku dapat tertolong."
__ADS_1
Thomas tidak tahu harus berbuat apa kepada istrinya, ia tidak mungkin terus memarahi Natasha karena itu akan membuat dirinya makin kehilangan Natasha. Thomas langsung memeluk istrinya sambil mencium Natasha untuk meredakan rasa cemburu didalam hatinya.