Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Musuh Lama bag.2


__ADS_3

James Cameron merupakan salah satu teman Thomas chadwik, namun karena dia kalah bersaing dalam dunia bisnis dengan Thomas, dia tiba-tiba menghilang seperti seakan-akan ditelan bumi. setelah tahun demi tahun berlalu ia akhirnya bangkit dalam dunia bisnis yang baru yang tentu saja didalangi oleh seseorang yang berpengaruh di kota tersebut.


James Cameron yang masih dendam pada Thomas mencoba membuat dia mengalami sepuluh kali lipat apa yang dilakukan Thomas pada dirinya.


Dan ternyata tanpa dia duga , perampokan waktu lalu yang dia dalangi adalah merupakan usaha Thomas, ini sangat beruntung bagi James Cameron karena dia tidak perlu repot-repot mencari cara membalaskan dendamnya.


James Cameron menyambangi kantor Thomas chadwik, ingin melihat bagaimana keadaan teman sekaligus musuhnya tersebut.


James yang memperhatikan Thomas dari kejauhan, melihat Thomas sedang berbincang dengan seseorang , tampaknya orang tersebut juga mempunyai masalah dengan Thomas. James menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dengan Thomas secara empat mata.


Tidak lama setelah orang yang tadi bersama Thomas pergi, James langsung menghampiri Thomas.


***************


Thomas Chadwik melihat ada sebuah mobil yang berhenti didepan kantornya, ia penasaran siapa kira-kira orang yang ada didalam mobil itu karena mobil itu tampak asing baginya.


tidak lama kemudian Thomas melihat James Cameron turun dari dalam mobil, sontak Thomas menghampiri James Cameron dan langsung melayangkan tinjunya yang mendarat tepat diwajah James, dan spontan James kehilangan keseimbangan dan hampir saja jatuh tersungkur.


Thomas merasa puas setelah memukulnya, namun ia heran dengan James yang masih berani menghampirinya. "Ternyata kau masih punya keberanian untuk bertemu denganku James Cameron?."


James yang masih sempoyongan akibat pukulan dari Thomas, mendengus kepadanya. "Tentu saja Thomas Chadwik, dan lihatlah apa yang kau lakukan kepada seorang tamu yang berkunjung ke kantormu, apakah ini caramu menyapa tamu?."


Thomas menarik ujung bibir atasnya mendengar ucapan James. "Kau bukanlah tamu, bagiku kau cuma seorang pecundang yang mencuri harta orang lain."


James merasa terhina dengan perkataannya. "Apa maksud perkataan mu itu kawan?." ia berjalan mendekati Thomas sambil mengusap wajahnya yang sakit akibat pukulan darinya. "Bukankah kita ini teman lama yang sudah lama tidak bertemu?, seharusnya kau menyambut ku dengan pelukan bukan dengan tinjumu itu?."


Thomas tersenyum kecut mendengar ucapannya. "mmmmm Aku minta maaf atas perbuatanku tadi, karena secara tidak sengaja aku langsung meninjumu namun itu hal yang memang kau pantas dapatkan atas apa yang kau lakukan terhadapku."


James menghela nafas panjang. "Rupanya setelah kita tidak berjumpa begitu lama kau masih saja mempunyai sifat yang sama Thomas?." James mengingat kalau ia sedang berhadapan dengan orang paling kejam dikota ini. "Apakah kau masih menyandang julukanmu itu Thomas?, kalau aku tidak salah ingat julukanmu itu "Mr.Boy" bukan?."

__ADS_1


Thomas merasa kesal dan menggenggam tangannya agar James mengerti apa yang ia lihat. "Apakah kau belum puas dengan satu tinjuku atau kau mau aku meninjumu kembali biar kedua wajahmu sama?."


James menjauhi Thomas. "Santailah "Mr.Boy" aku kemari bukan untuk adu tinju denganmu, aku kesini bermaksud ingin menyapa kawan lama, itu saja."


Thomas merasa kesal dengan ucapannya. "Apa aku tidak salah dengar, kau ingin menyapaku?, setelah kau merampokku dan membuat kerugian yang sangat besar untuk perusahaanku."


Tentu saja James kaget karena Thomas mengetahui kalau yang merampoknya itu ia sendiri, namun ia berbohong kepadanya dengan mengalihkan pertanyaan darinya. "Kenapa dengan kau ini teman, aku baru saja datang setelah bertahun-tahun tidak bertemu denganmu dan sekarang kau asal menuduhku Thomas?."


Thomas sebal terhadap James karena tak juga mengakui perbuatannya, ia akhirnya mengeluarkan kartu-As agar James tidak berkelak kembali. "Kau jangan mencoba mengelak James, Karena anak buahmu sudah mengakuinya."


James pun tidak dapat berkata-kata lagi dan mengakuinya. "Jadi rupanya kau yang menyandera anak buah ku?."


Thomas menyengir karena James akhirnya mengakuinya juga. "Masalah itu kau tidak perlu tau, aku hanya ingin memastikan jawaban darimu mulutmu langsung?." Thomas menunjukkan telunjuknya langsung kedada James, dan bertanya padanya. "Apakah kau sangat-sangat ingin membalas dendam padaku James Cameron?"


James tersenyum kecil mendengar pertanyaan dari Thomas. "Tentu saja aku sangat ingin membalas dendam padamu teman, Namun aku tidak menyangka kalau yang aku rampok itu usaha kau, dan ini merupakan keberuntungan bagiku."


Thomas terkejut mendengar jawaban darinya. "Apa maksudnya kau tidak tau target yang kau rampok?."


Jadi benar kata Jonathan tentang adanya orang lain di atas James, yang menjadi musuh gelapnya kata Thomas didalam hati.


"Jadi apa kau tau tentang orang yang memberi mu perintah untuk merampokku.?"


James menatap Thomas yang penasaran akan hal ini. "Mengenai itu aku juga tidak tahu dengan pasti siapa dia sebenarnya, namun walaupun aku tau aku tidak akan mungkin memberitahukan padamu Thomas." James menepuk pundak Thomas. "Baiklahlah Thomas aku rasa kunjunganku kesini sudah cukup lama, dan aku sudah mendapatkan jamuan yang cukup menarik, aku akan pergi dulu Thomas, karena ada urusan yang cukup penting daripada aku harus berlama-lama denganmu." James pergi meninggalkan Thomas begitu saja setelah dirinya membuat Thomas penasaran.


****************


Suara deringan ponsel yang berasal dari saku Thomas terus berbunyi dari tadi, rupanya Thomas tidak menyadarinya karena dia terlalu serius menanggapi James Cameron.


Thomas segera mengambil ponselnya dari saku dan melihat siapa yang berani menghubunginya berulang kali, dan betapa terkejutnya Thomas bahwa wanita yang ia harapkan kini menghubunginya, tapi pikir Thomas ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara dengan wanita itu, namun hatinya tidak sanggup lagi menahan rindu suara wanita yang telah membuat hatinya berdebar.

__ADS_1


dan Langsung saja Thomas langsung menjawab ponselnya dan benar saja begitu dia mendengar suara wanitanya, Natasha addrew hatinya langsung merasakan kedamaian.


"hallo Thomas." panggil Natasha


Thomas chadwik yang senang mendengar suara Natasha terdiam sejenak meresapi suara merdu wanita itu, pikir Thomas sudah berapa lama dia tidak mendengar suara ini.


Natasha merasa bingung karena tidak mendengar suara Thomas, ia berteriak ditelepon memastikan jika ponselnya tidak Error. "hallo, hallo, hallo Thomas apa kau tidak mendengarku?."


Thomas tersadar setelah mendengar teriakannya. "Hallo Natasha"


dan untungnya Thomas langsung menjawabnya berarti ponselnya tidak Error. "kenapa kau tidak langsung menjawab ponselmu Thomas?"


"Maafkan aku Natasha, aku terlalu senang mendengar suara mu di telepon "


Natasha yang sedikit senang mendengar suara dan jawaban dari Thomas tiba-tiba teringat surat perjanjian yang ditunjukkan papanya Waktu itu."mmmmm jadi begini saja Thomas, aku tidak ingin berbicara bertele-tele denganmu di telepon, bisakah kita bertemu ada sesuatu yang sangat penting dan aku ingin membahas denganmu Secara empat mata?."


Thomas tersenyum mendengar ucapannya. "Jadi, rupanya kau merindukanku sayang.?"


Natasha tersipu malu mendengar perkataan Thomas, tapi dia tidak ingin mengakui perasaannya pada Thomas. "Kau jangan besar kepala dulu tuan Thomas chadwik, aku hanya ingin tahu tentang perjanjian yang kau buat dengan Papaku?."


Rupanya Natasha sudah mengetahui perjanjian yang dia buat dengan Papanya, akankah Natasha marah dan membencinya pikir Thomas di telepon."Tapi Natasha, aku sedang sibuk sekali sekarang."


Natasha merasa kesal dengan ucapannya. "Kau memang selalu sibuk Thomas"


Thomas merasa bersalah kepada Natasha dan dengan berpikir panjang akhirnya Thomas memutuskan untuk bertemu dengannya. "Baiklah Natasha bagaimana kalau kita bertemu esok lusa."


suara Natasha terdengar riang mendengar jawaban Thomas. "yang benar Thomas, kau sudah berjanji padaku dan kalau kau mengingkarinya kau akan tau akibatnya."


"Tentu saja Natasha."

__ADS_1


setelah Thomas mendengar suara natasaha, ia mematikan ponselnya dan menarik rambutnya sendiri, Thomas merasa sangat pusing dengan masalah yang tidak ada habis-habisnya, namun dia sedikit senang mendengar suara Natasha hari ini.


__ADS_2