
Thomas yang masih berada disekitar kompleks rumah ayahnya memutar arah balik mobilnya menuju rumah ayahnya kembali, walaupun membenci ayahnya namun ia tidak bisa memungkiri kalau dirinya masih mencemaskan Aston Chadwick dan ingin tahu keadaannya. Thomas terheran karena tidak melihat mobil Bernard dirumah ayahnya,
"Kurang ajar kau Ben, beraninya kau mempermainkanku" gumamnya sendiri. dan saat itu juga ia teringat akan ibunya, yang telah ayah berpisah dari ayahnya. sebenarnya sikap Aston Chadwick masih memperdulikannya hanya saja Thomas enggan menerima sikap baik yang diberikan oleh ayahnya. Walaupun ayahnya menawarkan untuk menjalankan perusahaannya, Thomas tetap tidak perduli sedikitpun, karena sekarang ini ia bisa sukses walau tanpa bantuannya.
Apalagi sekarang ini ayahnya telahmenikah lagi dengan seorang janda cantik, Thomas seakan menghapus nama ayahnya didalam kehidupannya.
Thomas tak menyangka kalau ia harus mengalami broken home seperti yang dialami Bernard, apakah ini karma karena ibunya merebut suami orang lain, tapi ia bersyukur pada Tuhan karena ibunya Thomas bisa Melewati semua yang dialaminya dengan tabah dan tidak menjadi gila seperti yang dialami ibunya Bernard.
Thomas yang hendak pergi dari kompleks rumah ayahnya, melihat sebuah mobil masuk kerumah yang Pernah menjadi rumahnya dahulu.
Rumah itu penuh kenangan indah masa kecil Thomas bersama ayah dan ibunya, namun tidak lagi setelah ayahnya bertemu dengan seorang janda cantik.
Dia melihat seorang wanita turun dari mobil bersama ayahnya, wanita itu memang tampak cantik sekali di usianya yang tak lagi muda pantas saja ayahnya jatuh hati padanya.
Entah apa yang mereka bicarakan tapi wanita itu tampak tersenyum dengan malu-malu, dan ketika wanita itu tersenyum Thomas mengingat seseorang yang senyumannya Sama persis seperti wanita ayahnya, namun Thomas tak terlalu memikirkannya, ia segera pergi dari kompleks menuju kekantor Papanya Natasha.
Thomas kali ini datang kekantor Anthony addrew dengan sopan tanpa emosi serta membawakan bingkisan untuknya, sebenarnya Thomas ingin sekali mengambil hati Anthony agar dia tidak melarangnya untuk dekat dengan putrinya.
"Hallo, selamat siang tuan Anthony?
" sapa Thomas memberi salam untuknya dan melayangkan senyumannya.
"Selamat siang anak muda, ada masalah apa kau berkunjung kemari,? apa kau ingin membentak-bentakku lagi?." tanyanya yang heran dengan sikap Thomas yang seratus persen berbeda dari sikap di biasanya.
Thomas mengerutkan dahinya karena disambut dengan sindiran oleh Anthony, namun ia tak patah semangat apalagi ini menyangkut masa depannya sendiri. "Apa aku diizinkan masuk tuan?."
Anthony yang memang berkepribadian baik tidak mengusir Thomas malah ia menyambut kedatangannya dengan ramah. "Masuklah anak muda, biasanya saja kau langsung nyelonong masuk tanpa meminta izin dariku."
Thomas merasa malu mendengar ucapan Anthony yang tepat mengenai hatinya. "Ahhh . . . . tuan bisa saja, kali ini saya pastikan kalau saya akan bersikap baik dan sopan, karena aku ingin belajar menjadi menantu tuan yang baik bagi tuan."
dengan mengangkat alisnya sebelah ia berkata. "Tak usahlah kau bersikap baik seperti itu Thomas, karena dengan kau bersikap seperti itu malah akan membuatku geli mendengar ucapan-ucapanmu yang menurutku konyol." sambil menghela nafas panjang Anthony melanjutkan perkataannya kembali. "Kemarilah anak muda, kebetulan kau datang berkunjung kesini jadi aku tidak perlu susah payah mencarimu."
__ADS_1
Thomas tersenyum mendengar ucapannya, seketika itu juga Thomas langsung mendekat padanya."Benarkah itu Tuan?, berarti kunjunganku kesini tidak sia-sia."
Anthony menganggukkan kepalanya. "Bisa kau anggap seperti itu, sekarang mari kita bicarakan masalahnya."
sambil memegang dagunyaAnthony mengecap mulutnya dan berkata. "Thomas aku tau kau menyukai putriku begitu pula dengan Natasha. tampaknya dia sangat mencintaimu entah apa yang dilihatnya darimu, tapi aku menghargai keputusannya untuk hidup bersamamu. dan aku berharap kau tidak akan pernah menyia-nyiakan putriku."
"jadi anda merestui hubunganku dengan putrimu?." tanya Thomas.
"Tentu saja aku terpaksa melakukan semuanya demi kebahagiaan putri kecilku, dan menurutku karena kalian belum lama mengenal satu sama lain aku ingin kalian tidak terburu-buru melangsungkan pernikahan, aku ingin kalian bertunangan lebih dahulu agar Natasha tau semua sifat burukmu dan kuharap dia tak akan melanjutkan hubungannya denganmu." didalam hati Anthony berharap kalau ucapannya akan menjadi kenyataan.
"Kenapa kau bicara seakan kau tidak ikhlas merelakan putrimu untukku?." tanya James dengan nada tinggi.
Anthony hanya terdiam menanggapi pertanyaannya, dia tidak ingin berdebat dengan Thomas dan menambah kesehatannya makin buruk.
"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku tuan Anthony addrew?." tanya Thomas kembali dengan nada lebih tinggi.
Anthony langsung bangkit dan menunjuk kearah jari kearah Thomas. "Hati-hati dengan nada bicara mu itu anak muda?."
"Lantas kau dapat merubah kebiasaan burukmu itu, dan kau boleh pergi sekarang anak muda sebelum aku merubah keputusanku tadi. " Anthony mengusir Thomas secara tidak langsung.
Thomas kembali terbengong mendengar ucapannya. "tapi tuan, aku bahkan belum sempat bicara tentang tujuanku kemari?."
Anthony dengan sekejap menatap Thomas dengan tatapan yang tajam bak sebuah anak panah yang tajam dan siap meluncur menembakkannya kearah Thomas.
Thomas mengerti akan tatapan tajam yang dilayangkan padanya dan saat itu juga ia harus mundur agar bisa maju selangkah. "Baiklah tuan Anthony, aku akan menurutimu, dan pergi dari sini."
Thomas melangkah keluar dari kantor Anthony dan bergumam sendiri. "sial . . .sial. . .sial. . . dasar tua Bangka banyak omong, dengan seenaknya di mengusirku keluar dari kantornya. jika saja aku tidak menginginkan dan mencintai putrinya pasti saat ini juga akan kuhabisi tua Bangka kurang ajar itu."
****************
Thomas yang kesal langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi kembali kekantornya, setelah ia sampai ia melihat mobil Jonathan terparkir dihalaman kantornya. rupanya Jonathan sudah menunggunya untuk membicarakan tentang Bernard dan komplotannya yang mencoba menghancurkan bisnisnya pikir Thomas.
__ADS_1
Thomas masuk kedalam ruangan dan melihat Jonathan yang terlihat jenuh menunggu kedatangannya."Apa kau sudah lama menungguku Jo?."
Jonathan melihat kearah Thomas dan langsung terkejut melihat raut wajahnya. "Apa ada masalah yang serius kawan?."
"Kapan aku tidak mempunyai masalah Jo?." tanya Thomas yang kesal karena selalu saja menghadapi masalah.
" Santai llah sedikit kawan, kau tidak usah terlalu memikirkan semua masalahmu " sahut Jonathan.
Thomas melirikan matanya pada Jonathan tumben sekali temannya memberinya nasihat pikir Thomas.
"Thomas aku punya berita baik untukmu?." ucap Jonathan
"Berita baik apa yang kau bawa untukku?." tanya Thomas
"mungkin jika kau mendengar berita ini masalahmu bisa sedikit terselesaikan, Thomas apa kau pernah bilang kalau kau meminta bukti yang cukup kuat atas dugaanku terhadap saudara mu itu?." tanya Jonathan agar Thomas mengingat apa yang pernah mereka bicarakan waktu itu.
"Apa kau sudah mempunyai bukti yang kau maksud itu?." tanyanya kembali.
"Tentu saja kawan, jangan panggil aku Jonathan Si mata Elang jika bukti yang kubawakan ini tidak akurat " ujarnya Jonathan sambil menunjukkan sebuah foto pada Thomas.
"Apa kau melihatnya dengan jelas ini adalah foto yang kuambil hari ini, aku mengikuti Bernard saudara tirimu itu dan mengambil foto ini saat dia sedang bersama James Cameron."
" Dan akan kutunjukan bukti lainnya nanti, saat ini anak buahku sedang mengawasinya secara diam-diam."
"Hati-hati dengan tindakan kau dan anak buahmu Jo, kau belum mengenal Bernard dia bahkan sanggup membunuh kucing yang tak berdosa saat masih kecil dulu."
"Terimakasih atas perhatianmu kawan, aku akan mengingat perkataanmu, kalau begitu aku pamit dahulu" ucap Jonathan dan langsung pergi melanjutkan penyelidikannya.
Thomas khawatir kalau yang diucapkan Jonathan itu benar, berarti selama ini Bernard menaruh dendam pada dirinya dan juga ibunya.
Thomas khawatir jika Jonathan ketahuan Bernard, dia akan melakukan apapun agar semua tujuannya berhasil.
__ADS_1
Thomas mengingat saat kejadian ketika dirinya masih kecil dan Bernard sudah remaja, saat itu Thomas tidak sengaja melakukan kesalahan padanya dengan merusak mainannya dan saat itu juga Thomas dipukulinya habis-habisan, untung saja saat itu ayahnya sedang dirumah dan saat itu juga Bernard dihukum olehnya dan langsung dikirim keluar negeri tempat saudara ibunya karena ayahnya tak mau lagi mengurusi Bernard dan ibunya yang gila itu, mungkin saat itulah Bernard menaruh dendam padanya.