Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Kebaikan dari teman lama


__ADS_3

Ayahnya James, yang bernama Arthur Cameron merupakan teman Anthony addrew ayahnya Natasha. Anthony yang selalu membantu ayahnya diwaktu susah dengan keadaan ekonomi yang sulit di keluarganya selalu memberikan bantuan baik berupa materi ataupun sekedar finansial, bahkan disaat-saat ayahnya sakit keras keluarga Anthony addrew-lah yang selalu mengantarkan ayahnya bolak-balik kerumah sakit, kalau tidak salah waktu itu Anthony addrew saat itu baru memiliki seorang putri yang baru lahir. dan James pernah sempat melihat anak Anthony, Bayi itu sangat cantik, memiliki mata yang bulat serta bibir yang mungil. namun sayangnya pada saat itu ayahnya tidak sanggup lagi bertahan dengan penyakit kankernya dan meninggalkan James seorang diri, James yang kala itu masih berusia 10 tahun dibawa oleh pamannya pergi untuk tinggal dengannya, sejak saat James tidak pernah bertemu keluarga addrew lagi sampai dengan sekarang ia menemukannya dengan secara tidak sengaja.


James Cameron pergi dari rumah Natasha, dan berniat kembali esok harinya untuk memastikan kalau yang dilihatnya itu benar.


*********


James Cameron yang tiba dirumah Anthony pagi hari, melihat seorang wanita sedang berolahraga di teras depan rumah. James melihat ada bel dan menekannya.


Suara bel terus saja berbunyi, Natasha yang kebetulan ada di teras langsung saja menghampiri gerbang rumahnya, ingin melihat siapa tamu yang berkunjung pagi-pagi buta ini, ia melihat seorang pria yang yang tak dikenalnya berdiri didepan gerbang, pria itu seperti seorang gangster berpakaian serba hitam sangat aneh sekali.


"memang nya dia pikir ini pemakaman apa? bertamu pagi-pagi dengan pakaian serba hitam seperti itu."gerutu Natasha sendiri.


James yang jarinya kram akibat menekan bel terus menerus, tersenyum melihat seorang wanita cantik menghampirinya. "selamat pagi nona."


"selamat pagi juga."


"Apakah benar ini rumah tuan Anthony addrew?"


Natasha memandangi pria bersetelan serba hitam yang datang pagi-pagi mencari Papanya. "Iya benar, kalau boleh tau anda siapa mencari Papa saya?"


James mengulurkan tangannya melihat wanita cantik yang kini berdiri dihadapannya dan menebak jika wanita ini pasti orang yang dimaksud oleh Bernard. "jika anda berkenan, perkenalkan nama saya James Cameron, teman lama Papa anda."


Natasha menyambut uluran tangannya "Nama saya Natasha, kalau begitu masuklah


aku akan segera memanggil Papa."


James berjalan masuk ketika Natasha membukakan pintu gerbang untuknya,ia menuju ruang tamu yang diarahkan Natasha. James tak hentinya menatap Natasha sampai dirinya menghilang dibalik tirai. didalam hatinya James bergumam sendiri


"jadi itu bayi kecil cantik yang kulihat dulu, sekarang sudah tumbuh menjadi wanita yang mempesona."


Tidak lama kemudian Anthony addrew keluar, dan tampaknya dia terkejut melihat penampilan tamunya.

__ADS_1


James senang melihat Anthony dapat menemuinya, ia menghampiri dan menyapanya dengan penuh hormat. "selamat pagi tuan addrew, saya James Cameron anak putra Arthur Cameron, apakah anda masih mengingat nya?."


Anthony mengerutkan dahinya mencoba mengingat dimana ia pernah mendengar nama Cameron, dan tak lama kemudian ia berceletuk. "Cameron . . . ., Arthur Cameron kata mu tadi,?" setelah lama berpikir akhirnya Anthony mengingatnya. "ohh sekarang saya ingat dengan Arthur Cameron, Maaf anak muda, saya sedikit lupa maklum saja saya saat ini sudah sangat tua untuk mengingat masa lalu."


"Tidak mengapa tuan addrew saya dapat memakluminya"


Anthony sekilas mengingat-ingat kembali masa lalunya. "Bagaimana kabarmu nak,? aku dengar setelah ayahmu meninggal kau dibawa pamanmu keluar negeri, apakah itu benar?."


"betul tuan, paman membawa ku ke luar negeri tanpa sempat berpamitan dengan tuan dan putri tuan yang masih bayi waktu dulu"


"Iya betul, putriku masih bayi saat itu, namun sekarang putriku sudah dewasa dan tumbuh menjadi wanita yang paling cantik, yang siap memikat setiap pria dengan senyuman."


Anthony menunjuk kearah Natasha yang baru turun dari lantai atas. James langsung melihat Natasha yang sudah berganti pakaian dengan yang lebih feminim. Anthony melihat James tidak berhenti memandangi Natasha. "Lihatlah James, inilah putri kecilku yang sudah berubah menjadi wanita cantik yang membuat para pria tak berhenti menatapnya."


James langsung menundukkan pandangannya merasa tersendur dan malu dengan apa yang dikatakan Anthony, tapi memang benar perkataannya setelah putrinya itu berganti pakaian dan berhias, dia tampak sangat cantik jadi wajar saja jika tuan Bernard menginginkannya walaupun baru sekali bertemu dengannya, pikir James.


Natasha yang sudah rapi, berniat pergi untuk bertemu Samuel stone. namun ia melihat Papanya masih berbincang dengan tamunya. Natasha menghampiri Papanya dan bergelayut padanya agar diizinkan untuk pergi. "Papa sayang, aku pergi keluar dulu ya"


Anthony merasa putrinya ini pasti ada maunya jika bertingkah manja saat ini. "mau kemana putri Papa ini?, jangan bilang kau akan pergi bersama pria culun itu?."


Anthony merasa tidak enak jika Natasha pergi begitu saja tanpa memperkenalkannya pada James. "Bisakah kau membatalkan janjimu dengan Sam, dan menemani Papa mengobrol dengan tamu papa ini?."


Natasha memanyunkan bibirnya menandakan jika ia kecewa, tapi ia juga merasa tidak enak terhadap tamu Papanya. "Aku tidak bisa membatalkannya Pa, karena aku ada urusan yang sangat mendesak yang aku ingin bicarakan dengan Sam, tapi kalau cuma beberapa menit aku bisa meluangkan waktuku sedikit."


Anthony menyeringai senang mendengar Jawabannya. "Putriku ini memang selalu pandai berkata-kata, kemarilah sayang Papa akan memperkenal pria ini."


Anthony berdiri dan memperkenalkan James pada putrinya. "Acha ini James Cameron, putra dari teman papa waktu kita tinggal di desa."


" aku sudah tahu namanya Pa, tapi tunggu dulu setelah aku ingat-ingat Papa tak pernah bercerita kalau kita pernah tinggal di desa"


"Papa memang tak pernah bercerita padamu, karena waktu itu kau masih bayi, dan kita pindah kekota ini " ujar papanya.

__ADS_1


Natasha melihat arloji ditangannya dan sudah saatnya ia untuk pergi. "ohh jadi seperti itu ceritanya, Nah Pa ini sudah lewat sepuluh menit aku jalan dulu ya. dan maaf tuan James aku tidak dapat berbincang denganmu lebih lama lagi."


"Seperti itulah putriku James, dia sangat sibuk saat akan bertemu Samuel stone. kuharap kau memakluminya."


"tidak apa-apa tuan, hal itu biasa bagi wanita yang ingin bertemu pacarnya."


"pacarnya kau bilang, Samuel stone hanyalah temannya. memang mereka seperti sepasang kekasih kalau dilihat dari kacamata orang lain. tapi sebenarnya tidak, mereka hanya lah teman dekat sedari kecil."


James kaget karena ucapan Anthony. "Apakah Natasha tidak mempunyai kekasih tuan?."


"Natasha selama ini masih melajang dan tidak mempunyai kekasih, sampai aku menjodohkan nya pada seseorang yamg salah karena keegoisan ku sendiri." Anthony menghela nafas sesaat. "Namun semua sudah terlambat untuk menyesali, karena tampaknya putriku menyukai pria yang kujodohkan dengannya itu."


James tidak mau bertanya-tanya lagi pada Anthony takut dirinya merasa terlalu ikut campur akan urusan keluarganya, tak lama kemudian ia pamit kepada Anthony dan meninggalkan kediamannya.


*****************


James Cameron yang sudah berjanji pada Bernard bahwa ia akan mendapatkan informasi tentang natasha apapun yang terjadi, bingung akan situasinya yang tau tentang Natasha dan keluarganya yang sudah membantunya waktu ia masih kecil, ia bingung harus melaporkan apa kepada Bernard tentang informasi mengenai wanita yang dicarinya itu.akankah dia memberitahunya pada Bernard, pria yang mempunyai sifat kejam, atau dia tidak memberitahukan padanya sama sekali.


Bernard yang sudah tak sabar menunggu informasi dari James menghubunginya dan menanyakan apa saja yang sudah diketahuinya tentang wanita yang dicarinya.


"Hallo James, ini Bernard apakah kau sudah mendapatkan informasi tentang wanita yang kucari?"


Bernard kebingungan karena Bernard mendadak menghubunginya, dengan mengambil resiko yang besar demi membalas jasa Anthony ia berbohong kepada Bernard tentang informasi yang dia pinta. "hallo tuan, maaf mengenai hal itu, aku tidak dapat menemukan informasi apapun tentangnya."


Bernard merasa murka mendengar jawaban yang tak diinginkan. "Apa maksudmu, kau tidak dapat menemukan informasi apapun soal wanita itu?."


"sekali lagi aku minta maaf atas kegagalanku."


"Kau memang tidak becus sama sekali,


sudahlah kau lupakan saja urusan soal wanita itu, lebih baik kau menjalankan rencana selanjutnya untuk Thomas."

__ADS_1


telinga James panas mendengar Bernard terus-terusan memakinya ditelepon. "Baiklah tuan."


" Sial. . . sial. . . sial . . . pria itu berani sekali membentak dan memakiku di telepon, dasar pria pecundang yang hanya bisa menghadapi musuh-musuhnya lewat orang lain " kata James dalam hatinya.


__ADS_2