
Bernard yang sudah menunggu lama kehadiran wanita yang sangat spesial dihari
pernikahan Thomas, tidak sabar ingin melihat seberapa cantik wanita itu.
dan tak lama kemudian ada seorang wanita yang sangat cantik menghampiri nya.
" Apakah kau Bernard kakaknya Thomas yang tadi memintaku datang kesini? " tanya wanita itu.
" Iya benar panggil saja aku Ben dan apakah anda Nona Malika? " tanya Bernard.
" betul sekali perkenalkan namaku Malika dan dimana Thomas? " tanyanya.
" Thomas? . . . maaf mengecewakan anda Nona tapi Thomas tidak ada disini " ucap Bernard.
" Lalu mengapa kau mengajakku kemari jika bukan Thomas yang meminta? " kata Malika.
" Justru aku mengajakmu kemari berkaitan dengan Thomas Nona cantik, apakah kamu tidak ingin mendapatkan Thomas kembali? " tanya Bernard.
" Mendapatkan Thomas? . . . untuk apa? . . . aku sudah kecewa dengan Thomas apalagi saat ayahnya memisahkan ku darinya, Thomas bahkan tidak ada usaha sedikit pun mempertahankan ku disisi nya " kata Malika berapi-api.
" Tapi itu dulu cantik, sekarang bahkan ayahku meminta bantuan mu untuk mendekati Thomas kembali " ucap Bernard.
" Omong kosong apa itu Ben, Aston Chadwick yang meminta ku untuk kembali pada Thomas?, itu tidak mungkin Ben " kata Malika.
" Itu benar cantik, namun dia hanya ingin kau mendekati nya untuk menggagalkan rencana pernikahannya yang diadakan Minggu ini bukan untuk hidup bersama dengan Thomas " ujar Bernard.
" Sudah kuduga, tidak mungkin Aston Chadwick menyukai ku secara tiba-tiba " sahut Malika sambil menggerutu sendiri.
" Bagaimana cantik apakah kau bersedia membantu rencana kami? " tanya Bernard.
" mmmmmmm bagaimana yaaahh memangnya apa imbalan ku jika membantu kalian? " tanya Malika kembali.
Bernard mengangkat alisnya sebelah mendengar pertanyaan dari wanita ini, menurut nya wanita ini sangat berani meminta imbalan tanpa ada sedikit pun malu pada dirinya.
" Tenang saja Nona cantik, kau tahu kan ayahku seorang yang sangat kaya raya. kau bisa meminta apapun padanya setelah tugas mu selesai " ucap Bernard.
" Apakah ucapan mu dapat dipercaya? " tanya Malika.
" Tentu saja cantik, jika kau tidak percaya padaku kau bisa mencariku di alamat yang tertera dikartu nama ini " sahut Bernard sambil menyodorkan selembar kartu namanya.
" Baiklah jika begitu, akan ku pegang kata-kata mu " ujar Malika.
************
__ADS_1
Seperti rencana Bernard, Malika menghampiri Thomas dikantor nya. namun sayangnya Thomas sedang tidak ditempat.
" Hai Kevin " sapa Malika.
Kevin yang sedang sibuk mengurusi pembukuan keuangan Thomas kaget dan terbengong melihat wanita didepannya.
" Kevin ini aku Lika apa kau lupa padaku? " tanya Nya.
Kevin pun mengedipkan matanya kembali barangkali saja dia cuma mimpi melihat wanita yang dihadapannya ini.
" Apa kau benar Nona Malika? " tanya Kevin
" Tentu saja ini aku Malika, apa Thomas sedang pergi? " tanyanya.
" mmmm iya baru saja tuan Thomas pergi " ucap Kevin.
" Kalau boleh kutahu kemana tuan mu pergi? " tanya Nya.
" Aku tidak tau Nona Lika, mungkin saja ia bertemu tunangannya " jawab Kevin.
" Tunangan Nya?, . . . baiklah aku pergi dahulu, nanti aku akan kembali lagi " ucap Malika kemudian pergi.
Kevin memandangi kepergian Malika dari belakang, Nona Malika tidak berubah sama sekali malah sekarang tambah cantik setelah putus dari tuan Thomas, ucap Kevin didalam hatinya.
************
" Apa yang kau lakukan Kevin? " tanya Thomas.
" Memang aku melakukan apa tuan? " tanya kevin kembali.
" Kau membututiku daritadi Kevin, dan itu membuat ku risih " kata Thomas tegas.
" Maaf kan aku tuan aku tidak bermaksud demikian, aku hanya ingin memberitahu berita penting kepada mu " ucap Kevin.
" Berita tentang apa Kevin, sehingga kau seperti orang bingung seperti ini? " ujar Thomas.
" Itu tuan, tadi ada Nona. . . . " kata Kevin terpotong.
" Kevin kau duduk dahulu dan cerita kan padaku secara perlahan " ucap Thomas.
" Nona Malika tuan, dia tadi dari sini dan menanyakan tuan " cerita Kevin setelah dirinya duduk tenang.
" Apa? . . . Malika? . . . apa kau tidak salah lihat Kevin? " tanya Thomas bertubi-tubi.
__ADS_1
" Tentu tidak tuan, aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri. bahkan Nona Malika sekarang tampil lebih cantik dengan pakaian seksi nya " ucap Kevin.
" Mau apa wanita itu mencariku lagi? " tanya Thomas.
" Aku tidak tau pasti tuan " jawab nya.
Thomas langsung keluar kantor lagi setelah mendengar berita tentang Malika, jika sampai Natasha tahu tentang Malika dan dirinya masih mempunyai perasaan kepada mantan nya itu dan pasti pernikahannya dengan Natasha akan hancur.
***********
Natasha yang sudah tak sabar menantikan hari bahagia nya merasakan hatinya berdebar sangat kencang, dia memandangi gaun pengantinnya yang terpajang cantik dikamarnya.
Natasha mengkhayalkan jika dirinya didampingi mamanya saat ini, saat dimana dirinya akan dipinang oleh pria.
walaupun dia membenci mama nya tapi sebagai seorang anak perempuan pasti dia membutuhkan seseorang yang dapat berbagi dengan nya saat ini dan itu pastilah seorang ibu yang dapat menasehatinya.
" Non Acha " panggil simbok.
" Iya mbok, ada apa? " tanya Natasha.
" Kenapa Non melamun disini? " kata simbok.
" Aku sedang memikirkan Mama mbok, pasti setiap anak perempuan yang akan menikah didampingi oleh ibunya, sedangkan aku sendiri mbookkk " kata Natasha sedih.
" Kan ada simbok yang menemani Non Acha, jadi Non jangan melamun dan bersedih lagi ya " kata simbok yang jadi ikutan sedih.
Natasha merasa sedikit terobati karena simbok sedikit menghiburnya, walaupun tanpa mama dirinya masih bisa merasakan kebahagiaan dan kehangatan seorang ibu berkat simbok yang selalu menemaninya.
Anthony addrew yang baru pulang dari kantornya melihat simbok dan putrinya sedang bercerita satu sama lain, dia bersyukur putrinya itu tidak mengeluhkan sedikit pun tentang ibunya yang sudah pergi.
" Sayang Acha " panggil Anthony.
Natasha menengok kebelakang dan melihat Papa nya yang berdiri didepan pintu kamarnya dan diapun seketika berlari menghampirinya.
" Papa " panggil Nya dan langsung memeluknya dengan erat.
" Ada apa putriku?, kau seperti anak kecil saja melihat papa pulang dan berlari seperti ini? " ucap Anthony.
" Tidak ada apa-apa, aku hanya kangen Papa saja " kata Natasha yang tidak ingin membuatnya sedih dengan memberitahu keadaan dirinya sendiri.
" Putri kecilku yang cantik dan sekarang sebentar lagi kau akan meninggalkan Papa seorang diri disini " ujar Anthony.
" hu . . . hu . . . Papa jangan berkata seperti itu, aku jadi bersedih nih. dan perlu Papa ketahui bahwa aku tidak akan meninggalkan Papa sendiri disini, karena setelah aku menikah nanti aku beserta suamiku akan tinggal bersama Papa " ucap Natasha tegas.
__ADS_1
" Baiklah putri kecilku " sahut Anthony.
Meskipun Anthony bersedih karena sebentar lagi putrinya akan meninggalkan nya dan hidup bersama pria yang diinginkannya, Anthony ikhlas rela menyerahkan putrinya dan Anthony pun merasa ikut bahagia jika putrinya dapat melihatnya tersenyum setiap harinya.