Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Akhir yang bahagia


__ADS_3

setelah Anthony siuman, Thomas bersama Natasha pulang kerumahnya dikota meninggalkan pulau agar Anthony dapat beristirahat dengan nyaman. Natasha merasa bersalah karena meninggalkan James dipulau bersama Jonathan terus mengeluh kepada suaminya karena atas usul Thomas Natasha dengan terpaksa pulang kekota dan meninggal James.


"Thomas mengapa kita tidak mengajak James bersama kita?."


Thomas langsung tersenyum sinis kepadanya. "aku tidak bodoh sayang, mana mungkin aku membiarkan pria ******** itu terus-terusan berada disamping istriku!."


Natasha merasa marah pada Thomas karena terus membahas hubungan Antara dirinya dan James. "Thomas . . . jaga ucapanmu!, menurutku James merupakan pria yang baik. dan jangan sekali-kali kau menyebut dia ******** karena kau juga sama saja dengannya."


Thomas langsung membelalakkan matanya mendengar ucapan Natasha, ia tidak menyangka istrinya begitu sangat membela James sampai menyamakan dirinya dengan James. "Natasha kau sudah keterlaluan, dipulau kau memeluk James didepanku dan sekarang dirumah ini kau masih saja menyebutkan namanya. Aku sudah muak dengan ini Natasha."


Thomas membanting pintu dan keluar dari rumah, meninggalkan Natasha begitu saja. ia sangat murka kepada istrinya karena terus-menerus menyebutkan nama James. Thomas mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan hampir saja menabrak seseorang.


"maafkan aku Nona." namun betapa kagetnya Thomas saat melihat orang yang hampir ditabraknya ternyata Malika, Thomas langsung keluar dari mobil dan menyapanya.


"Malika, apa yang kau lakukan. mengapa kau pergi dari pulau tanpa memberitahuku?.".


Malika merasa gugup menjawab pertanyaan Thomas yang begitu tiba-tiba, ia tidak menyangka akan bertemu Thomas disini karena Malika mengira saat ini Thomas masih berada dipulau.


"Tho . . . Thomas . . . bukankah kau seharusnya masih berada dipulau."


Thomas keluar dari mobil untuk memeriksa keadaan Malika. "apakah kau terluka?."


"aku tidak apa-apa Thomas."


Thomas membuka pintu mobil dan menyuruh Malika masuk kedalam mobil.


"Malika masuklah kedalam mobil, dan aku akan mengantarmu ketempat yang kau tuju."


Malika yang takut Thomas akan bertanya banyak hal padanya, menolak ajakan Thomas dengan sopan. "tidak perlu Thomas, tempat yang aku tuju berada tidak jauh dari tempat ini."


Thomas mengernyitkan keningnya merasa ada hal yang disembunyikan oleh Malika.


"benarkah itu?, apakah ini hanya alasan untuk menghindariku?."

__ADS_1


"tidak Thomas, untuk apa aku menghindarimu. seharusnya aku yang bertanya padamu, mengapa kau ingin sekali mengantarku?."


Thomas menggelengkan kepalanya.


"tidak apa-apa Malika, aku hanya merasa bersalah karena tadi hampir menabrakmu. jika kau tidak mau diantar lebih baik aku pergi dahulu."


"baiklah Thomas sampai jumpa."


Thomas kembali masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan Malika, sambil mengendarai mobilnya Thomas berpikir sikap Malika sangat aneh, karena biasanya Malika tidak pernah menolak ajakannya. Thomas kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi namun ia bingung harus kemana ia pergi.


***********


Malika bernapas lega kata Thomas sudah pergi, dengan begitu ia tidak perlu merasa panik. Malika pergi ketempat Bernard membawa video yang ia ambil waktu bersama Thomas namun didalam pikirannya terlintas hal yang mungkin bisa membuatnya hidup bersama Thomas selamanya. Malika langsung mengurungkan niatnya memberikan video kepada Bernard. ia mengubah rute jalannya untuk kembali kerumahnya dan menyimpan video untuk dimanfaatkan sendiri.


Malika menghampiri Bernard dengan tangan kosong, dan itu membuat Bernard sangat murka dan langsung memaki-maki Malika.


"dasar kau wanita ****** yang tidak berguna, aku sudah menghabiskan banyak biaya agar kau dapat bekerja dipulau itu, namun aku malah tidak mendapatkan hasil sama sekali. lebih baik kau pergi dari hadapanku sekarang juga!."


Malika meneteskan air mata palsunya agar Bernard merasa yakin dengan ucapan yang ia karang sendiri, Malika tidak mengeluarkan sepatah katapun untuk menyahut makian dari Bernard, ia hanya berpura-pura menangis tersedu dan berlari keluar dari tempat Bernard.


**********


Natasha merasa menyesal karena membuat Thomas murka, kini Natasha hanya bisa merenungi kepergian Thomas. ia tidak menyangka jika suaminya murka kepadanya dan pergi meninggalkannya. Natasha menangis tersedu-sedu karena Thomas tak kunjung pulang setelah ia menunggunya hampir tiga jam lamanya.


Thomas yang telah tiga jam mengililingi kota tanpa tujuan memutuskan kembali untuk berbaikan dengan istrinya, ia tidak ingin rumah tangga yang baru dibangunnya bersama Natasha hancur begitu saja cuma karena James.


Thomas yang memutuskan kembali kerumah tak lupa membelikan seikat bunga untuk istrinya, ia ingin Natasha tersenyum cerah seperti bunga yang ada ditangannya.


Natasha yang menangis tersedu-sedu mendengar suara mobil Thomas datang, ia langsung beranjak dari tempat tidur dan berlari keteras rumah untuk melihat apakah benar yang datang adalah mobil suaminya atau bukan.


Natasha langsung tersenyum seketika melihat kedatangan Thomas.


"Thomas . . . kau darimana saja, aku merasa sangat menyesal bertengkar denganmu."

__ADS_1


Thomas yang menyembunyikan bunga yang ia bawa dibalik tubuhnya yang besar, dan ketika Natasha tersenyum dan bicara ia langsung mengeluarkan bunga dan memberikannya langsung kepada istrinya.


"sayang . . . aku minta maaf padamu, aku juga merasa menyesal telah bertengkar denganmu." Thomas langsung menyodorkan bunga dihadapan Natasha.


"Thomas . . . bunga ini sangat indah. terimakasih bunganya."


Natasha menghamburkan dirinya kepelukan Thomas, dan langsung memberikan suaminya kecupan kecil. hatinya yang sedih langsung menghilang setelah ia memeluk Thomas, ia merasakan kerinduan yang amat mendalam kepada suaminya.


Thomas merasa bahagia karena hati Natasha langsung luluh, ia langsung membopong istrinya masuk kedalam rumah. namun baru saja mereka berbaikan Natasha sudah mulai memprotes perlakuan Thomas kepadanya.


"Thomas . . . turunkan aku, aku sangat malu sekali."


"sayang . . . mengapa kau harus malu?, dan mengapa kau menjadi seringan kapas sayang, apakah kau sakit selama aku berada dipulau?."


Natasha mengernyitkan keningnya, dan menggelengkan kepalanya.


"tidak Thomas, mungkin kata aku terlalu merindukanmu sehingga berat tubuhku tidak stabil."


Natasha merangkul tangan pada leher Thomas dan bersikap manja kepadanya.


"Thomas apakah selama dipulau kau memikirkanku?.


setelah sampai didalam kamar Thomas langsung membaringkan istrinya ketempat tidur dan menciumnya dengan mesra.


"tentu saja sayang, aku memikirkanmu sepanjang waktuku."


Natasha menghindari ciuman Thomas.


"lantas mengapa kau tidak menghubungiku, dan ponselmu saja tidak bisa dihubungi?."


"itu karena dipulau itu jaringan sinyalnya sedang dalam perbaikan sayang."


"tapi Thomas . . . "

__ADS_1


Thomas langsung membungkam mulut Natasha dengan ciuman yang bertubi-tubi, Thomas sangat merindukan istrinya, mereka pun menghabiskan harinya didalam kamar dengan perasaan bahagia karena akhirnya mereka dapat bersatu kembali setelah mereka menghadapi sekian banyak masalah.


Natasha berharap ia dan Thomas dapat berbahagia selamanya, dan menikmati keindahan rumah tangga yang baru mereka bina tanpa ada masalah yang membuat rumah tangganya hancur seperti orang tuanya.


__ADS_2