Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Kisah pahit Anthony


__ADS_3

setelah sesampainya Thomas dipulau ia kaget bukan kepalang karena yang menyambutnya kedatangannya ialah Malika,


Thomas mengusap matanya agar ia tidak salah lihat namun sepertinya penglihatannya tidak salah.


Jonathan yang juga melihat Malika disamping rekan Thomas juga merasa tidak percaya dengan penglihatannya.


"Thomas apa aku tidak salah lihat?."


Thomas meraup wajah Jonathan dengan tangannya. "Tentu saja tidak Jo, itu memang benar-benar Malika. yang jadi pertanyaan sedang apa dia disini?."


Malika langsung menghampiri mereka dan menyapanya. "hai Thomas, Jonathan, bagaimana kabar kalian?."


Thomas langsung menyahut sapaannya dengan nada sinis. "kabar kami baik-baik saja, lalu apa yang kau lakukan disini bersama mereka."


"aku . . . , tentu saja aku menjalankan pekerjaanku sebagai sekretaris dari mereka."


Jonathan langsung histeris mendengar ucapannya. "sekretaris . . . ?, itu tidak lucu Malika."


Malika langsung menyipitkan matanya. "Jonathan bisa tidak kau diam, memang apa salahnya dengan pekerjaanku sebagai sekretaris mereka."


Thomas langsung maju kedepan mendekati Malika memegang dagunya dan berkata padanya dengan jarak yang sangat dekat.


"pekerjaanmu itu tidak salah sayang, yang jadi permasalahannya mengapa kau selalu muncul dihadapanku."


Malika seketika itu juga langsung berakting dihadapan Thomas dengan berpura-pura menangis saat ia diperlakukan kasar olehnya. "mengapa kau bersikap kasar kepadaku seperti ini Thomas, aku juga tidak menyangka jika bertemu denganmu disini."


Malika langsung berlari setelah membuat Thomas merasa bersalah akan ucapannya, Thomas yang merasa bersalah ingin mengejarnya namun dihentikan oleh Jonathan. "biarkan saja Thomas, ingat disini kita melakukan bisnis bukan mengurusi Malika." Jonathan menepuk bahu Thomas. "dan ingatlah masih Natasha yang menunggu kepulanganmu.!"


Thomas langsung menghentikan niatnya, dan melanjutkan bisnisnya. ia berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya namun rekan bisnisnya itu malah marah padanya karena merasa terhina oleh sikap Thomas yang berlaku tidak sopan kepada sekretarisnya.


"maaf tuan Thomas, sepertinya bisnisnya ini harus kami batalkan. melihat bagaimana perlakuan kasarmu kepada sekretaris kami."


Jonathan langsung menyela perkataan mereka karena membatalkan bisnis begitu saja. "tidak bisa seperti itu tuan, kami datang jauh-jauh kepulau ini untuk melakukan bisnis dengan kalian. apa tidak ada cara agar bisnis ini tetap berjalan."


"bagaimana jika tuan Thomas meminta maaf kepada sekretaris kami, dan dengan begitu kami akan melanjutkan bisnis kita."


Jonathan menunggu keputusan Thomas namun Thomas hanya diam saja, tanpa persetujuan dari Thomas ia membuat keputusan sendiri. "baiklah tuan."


"jika begitu kami akan pergi dahulu, dan kita akan berjumpa lagi setelah mendapat kabar dari sekretaris kami."


Jonathan merasa bingung karena ingin ditinggalkan begitu saja. "lalu bagaimana dengan kami tuan?."


"tenang saja, untuk anda tuan, dan juga tuan Thomas kami menyiapkan sebuah rumah dipulau ini untuk kalian tempati."


"benarkah itu, terimakasih tuan."


"jangan sungkan seperti itu tuan, jika tidak ada yang ingin ditanyakan kami pergi dahulu."


"baiklah tuan, sampai jumpa lagi."

__ADS_1


Thomas yang tidak menyimak percakapan mereka terlihat kebingungan setelah ia tersadar dari lamunannya. "kemana mereka pergi Jo."


"Thomas kau ini kenapa?, kuperhatikan kau dari melamun saja. untungnya ada aku yang membantumu mengurus semuanya untukmu."


"Memangnya apa yang terjadi Jo."


"apa kau tak Mendengar percakapan kami tadi?."


"aku bertanya padamu karena aku tidak mendengar apapun Jonathan." Thomas langsung membelalakkan matanya pada Jonathan.


seketika itu juga Jonathan langsung menceritakan inti dari kesepakatan yang ia buat dengan rekan bisnis Thomas.


"dengarkan aku baik-baik Thomas, mereka ingin kau meminta maaf kepada Malika terlebih dahulu sebelum melanjutkan bisnisnya dengan mereka."


"Apa . . . . ?"


"apa perkataan kurang jelas?, baiklah akan aku ulangi kembali perkataanku tadi."


"tidak perlu Jo, aku hanya terkejut mendengar perkataanmu."


Thomas mengetuk-ngetuk jarinya dikeningnya. "apa itu harus kulakukan Jo?."


"tentu saja kawan, aku tidak ingin kedatangan kita kemari menjadi sia-sia cuma karena masalahmu dengan Malika."


"baiklah aku akan menemui Malika untuk meminta maaf padanya. dan Jo, malam ini kita akan bermalam dimana?."


"tenang saja kawan, rekan bisnismu sudah menyiapkan tempat untuk kita."


"tentu saja kawan, mari kita pergi untuk melihat seperti rumah yang akan kita tempati."


************


Natasha yang sedang melamunkan suaminya kaget saat Anthony memanggil dirinya.


"putriku, kenapa kau duduk termenung seperti itu nak?."


Natasha langsung menghampirinya serta memberikan pelukan untuknya. "Papa, sejak kapan Papa pulang?."


"sejak tadi, apa kau sedang memikirkan suamimu?."


Natasha memanyunkan bibirnya. "Tentu saja aku sedang memikirkannya."


"lantas kenapa kau tak ikut pergi bersamanya.?, bukankah Papa memberikan izin padamu!."


"itu karena aku tidak tega membiarkan Papa sendirian dirumah."


"papa tidak sendirian sayang, bukankah dirumah ini ada Simbok."


"tapi Pa, simbok kan tidak bisa terus menerus menemani Papa."

__ADS_1


Anthony kembali memeluk putrinya karena tidak menyangka jika putrinya sangat mengkhawatirkan dirinya. "terimakasih sayang karena telah mengkhawatirkan Papa, walaupun kau sudah memiliki suami kau masih mau memperdulikan diri Papa yang sudah tua ini."


Anthony menitikkan Air matanya. "Mengapa Papa berbicara seperti itu?, aku ini kan putrinya Papa jadi tentu saja akan selalu tetap memperdulikan Papa. walaupun aku sudah mempunyai suami itu tak akan mengubah apapun."


Anthony membelai rambut putrinya dengan kasih sayang. "maafkan Papa ya sayang, karena Papa kau jadi tidak bisa pergi bulan madu bersama suamimu."


"sudahlah Pa, tak usah membahas hal ini.


apakah Papa sudah makan?."


Anthony menggelengkan kepalanya, seketika itu juga Natasha langsung menggandeng Papanya.


"jika seperti itu, Bagaimana jika kita pergi kencan makan malam?."


Anthony mengembangkan senyuman kepada putrinya. "baiklah sayang, pria mana yang akan menolak jika diajak kencan dengan wanita cantik sepertimu."


didalam mobil Natasha menanyakan masa lalu Papanya dan bagaimana dia bisa berjumpa dengan Mamanya.


"Papa . . . "


"iya sayang . . . "


"apa aku boleh bertanya sesuatu?."


"tentu saja nak, kau ingin bertanya soal apa?."


"apa Papa sampai sekarang masih mencintai Mama?."


Anthony langsung terdiam, terpaku mendengar pertanyaan dari putrinya yang sangat tidak disangka, ia mengambil nafas yang panjang.


"mengapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu sayang?."


"aku hanya ingin tahu saja Pa, jika Papa tidak bisa menjawab pertanyaan dariku itu tidak masalah."


Anthony menggenggam tangan putrinya.


"sayang . . . . dulu Papa sangat mencintainya, bahkan Papa rela berkorban apa saja untuk mendapatkan cinta darinya. dan saat itu Papa masih seorang pemuda miskin yang baru merintis usaha. saat orang tua dari Mira ingin menjodohkannya dengan seorang pemuda yang kaya raya, seketika itu juga Mamamu menolaknya dan saat itu Mira kabur dari rumah dan meminta Papa untuk segera menikahinya. Papa yang tidak ingin kehilangannya segera menikahinya walau tanpa restu dari orang tuanya. dan tak lama kemudian kamipun segera melangsungkan pernikahan secara sederhana."


mata Anthony bersinar terang saat menceritakan masa lalunya, ia melanjutkan ceritanya yang merupakan luka lama bagi dirinya.


"setelah menikah kami pindah kedesa terpencil yang ada dikota ini, dan pada saat itu terasa sangat bahagia bagi Papa. walau kami hidup sederhana, Mamamu sangat mendukung apapun yang Papa lakukan.


dan kebahagiaan kami bertambah saat Mama melahirkan kamu sayang."


Anthony berhenti bercerita, nafasnya seakan tercekat jika mengingat kejadian pahit yang menyakitkan hatinya. namun tampaknya Natasha menunggu kelanjutan cerita darinya, dengan tatapan kosong Anthony melanjutkan ceritanya.


"namun sayangnya kebahagiaan itu tak berlangsung lama. karena sifat Mama mu berubah setelah bertemu dengan teman-temanya yang mempunyai kehidupan mewah, Mira yang tadinya menerima kehidupan yang sederhana tiba-tiba mengeluhkan hidupnya yang serba kekurangan. dan pada saat itu Mamamu dikenalkan oleh temannya dengan seorang pria yang kaya raya, Mira yang saat itu terlalu gengsi untuk hidup sederhana memutuskan pergi meninggalkan Papa dan kamu yang saat itu masih kecil. dan tak lama kemudian Papa mendengar jika Mama mu sudah menikah dengan pria kaya yang dijodohkan oleh temannya. dan pada saat itu juga Papa tak pernah mendengar kabar darinya lagi."


Natasha mengusap air mata yang jatuh diwajah Anthony, ia tak menyangka kehidupan Papanya sangat pahit. "Papa jangan menangis, Natasha berjanji tidak akan pernah meninggalkan Papa walau apapun yang terjadi."

__ADS_1


"terimakasih sayang." Anthony langsung mengecup kening putrinya.


__ADS_2