Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Hati yang penuh dengan kedengkian


__ADS_3

Hari sudah hampir petang dan para tamu undangan sudah pada pulang, Thomas bernafas lega karena pesta pernikahannya dengan Natasha juga sudah selesai.


dan Thomas kini tak melihat keberadaan Bernard dengan begitu juga pastinya Malika juga ikut pulang bersama Bernard karena mereka datang bersamaan.


Tapi dugaannya ternyata salah, Malika yang dikiranya sudah pulang bersama Bernard kini malah asyik berbincang dengan Jonathan. Thomas bingung harus dengan cara apa agar wanita itu pergi dari pandangannya saat ini.


Natasha yang secara tidak kebetulan memperhatikan pandangan suaminya mengarah pada Malika dan Jonathan seketika itu juga ia mempunyai ide yang langsung diutarakan padanya. "Thomas tampaknya wanita yang tadi mendapatkan bunga dariku tengah asyik berbincang dengan Jonathan, bagaimana kalau kita jodohkan saja Jonathan dengan nya?."


pandangan Thomas beralih pada Natasha saat wanita yang kini menjadi istrinya itu mengeluarkan ide yang mengerikan untuk temannya, ia segera mencari alasan agar Natasha tidak ikut campur dalam urusan temannya. "Natasha kita tidak bisa asal menjodohkan orang begitu saja, lagipula aku tidak mengenal wanita itu!."


kali ini Natasha yang memandang Thomas dengan serius. "Benarkah itu?, tapi menurut keterangan wanita itu dia datang karena masih kerabat denganmu."


Thomas terkejut mendengar perkataannya. "Apa dia bilang seperti itu padamu?."


Natasha merasa kesal dengan pertanyaan dari suaminya yang seolah-olah membuat dirinya terlihat mengada-ada. "Tentu saja, mana mungkin aku asal berucap."


Thomas membelai rambutnya agar istrinya tidak marah lagi. "Bukan itu maksudku sayang, mungkin saja dia dari kerabat jauh ayahku karena aku tidak mengenalnya."


"Mungkin saja?, apakah kau tidak mengenal semua keluarga dari ayahmu?." tanya Natasha.


"Tidak sayang, karena aku sudah lama tidak tinggal dengan ayahku semenjak dia berpisah dari ibuku."


"Jika demikian mari kita kesana, dan ikut berbincang dengan mereka agar kau dapat mengenalnya."


Thomas seketika itu juga panik saat Natasha mengajak untuk berkenalan dengan Malika. dan tentu saja Thomas mempunyai seribu alasan agar terbebas dari ajakannya. "Jangan sayang . . . "


"Tapi mengapa Thomas?."


sambil memandang istrinya dengan tatapan menggoda Thomas berkata. "Biarkan saja mereka berdua, dan daripada mengurusi urusan mereka lebih baik kita kekamar."


Natasha yang lugu tidak tahu arti dari ucapan suaminya. "Tapi Thomas ini kan masih sore."


Thomas makin berada dekat dengan Natasha, sambil berbisik kepadanya. "Memang benar ini masih sore, tapi aku sudah tak sabar ingin bermesraan dan bercumbu denganmu sayang."


Pipi Natasha langsung merah tersipu malu mendengar Thomas berbisik kepadanya,dan saat itu juga Thomas membopong istrinya kekamar pengantin mereka dan menikmati malam pengantin mereka dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.


********


Sementara Malika malah disibukkan dengan Jonathan yang tiada henti-hentinya mengajaknya berbicara sampai Malika sendiri tidak sadar jika hari sudah sore dan para tamu sudah pada pulang, dan kini tinggal dirinya dan Jonathan disini.


Malika melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Thomas, namun tampaknya Thomas sudah tidak berada disini lagi.

__ADS_1


" Kenapa kau gelisah cantik? " tanya Jonathan.


" Jo, apa kau lihat sekitar kita sudah sepi? " tanya Malika kembali.


" Lalu, bukankah dengan begitu kita bebas melakukan apa saja " jawab Jonathan menggodanya.


" Terserah kau saja Jo, yang jelas aku ingin pulang sekarang juga.karena disini juga percuma karena Thomas tidak dapat kutemukan " ucap Malika.


" Kau mencari Thomas, cantik bisakah kau berpikir sedikit. ini kan hari pernikahannya dan tentu saja Thomas sedang berduaan dan bermesraan dengan istrinya menikmati malam pengantin mereka " kata Thomas.


Malika kesal mendengar perkataan Jonathan yang membuat hatinya panas, dia pun pergi untuk memberikan laporan pada Bernard bahwa rencananya gagal ia laksanakan dan meninggalkan Jonathan seorang diri.


"Cantik kau mau kemana?." tanya Jonathan iseng.


"Tentu saja aku pulang Jo, aku sudah muak berbicara denganmu." jawab Malika yang langsung memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkannya.


Jonathan tertawa terbahak-bahak karena senang akhirnya ia dapat mengusir wanita itu pergi dari pandangan Thomas, tanpa dia harus susah payah membujuknya.


Namun sekarang ia bingung harus melakukan apa selanjutnya, berhubung Thomas tidak disini Jonathan berinisiatif untuk pulang saja kerumahnya.


James yang melihat sekeliling rumah untuk memastikan semua para tamu undangan sudah pergi dari pesta, namun ia masih melihat satu tamu yang ketinggalan.


James dengan enggan menghampirinya untuk menanyakan apa maksud tamu yang masih berada dipesta yang sudah selesai.


Jonathan menyunggingkan senyumannya menjawab pertanyaan dari James. "Aku tidak tersesat, hanya aku sedang mencari pintu keluar."


"Itu sama saja bodoh."


"Hati-hati dengan ucapanmu itu James, Aku bisa saja memukulmu saat ini juga. namun berhubung aku tidak mau mencari keributan dihari bahagia Thomas, jadi kali ini akan kubiarkan kau bicara semaumu " kata Jonathan membuat hati James panas.


James langsung melayangkan pukulan untuk Jonathan, agar tidak berbicara panjang lebar.


dan akhirnya mereka saling berkelahi memukul satu sama lain membuat kegaduhan didalam rumah.


Anthony yang sedang beristirahat mendengar suara gaduh, ia mencari dari mana asal suaranya. dan betapa kagetnya ia karena suara gaduh itu berasal dari anak angkatnya James, yang berkelahi dengan teman Thomas.


dengan nada yang lantang Anthony menghentikan perkelahian diantara mereka.


"Apa yang kalian lakukan dirumahku?"


Jonathan dan James seketika berhenti berkelahi, mereka saling memandang satu sama lain seperti. "dua anak kecil yang habis berkelahi, yang saling adu pandang."

__ADS_1


Anthony yang merasa lelah melampiaskan kemarahannya pada mereka yang telah mengganggu istirahatnya. "Kalian seperti anak kecil saja berkelahi tidak tahu tempat, memangnya hal apa yang membuat kalian berkelahi seperti ini?."


James langsung mendengak mengucapkan permintaan maaf pada ayah angkatnya. "Maafkan aku tuan, karena telah mengganggu istirahat Anda."


Anthony langsung menganggukkan kepalanya mendengar permintaan maaf dari James, sambil berkata. "Anakku, coba kau jelaskan titik permasalahannya agar aku dapat membantu kalian tanpa harus berkelahi seperti ini."


Disaat James akan menjelaskan permasalahannya, tiba-tiba Jonathan yang tadinya terdiam membuka mulutnya dan mengeluarkan suaranya.


"Tidak perlu tuan, masalah kami sudah selesai dan kini aku ingin pamit untuk pulang." Jonathan yang merasa lelah tidak mau merperpanjang masalahnya dengan James.


Anthony mengernyitkan keningnya mendengar jawaban yang keluar dari mulut Jonathan. "Benarkah itu anak muda?, jika ini kesalahan James katakan saja aku tidak akan marah kepadamu."


"Tidak tuan, terimakasih atas perhatiannya terhadapku." Jonathan mengagumi sifat Anthony yang ramah terhadap siapapun yang berada didekatnya. Jonathan seketika itu juga langsung pergi meninggalkan rumah Anthony.


Kini tinggallah Anthony dan James berdua,


Anthony menatap James penuh tanya namun hari ini ia sudah cukup lelah karena pesta pernikahan putrinya, sehingga Anthony merasa malas untuk bertanya kepada James.


Anthony hanya menepuk bahu James dan meninggalkannya sendiri untuk melanjutkan istirahatnya yang terganggu.


James sangat lega karena Anthony tidak menanyakan dan memperpanjang keributan yang tadi ia buat, James dengan segera melanjutkan memeriksa keadaan sekeliling rumah.


****************


Bernard yang mendapatkan kabar dari Malika jika rencananya gagal sangat murka kepada wanita itu, kini ia harus mencari cara lain untuk menghancurkan pernikahan Thomas.


Namun ia tidak mungkin meminta bantuan kepada James, Bernard akhirnya mempunyai ide untuk tetap menggunakan Malika sebagai senjata untuk menghancurkan Thomas.


Bernard pergi kerumah ayahnya untuk memberikan kabar dari Malika, dan reaksi ayahnya tampak tak jauh berbeda dari Bernard, Aston juga merasa Marah karena Bernard tidak becus jika diberi tugas olehnya.


ketika sampai dirumah ayahnya Bernard langsung berujar meminta maaf padanya. "Ayah Maafkanlah aku, tapi aku berjanji tidak akan menyerah sampai rencana kita berhasil."


"Baiklah Ben, aku akan kasih kau waktu tiga bulan, dan dalam waktu itu kau harus bisa memisahkan Thomas dari istrinya!."


Bernard terkejut ayahnya langsung memberikan maaf untuknya namun ia lebih terkejut mendengar permintaan ayahnya, ia langsung mengajukan protes kepadanya. "Tapi mengapa hanya tiga bulan saja ayah, aku membutuhkan waktu lebih lama karena untuk memisahkan orang itu tidak semudah membalikkan telapak tangan."


Aston menghela nafas. "Itu masalahmu Ben, aku memberimu waktu tiga bulan karena wanita yang akan kujodohkan dengan Thomas akan kembali kekota ini dalam waktu tiga bulan ini."


sambil menelan ludah Bernard menyanggupi permintaan ayahnya. "Aku tidak bisa menjamin bisa melakukannya dalam tiga bulan, tapi akan kuusahakan."


Didalam hati Bernard merasa iba jika wanita yang menjadi istrinya Thomas itu harus menjadi korban kebenciannya terhadap adik tirinya, namun ia juga tidak rela Thomas merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia miliki sama sekali.

__ADS_1


kali ini Bernard seperti dihadapi oleh "buah simalakama" namun karena hatinya yang penuh dengki terhadap Thomas ia tidak memperdulikan lagi bagaimana nasib yang akan dialami oleh istrinya Thomas.


__ADS_2