Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Cinta vs Gengsi


__ADS_3

Thomas chadwik yang baru tiba di kantor merasa sangat murka karena penipuan yang dialaminya, iapun sangat menyesal karena tidak mendengarkan pendapat Kevin tadi.


Thomas melihat kevin yang sedang menatapnya dari kejauhan, pasti dia penasaran dengan apa sedang kualami pikir Thomas.


"Kevin kemarilah." panggil Thomas


"iya tuan, ada apa?, apakah terjadi sesuatu hal yang serius?"


"Ini bukan hal yang serius lagi Kevin, tapi ini merupakan suatu hal yang sangat-sangat buruk"


"hal buruk apa tuan?, apakah lukisannya dirampok lagi?."


Thomas menggelengkan kepalanya. "kalaupun lukisan itu dirampok aku tidak akan seperti ini Kevin, apalagi Jonathan tadi bersamaku." sambil menghela nafasnya Thomas memberitahu tentang apa yang terjadi kepadanya. "kali ini kita di tipu Kevin, kau benar soal orang yang menjual lukisan tersebut." Thomas menundukkan kepalanya malu terhadap Kevin.


"Benarkah itu tuan?." Kevin merasa marah karena tuannya mengalami penipuan


"Tapi siapa kah kira-kira yang berani menipu tuan?, apakah dia sudah bosan hidup?"


Thomas yang pasrah menerima semua yang terjadi kepadanya. "sudahlah Kevin ini memang kesalahanku, aku juga tidak tahu mengapa aku bisa semudah itu percaya dengan orang tersebut. "


Kevin kecewa karena tuannya pasrah menerima kejadian yang menimpanya, namun tidak dengannya. "Mungkinkah tuan terkena hipnotis dari orang itu?"


Thomas terkejut mendengar ucapannya. "Apa kau bilang?, hipnotis?, apa maksudmu itu Kevin aku tidak bisa mengerti?"


"Jadi seperti ini tuan Thomas, biasanya orang yang terkena hipnotis itu tidak sadar apa yang dia lakukan, dan dia hanya akan percaya dengan apa saja yang dikatakan orang menghipnotis nya tersebut."


Thomas berpikir sejenak, mencoba mencerna apa yang dijelaskan Kevin kepadanya.


"Tapi apakah mungkin itu terjadi kepadaku Kevin?."


Kevin mengangkat bahunya, mencoba memberikan penjelasan untuknya. "Hal itu mungkin bisa saja terjadi kepada siapapun, tidak terkecuali tuan. Korban yang terkena hipnotis biasanya terjadi dengan kondisi orang yang sedang kelelahan atau orang yang sedang banyak pikiran atau orang tersebut tidak fokus, sehingga dengan gampangnya terhipnotis." Kevin menggaruk pelipisnya dan berpikir. "Begini saja tuan, apakah pada saat tuan Bertemu dengan orang yang menjual lukisan tersebut ada sesuatu hal yang menurut tuan aneh?."


Thomas sedikit mengingat suatu hal aneh yang dilakukan orang tersebut. "Tampaknya aku mengingat suatu hal yang menurutku sangat aneh"


Kevin mulai penasaran mendengar ucapan Thomas. "bisa Tuan sedikit menceritakan nya padaku?."


" Mmmmmmm sepertinya pada saat aku berbincang-bincang dengannya, dia memainkan sebuah liontin yang dipakainya, dan entah mengapa aku terus menerus menatap liontin itu seakan mataku ini susah untuk berkedip."


Kevin yang antusias mendengar cerita Thomas spontan menggeprakkan tangannya dimeja kerja Thomas. "Nah . . . . . itu dia tuan!."


Thomas membelalakkan matanya menatap Kevin merasa kaget dengan tindakan yang dilakukannya. "Itu dia?, apa maksudnya Kevin?, bisa kau jelaskan padaku?"

__ADS_1


Kevin mengusap kedua tangannya meminta maaf atas kelancaran yang dibuatnya. "Maaf tuan, saya telah mengagetkan anda. mendengar dari yang apa yang telah diceritakan tuan, mungkin tuan terhipnotis melalui liontin yang dimainkan orang itu."


Thomas memukul-mukul kepalanya sendiri, merasa heran mengapa ia bisa menjadi begitu bodoh, tapi setelah ia berpikir ucaan Kevin ada benarnya juga. memang benar dirinya akhir-akhir ini banyak pikiran dan masalah ditambah lagi dengan persoalanya dengan Natasha yang tidak ada habis-habisnya, kemudian Thomas mencoba menenangkan diri dengan mengambil nafas dalam-dalam. seketika itu juga dipikirannya terlintas wajah Natasha. "Oh ya Kevin, apakah saat aku sedang diluar ada orang yang datang kesini?"


"Tidak ada tuan, apakah tuan sedang menunggu seseorang?."


Thomas menggelengkan kepalanya. "tidak Kevin, aku hanya bertanya saja."


"Baiklah tuan, jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi saya akan keluar dan membiarkan tuan istirahat." kata Kevin sembari melangkah keluar.


Thomas chadwik yang tidak henti-hentinya memikirkan wanita itu, terus saja melamunkan dirinya, kenapa Natasha tak kunjung juga menghubunginya sejak terakhir kali ia datang berkunjung kerumahnya, apakah dia masih marah karena aku hendak menciumnya waktu itu, pikir Thomas.


Ataukah dia sedang asyik dengan teman prianya itu, pikirnya kembali.


Thomas penasaran dengan apa yang dilakukan wanita itu sekarang, dan mempunyai ide saat itu juga untuk berkunjung kerumahnya. daripada ia harus menunggu dan memikirkan hal lain yang malah akan membuat dirinya pusing sendiri.


****************


Natasha addrew yang saat itu tengah menikmati cemilan siangnya, tiba-tiba tersedak dan batuk-batuk.


"mbok , simbok ?" teriak Natasha sambil terbatuk


"Bisa tolong ambilkan aku air mbok? pinta Natasha. "Entah mengapa aku tiba-tiba tersedak seperti ini, siapakah gerangan yang berani-beraninya membicarakan ku?" tanya Natasha sendiri.


Natasha langsung meminum air yang diberikan simbok dengan sekali tegukan .


"Pelan-pelan non." ujar simbok


"iya mbok, terimakasih airnya."


"Non Acha ini kenapa bisa sampai tersedak seperti itu" tanya simbok


"Sepertinya ada seseorang yang sedang membicarakanku mbok."


" Ahhh si non bisa saja, memangnya siapa yang mau membicarakan si non?" ejek simbok


Natasha langsung melirikan matanya pada simbok, simbok yang mengerti akan arti lirikannya langsung memeluk Natasha.


"Iya non, maafin simbok ya, simbok hanya bergurau, pasti tuan Thomas chadwik yang sedang membicarakan non!."


"Kenapa simbok bisa-bisanya berpikir seperti itu?, menyebut namanya saja aku sudah malas."

__ADS_1


"Terserah non sajalah, simbok hanya mengatakan apa yang simbok pikir." sahut simbok lalu pergi membawa gelas kosong ke dapur.


Natasha yang tadinya sudah tidak memikirkan Thomas, tiba-tiba teringat akan perlakuan Thomas yang hendak menciumnya tempo hari. dipikirannya sempat terlintas kenapa ia mendorong Thomas waktu itu, bukankah dirinya ingin merasakan bagaimana rasanya ciuman, tidak lama kemudian Natasha menggeleng-gelengkan kepalanya apakah aku sudah gila bisa-bisanya aku memikirkan hal itu, kata Natasha sendiri.


**********


Natasha yang mendengar suara bel yang tak berhenti-henti didepan rumahnya merasa terganggu dengan suara bel itu, ia merasa heran siapakah orang yang tidak sopan menekan bell terus-menerus seperti itu, Natasha dengan yang merasa terganggu langsung keluar rumah ingin melihat siapa orang yang bertamu kerumahnya.


Namun langkahnya terhenti saat ia melihat dari arah kejauhan, dan Natasha seketika itu juga langsung lari kedalam rumah kembali dan masuk kekamarnya.


Apakah aku tidak salah lihat barusan, mengapa dia mendadak muncul saat aku membicarakannya, apakah dia punya telepati atau semacamnya, pikir Natasha bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Thomas chadwik tersenyum lebar saat melihat Natasha keluar pintu, namun sayangnya senyumnya itu langsung pudar saat Natasha yang tadi dilihatnya kabur setelah melihat kedatangannya.


ada apa dengan wanita itu?, apakah dia sedang melihat hantu, sehingga dia berlari seperti itu?. tanya Thomas sendiri.


Thomas akhirnya memencet bel kembali, berharap kali ini ada yang membukakan pintu untuknya. Tidak lama kemudian simbok muncul dengan terburu-buru menghampiri Thomas.


"Iya tuan, maaf simbok tadi tidak mendengarnya" ucap simbok


"Tidak apa-apa mbok, saya justru sangat berterimakasih karena simbok membukakan pintu gerbang ini, daripada Non simbok yang berlari setelah melihat diriku." sahut Thomas


"maksud tuan Non Acha ?" tanyanya


"tentu saja mbok, memangnya mbok punya berapa Nona dirumah ini!."gurau Thomas


simbok yang merasa bersalah karena sikap Nonanya. "maafkan sikap non Acha tuan, mungkin dia merasa malu untuk bertemu tuan."


"merasa malu kenapa mbok?, bukankah dia seharusnya senang melihatku kemari?"


"entahlah tuan, simbok juga tidak mengerti."


simbok mempersilahkan Thomas masuk dan duduk diruang tamu. "Mari tuan silahkan masuk, akan saya panggilkan non Acha agar tuan bisa mendengar penjelasan darinya langsung."


Natasha yang sedang bersembunyi dikamar, pura-pura tertidur dengan selimut yang menempel ditubuhnya.


Simbok mengetuk pintu kamarnya, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar, lalu simbok yang penasaran membuka dan melihat kedalam kamar, dia melihat Natasha yang tertidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, simbok yang tahu akan kebiasaan buruk Nonanya, langsung menghampirinya dan memukul Natasha perlahan tapi pasti.


"Aduuhhh mbok sakit, apa sih yang simbok lakukan, memangnya aku masih kecil apa?, pakai dipukul segala?" protes Natasha.


"Maafkan simbok non, simbok akui non Acha memang sudah besar namun sikap dan kelakuan non seperti masih kecil jika menghadapi masalah, berpura-pura tidur seperti ini." kata simbok

__ADS_1


"Aku bukan seperti anak kecil mbok, aku hanya tidak ingin bertemu dengannya, itu saja." ucap Natasha


Sebenarnya Natasha ingin sekali menemui Thomas namun dia terlalu gengsi dan malu untuk bertemu pria itu, ia sendiri juga merasa bingung dengan apa yang harus dilakukannya.


__ADS_2