Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Papa, dimana kau? . . .


__ADS_3

Suara dering ponsel terus berbunyi dari tadi namun sepertinya Natasha tidak mendengar bunyi deringan itu karena dia tengah sibuk menyusun undangan untuk para tamu di acara pernikahannya nanti.


Thomas yang mengejar mobil Papa Nya Natasha tidak tahu harus mencari dimana Anthony addrew berada. Thomas terus mengelilingi kota dengan mobilnya, dari kecepatan tinggi Hingga kecepatan rendah namun Thomas tak kunjung juga bisa menemukan Anthony.


dan Thomas pun tak punya pilihan selain datang langsung kerumahnya Natasha.


Natasha yang mendengar suara mobil segera berlari keluar untuk melihat siapa yang datang. dan Natasha melihat Thomas keluar dari mobilnya, seketika Natasha berlari untuk menyambut kedatangan calon suaminya itu.


" Thomas . . . tumben sekali kau kesini tak memberi kabar terlebih dahulu padaku " ucap Natasha sambil tersenyum.


Thomas yang sedang panik tidak mendengar ucapan Natasha, justru pandangan Thomas malah langsung kedalam rumah untuk mencari keberadaan Anthony, Papa nya Natasha.


" Sayang . . . apa Papa mu ada? " tanya Thomas gelisah.


" Papa . . . dia masih belum pulang kerumah, ada hal apa kau mencari Papa? " tanya Natasha kembali.


" Tidak ada apa-apa sayang, aku hanya ingin membahas soal pernikahan kita dengan Papa mu " sahut Thomas.


" Membahas tentang apalagi Thomas, bukankah semua urusan tentang pernikahan sudah beres semua dan kita hanya menunggu harinya saja " kata Natasha merasa curiga terhadap sikap Thomas.


" Benarkah itu sayang, mengapa aku jadi pelupa seperti ini " ucap Thomas berbohong.


Thomas pun merangkul pundak Natasha dan masuk kedalam rumahnya, dia melihat sekeliling rumah dan benar saja Anthony belum pulang kerumahnya.


Hati Thomas makin gelisah karena dirinya sampai saat ini belum juga menemukan keberadaan Anthony.


Suara dering ponsel terdengar kembali namun kali ini hanya Thomas yang mendengar nya, Thomas mencari asal suara ponsel itu dan dia pun melihat ponsel itu ada dibalik bantal sofa.


Thomas melihat layar ponsel dan dan nomor tak dikenal pun muncul dilayar ponsel, sontak Thomas mengangkat telepon dari nomor yang tak dikenal itu.


" Hallo apakah ini dengan Nona Natasha " sapa orang ditelepon.


" Hallo juga, iya ini benar nomor ponsel Natasha dan ini siapa ya " sahut Thomas.


" Ini dari pihak kepolisian ingin memberitahu jika mobil tuan Anthony mengalami kecelakaan, bisakah anda datang kesini? " tanyanya.


" Apa kecelakaan . . . bisa anda beritahu dimana tempat nya pak? " tanya Thomas panik.


pihak polisi pun memberitahukan tempat kecelakaan Anthony terjadi, saat ini Thomas tidak tau harus berbuat apa dia bingung mesti memberitahu berita tentang kecelakaan Anthony kepada Natasha.


Natasha yang habis membuat minuman untuk Thomas melihat wajah calon suaminya itu begitu panik, Natasha langsung menanyakan mengapa dia sampai seperti itu.

__ADS_1


" Thomas kau kenapa? " tanya Thomas.


" Tidak apa-apa sayang " jawab Thomas.


" Wajah mu tidak dapat membohongi ku Thomas, dan tadi kau menerima telepon dari siapa? " tanya Natasha tegas.


" Sayang kuharap kau tenang mendengar berita ini " ucap Thomas.


" Ada apa Thomas, mengapa baku harus tenang? " tanya Natasha cemas.


" Sayang yang menelepon tadi dari pihak kepolisian, memberitahukan jika mobil Papa mu mengalami kecelakaan dan sekarang sedang diurus oleh pihak polisi dan kita harus kesana sekarang " cerita Thomas.


Natasha terkejut mendengar cerita Thomas


dan tubuhnya langsung lemas seketika Thomas langsung memeluknya dan memapahnya untuk duduk di sofa.


" Sayang kau tidak apa-apa? " tanya Thomas yang cemas melihat keadaan Natasha.


" Aku tidak apa-apa Thomas, mari kita kesana sekarang " ucap Natasha.


"mbookkk simbok . . . " Thomas memanggil simbok untuk memberitahu nya.


" Iya Non . . . Non Acha kenapa tuan? " tanya simbok


Simbok yang sangat menyayangi Nona itu langsung memeluknya untuk menenangkan hatinya.


" Non Acha jika tidak apa-apa, mengapa menangis seperti ini? " tanya simbok sambil mengusap air matanya.


" Papa mbookkk . . . " ucap Natasha tertahan.


" Memang nya kenapa dengan tuan? "


" Papa kecelakaan mbookkk " ucap Natasha tangis nya pecah seketika.


" Apa Non . . . tuan kecelakaan . . . dimana Non, dan bagaimana bisa? " tanya simbok.


" Aku juga tidak tahu pastinya mbok, sekarang aku dan Thomas akan kesana untuk memastikannya " ucap Natasha.


" simbok ikut ya Non " sahut simbok.


Mereka bertiga masuk kemobil Thomas untuk pergi tempat kecelakaan Anthony, didalam hati Thomas sangat risau sebab tuan Anthony pasti kecelakaan karena terburu-buru mengendarai mobilnya sambil memikirkan apa yang dilakukan Thomas bersama Malika.

__ADS_1


Thomas merasa bersalah sekali jika terjadi sesuatu terhadap diri Anthony, Natasha pasti akan sangat membencinya jika dia tahu penyebab kecelakaan Papa nya karena ulah Thomas yang membuat nya kecewa.


Setibanya ditempat kejadian mereka bertiga turun dari mobil dengan tergesa-gesa.


" Selamat sore pak, saya Thomas Chadwik dan ini Natasha addrew orang yang tadi bapak telepon, bagaimana keadaan tuan Anthony? " kata Thomas.


" Selamat sore juga bapak, ibu, Mobil tuan Anthony kami temukan dipinggir jurang kota ini, namun sampai saat ini tuan Anthony masih belum juga kami temukan keberadaan Nya " ucap pak polisi itu.


Natasha yang mendengar ucapan pak polisi langsung terkulai lemas jatuh kelantai, dia tidak dapat membayangkan jika terjadi sesuatu pada Papa nya.


" Pa . . .pa . . . ada apa denganmu Pa . . . , dan dimana Papa sekarang . . . " kata Natasha dan kemudian jatuh pingsan.


" Non Acha . . . . " panggil simbok yang cemas melihat Nona nya tidak sadarkan diri.


" Natasha . . . . sayang . . . bangunlah . . . " ucap Thomas yang juga ikut cemas melihat keadaan kekasihnya.


Thomas langsung membopong Natasha menuju ruang perawatan, Thomas yang merasa bersalah karena dirinya lah Papa nya Natasha mengalami kecelakaan.


" Sayang bangun lah . . . kumohon . . . " ujar Thomas sambil menciumi tangan Natasha.


Thomas tidak harus berbuat apalagi supaya Natasha sadar, dia melihat simbok mengambil minyak angin didalam tas yang dia bawa dan mengusapkannya dibawah hidung Natasha, dan untungnya Natasha segera sadarkan diri setelah menghirup aroma minyak angin yang simbok berikan.


" Non Acha sudah siuman? " tanya simbok.


" Sayang kau baik-baik saja? " tanya Thomas yang senang melihat Natasha sudah siuman.


" Aku dimana Thomas, dan dimana Papa? " tanya Natasha.


Thomas dan simbok terdiam tidak dapat memberikan jawaban untuknya, Natasha yang melihat ekspresi dari Thomas dan simbok tidak dapat berbuat apa-apa selain menangis.


Air matanya berurai dengan derasnya sehingga menyebabkan matanya merah dan sembab, dia tidak tahu harus kemana mencari Papa Nya.


" Natasha mari kita pulang " ajak Thomas yang melihat keadaan Natasha yang makin kacau.


" Aku tidak mau Thomas, aku ingin menunggu kabar Papa " ucap Natasha yang menolak ajakan Thomas.


" Sayang . . . biarlah pihak kepolisian yang mengurusi semua ini, kita hanya perlu menunggu kabar saja dari rumah " kata Thomas membujuk kekasihnya.


" Tapi Thomas Papa . . . " ucap Natasha.


" Benar apa yang dikatakan tuan Thomas Non, mari kita menunggu kabar tuan Anthony dari rumah. supaya Non bisa beristirahat juga " kata simbok yang juga ikut membujuk Natasha.

__ADS_1


Akhirnya dengan bujukan dari simbok dan Thomas Natasha pulang kerumahnya, dengan perasaan yang campur aduk antara sedih dan kecewa karena Papa nya tidak ditemukan.


__ADS_2