Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Pengakuan cinta Mr. Boy


__ADS_3

Natasha yang bimbang akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan Thomas, ia ingin permasalahannya dengan Thomas selesai dengan cepat.


Simbok yang masih menunggu keputusan Natasha, akhirnya keluar dari kamar Natasha untuk menyuguhkan minuman untuk Thomas. "mbok mau kemana?." tanya Natasha


"tentu saja mbok mau turun menemani tuan Thomas " sahut simbok.


Natasha berujar sambil memanyunkan bibirnya. " buat apa mbok menemani Thomas, bukannya disini saja bersamaku."


"simbokkan sudah hampir tiap hari bersama non, sekali-kali simbok ingin berbincang-bincang dengan orang lain." kata simbok memanasi hati Natasha.


Natasha kembali memanyunkan bibirnya, dengan tangan yang diletakkan di kepalanya ia berpikir apakah ia akan bertemu Thomas atau tidak. "mbok tunggu aku" teriaknya.


langkah simbok berhenti mendengar ucapannya. "Apa non sudah mengambil keputusan?."


"Oke, baiklah aku akan menemui Thomas, karena simbok yang memintanya." ujar Natasha.


"karena simbok atau memang karena non ingin bertemu tuan Thomas." simbok meledek Natasha kembali.


jari telunjuk Natasha seketika itu juga mendarat dibibir simbok. "ssssstttttt simbok diam jangan berbicara terlalu keras nanti dia mendengar dan menjadi besar kepala."


**********


Natasha dan simbok turun dari lantai atas untuk menemui Thomas, namun simbok berbelok kearah dapur membuat Natasha sendiri yang menghampirinya. "Looohhh mbok mau kemana." teriaknya.


"Tentu saja simbok mau kedapur mengambil minuman untuk tuan Thomas."


Natasha menggerutu kepada simbok. "tidak usah mbok, temanin aku saja."


"Ahhh si non ini, tadi di atas bilangnya sudah besar, tapi kali ini untuk bertemu tuan Thomas saja non masih minta ditemani sama simbok." kata simbok meledek Natasha.


Natasha yang kesal dengan sikap simbok, yang selalu meledeknya hanya bisa melirikan matanya dengan tajam pada simbok, dan simbok yang tau arti lirikannga segera bergegas pergi kedapur.


Natasha menghampiri Thomas dengan muka yang masam, tampaknya Natasha masih kesal jika mengingat kejadian yang dilakukan Thomas kemarin.


*******


Thomas yang senang melihat Natasha terlihat tersenyum bahagia, namun ia heran kenapa wajahnya selalu saja bermuka masam jika bertemu dirinya pikir Thomas.


"Akhirnya kau mau juga menemuiku Nona cantik." sapa Thomas dengan senyuman yang menghiasi wajahnya


"Tentu saja aku terpaksa bertemu denganmu karena simbok yang meminta."

__ADS_1


"Baiklah tuan Thomas, kali ini ada gerangan apa kau menemuiku lagi." Tanya Natasha Dengan jutek


"Tak bisakah kau senyum sedikit, seperti saat kau berbincang-bincang dengan "pria itu" dikafe Waktu lalu ?" tanya Thomas heran dengan sikap juteknya.


" Maksudmu "pria itu" ?."


" Tentu saja "pria itu" , karena aku tak tahu namanya maka dari itu aku sebut dia "pria itu". " Thomas yang merasa cemburu meluapkan amarahnya saat itu juga. "Apakah kau lupa nona Natasha addrew. waktu lalu aku melihatmu dikafetaria dekat kantor papamu, tampaknya kau dan "pria itu" tampak asyik bersenda gurau bersama layaknya sepasang kekasih yang dimabuk cinta."


"Mmmmmmm coba aku ingat-ingat dulu, yaaahhh memang benar aku waktu itu sedang bersama seorang pria, tapi pria tersebut bukanlah seperti orang yang kau pikirkan."


"Apa maksudnya, bukan pria yang seperti kupikirkan?." tanyanya Thomas penasaran


dengan emosi yang sedang ditahannya Natasha menjelaskannya saat itu juga. "Baiklah Thomas, aku akan menjelaskan sedikit tentang pria yang kau bicarakan itu."


Simbok datang membawa minuman untuk Thomas dan Natasha, namun simbok yang sudah terbiasa mendengar mereka berdebat tidak memedulikannya dan langsung balik kearah dapur.


"Simbok mau kemana?" tanya Natasha


"simbok mau kedapur non, simbok pusing mendengar kalian berdebat terus tiada hentinya." ucap simbok


"Simbok disini saja menemaniku memberi penjelasan kepada tuan Thomas chadwik ini tentang pria yang selalu bersamaku" pinta Natasha kepada simbok.


"Baiklah non, kalau dengan kehadiran simbok disini bisa menyelesaikan perdebatan kalian " ucap simbok.


Simbok menganggukkan kepalanya mengerti apa yang diucapkan Nonanya.


*****


Natasha mengambil nafas dalam-dalam sebelum menjelaskan titik permasalahannya dengan Thomas."Jadi tuan Thomas chadwik yang terhormat, mari dengarkan penjelasanku dengan baik-baik, agar tuan Thomas yang pemarah ini tidak perlu salah paham lagi."


Natasha mengarahkan matanya pada Thomas. "Tuan Thomas?"


Thomas hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum melihat ekspresi wajah wanita dihadapannya.


" "pria itu" , . . . . Pria yang kau maksud itu bernama Samuel stone, bukankah itu benar mbok?" tanya Natasha pada simbok yang sedang duduk disebelahnya.


Simbok hanya menganggukkan kepalanya seperti yang Natasha bilang agar Thomas merasa yakin yang sedang dibicarakan Natasha itu benar.


"Dan Samuel Stone, . . . . ?" ucap Natasha sambil melirik matanya kearah Thomas.


tampaknya Thomas ingin tahu benar tentang hubunganku dengan Sam, pikir Natasha dan saat itu juga ia mempunyai ide untuk menjahili Thomas. "Dan tentu saja Samuel Stone yang biasa aku panggil Sammy itu adalah kekasihku!."

__ADS_1


Natasha mencolek simbok supaya menganggukan kepalanya biar Thomas percaya apa yang sedang dikatakannya.


Thomas yang mencoba menahan rasa cemburunya menunggu simbok memberikan isyarat apakah yang dikatakan Natasha itu benar atau tidak.


Simbok merasa bingung harus berbuat apa, tapi ia tidak ingin melihat Thomas kecewa kepada Nonanya, akhirnya simbok menggelengkan kepalanya agar Thomas merasa tenang jika yang dikatakan Natasha itu salah.


Natasha mencubit simbok karena tidak mendukungnya untuk menjahili Thomas.


dan Thomas yang tadi sudah hampir meledakkan emosinya terlihat tenang kembali.


dengan mengerutkan dahinya Natasha menjelaskan yang sebenarnya. "Baiklah, aku berbohong. Sebenarnya Samuel Stone hanyalah sahabat kecilku, aku dengan Sam memang akrab sekali, dan tak jarang banyak orang mengira kami sepasang kekasih."


Simbok kali ini tidak menganggukkan kepalanya membuat Thomas bertanya-tanya, tidak lama kemudian simbok membuka suaranya. "Nah itu baru benar tuan Thomas, apa yang barusan diceritakan non Acha memang seperti itu keadaannya, simbok pun mengenal tuan Samuel Stone dari kecil, jadi tuan Thomas tidak perlu cemburu kepada tuan Samuel."


Thomas merasa lega mendengar penjelasan langsung dari simbok, dan ia merasakan kedamaian dalam hatinya. Namun Thomas masih saja cemburu jika melihat wanitanya bersenda gurau bersama pria selain dirinya.


"Apakah kau sudah puas tuan Thomas chadwik mendengar penjelasan tentang pria yang kau maksud itu." ujar Natasha.


"Baiklah Natasha, aku memang puas mendengar penjelasan darimu,dan aku pun senang mendengar kau tidak mempunyai hubungan dengannya, tapi tetap saja kau tidak boleh terlalu dekat dengannya Natasha." ucap Thomas.


"Siapakah dirimu tuan Thomas, berani-beraninya melarangku untuk tidak dekat dengan Sam !" kata Natasha.


"Mungkin tuan Thomas merasa cemburu jika non Acha dengan tuan Sam " ujar simbok menyahut perkataan Natasha.


Thomas yang merasa perkataan simbok benar adanya, langsung terdiam sejenak karena perkataan simbok tepat sekali mengenai Thomas. "Sudahlah Natasha, mari kita membahas yang lainnya saja " ucap Thomas mencoba mencari topik pembicaraan yang lain.


"Oke, kalau itu mau mu, sekarang kita membahas Mengenai surat perjanjian antara kau dan Papaku." ujar Natasha.


" Baiklah Natasha, sebenarnya dari dulu aku ingin menjelaskan hal ini padamu" ucapnya


"Jadi permasalahan ini bermula saat Papamu bersaing bisnis denganku namun sayangnya Papamu kalah, dan beliau mengalami kerugian besar yang membuat usahanya bangkrut, kemudian beliau mencoba mencari jalan keluar untuk mempertahankan usahanya dan menemuiku untuk berbisnis kedua kalinya. dan saat itu aku pernah mendengar beliau mempunyai seorang putri yang cantik, tentu saja aku yang memang seorang pria tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang datang padaku kemudian aku mencoba melakukan perjanjian seperti yang ada surat itu." cerita Thomas.


"Mengapa kau melakukan perjanjian itu dengan melibatkanku didalamnya."


"Tenanglah dulu Non, mari kita dengar penjelasan tuan Thomas lebih lanjut." ucap simbok menenangkan Natasha yang tersulut amarah.


"Benar apa yang dikatakan simbok, aku belum selesai dengan ceritaku." sahut Thomas


"Baiklah aku akan mencoba mendengarkan lebih lanjut." ucap Natasha.


"Aku yang menawarkan perjanjian dengan Papamu itu terkejut karena beliau menyanggupi permintaanku, mungkin saat itu beliau berpikir dengan menerima syarat dariku bisa menyelamatkan perusahaannya, dan tentunya tadi aku tidak benar-benar berniat menginginkanmu, namun keputusanku berubah saat aku pertama kali berjumpa denganmu dan kau membuat kesan yang sangat mendalam dihatiku." kata Thomas. sambil menatap Natasha ia melanjutkan perkataannya."Dan akhirnya semakin aku bertemu denganmu aku merasakan perasaan yang selalu mengganggu dihatiku, dan akhirnya aku akui aku menyukai dan mencintai mu Natasha sejak pertama kali kita bertemu."

__ADS_1


Natasha yang mendengar langsung penjelasan dan pengakuan dari Thomas bingung harus menjawab apa, ia hanya diam tak bergeming, Natasha merasa kecewa pada Thomas namun ia tak mau menampik perasaannya. jika ia juga mempunyai perasaan yang sama seperti yang dialami Thomas, kalau ia juga menyukai pria yang berdiri dihadapannya kini.


__ADS_2