Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
sebuah ikatan yang kuat


__ADS_3

Natasha yang sudah tak sabar ingin segera berangkat kepulau untuk menyusul suaminya menantikan kedatangan James yang akan menemani kepergiannya.


Anthony melihat putrinya tampak duduk gelisah diteras depan rumahnya, ia berniat menghampiri Natasha. namun niatnya terhenti karena putrinya berjalan menuju gerbang rumahnya, ia menengok sekilas dari jendela dan Anthony melihat kedatangan James yang langsung disambut oleh Natasha.


Anthony langsung keluar rumah untuk menyapa James namun niatnya terhenti kembali, saat Natasha menggandeng lengan James dan membawanya masuk kedalam rumah.


James yang merasa aneh dengan sikap Natasha menatap wajahnya dan mengajukan protes padanya.


"apa-apaan ini Natasha?, kau menggandeng lenganku seperti seorang anak kecil!."


"kau jangan protes terus James, kau tahu tidak jika kau datang dua menit lebih lama dari yang kau janjikan."


Anthony yang melihat tingkah Natasha tertawa terkekeh, ia tak menyangka Putrinya kini memiliki sifat yang hampir sama dengan Thomas.


James yang melihat Anthony hanya tertawa melihat dirinya Natasha, berusaha mendapatkan simpatik dari Anthony dengan memohon iba kepadanya.


"tuan lihatlah apa yang dilakukan putrimu terhadapku, aku baru saja datang setelah sekian lama tapi putrimu memperlakukanku seperti ini."


Natasha mencubit lengan James karena bersikap berlebihan, bila ingin mencari simpatik dari Papanya.


"diam kau James, atau aku akan menyumpal mulutmu itu!."


James mengernyitkan keningnya saat mendengar ancaman dari Natasha.


"sayang, . . . kenapa kau kini mirip sekali dengan seseorang yang kubenci?."


Natasha cemberut mendengar komentar dari James. "apa maksudmu James?."


Anthony melerai pertikaian diantara putrinya dan juga James.


"putriku sudahlah, biarkan James duduk dan minum terlebih dahulu!."


kini Anthony yang dicemberuti oleh Natasha.


"Papa selalu saja membela James, tapi baiklah kali ini aku akan mengalah kepadanya."


Natasha langsung berteriak memanggil simbok agar menyuguhkan minuman untuk James. "mbookkk . . . simbok . . . tolong ambilkan segelas air untuk James."


simbok yang mendengar teriakkan Natasha langsung menyahut panggilannya.


"iya Non, akan segera simbok bawakan."


namun James yang rindu pada Natasha mengerjainya dengan berkata padanya.

__ADS_1


"sayang . . . aku datang jauh-jauh kemari dan hanya disuguhkan oleh segelas air saja!, lebih baik aku pulang dan meminumnya dirumahku."


Natasha memanyunkan bibirnya karena merasa tersindir dengan ucapan James.


"seperti itukah tuan James?, jadi sekarang kau ingin disuguhkan minuman apa tuan James Cameron?."


James tertawa geli melihat ekspresi wajahnya. "apa saja sayang, yang penting kau sendiri yang membuat minuman untukku?."


Natasha terpaksa harus pergi kedapur untuk membuat minuman untuk James, namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapannya. "kuharap kau tak mencampur racun didalam minumanku sayang?."


Natasha tersenyum mendengar ucapan James. "tenang saja James, aku tidak akan mencampurkan apa-apa diminumanmu, karena hari ini aku sangat membutuhkan dirimu."


James langsung menaikkan alisnya Mendengar perkataan Natasha, dan ia melihat Anthony yang hanya duduk diam dan tidak berkomentar apapun. James langsung mendekati Anthony dan berjabat tangan dengannya.


"tuan Anthony, bagaimana kabar Anda?."


"seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja anakku."


"maafkan aku yang jarang menemui anda, karena aku tidak ingin bertengkar dengan Thomas jika aku terus-menerus datang kemari."


Anthony menganggukkan kepalanya, memaklumi keadaan dan situasi James.


"tidak apa-apa anakku, dan bagaimana kabarmu?."


Anthony menghela nafas. "benar nak, kuharap kau memaklumi keputusannya."


James menganggukkan kepalanya.


"aku mengerti tuan, jadi pukul berapa kita berangkat?."


Anthony melihat arloji ditangannya.


"tidak lama lagi James, setelah kau tidak merasa lelah kita akan segera berangkat."


"jika seperti itu, lebih baik kita pergi sekarang saja. agar sampai dipulau tidak larut malam. karena sepengetahuanku perjalanan kepulau cukup berbahaya pada saat malam hari."


"berbahaya bagaimana James?, coba kau jelaskan kepadaku dengan detail!."


James menghela nafas panjang dan menceritakan bagaimana berbahayanya perjalanan kepulau.


"tuan apa kau tidak pernah tahu?, jika ada sekelompok bandit yang akan siap meyerang siapa saja yang melintasi jalan kepulau pada malam hari."


Anthony menggelengkan kepalanya karena tidak pernah tahu dengan dunia diluar sana.

__ADS_1


"apakah ceritamu itu benar nak?."


"tentu benar tuan, mana mungkin aku berani mengarang cerita dan mengambil keuntungan darimu!."


Anthony jadi merasa tidak enak hati karena menyinggung James dengan perkataannya. "bukan itu maksudku James, aku kira cerita itu hanyalah desas-desus saja."


James berupaya meyakinkan Anthony dengan cerita yang ia ketahui.


"itu bukan hanya sekedar desas-desus saja tuan, karena aku pernah mengalami dirampok oleh bandit-bandit sialan itu."


Anthony menjadi gelisah dan tidak tenang setelah mengetahui cerita dari James, ia merasa takut jika terjadi sesuatu dengan putrinya.


"jadi bagaimana sebaiknya nak?, apakah kita batalkan saja perjalanan ini."


James mengangkat bahunya menyerahkan semua keputusan pada Anthony, namun dari jauh terdengar suara Natasha yang lantang.


"jika Papa berniat membatalkan perjalanan ini, lebih baik aku saja yang pergi seorang diri kepulau itu!."


Anthony dan James langsung menoleh kearah Natasha, kini Anthony menjadi dilema untuk mengambil keputusan. namun ia tidak mungkin membiarkan putrinya pergi seorang diri ketempat berbahaya.


"tidak sayang, kita akan Tetap pergi bersama-sama."


James langsung menyahut ucapan Anthony agar dirinya merasa tenang.


"benar apa yang diucapkannya Cha, kita akan pergi bersama-sama. dan jika para bandit itu menyerang kita masih ada aku yang akan menghadapinya bersama teman-temanku."


Natasha langsung menyela perkataannya.


"apa maksudmu James?."


"Acha kita tidak mungkin cuma pergi kepulau bertiga tanpa ada orang-orang yang akan melindungimu dan juga Papamu."


seketika itu juga Natasha langsung berlari kearah James dan memberi pelukan untuknya, ia merasa berterimakasih kepadanya karena mendukung rencana untuk kepentingan pribadinya.


"terimakasih James, kau memang seorang kakak yang sangat baik hati."


James menepuk pundak Natasha.


"sama-sama sayang, aku sudah cukup senang melihatmu bahagia."


Anthony menitikkan air matanya merasa terharu dengan kedekatan putrinya dengan James, ia tak menyangka walaupun Natasha dan James tidak mempunyai ikatan darah tapi ikatan yang mereka miliki seperti ikatan saudara kandung.


Kali ini Anthony merasa tenang karena James sangat memperdulikan kebahagiaan putrinya, ia tidak perlu merasa risau lagi jika dirinya pergi dari dunia ini dan meninggalkan Natasha. karena Anthony melihat James akan menjaga putrinya seperti seorang kakak yang dengan penuh cinta menjadi adik kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2