
akhirnya perjalanan Natasha untuk menemui sang suami terlaksana juga, walaupun sebenarnya didalam hatinya Natasha merasakan kerisauan yang mendalam setelah ia mendengar cerita tentang sekelompok bandit dari James. Natasha memikirkan bagaimana jika Thomas yang selama ini tidak bisa dihubungi itu karena ia telah dirampok oleh para bandit dan terdampar dipulau.
Natasha menggeleng-gelengkan kepalanya agar pikiran yang mengerikan itu tak terjadi pada diri suaminya, James yang melihat Natasha termenung menepuk pundaknya.
"Natasha kenapa kau masih melamun seperti ini?, bukankah sebentar lagi kau akan bertemu dengan suamimu?."
lamunan Natasha seketika itu langsung membuyar. "entahlah James, mungkin aku terlalu merindukan Thomas. sehingga aku berpikir yang tidak-tidak seperti ini."
"memangnya apa yang kau pikirkan cantik?."
Natasha tersenyum pada James.
"tak perlulah kau tahu James, karena aku juga tidak ingin memikirkannya kembali."
"baiklah sayang, bagaimana jika kita menikmati pemandangan indah ini saja."
"terimakasih James kau selalu mengerti diriku."
James membelai rambut Natasha, ia tidak menyangka jika Natasha memiliki cinta yang besar untuk Thomas. walaupun James merasa cemburu terhadap Thomas ia mengabaikan perasaannya demi untuk melihat Natasha tersenyum bahagia.
***********
Thomas yang tengah asyik dengan jamuan makan malamnya, disuguhkan minuman oleh Malika yang telah dicampur dengan obat tidur agar Thomas tidak sadar dapat diperdaya oleh Malika.
"Thomas maukah kau bersulang denganku?, sebagai ucapan selamat untukmu."
Thomas yang tidak menaruh curiga sama sekali menerima tawaran Malika dengan senang hati.
"baiklah Malika."
namun Jonathan yang merasa diabaikan mengambil gelas Jonathan dan langsung meneguknya sampai habis. Malika yang merasa khawatir jika ketahuan langsung memarahinya.
"Jo, kau sangat tidak sopan."
namun Thomas merasa Jonathan sedang cemburu jika ia dekat dengan Malika.
__ADS_1
"tidak apa Malika, kita dapat bersulang lain waktu."
Malika yang risau rencana gagal langsung menyahut ucapan Thomas.
"tidak bis Thomas, aku akan mengambil minuman untukmu lagi."
dan lagi-lagi Jonathan menyela Malika.
"aku juga ingin kau mengambil minuman kembali untukku."
Malika tersenyum mendengar ucapan.
"baiklah Jo, aku akan dengan senang hati mengambilkannya untukmu."
Malika berjalan kemeja minuman dan mengambil minuman spesial untuk Thomas dan Jonathan dan tidak lupa ia menambahkan obat tidur untuk Thomas dan juga Jonathan. "jika saja ada racun, pasti aku akan menambahkannya keminuman Jonathan agar ia pergi dari dunia ini selamanya." gumam Malika sendiri sambil mengaduk minuman tersebut.
Malika melihat bos pergi meninggalkan tempat jamuan dengan begitu rencana ia akan berjalan tanpa ada kendala sama sekali, Malika berjalan sambil membawa nampan berisikan tiga gelas minuman menuju tempat duduk Thomas dan Jonathan. Malika memberikan masing-masing Thomas dan Jonathan minuman yang berbeda dan hal itu membuat Thomas yang melihatnya menaruh curiga padanya.
"tunggu Malika mengapa kau memberikan minuman yang berbeda untukku dan juga Jonathan."
Malika panik mendengar pertanyaan dari Thomas, dan menjawabnya dengan nada yang gugup. "Thomas . . . aku menyajikan minuman berbeda karena aku mengikuti selera masing-masing dari kalian."
"sudahlah Thomas, tak usah kau persoalan tentang minuman ini. lebih kau cepat meminumnya dan kita akan segera pulang."
Thomas menuruti ucapan Jonathan dan langsung meneguk habis minumannya.
"terimakasih Malika, dan kami akan segera pulang karena disini sudah tidak ada orang lagi selain kita bertiga!."
Malika memandang sekeliling ruangan dan memang benar ucapan Thomas jika diruangan ini hanya ad Thomas, Jonathan dan juga dirinya.
"baiklah, mari aku akan mengantar kalian pulang."
"tidak perlu Malika, aku bisa pulang dengan berjalan kaki."
"tapi Thomas, lihatlah keadaan Jonathan. ia tampaknya sudah mabuk berat."
__ADS_1
Thomas memeriksa keadaan Jonathan yang setengah sadar dan ia berpikir akan sangat merepotkan baginya untuk membopong Jonathan seorang diri, Thomas langsung memandang Malika.
"baiklah Malika, aku akan menerima tawaranmu."
Thomas memapah Jonathan untuk masuk kedalam mobil, dan setelah sampai didalam mobil entah mengapa ia juga merasakan pusing dan langsung tidak sadarkan diri sama halnya dengan Jonathan.
Malika yang melihat Thomas tertidur mengecek keadaannya dan setelah ia memastikan bahwa Thomas benar-benar tidak sadar, Malika langsung tertawa lepas didalam mobil.
"ha . . . haha . . . hahaha . . . , akhirnya rencanaku berhasil."
Malika langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, ia membayar orang untuk mengangkat dan memindahkan tubuh Jonathan ketempat istirahatnya. setelah itu ia melajukan kendaraannya kembali kepondok kecil dipulau.
Malika yang membangunkan Thomas untuk pergi kepondok bersama dirinya, Thomas yang dengan kondisi setengah sadar membayangkan jika yang membangunkannya adalah Natasha. ia memeluk Malika dengan erat dan langsung mencumbuinya.
Malika yang merasa cemburu karena Thomas menyebut nama Natasha disaat Thomas mencumbuinya mendorong tubuh Thomas dengan kuat, namun sepertinya Thomas .asih tidak sadar juga dan masih menganggap Malika sebagai istrinya.
"sayang, kenapa kau mendorong tubuhku?, apakah kau marah kepadaku?."
Malika langsung keluar dari dalam mobil untuk menghindari Thomas, namun sepertinya Thomas mengikuti dirinya.
sambil berjalan menuju pondok Malika bergumam. "apa yang telah kulakukan pada Thomas, bukankah sekarang ini waktu yang tepat untuk memiliki Thomas, walaupun Thomas menganggap aku adalah Natasha, itu tidak masalah. yang penting semua rencanaku berjalan dengan lancar."
Malika berjalan lambat agar Thomas menyusulnya, dan benar saja dugaannya jika Thomas langsung menyusulnya dengan langkah cepat. dan setelah sampai di pondok langkah Malika berhenti diikuti dengan Thomas dibelakangnya.
"sayang kenapa kau berjalan sendiri."
Malika berbalik kearah Thomas dan menarik tangannya agar memeluk dirinya.
"Thomas, aku sangat merindukanmu."
Thomas yang masih membayangkan jika Malika adalah Natasha langsung tergoda mendengar perkataan manja yang keluar dari mulutnya.seketika itu juga Thomas membopong tubuh Malika masuk kedalam pondok, Thomas mencumbuinya tiada henti-hentinya. sehingga Malika seperti akan kehabisan nafas. dan kemudian mereka menghabiskan malam yang dingin didalam pondok berdua dan saling melepaskan hasrat mereka. Malika sangat senang karena malam ini begitu indah baginya, ia ingin Thomas selalu berada disisinya selalu.
Thomas yang kelelahan langsung tertidur lelap disamping Malika, dan Malika yang terus memandangi Thomas tiada henti tersenyum membayangkan apa yang telah dilakukannya bersama Thomas. ia tidak menyangka akan dengan mudah mendapatkan Thomas. kemudian Malika beranjak dari tempat tidur untuk memeriksa kamera yang telah disiapkannya untuk merekam adegan Thomas mencumbuinya.
Malika langsung melihat video antara dirinya dan Thomas, dan Malika masih tidak percaya jika ia melakukan hal itu bersama Thomas.
__ADS_1
Malika melompat girang karena rencananya berhasil. ia segera memakai pakaiannya dan membayar orang untuk memindahkan tubuh Thomas ketempat Jonathan.
dan keesokan harinya Malika yang takut akan rencananya ketahuan, langsung pergi meninggalkan pulau tanpa pamit kepada Thomas maupun Jonathan