Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Sosok tuan misterius


__ADS_3

Kata-kata Antony begitu menyerap dihati James, dia tidak menyangka kalau Anthony addrew masih mempunyai sifat yang sangat baik seperti dahulu, walaupun ayahnya sudah lama meninggal tapi sikap dan perlakuan Anthony padanya tidak berubah sama sekali. bahkan sekarang dia menganggap dirinya sebagai putranya sendiri, hati James tersentuh mendengar ucapannya, dan dia berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan menjaga putrinya seperti adiknya sendiri.


Anthony merasa nyaman dan lega karena dia sekarang tak sendiri lagi untuk menjaga putrinya, dia takut jikalau putrinya tersebut disakiti hatinya oleh Thomas chadwik.


"Natasha . . . . Natasha sayang." teriak Anthony memanggil putrinya, namun Natasha tak kunjung turun menghampiri nya.


"mbok . . . . simbok . . . ?" teriak Anthony kembali


"Bisa tolong panggilkan non Acha mbok." ucap Anthony


"Baik tuan." sahutnya yang baru keluar dari dapur


Simbok langsung segera naik keatas untuk memanggil Natasha, namun Natasha tidak bergeming sedikitpun saat dirinya dipanggil, simbok yang penasaran langsung membuka pintu kamarnya dan melihat apa yang sedang dilakukan Nonanya itu.


Namun simbok terheran melihat Natasha Dengan pandangan yang terus kearah jendela, Simbok yang penasaran segera menghampirinya ingin melihat apa yang sedang dipandangi Nonanya tersebut.


Tidak ada apapun tapi kenapa Non Acha selalu melihat kearah sana pikir simbok.


Tapi yang membuatnya lebih heran mengapa Natasha tidak bergeming juga saat dirinya masuk dan mengagetkannya, simbok langsung melihat kearah wajah Nonanya dan betapa kagetnya simbok karena melihat pipi Nonanya yang basah karena air mata, simbok yang sangat khawatir langsung memeluknya dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.


"Non Acha kenapa bersedih disini, biasa non selalu menangis di pelukan simbok?."


Natasha tidak bisa berkata apa-apa, dia malah mengeluarkan air matanya semakin deras.


" Sudahlah Non, jangan menangis lagi, Tuan memanggil Non untuk kebawah dan bertemu dengan tamunya, apakah Non mau menemuinya atau simbok saja yang bilang pada tuan kalau Non sedang tidak enak badan?" ucap simbok menenangkan Natasha.


Natasha tidak mau berkata apapun, dirinya takut malah akan semakin menangis lagi.


dia hanya bisa menganggukkan kepalanya perlahan, simbok kemudian menuntun Natasha untuk berbaring ditempat tidur.


"Non Acha istirahatlah dulu, jika nyon sudah baikan Non bisa langsung menceritakan semua masalah yang membuat Non bersedih pada simbok." ujar simbok


Simbok keluar dari kamarnya, Natasha tersenyum melihat simbok yang sedikit mengurangi kesedihan yang sedang dialaminya.


Anthony Heri melihat simbok turun sendiri diri. "Apa Natasha tidak ada dikamarnya mbok?."


"Maaf tuan sepertinya Non Acha tidak enak badan, tadi simbok lihat di kamarnya dia sedang tidur." jawab simbok

__ADS_1


James yang mendengar jawaban simbok khawatir terhadap Natasha. "memang Natasha sakit apa mbok?." tanya James


simbok mencari alasan untuk menjawab tamunya Anthony. "mungkin dia kelelahan sehabis beraktivitas hari ini tuan."


Anthony memahami sifat Natasha yang setiap ada masalah pasti dia hanya berbaring saja dikamarnya sampai dia merasa baikan sendiri, Namun dia tidak ingin James kecewa karena tidak dapat bertemu putrinya.


Anthony yang merasa tidak enak langsung bangkit untuk kelantai atas dan memanggil putrinya namun James melarangnya.


"Tidak usah tuan Anthony, biarlah Natasha beristirahat, kebetulan juga aku ada hal yang perlu aku urus, aku akan pamit sekarang."


"Baiklah James jika kau sedang sibuk, maafkan putriku karena tidak bisa menemuimu."


"Tidak apa-apa tuan." ujar James


James pergi dari kediamannya, sebenarnya ia ada urusan dengan Bernard tapi sepertinya ia malas bertemu dengannya karena memikirkan sifatnya yang tidak sopan saat bertemu dirinya.


****************


Thomas chadwik merasa frustasi dengan semua masalah yang dihadapinya.


Sementara Thomas sibuk memikirkan cara untuk bisa bersama Natasha, Jonathan yang sudah mendapatkan sedikit informasi mengenai penipuan yang dialaminya segera datang menemui Thomas dikantornya.


Saat menyambangi kantor Thomas, Jonathan melihat kawannya itu sedang duduk terdiam seorang diri, tak seperti Thomas chadwik seperti biasanya, dia lebih seperti orang yang sudah tak punya semangat lagi untuk melakukan apapun.


" Hallo kawan " sapa Jonathan membuat Thomas sedikit terkejut.


Thomas melihat kearah suara yang memanggilnya namun sepertinya dia tidak bersemangat seperti biasanya.


"Hai Jo, kau rupanya aku kira tadi Kevin yang masuk keruanganku " ucap Thomas


"Ada apa denganmu kawan, kau seperti orang yang tak punya semangat hidup, kemana perginya sosok Thomas sang "MrBoy" yang kukenal selama ini?."


"Sudahlah Jo, bukankah sudah kubilang jangan pernah memanggilku dengan sebutan "Mr.Boy" lagi." sahut Thomas lesu


"Aku punya berita yang bisa membuatmu bersemangat lagi, apa kau mau mendengarnya ?" ucap Jonathan.


Thomas yang masih tidak bersemangat Hanya bisa menjawab pertanyaan kawannya itu dengan tatapan yang biasa.

__ADS_1


Jonathan kesal karena melihat ekspresi Thomas yang acuh. "Ayolah kawan, Ini berita sangat-sangat spektakuler yang kutemukan dalam waktu singkat?."


Thomas bangkit dari tempat duduknya dan ia menatap kearah Jonatha dengan tatapan tajam, dengan nada tegas ia bertanya pada Jonathan. "Apakah kau yakin dengan yang kau katakan, bahwa berita yang kau bawa itu benar-benar spektakuler seperti yang kau bicarakan?."


"Tentu saja kawan, kapan aku pernah berbohong padamu?" sahut Jonathan


Thomas kembali ketempat duduknya dengan menyilangkan kaki sambil memegang dagunya. "Baiklah berita tentang apa itu, sampai kau bilang berita itu spektakuler?."


"mmmmmmmmm . . . . . ini tentang penyelidikanku tentang perampokan yang terdahulu itu Thomas " jawab Jonathan dengan yang bingung harus mulai dari mana pembicaraannya.


"Ada apa denganmu Jo, kenapa kau berbicara bertele-tele seperti itu, Coba kau jelaskan dengan rinci?" ucap Thomas


"Aku harapkan kau bisa menahan emosimu kawan, jadi dengarkan aku baik-baik." ujar Jonathan


"Baiklah Thomas seperti yang pernah kubilang bahwa yang merampokmu itu James Cameron, Namun aku juga pernah bilang kalau dia juga melakukan perampokan itu atas perintah orang lain, apakah kau mengingatnya?." ucap Jonathan


Thomas mulai mengingat ucapan Jonathan yang terdahulu. "Jadi apakah kau sudah mengetahui orang yang mendalangi perampokan itu Jo?."


"Tentu saja kawan, bahkan aku juga mengetahui orang yang menipumu kemarin, merupakan satu komplotan dengan orang yang merampokmu!" ucap Jonathan.


Thomas yang sangat terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Jonathan, Langsung berdiri seketika dan ia sangat penasaran siapa sosok orang yang ingin menghancurkannya.


Jonathan ikut berdiri menenangkan Thomas. "Kuharap kau bisa menghadapi ini dengan sabar dan bijaksana kawan."


dengan penuh kemarahan Thomas mendorong Jonathan sambil berkata. "Apa maksud dari perkataanmu itu Jo, mengapa aku harus sabar dan bijaksana menghadapi orang-orang yang sudah membuat ku susah."


Jonathan segera mengeluarkan selembar foto dari sakunya dan menunjukkannya kepada Thomas. "Baiklah kawan semua terserah padamu bagaimana menghadapi berita ini, dan cobalah kau lihat foto ini Thomas apa kau mengenal mereka?."


Thomas langsung melihat foto yg diberikan oleh kawannya, dan difoto tersebut terdapat gambar James dengan seseorang, namun sayangnya foto orang yang sedang bersamanya terlihat buram dan menghadap kesamping jadi Thomas ragu apakah dia mengenalinya atau tidak.


"Apa kau mengenalnya Thomas?." tanya Jonathan


"Bukankah ini James Cameron, namun dia sedang bersama siapa Jo?" tanya Thomas kembali.


Jonathan melihat kembali foto yang ia tunjukkan pada Thomas. "Dari foto ini memang sedikit kurang jelas, Namun menurut keterangan dari anak buahku yang mengambil foto ini, orang yang sedang bersama James Cameron sangat mirip denganmu kawan, bukankah aku pernah bercerita padamu bahwa aku pernah melihat James dengan orang yang mirip denganmu sedang berbincang di kafetaria tempat dimana kita mau bertemu orang yang menjual lukisan itu." Jonathan menceritakan kembali dengan panjang Lebar.


Thomas akhirnya mengingat kejadian dimana ia ditipu, tapi apakah mungkin yang dikatakan Jonathan itu benar, tapi buat apa juga Jonathan memberikan informasi yang palsu.

__ADS_1


__ADS_2