Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Sammy Ku Yang terbaik


__ADS_3

Bernard yang pergi lebih dulu setengah jam dari Thomas dan Jonathan sebelum mereka keluar dari kamarnya, segera mengganti lukisan yang dicurigai Thomas.


Lukisan tersebut ialah berupa lukisan bunga dan burung yang berasal dari dinasti Qing. Bernard beserta James bekerja sama untuk menipunya dengan menjual lukisan tersebut melalui seorang pialang, dan tentu saja Bernard mempekerjakan ahli hipnotis untuk menjadi pialangnya, agar Thomas terhipnotis dan tertipu agar mau membeli lukisan tersebut. walau hanya melihat dari potretnya.


James memuji kepandaiannya karena berhasil membuat Thomas tertipu. "Tuan memang pandai sekali."


dengan menaikkan kedua alisnya ia tersenyum dan berkata pada James. " Itu belum seberapa James, masih banyak lagi kemampuan yang akan kutunjukkan padamu nanti."


James tersenyum saat membayangkan diri Thomas yang sedang kebingungan. "Pasti Thomas kali ini akan kebingungan."


"Itulah yang ku inginkan."


"Tapi kemana kita akan menyimpan lukisan yang asli ini tuan? " tanya James.


Bernard memandang sinis James setelah mendengar pertanyaan darinya. "Kau tidak perlu tahu soal itu, karena tugasmu hanyalah menjalankan perintah yang aku suruh saja."


Sebenarnya Bernard bukannya tidak ingin memberi tahu James sial kemana ia akan menyimpan lukisannya hanya saja ia tidak percaya sepenuhnya pada James, apalagi saat Bernard mengetahui kalau James berbohong soal Natasha kepadanya.


Bernard merencanakan hal luar biasa untuk James agar dirinya menyesal telah berani berbohong padanya, Bernard ingin melimpahkan semua tindakan yang dilakukannya terhadap Thomas kepada James, agar Bernard tetap aman dan baik dimata Thomas dan ia dapat membalaskan dendamnya dengan mudah pada Thomas.


James Cameron merasa tersinggung dengan ucapan Bernard, ia bersumpah dalam hatinya paling dalam kalau suatu saat ia akan menjatuhkan Bernard keposisi paling bawah agar dia merasakan apa yang dirasakannya.


***************


Natasha merasa marah dan khawatir pada Thomas chadwik karena Sampai dua hari ia tidak mendapatkan kabar dari Thomas sejak terakhir kali dia menghubunginya. Natasha sangat-sangat ingin meluapkan emosi yang dirasakannya sekarang pada siapapun yang berani mengganggunya saat ini juga, tak terkecuali Samuel Stone yang merupakan sahabat karibnya.


Samuel stone merasa sangat bosan dengan aktivitasnya yang seperti itu-itu saja, ia mempunyai ide untuk menghilangkan rasa bosan dengan menghubungi Natasha, namun bukannya rasa bosan yang hilang Samuel Stone justru merasa sebal dengannya karena menjadi sasaran emosi Natasha.


Natasha mendengar suara deringan ponselnya, ia berharap kalau Thomas yang menghubunginya saat ini. namun ia kecewa saat melihat layar ponselnya ternyata nama Samuel Stone yang muncul. "Sam, kenapa kau menghubungiku saat ini?"


Sam melihat layar ponselnya kembali setelah mendengar pertanyaan yang menyinggung hatinya. "ada apa denganmu Cha, bukankah aku terbiasa menghubungimu kapan saja jika aku merindukanmu!."


Acha merasa perkataan sangat keterlaluan pa Sam. "maafkan Aku Sam, tadi aku hanya sedang kesal. karena hari ini moodku sedang jelek sekali."


"Ada apa denganmu sayang?." tanya Sam khawatir dengannya.


"Tidak apa-apa Sam, aku hanya lagi ingin sendiri."


"Apa kau baik-baik saja Cha, apa aku perlu kesana untuk menemanimu?."


"Terimakasih Sam, tapi itu tidak perlu."


"Kau makin membuatku khawatir sayang, jika kau menjawab seperti ini terus maka aku akan kesana dalam waktu sekejap." ucap Sam yang semakin mengkhawatirkan Natasha.


"Sam . . . Sam . . . Sam . . . apa kau tak mengerti ucapanku tadi, aku bilang aku ingin sendiri." ujar Natasha dengan nada tinggi dan sedikit membentaknya

__ADS_1


"Acha, kau ini kenapa?." tanya Sam heran


"Tak biasanya kau berbicara padaku dengan nada tinggi dan membentakku seperti ini!."


"Apa bagimu aku tak berharga lagi?, sampai teganya hatimu Cha " Kata Sam yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Natasha terdiam mendengar Sam berbicara yang terakhir kali di telepon, ia merasa bersalah dan menyesal pada Sam karena menjadikan Sam luapan emosinya yang seharusnya ia luapkan pada Thomas.


Natasha yang merasa tidak enak kepada Sam memutuskan pergi keluar untuk menenangkan hatinya, sambil menghubungi Sam kembali agar mau bertemu dengannya dan meminta maaf padanya secara langsung.


Samuel Stone yang mempunyai perasaan cinta yang terpendam kepada Natasha langsung menerima permintaan maaf Natasha dan langsung menerima ajakannya untuk menemuinya dikafetaria tempat biasa mereka kumpul, Sam sangat senang karena Natasha masih mempunyai perhatian untuknya.


Samuel tiba dikafetaria lebih lambat dari Natasha, ia melihat wanita yang dicintainya sedang termenung sendiri sambil menunggu dirinya datang, ia merasa ada yang berbeda pada diri Natasha tanpa membuang waktu Sam segera menghampirinya. "Natasha"


Sam langsung terpesona melihat penampilan barunya Natasha. "lihatlah bidadariku ini telah merubah penampilannya Tanpa sepengetahuanku."


Natasha langsung terperanjat kaget mendengar suara Sam yang menggelegar ditelinga nya. "Oh Sam kau mengagetkanku saja."


"Apa kau sedang memikirkan diriku Cha? "


tanya Sam menggoda Natasha.


Natasha tersenyum meringis mendengar pertanyaannya. "Tentu saja Sam, aku selalu memikirkanmu l."


"Tunggu . . . tunggu . . . " kata Sam sambil menyipitkan mata padanya.


Natasha berekspresi murung dengan mengerucutkan bibirnya agar Sam tersentuh hatinya. "Dan sekarang kau yang menyakiti hatiku, dengan tidak percaya ucapan ku Sammy."


Andai saja Sam tak bisa mengontrol sikapnya pasti saat ini ia sudah mencium Natasha dengan ekspresi yang membuat hatinya terenyuh. "Sudahlah Natasha jangan kau meledekku dengan mengerucutkan bibirmu seperti itu "


Natasha langsung menutup bibirnya dengan tangan setelah mendengar perkataan darinya. "Baiklah Sam, aku minta maaf padamu Sammyku."


"Minta maaf untuk apa sayang?."


"Tentu saja atas sikap kasarku tadi ditelepon."


" Kau tidak perlu meminta maaf seperti itu Cha, karena bagiku kau tidak pernah salah apapun padaku " ucap Sam sambil menatap mata Natasha, didalam matanya tampak kesedihan yang tidak pernah dilihat Sam selama ini.


" Tapi aku merasa bersalah padamu Sammy " sahut Natasha.


" Mmmmmmmm jika kau merasa bersalah tidak perlu kau meminta maaf padaku Cha? " ujar Sam.


" Lantas aku harus bagaimana Sam, karena aku merasa tidak enak padamu " kata Natasha.


" Bagaimana jika kau berikan aku sebuah pelukan hangat, dan aku sudah lama sekali tak merasakan pelukan hangat darimu " ucap Sam.

__ADS_1


" ohhh Sammy ku terimakasih, dan kau memang yang terbaik " kata Natasha sambil memeluk nya.


" Kau juga yang terbaik bagiku Cha, dan ku mencintaimu selalu " ucap Sam pelan agar Natasha tak mendengarnya.


Akhirnya kedua sahabat itu kembali akrab seperti biasanya, mereka Tampak melepaskan rasa kangen nya karena sudah dua mingguan tak berjumpa.


Sam bahagia melihat Natasha kembali tersenyum seperti biasanya.


" Sam " panggil Natasha


" Iya sayang, bicaralah " ucap Sam.


" Apakah menurutmu penampilan baruku ini tampak jelek? " tanya Natasha.


Sam memandangi Natasha cukup lama membuat Natasha berpikir apakah keputusan nya merubah tampilan nya ini salah sehingga Thomas sengaja tak menghubunginya karena kecewa dengan penampilannya yang sekarang.


" mmmmmmm Natasha boleh aku bertanya sesuatu padamu? " kata Sam membuat hati Natasha deg-degan .


" Tentu saja Sam, apa yang mau kau tanyakan? " ucap Natasha.


" Kenapa kau merubah penampilan mu menjadi seperti sekarang? " tanya Sam.


" Aku hanya ingin merubahnya saja Sammy " sahut Natasha berbohong.


" Acha . . . kau coba tatap mataku ini " kata Sam serius.


Acha tidak berani menatap mata Samuel karena dia takut kalau dirinya berbohong.


Samuel Langsung memegang dagu Natasha agar dirinya mau menatap matanya.


" Baiklah Sammy, maafkan aku yang berbohong padamu " ucap Natasha.


" Sudah kukatakan kau tidak perlu meminta maaf sayang, ceritakanlah pada Sammy mu ini " ujar Sam lembut.


" Sebenarnya aku merubah penampilan ku agar aku bisa mengubah diriku menjadi lebih dewasa dengan penampilan baru ini " ucap Natasha.


" Dan apakah sikapmu menjadi dewasa setelah merubahnya? " tanya Sam


Natasha terdiam mendengar perkataan Sam yang ada benarnya, dia juga merasa sikapnya tidak berubah seperti penampilan barunya.


" Sudahlah sayang, jangan kau hiraukan perkataan ku barusan, karena bagiku kau tampak sempurna dengan apapun penampilan mu dan aku juga menyukai sikap kasarmu padaku " kata Sam tersenyum.


" Terimakasih Sammy " ucap Natasha.


Natasha merasa senang karena Samuel hatinya menjadi gembira lagi, dan tidak memikirkan tentang pria yang membuat hatinya berubah-ubah setiap saat.

__ADS_1


Sammy Ku adalah pria terbaik bagi Natasha walaupun dia hanya menganggapnya sebagai sahabat.


__ADS_2