Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Asal mula Mr. Boy


__ADS_3

Thomas chadwik merupakan seorang pria yang sangat tampan, mempunyai postur tubuh yang sangat tinggi dan tegap dan berkulit hitam eksotis.


Thomas chadwik merupakan putra dari pengusaha terkenal yang mempunyai banyak usaha dimana-mana, namun ia tidak sepersen pun mewarisi perusahaan ayahnya, karena Alice ibunya Thomas sangat marah kepada ayahnya yang telah mencampakkannya dan menikah lagi dengan wanita lain, sampai akhirnya ibunya pergi membawanya dari kehidupan ayahnya untuk selamanya.


Thomas chadwik lebih memilih menjalankan usahanya sendiri dari nol sejak ia beranjak remaja sampai sukses seperti sekarang, daripada ia harus mengemis kepada pria yang sudah bersikap kejam terhadap ibunya.


Thomas membuktikan kepada ayahnya jika dirinya bisa sukses walau tanpa bantuannya. dan itu terbukti PerusahaanThomas chadwik kini merupakan perusahaan terbesar kedua setelah perusahaan ayahnya, Salah satu usaha Thomas yaitu mengoleksi benda-benda kuno yang berasal dari zaman kerajaan dulu.


*************


Ditengah kesibukannya Thomas chadwik tidak bisa melupakan persoalannya tentang Natasha akankah ia meluluhkan hati wanita itu, atau wanita itu berpaling darinya saat Thomas tengah sibuk dengan pekerjaannya.


Seorang bawahannya bernama Kevin melihat tuannya duduk termenung seorang diri, ia mencoba memanggilnya "Tuan Thomas?," akan tetapi sepertinya Thomas masih larut dalam pikirannya sendiri akan Natasha, Kevin mengulang perkataan nya.


"Tuan Thomas Anda baik-baik saja, sepertinya ada pikiran yang mengganggu tuan." kevin menepuk pundaknya mencoba menyadarkan tuannya dari lamunannya.


Thomas tersadar dari lamunannya dan melihat yang orang yang menepuk pundaknya tadi "oohhh kau Kevin ada perlu apa kau kesini?"


Kevin sedikit merasa bersalah karena telah mengganggunya namun ia tidak ingin pekerjaannya tertunda. "Ini mengenai "barang-barang kuno" yang baru datang dari seorang arkeolog dari Korea tuan, kita mengalami kerugian karena rupanya dalam perjalanannya kemari ada insiden perampokan ditengah jalan


dan semua barang-barang antik itu telah lenyap semuanya, bahkan arkeolog dan orang-orang yang ada untuk mengikutinya terluka semuanya tuan" Kevin terdengar terbata-bata menjelaskan situasi yang sekarang.


Thomas bangkit dari tempat duduknya dan menggebrak meja dihadapannya "Apa?."


Kevin yang takut melihat ekspresi akan kemarahan tuannya hanya bisa terdiam, ia takut dirinya salah bicara dan malah akan membuat tuannya itu tambah marah.


Thomas mencekram kerah bajunya dan bertanya kepadanya "kenapa hal seperti ini bisa terjadi, selama ini kita tidak pernah mengalami perampokan atau apapun namanya itu.?"


Kevin semakin takut melihat kemarahan diwajahnya ia memalingkan wajahnya dan menjawab pertanyaan dengan rasa takut "saya juga tidak mengetahui detailnya tuan, saya juga mengetahuinya dari pihak kepolisian yang menelpon ke sini."


Thomas langsung melepaskan cengkramannya, ia sudah lelah dengan semua masalah Natasha dan kini ditambah lagi masalah dalam bisnisnya. Thomas sangat kesal terhadap Kevin karena tidak becus dalam bekerja. "Kenapa kau tidak mengetahui apapun tentang hal sepenting ini Kevin, bukankah aku sudah memberikanmu kepercayaan penuh tentang benda-benda itu, sekarang kamu coba cari tahu detail tentang masalah itu."


Kevin hanya bisa menundukkan kepalanya merasa bersalah karena mengecewakannya. "ma . . . . maaf tuan Thomas , saya akan mencari tahu detailnya sekarang juga dan menanganinya."


Thomas chadwik yang tengah pusing memikirkan Natasha dan sekarang ia bertambah pusing dengan perampokan ini


Thomas memutuskan untuk pergi menemani Kevin yang ingin mencari tahu tentang detail perampokan yang dialaminya. "Kevin, Kevin tunggu, aku akan ikut denganmu, akan lebih baik jika kita mencari tau hal ini dengan berdua."


Kevin merasa terharu mendengar perkataan tuannya "Baik tuan, mari kita pergi bersama."

__ADS_1


Thomas menanganinya bagaimana bisa sampai perampokan ini terjadi kepadanya "Kevin, coba beri tau aku sedikit bagaimana hal seperti ini terjadi?."


Kevin yang merasa bersalah menundukkan kepalanya kembali dan menjelaskan kepada Thomas. "maafkan saya tuan, seharusnya saya yang bertanggung jawab mengawasi barang-barang tersebut, akan tetapi pada hari itu saya ada keperluan lain yang sangat mendesak dan memberikan tanggung jawab itu pada orang lain"


Kali ini Thomas tidak tahu harus berbicara apa kepada bawahannya saat ini, karena Kevin melalaikan tanggungjawabnya. "urusan mendesak apa itu, sampai kamu memberikan amanat yang kuberikan kepada orang lain?."


Kevin merasa tuan akan marah besar kali ini, ia menjelaskan alasannya walaupun dengan keadaannya yang gemetar saat ini karena melihat kemarahan Thomas "anu tuan, ibu saya tiba-tiba sakit keras dan saya harus menemaninya berobat kerumah sakit."


Thomas langsung meredakan amarahnya mendengar alasan Kevin "baiklah, kali ini aku memaafkanmu tapi tidak untuk lain kali."


Kevin langsung mengangkat wajahnya tak menyangka dengan apa yang didengarnya, ia menatap wajah tuannya tersenyum "terimakasih banyak tuan Thomas."


mereka akhirnya tiba di kantor polisi dan menanyakan perihal Kejadian perampokan yang dialaminya, dan para polisi memberitahu bahwa perampok itu merupakan perampokan yang terorganisir .


Thomas sangat pusing dengan kejadian yang menimpanya bertubi-tubi, Namun ia tidak patah semangat apalagi baginya bisnis ini sangat penting baginya. sebab bisnis ini merupakan bisnis pertama yang ia rintis.


Thomas memutuskan menghubungi Jonathan untuk menyelidiki kasus ini,


Jonathan merupakan salah satu teman Thomas yang bekerja di dunia mafia, Jonathan bahkan kenal dengan seluruh penjahat di kota ini.


************


Jonathan melihat ada tamu yang bertandang kerumahnya, dan siapa lagi yang berani menghampirinya jika bukan "Mr.Boy" kawan lamanya "hallo kawan coba kita lihat siapa yang datang sekarang."


Thomas tersenyum mendengar sambutan Jonathan "hallo Jo, kau tidak pernah bosan dengan tempat ini?, coba sekali-kali kau pergi melihat dunia diluar sana banyak gadis-gadis cantik di kota ini."


Jonathan menebak jika kedatangan Thomas kali ini pasti membawa masalah yang tidak bisa ia hadapi sendiri. "Aaahhh sudahlah Kawan jangan membahas hal itu lagi denganku, dan ada apa kau mencariku kesini, yang pasti kau tidak kesini karena mencemaskanku bukan?"


Thomas menyengir mendengar perkataannya "Kau memang Kawanku kau bisa tau hanya dengan melihat wajahku."


Thomas langsung berbicara pada tentang masalahnya "Jadi seperti ini Jo, kau tau bisnis pertama yang kurintis?, tentang benda-benda kuno itu"? Thomas berusaha mengingatkan sahabatnya.


Jonathan menarik ujung bibirnya mendengar perkataan Thomas yang bertele-tele. "Coba kau jelaskan langsung ke intinya saja kawan?"


Thomas mendengus karena sikap Jonathan yang tidak pernah sabar jika ia sedang menjelaskan suatu hal. "Masalahnya ada yang berani mencoba mengganggu usahaku dengan merampok semua benda-benda itu," tiba-tiba Thomas berhenti sejenak dan melemparkan pertanyaan yang membuat Jonathan menggelengkan kepalanya "dan kau tahu siapa yang merampokku itu?."


"Tentu saja aku tidak tahu kawan."


Thomas berjalan mendekati Jonathan dan memegang bahunya dari belakang "Menurut keterangan polisi perampokan itu merupakan sekawanan perampok yg terorganisir, dan para polisi itu sedang menyelidiki nya . tapi kau taukan para polisi di kota ini tidak sepandai kau Jo, mereka tidak ahli dalam menghadapi perampokan yang tidak biasa ini"

__ADS_1


Jonathan yang mencoba mencerna perkataannya, dan mencoba berpikir "Kira-kira siapa yang berani mengganggu usahamu Thomas?" Jonathan pindah tempat duduknya karena merasa risih berada dekat dengan Thomas "Apa mereka tidak tahu siapa yang sedang mereka rampok, mereka pasti belum pernah mendengar Julukanmu Mr.Boy?."


Thomas melirik pada Jonathan karena membahas tentang masa lalunya. "Kau jangan lagi-lagi membahas julukan "Mr.Boy" itu, karena aku sudah lama melupakan julukan itu, itu hanya bagian dari masa laluku yang kelam."


*********


"Mr.Boy" adalah seorang pria yang dikenal dengan sifatnya yang kejam terhadap para musuhnya, dan dia dikelilingi oleh wanita dimanapun ia berada.


"Mr.Boy" merupakan seorang bos mafia terbesar di kota ini dulunya, namun Thomas memilih meninggalkan usahanya dibidang mafia dan memberikannya pada temannya Jonathan, karena dia sudah bosan dengan dunia mafia dan beralih menjadi seorang kolektor benda-benda kuno seperti dahulu lagi.


*************


Jonathan mengerti maksud Thomas, kebetulan Jonathan juga sudah lama sekali tidak keluar dari rumahnya. "Baiklah Thomas, aku akan menyelidiki kasus ini, kau tenang saja dan menunggu kabar baik dariku"


Thomas bernafas lega mendengar ucapannya. "Nah, begitu dong kawan, kau memang temanku yang paling mengerti akan keadaanku."


Thomas chadwik pergi dari tempat Jonathan dan mengurus masalah yang lain.


Thomas yang pergi dengan Kevin , segera menuju rumah sakit tempat dimana semua


orangnya dirawat.


"Kevin." panggil Thomas.


"iya tuan" jawabnya


"Setelah dari rumah sakit kita kembali kekantor, mengurus semua kerugian yang kita alami akibat perampokan." kata Thomas


"baik tuan" sahut Kevin.


mereka tiba di kantor dan langsung membahas tentang kerugiannya, dan betapa kagetnya Thomas kerugian yang dialaminya akibat perampokan hampir satu milyaran.


"Kevin, apa kau tidak salah hitung,?" Thomas menghela nafas "mengapa kita mengalami kerugian sebesar ini?"


Kevin melihat selembar kertas berisi rincian yang telah ia hitung dengan cermat dan menunjukkannya pada tuannya "Benar tuan, saya bahkan sudah berulang kali menghitung total semuanya."


Thomas melihat kertas rincian yang disodorkan Kevin kepadanya, dan menghela nafas sangat panjang. "Oke, baiklah kau urus semua itu, aku akan pergi istirahat sejenak."


Kevin yang melihat ekspresi wajah Thomas ikut menghela nafas, karena ia tidak berbuat kesalahan lagi yang membuat tuannya marah "baik tuan."

__ADS_1


__ADS_2