
Malika yang penasaran seperti apa rupa calon istrinya Thomas mencoba mencari tahu dengan cara mendatangi Kevin kembali dikantor nya Thomas.
dengan tampilannya yang memukau dia bermaksud ingin menggoda bawahan nya Thomas agar di bisa mengorek lebih banyak informasi tentang tunangannya Thomas.
" Hallo Kevin " sapa Malika.
" Hai Nona Lika, anda kembali lagi, tapi sayang sekali tuan Thomas sedang pergi keluar " kata Kevin.
" Keluar lagi?, Mengapa dia senang berada diluar sekarang?, oh ya Kevin apa kau mengenal calon istrinya Thomas? " tanya Malika.
" Maksud anda Nona Natasha?, tentu saja aku mengenanlnya walaupun cuma sekedar tahu wajahnya saja " ucap Kevin.
" Oh ya . . . Lalu menurut mu lebih cantik aku atau dia? " tanya Malika.
" Tentu saja cantik Anda Nona Lika " jawab Kevin spontan.
" Benarkah itu? " tanya Malika kembali.
" Itu benar Nona, namun sayangnya anda tidak memiliki senyum manis seperti Nona Natasha " ucap Kevin.
" Apa maksud ucapanmu itu Kevin? " tanya Malika dengan nada tinggi.
" Tidak apa-apa Nona " kata Kevin tidak mau ribut dengan wanita yang dihadapannya.
Malika pun pergi karena kesal mendengar ucapan Kevin, lagi-lagi kali ini dia gagal menemui Thomas.
Tampaknya Thomas berusaha menghindari dirinya, namun Malika tak menyerah begitu saja.
Dia mempunyai rencana dengan menunggu Thomas datang dengan duduk didalam mobilnya saja, sehingga jika Thomas datang dia akan langsung segera mengetahuinya.
Seperti rencananya Thomas datang tak lama setelah dia duduk dimobil, Malika yang melihat Thomas langsung turun dari mobil dan menghampiri dan memeluknya dari belakang dengan erat.
" Thomas . . . " panggil Malika dengan lembut.
Thomas yang kaget Langsung berbalik siapa yang berani bersikap seperti ini kepada nya diluar kantor Nya.
" Malika . . . " ucap Thomas.
" Kau masih mengenalku Thomas " sahut wanita itu dan kembali memeluknya.
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan Malika? " tanya Thomas dan melepaskan dirinya dari pelukan wanita itu.
" Kenapa Thomas?, Bukankah kau dulu senang jika aku memelukmu seperti ini? " tanya Malika kembali.
" Itu dulu Malika, sekarang aku sudah mempunyai wanita yang akan menjadi istri ku " kata Thomas.
" Lantas kenapa . . . Bukankah kau masih menyukai ku? " tanya Malika.
Thomas terdiam tak bisa menampik perasaannya yang masih ada untuk Malika, namun dia memikirkan Natasha yang nantinya akan menderita jika tahu kalau dirinya masih menyukai wanita ini.
" Mari kita bicarakan hal ini didalam kantor ku saja " kata Thomas.
Malika sangat senang mendengar perkataan Thomas, dan akan sangat mudah menjalankan rencana selanjutnya jika dari awal saja Thomas menyambut nya dengan baik seperti ini.
" Baiklah sayang, terserah apa katamu " ucap Malika sambil mengapit lengan Thomas dan berjalan dengan tersenyum.
Thomas dengan terpaksa tersenyum menyambut Malika, namun dia tak ingin wanita itu berlama-lama disisinya.
Kevin yang melihat tuan Nya kembali dengan Malika merasa kaget karena tak percaya jikalau tuannya bersikap mesra terhadap mantan kekasihnya itu.
" Malika kau duduklah dahulu " ucap Thomas.
Thomas terdiam mendengar Malika menyebutkan kata sayang terhadap nya, dia mengingat masa-masa dahulu saat ia masih menjadi kekasihnya Malika.
Saat itu Thomas sangat manja terhadap Malika bahkan saat Thomas makan pun disuapin olehnya.
" Thomas sayang bagaimana kabar mu? " tanya Malika.
" Kabar ku baik Lika, dan bagaimana kabarmu? " sahut Thomas.
" Aku kurang baik Thomas, karena aku sangat merindukanmu terus menerus sampai aku tidak tahan dan menemui mu " ucap Malika.
" Benarkah itu? " tanya Thomas.
" Tentu benar sayang " jawab Malika yang menghampiri Thomas dan bergelayut padanya.
Thomas tidak tahu apa yang mesti dia lakukan terhadap Malika, disatu sisi dia merasa senang Malika disini bersamanya namun disisi lain dia tidak ingin Natasha merasa sakit hati jika tahu kalau didalam dirinya masih tersirat perasaan untuk Malika.
" Kau tidak boleh bersikap seperti ini Lika " ucap Thomas.
__ADS_1
" Bisakah kau diam sebentar Thomas, karena aku masih mau menghilangkan kerinduan ini karena sudah lama tidak bertemu denganmu " kata Malika.
Ini merupakan kesempatan bagi Malika untuk merayu Thomas kembali, diam-diam Malika menyenderkan tubuhnya pada Thomas dan membelai dada Thomas dan kemudian tangannya membelai wajahnya makin lama Malika makin bersikap berani karena Thomas membiarkan Malika berbuat semaunya.
tidak lama kemudian Malika membenamkan wajahnya di pelukan Thomas dan berusaha untuk mencium Thomas tapi sayang nya Thomas menghentikan niatnya karena merasa ada yang datang diruangan Nya.
" Thomas . . . , Apa yang kau lakukan bersama wanita ini? " tanya Anthony yang datang berkunjung kekantor Thomas.
" Tuan Anthony?, sedang apa kau disini? " tanya Thomas terkejut dengan kedatangan nya yang mendadak.
" Apa kau merasa terganggu dengan kehadiran ku, baiklah jika begitu aku akan pergi. dan perlu kau camkan perkataan ku ini, Thomas hari ini juga kau tidak mempunyai hubungan apapun dengan putriku " kata Anthony dengan nada tinggi dan pergi meninggalkan Thomas dan Malika.
" Tuan Anthony tunggu, aku tidak bermaksud berkata demikian " ucap Thomas yang mengejar Anthony.
Thomas berlari mengejar Anthony untuk menjelaskan semua kejadian yang dilihatnya tadi, namun sayangnya dia tak dapat mengejarnya karena Anthony terlanjur masuk mobil dan pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Thomas merasa risau jika Anthony menceritakan kepada putrinya tentang apa yang dilakukannya bersama Malika, Thomas masuk kembali kekantor Nya segera mengambil kunci mobil dan Jas Nya untuk mengejar Anthony, namun dia halangi oleh Malika.
" Thomas kau mau kemana? " tanya Malika.
" Malika aku harus segera pergi, dan untuk mu nanti aku akan menghubungi mu kembali dan menyelesaikan urusan kita " ucap Thomas dan langsung pergi meninggalkan Malika seorang diri.
Malika tak dapat berkata apa-apa karena dia terlalu senang melihat rencana nya berjalan sukses, dia berjalan sambil berlenggang tangan dengan tas kecil yang dibawanya menuju keluar dari ruangan Thomas dan menghampiri Kevin.
" Anda sudah mau pulang Nona Lika? " tanya Kevin.
" Seperti yang kau lihat Kevin, Tuan mu saja pergi meninggalkan ku begitu saja " ucap Malika.
" Memang nya apa yang terjadi sehingga tuan Thomas pergi dengan tergesa-gesa seperti itu? " tanya Kevin penasaran.
" Kau darimana saja Kevin sehingga melewatkan peristiwa penting tadi " kata Malika.
" Aku tadi sedang ke toilet, Peristiwa seperti apa itu Nona Malika? " tanya Kevin.
" Sini Kevin kau mendekat kah padaku " ucap Malika
Kevin yang lugu pun mendekati Malika namun bukan memberitahunya justru Malika mencium pipi Kevin dan kemudian langsung pergi tanpa omongan sepatah katapun padanya, Kevin yang sama sekali tidak tahu harus berbuat apa hanya terdiam memandangi kepergian Malika dari belakang.
Thomas berusaha mencari Anthony dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, sekarang dia tidak mementingkan keselamatan dirinya dalam berlalu lintas karena Thomas lebih mementingkan acara pernikahannya yang akan hancur jika Anthony bercerita pada putrinya.
__ADS_1