Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Kegelisahan seorang ayah


__ADS_3

Natasha addrew yang seharian berdiam diri dirumah merasakan kejenuhan yang amat mendalam, sebenarnya ia ingin sekali pergi bersama Sam namun niatnya terhenti karena Papanya ingin membicarakan sesuatu hal yang serius.


"Natasha." panggil papanya


"Iya Pa, kenapa?." jawab Natasha


"Papa ingin membicarakan sesuatu hal yang serius denganmu!" ucapnya.


"Apakah ini soal Thomas?." tanya Natasha


" mmmmm . . . bisa dibilang seperti itu, mari kita bicarakan sambil duduk santai di balkon rumah." Anthony menggandeng tangan Natasha menuju arah balkon rumahnya.


"Tumben sekali Papa mengajakku kebalkon."


" Papa hanya ingin menikmati udara segar sambil berbincang-bincang dengan putri kecilku."


dengan senyuman yang menghiasi wajahnya Natasha mengikuti langkah Anthony. "Baiklah Pa, hari ini akan menjadi hari untuk kita berdua."


Anthony menatap putri kecilnya yang dahulu sering dipangkunya telah berubah menjadi bunga cantik yang menarik semua perhatian kumbang, Natasha memiliki senyum seperti Mamanya, senyum yang bisa membuat setiap kaum pria menyukainya.


Andai saja Mira masih bersamanya pasti ia merasakan perasaan yang sama dengannya pikir Anthony.


Tapi nasi sudah menjadi bubur ucapnya didalam hati istrinya itu lebih memilih pria yang lebih kaya daripada dirinya dan meninggalkan putrinya yang masih kecil, sungguh kasihan putri kecilku yang tak mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu.


Natasha melihat pandangan Papanya seakan sedang berada ditempat lain. "Bukankah Papa mau membicarakan masalah Thomas, tapi coba lihatlah ini dari tadi Papa terus memandangiku dengan mata Papa tampak berkaca-kaca seperti ini, apakah Thomas melakukan sesuatu hal lagi pada Papa?."


Anthony segera tersadar mendengar suara putrinya. "iya sayang, . . . " sambil memikirkan kembali apa yang diucapkannya ia teringat akan hari dimana Thomas datang menghampirinya. "soal Thomas . . . dia memang mampir dua hari yang lalu kekantor Papa, dan seperti biasanya dia bicara pada Papa dengan nada tinggi dan hal seperti itu sudah biasa untuk Papa."


"apa Pa? . . . sambil menghela nafas ia kembali berkata. "Tapi hal seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi, Didunia ini tidak ada yang boleh bicara dengan Papa seperti itu, apalagi jika orang itu Thomas chadwik."


Anthony tersenyum mendapat pembelaan dari putrinya. "Tenang saja sayang, akan kupastikan Thomas akan bicara dengan sopan pada Papa dan semua itu berkat putri kecilku."


tak lama kemudian Anthony kembali memikirkan apa yang hendak akan ia dibicarakan oleh putrinya. "Acha . . . ?"


"Hhhmmmmmmm . . . "

__ADS_1


"mendekatlah sayang, Papa ingin memeluk putri Papa yang cantik ini."


Natasha mendekat dan memeluknya, Ada apa dengan Papanya pikir Natasha pelukannya terasa berbeda.


Natasha mengusap punggung Papanya. "Bicaralah Pa, aku akan mendengarkannya."


setelah melepaskan pelukannya, Anthony memandangi putrinya kembali dengan mata yang berkaca-kaca. "Acha . . . waktu Mama mu meninggalkan kita berdua dan saat itu kau menangis tiada henti sampai kau demam tinggi, Papa merasa panik pada saat itu dan Untungnya saja ada simbok yang selalu membantu Papa merawat dan menemanimu. Papa tidak ingin kau sakit lagi seperti dahulu apabila Thomas suatu hari meninggalkan dan mengecewakanmu."


meski Natasha tak mengingat kejadian itu dengan pasti, tapi ia tak ingin kejadian yang sama akan terulang kembali. "Papa tak usah mengkhawatirkanku, Acha bukanlah anak kecil lagi seperti yang papa lihat aku sudah dewasa dan aku bisa menghadapi masalahku sendiri, jadi Papa tenanglah dan ceritakan yang menjadi beban pikiran Papa."


Anthony kembali memeluk putrinya serta membelai rambutnya."Putri kecilku sudah dewasa rupanya, baiklah sayang kini Papa akan bicara terus terang padamu."


Natasha tersenyum senang melihat Papanya tersenyum kembali, hati Natasha seperti teriris pisau yang tajam sangat perih bila melihat Papanya bersedih seperti tadi.


sambil memegang kedua tangan putrinya ia bercerita. "Acha . . . dua hari yang lalu Thomas berkunjung kekantor Papa, tak seperti biasanya dia datang dengan bersikap sopan dan membawa bingkisan untukku, dan Papa bilang padanya kalau Papa merestui hubungannya denganmu. dan tampaknya Thomas terlihat senang mendengarnya."


Natasha terdengar antusias mendengar cerita Papanya. "Benarkah itu Pa?."


Anthony menganggukkan kepalanya. "Benar sayang, namun Papa bilang padanya juga kalau kalian tidak harus menikah terburu-buru, Papa ingin kalian bertunangan lebih dahulu agar kalian dapat mengenal satu sama lain dan tahu akan sifat kalian masing-masing sehingga tidak ada yang akan disesali ketika menjalankan hubungan yang lebih serius."


Anthony memegang dagunya dan berkata. "Tapi tidak menurut pendapat Thomas sayang, tampaknya dia ingin segera menikah denganmu, dari situlah Papa khawatir kalau Thomas akan membuatmu terluka."


"Oleh sebab itukah dia berani bicara pada Papa dengan nada tinggi."


"Papa memakluminya sayang, yang namanya pria pasti ingin cepat segera menikah dengan wanita idamannya. " Anthony kembali mengenang dirinya dahulu yang mengambil keputusannya tergesa-gesa menikah dengan Mira mamanya Natasha tanpa tahu kalau sifatnya sangat tamak akan harta.


"Tapi tetap saja Thomas tidak boleh bersikap seperti itu kepada pria yang menjadi pujaanku selama ini m" ujar Natasha sambil menunjuk kearah Anthony.


Anthony tersenyum mendengar perkataannya ia tidak menyangka kalau putrinya sangat memujanya selama ini, ia juga bahagia melihat Natasha bisa tersenyum setiap harinya.


"Terimakasih kasih sayang, jadi seperti apa pendapatmu sekarang setelah Papa menceritakan semua yang menjadi beban Papamu ini?." tanya Anthony


"Tenang saja, Papa cukup duduk dan bersantai saja. dan tentang Thomas biar aku yang akan bicara padanya."


"Natasha . . . putri kecilku . . . "

__ADS_1


Anthony yang merasa sedang tidak sehat merasa kembali bertenaga ketika melihat putrinya sangat antusias seperti itu, Anthony merasa seolah beban dipundaknya menghilang setelah mengetahui Natasha masih menghargai dan mendengar pendapatnya tentang hubungannya dengan pria yang disukainya.


**************


Natasha kembali kekamarnya meninggalkan Papanya seorang diri dibalkon, dia sibuk mencari ponselnya yang berada entah dimana. Natasha memang dikenal teledor jika menyangkut soal barang-barang seperti ponselnya dia bahkan tidak mengingat kapan terakhir kali dia memegangnya.


"mbok . . . simbok . . .?" teriaknya


simbok terlihat yang masih sibuk akan pekerjaan mendengar teriakkan Natasha. "Iya non . . . tunggu sebentar simbok akan kesana."


"Cepat kemari mbok?." pintanya sambil teriak


simbok yang khawatir dengan Nonanya langsung meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Natasha. "Non Acha kenapa berteriak seperti itu?."


Natasha menyengir karena simbok datang dengan cepat setelah mendengarnya berteriak. "hehehe apakah mbok melihat ponselku?."


simbok langsung menepuk dahinya setelah tahu tidak ada apapun yang terjadi kepadanya. "waduuhhh Non ini kebiasaan, selalu membuat simbok khawatir." simbok seketika itu juga menebak keberadaan ponselnya. "bukankah tadi Non hendak pergi dan biasanya Non meletakkan ponsel Non di tas kecil yang biasa dibawa Non."


Natasha langsung mengambil tas yang dia gantung bersama sweaternya dan langsung mengecek apakah ponselnya ada didalam tas seperti yang dikatakan simbok, dan setelah ia menemukan ponselnya seketika itu juga ia melayangkan senyuman kecil kepada simbok.


Simbok yang memang mengetahui sipat majikannya, hanya tersenyum melihat tingkah laku Natasha.


kemudian Natasha menatap layar ponselnya dan mencari nomor Thomas dan menghubunginya untuk bertemu dengannya besok siang.


"hallo . . . Thomas?"


"Iya hallo ini siapa ya?, tuan Thomas sedang tidak ditempat dan dia sepertinya lupa membawa ponselnya?" tanyanya


"Ini Natasha, dan ini siapa?" tanya Natasha


"maaf Non Natasha, ini saya Kevin bawahannya tuan Thomas apakah ada pesan yang harus saya sampaikan padanya."


"Tak perlu, terimakasih Kevin." sahut Natasha dan mematikan ponselnya.


Apa yang sedang Thomas lakukan diluar sana sampai dia lupa membawa ponselnya pikir Natasha, apakah dia kembali melakukan kebiasaan lamanya yaitu menebar pesona kepada wanita-wanita yang dijumpainya,.

__ADS_1


Natasha sangat kesal jika memikirkan Thomas bersama wanita lain dan mengabaikannya. Sejak kejadian dikafetaria bersama James Cameron Thomas tidak pernah sekalipun menghubunginya apakah dia marah padaku ucap Natasha didalam hati.


__ADS_2