
Thomas yang asyik berbincang dengan Jonathan lupa kalau ada Natasha yang duduk dibelakang, dirinya lupa untuk mengajak kekasih itu berbicara dengan nya.
Thomas membalikkan kaca didepan nya mengarah kebelakang agar dia dapat melihat wajah kekasihnya itu, dan dia melihat raut wajah Natasha sedang cemberut karena tak ikut diajak berbicara.
" Sayang kita sudah tiba di restoran " ucap Thomas mencairkan suasana hatinya.
Natasha melihat kearah depan namun dia tidak melihat restoran yang ada didepannya hanya sebuah butik.
" Apa kau sedang mengerjaiku Thomas? tanya Natasha.
" Tidak, aku berkata sejujurnya " jawab Thomas.
" Tapi aku tidak melihat ada restoran didepan sana Thomas " ucap Natasha kesal.
" Ternyata wanita mu ini mudah kesal ya kawan " kata Jonathan bercanda.
Natasha melirikan matanya pada Jonathan yang membuatnya tambah kesal, dan Jonathan pun langsung diam seribu bahasa.
" Sayang mari kita turun dari mobil, restoran yang ku maksud ada dibelakang butik itu " ucap Thomas.
" oohhh " sahut Natasha.
" Bukan oohhh sayang, mari kita turun " kata Thomas sambil membukakan pintu mobil untuknya.
mereka bertiga berjalan menuju restoran yang terletak dibelakang butik itu, namun pandangan Natasha teralihkan saat melintasi butik, dia melihat satu potong gaun yang menurutnya elegan dan modis jika dia memakainya.
Thomas yang memperhatikan arah pandangan kekasihnya itu tampak mengerti apa yang diinginkannya, Thomas pun menyuruh Jonathan untuk pergi ke restoran terlebih dahulu sebab dia akan memanjakan kekasihnya terlebih dulu dengan membelikannya gaun yang dilihatnya.
" Bukankah restoran nya dibelakang butik, lalu kenapa kita malah masuk kedalam butik ini? " tanya Natasha.
" Hmmmmm kita masuk saja dulu sayang, sebab didalam sana ada sesuatu yang harus kubeli " jawab Thomas.
" Tapi kita kesini untuk makan siang Thomas bukannya untuk berbelanja " ucap Natasha.
Thomas mengarahkan telunjuknya ke bibirnya agar Natasha berhenti berbicara, dan menggandengnya masuk kedalam butik.
Thomas memanggil pelayan butik itu dan memintanya mengambil gaun yang dipajang didepan sana dan pelayan itu memberikan nya pada Natasha.
" ini Nona gaun nya seperti pas ditubuhmu yang ramping " ucap pelayan itu.
__ADS_1
" Kau cobalah terlebihh dulu sayang " ucap Thomas.
" Tapi Thomas " kata Natasha terhenti dan Thomas pun menyuruh pelayan itu untuk mengantarnya keruang ganti.
Natasha pun dengan terpaksa mencoba gaun itu dan memang benar seperti dugaan nya kalau gaun ini terasa elegan dan modis ditubuhnya. Thomas memang pandai menebak pikiran nya, dia tahu kalau dirinya menginginkan gaun ini tapi dia tidak menyangka akan mendapatkan dari Thomas ucap Natasha didalam hati.
" Kau sangat cantik sayang " ucap Thomas yang melihat Natasha dengan gaun barunya.
" Benarkah itu? " sahut Natasha pipinya langsung merona merah.
" Benar yang dikatakan tuan itu Nona, dan anda sangat beruntung karena gaun ini hanya satu-satunya yang dibuat oleh desainer terdahulu dibutik ini " kata pelayan itu.
" Apa kau yakin ini satu-satunya, dan tidak ada duplikat Nya? " tanya Natasha melirikan matanya dengan tajam pada pelayan butik.
" Kau jangan melirikan mata mu sayang, kau membuat pelayan itu takut " ucap Thomas meledek Natasha.
Natasha yang merasa Thomas sedang meledeknya, langsung mencubitnya dengan kuat, dan Thomas yang merasa kesakitan hanya bisa meringis menahan cubitan dari kekasihnya.
" itu benar Nona " jawab pelayan itu sambil tersenyum menahan tawanya melihat ekspresi wajah Thomas.
Setelah Thomas selesai berbelanja dengan Natasha, mereka segera menyusul Jonathan yang terlebih dahulu kerestoran.
" Thomas bagaimana kau bisa tahu kalau dibelakang butik ini ada sebuah restoran? " tanya Natasha.
" Restoran ini langganan aku dan Jo semasa kami sekolah dulu, mari masuk sayang " kata Thomas.
Thomas melihat Jonathan yang duduk ditempat favoritnya sedang menikmati makan siangnya.
" Hai kawan, kalian lama sekali aku tak dapat menahan rasa lapar diperutku dan aku pun makan terlebih dulu " kata Natasha.
" Iya Jo, tidak apa-apa " ucap Natasha.
" Kau tidak perlu heran sayang, Jonathan ini memang nomor satu jika menyangkut soal makanan " ucap Thomas menyindir Jonathan yang tidak berhenti makan.
Jonathan langsung menatap Thomas tajam memperingatkan nya agar jangan membuat nya malu didepan wanita.
" Upsss Naff Jo, aku hanya bercanda "kata Thomas.
" Mari sayang duduk, kau mau pesan apa? " tanya Thomas.
__ADS_1
" Pilih menu seperti ku saja Natasha, menu yang sedang ku santap ini adalah menu paling favorit direstoran ini " kata Jonathan sambil menunjukkan makanan Nya.
" Apa saja Thomas, yang menurut mu enak " jawab Natasha mengacuhkan perkataan Jonathan.
Thomas pun memanggil waiters untuk memesan makanan, sementara Natasha melihat Jonathan yang sedang menyantap makanan Nya dengan lahap seperti orang yang tak pernah makan.
" Apakah kau sedang lapar sekali Jo? " tanya Natasha yang tidak berhenti menatap Jonathan yang makan dengan lahap.
" tidak juga, namun jika kau sudah menyantap makanan ini, bisa dijamin kau pun akan tidak berhenti makan seperti ku " jawab Jonathan.
Natasha pun menelan ludahnya melihat Jonathan makan, apakah makanan Nya seenak itu ucap Natasha didalam hatinya.
Waiters pun datang dengan membawa menu yang sama seperti Jonathan, dan Natasha menelan ludah kembali saat melihat menu makanan yang dibawakan waiters tampaknya perkataan Jonathan benar adanya, dilihat saja makanan itu sudah membuat lidah nya bergoyang.
" Mari sayang, seperti yang dikatakan Jo, ini adalah menu paling favorit direstoran ini. kau cobalah " ucap Thomas.
Natasha pun mulai menyantapnya, dan seperti yang dikatakan Jonathan menu ini memang enak sekali dan dia pun tidak ingin berhenti menyantapnya. kalau saja dia sedang tidak menjaga berat badan tubuhnya pasti saat ini dia sudah meminta Thomas memesan satu porsi lagi untuknya.
" Apakah kau ingin tambah porsi lagi sayang " tanya Thomas yang melihat kekasihnya sangat asyik menikmati makanan nya yang hampir habis.
" Tidak perlu Thomas, aku sudah Kenyang " jawab Natasha tapi matanya dengan perkataan nya beda mata Natasha masih terarah pada menu makanan itu.
" Kau tidak perlu malu Nona, Apakah kau takut berat badan mu bertambah? " tanya Jonathan asal ceplos.
Natasha pun melirik kan matanya pada Jonathan yang terus menerus membuat nya malu.
" Apakah benar yang dikatakan Jo, sayang? " tanya Thomas.
" Tidak Thomas, kau tidak perlu mendengarkan perkataan Jo " ucap Natasha.
Setelah mereka selesai makan mereka pun pergi dari Restoran dan mengantar Natasha pulang kembali kerumahnya, namun ditengah jalan mereka bertemu Bernard.
Bernard menghampiri Thomas dan menyapanya, sebenarnya didalam hati Bernard ingin menyapa Natasha kekasih Thomas namun dia tidak ingin membuat keributan ditengah jalan.
" Hai adikku " sapa Bernard.
" Hai Ben, kau dari mana? " tanya Thomas.
" Aku baru selesai meeting dengan klien ku " jawab Bernard.
__ADS_1
Bernard tak henti-hentinya menatap Natasha membuat Thomas ingin memukulnya, karena merasa cemburu wajah kekasihnya dipandangi terus olehnya.