
Setelah Natasha pulang dari villa tempat ibunya Thomas,mereka berencana hendak pergi ke Mall akan tetapi Natasha yang berjalan lebih dahulu dari Thomas tidak sengaja berpapasan dengan Mira ibunya, Namun sepertinya Mira telah benar-benar melupakan putrinya sehingga saat mereka berpapasan pun ibunya itu sama sekali tidak mengenalinya.
Natasha yang merasakan kalau dirinya itu adalah ibunya segera mengejarnya untuk mengetahui kalau yang dia lihat itu tidak salah namun sayangnya wanita tadi itu telah terlanjur pergi jauh dan Natasha pun kehilangan arah untuk mengikutinya kembali.
" Ada apa Natasha? " tanya Thomas yang heran melihat kekasihnya berlari.
" Seperti nya tadi aku melihat seseorang seperti ibuku " ucap Natasha.
" Bukankah kau bilang, bahwa ibumu sudah lama meninggalkanmu " kata Thomas.
" Mungkin aku hanya salah lihat, Mari kita pulang saja langsung ke rumahku " ujar Natasha.
" Apa kau yakin tidak jadi pergi ke Mall sayang? " tanya Thomas.
" Tidak Thomas, tiba-tiba aku merasa tidak enak badan " jawabnya.
" apa kau sakit sayang? " tanya Thomas kembali sambil memeriksa suhu tubuhnya dengan menempelkan tangannya kekening Natasha.
" Mungkin aku hanya lelah Thomas " jawab Natasha singkat.
" Baiklah kita akan pulang saja sekarang, kebetulan aku juga ada kerjaan yang mesti ku selesaikan " ucap Thomas.
Setelah mereka sampai didepan gerbang Thomas izin pamit pada Natasha untuk pergi dan tak bisa mengantar nya kedalam.
" Terimakasih Thomas " Ucap Natasha lesu.
" Apa kau yakin kita tak perlu kedokter? " tanya Thomas merasa khawatir dengan keadaannya.
" Tidak perlu, aku hanya ingin istirahat sejenak " ucap Natasha.
" Kalau begitu aku pergi dulu, jika kau merasa harus kedokter segera telpon aku " sahut Thomas dan kemudian langsung pergi.
Natasha berjalan masuk sambil melamunkan apa yang dilihatnya tadi.
Tidak mungkin aku salah lihat, itu memang Mama walaupun aku sudah lama tidak bertemu dengannya tapi aku masih mengingat jelas wajahnya saat dia meninggalkanku waktu kecil dahulu pikir Natasha didalam hatinya.
Simbok yang melihat Natasha pulang sembari termenung cemas kalau-kalau nona itu bertengkar lagi dengan tunangannya.
" Non Acha? " panggil simbok mengagetkan Natasha yang sedang melamun.
Namun tampaknya Natasha tidak mendengar panggilan nya nona nya itu malah terus berjalan dan menabrak tembok yang berada didepannya.
__ADS_1
" Aduuhhh sakiiitttt " ucapnya berteriak.
" Si non ini kenapa, simbok panggil diam saja, bukankah non habis pergi dengan tuan Thomas? " kata simbok sambil menggelengkan kepalanya.
" iya mbok, aku baru saja pulang " sahutnya singkat.
" Lantas kenapa non berjalan sambil melamun, apakah non habis bertengkar lagi dengannya? " tanya simbok penasaran.
" Tentu tidak mbok, Kami baik-baik saja bahkan tadi ibunya Thomas menerima ku dengan senang hati " sahut Natasha.
" Lalu non melamunkan apa? " tanya simbok kembali.
" Apakah simbok masih menyimpan foto-foto mama? " tanya Natasha.
" Ada non simbok simpan digudang bersama barang-barang lainnya " sahut simbok.
" bisa simbok ambil kan semua foto mama? " ucap Natasha memohon.
" Memangnya kenapa non, tumben sekali non ingin melihat foto nyonya? " tanya simbok heran, sebab selama ini Natasha tidak peduli
pada foto-foto lama apalagi foto Mamanya.
" Aku hanya ingin memastikan sesuatu mbok " ucap Natasha.
Satu jam kemudian simbok membawa satu buah kardus berisi barang-barang bekas nyonya nya dahulu, kemudian dia memberikan semuanya kepada Natasha.
" Ini non barang yang non minta " ucap simbok sambil meletakkan kardus dekat Natasha.
" Sebanyak ini mbok? " tanya Natasha.
" Tentu saja non, Mama non kan dulu seorang model jadi wajar saja jika koleksi foto nya sebanyak ini " jawab simbok.
Natasha melihat-lihat foto lama Mamanya dan tidak salah lagi kalau yang dilihatnya tadi itu adalah Mama nya , namun kenapa mama tidak mengenaliku sebagai putrinya tanya Natasha didalam hatinya.
" Non kenapa sih? " tanya simbok.
" Wanita yang ada difoto ini mbok " jawab nya terpotong.
" Iya non, itu adalah Mama nya non Acha " ucap simbok.
" Iya mbok aku tahu, tapi tadi aku baru saja melihat wajah wanita ini saat aku akan pergi ke Mall " cerita Natasha.
__ADS_1
Simbok pun terkejut mendengar cerita Natasha, Berarti nyonya nya selama ini masih tinggal dikota ini, namun mengapa dia sama sekali tidak pernah mengunjungi putrinya sendiri, bahkan untuk sekedar melihat wajah putrinya saja tidak pernah ucap simbok didalam hati.
" Mungkin non salah lihat " ucap simbok mencoba mencari alasan agar nona itu tidak pernah mencari tahu tentang Mama nya.
" Tidak mungkin mbok, wajah ini persis wanita yang kulihat tadi " kata Natasha kokoh akan perkataan nya.
" Itu tidak mungkin non, sebab yang sepengetahuan simbok nyonya Mira tinggal diluar negeri setelah pergi dari rumah ini, mungkin wanita itu memang mirip Mama nya non, tapi Didunia ini pasti banyak orang yang mirip dengan nyonya Mira " ucap simbok yang juga kokoh akan ucapannya.
" Mungkin aku salah mbok, karena aku sudah lama sekali tidak melihatnya " sahut Natasha pelan dan sebenarnya didalam hatinya Natasha sangat ingin bertemu dengan Mama nya.
" Yang tabah ya non, kan ada simbok yang selalu menemani non selama ini " ucap simbok langsung memeluknya.
" Iya mbok, terimakasih berkat simbok aku tidak terlalu merasa kehilangan seorang ibu " sahut Natasha dengan nada sedih.
************
Setelah Thomas mengantar Natasha pulang dia berniat kerumah ayahnya untuk memberi tahukan jika dirinya akan mempersunting wanita pilihannya sendiri, dia bermaksud melarang agar ayahnya tidak berusaha mencampuri atau merusak rencana pernikahannya seperti saat dia mengacaukan pesta pertunangannya.
" Thomas anakku " ucap Aston menyambut putranya datang.
Namun tampaknya Thomas mengacuhkan sambutan ayahnya itu, malah Thomas langsung duduk dan berbicara serius padanya.
" Lihatlah Aston, putra yang sangat kau banggakan itu bahkan mengabaikan sambutan darimu! " kata Anggeline dengan lantang memanasi hatinya agar marah pada anaknya.
" Sudahlah sayang biar kan saja dia " sahut Aston menenangkan Anggeline.
" Kau memang terlalu memanjakannya Aston, sehingga dia bersikap tidak sopan padamu " ucap Anggeline dan dia langsung pergi karena tidak senang dengan kehadiran putra dari suaminya itu.
" Apa ada masalah serius nak, sehingga kau datang mengunjungi ayahmu ini? "ucap Aston.
" Langsung kukatakan saja, ayah aku kemari untuk memberitahu mu jika aku akan menikah dengan wanita pilihan ku sendiri seminggu lagi " ucap Thomas singkat.
" Apa maksudmu Thomas?, bukankah ayah sudah melarang mu untuk tidak mempunyai hubungan dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya itu " ucap Aston marah.
" Maafkan aku ayah karena menentang mu, tapi aku mohon padamu untuk tidak mengacaukan pernikahan ku, aku mohon padamu untuk terakhir kalinya sebagai anakmu " kata Thomas memohon kepada ayahnya dengan rendah hati.
" Jangan harap aku akan merestui pernikahan kalian " ujar Aston yang tambah marah dengan perkataan anaknya.
" Maaf kan aku ayah, tapi aku kesini bukan untuk meminta restu mu melainkan agar engkau tidak menggangu pernikahan ku dengan wanita yang kucintai " sahut Thomas melawan ayahnya dan kemudian langsung pergi begitu saja.
" Dasar . . . kau memang anak durhaka dan kurang ajar " ucap Aston berteriak kepada Thomas yang sudah pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
Anggeline yang menguping pembicara mereka merasa senang karena hubungan antara ayah dan anak itu akan hancur tanpa dia sendiri yang harus turun tangan. dia puas bisa memiliki Aston serta kekayaan nya untuk dirinya sendiri.