
Thomas merasa tertipu oleh Bernard, ia merasa seolah sedang dipermainkan tapi sayangnya Thomas tak mempunyai cukup bukti untuk memperkuat dugaannya tersebut.
Jonathan yang sudah mengerti maksud dari perkataan Thomas segera memberi perintah pada anak buahnya untuk melacak keberadaan Bernard dan Lukisan yang dimaksudkan oleh Thomas.
Thomas mempercayakan Jonathan untuk mengawasi Bernard sementara ia mengurus masalahnya dengan Natasha, namun ia juga tidak lupa memperingatkan Jonathan agar tidak bertindak gegabah apapun yang terjadi sebelum Thomas menyetujuinya.
Thomas chadwik yang sudah tak sabar ingin bertemu Natasha untuk memberi kejutan padanya dengan datang kekediamannya sambil membawa sesuatu barang yang bisa meluluhkan hatinya, namun ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dirumah Natasha. dengan mata kepalanya sendiri ia melihat James Cameron sedang duduk berbincang bersama Anthony addrew dan juga putrinya.
Anthony melihat kedatangan Thomas dan berkata. "Lihatlah putriku Tampaknya kita kedatangan tamu lagi, dan kali ini sepertinya tamu itu tampak kau tunggu-tunggu dari kemarin."
Natasha tersenyum tampak senang melihat mobil Thomas dari arah kejauhan, ia rindu sekali pada pria itu namun ia juga masih terlalu sungkan untuk mengatakan isi hatinya.
Tapi tidak dengan James ia merasa terganggu dengan kehadiran Thomas yang tidak disangkanya, James memutuskan untuk mengangkat kakinya dari rumah Anthony sebelum ia dan Thomas beradu tinju.
James tidak ingin Anthony dan Natasha mengetahui jika dirinya dan Thomas merupakan musuh bebuyutan sejak lama, karena itu hanya akan merusak namanya didepan Anthony addrew dan juga putrinya.
"Jika demikian aku permisi dulu tuan Anthony dan Acha."
"Kenapa kau terburu-buru anakku?" tanya Anthony.
Natasha menjadi bingung dengan sikap James yang tiba-tiba ingin pergi ia berusaha agar James lebih lama berada dirumahnya. "Benar apa yang Papa bilang, kau bisa tinggal disini lebih lama dan berbincang bersama kami."
sebenarnya didalam hati James masih ingin berada dekat dengan keluarga ini namun ia malas jika harus bertatap muka dengan Thomas, ia mencari sebuah alasan yang agar Anthony dan putrinya tidak merasa terganggu. "Terimakasih tuan beserta adikku, kebetulan ada urusan mendadak yang harus aku tangani."
Thomas yang baru melangkahkan kakinya melihat James yang seakan ingin berlari karena melihat kedatangannya, dan tentu saja Thomas tidak akan membiarkan James pergi begitu saja. ia mencoba menyindirnya James dengan perkataannya. "Kenapa kau begitu terburu-buru James, apakah karena ada aku disini?."
James menatap sinis pada Thomas karena terang-terangan menyindirnya didepan Anthony. "Tentu saja tidak, seperti yang kukatakan tadi aku sedang ada pekerjaan."
dan saat itu James berusaha membuat Thomas malu dihadapan Natasha dan juga Anthony. "Dan untukmu Thomas kuharap kau tidak lupa kalau dirimu berhutang maaf padaku atas perlakuanmu di kafetaria waktu lalu." setelah mengatakan apa yang ada dibenaknya James pergi begitu saja meninggalkan kediaman Anthony.
Thomas merasa kesal dengan perkataan James yang menyindirnya didepan Anthony dan putrinya, namun ia juga merasa cemburu jika James terus-terusan menemui Natasha.
"Selamat siang Tuan Anthony." ucap Thomas yang baru menyapanya setelah tiba-tiba memotong pembicaraannya dengan James.
Anthony mengacuhkan Thomas dan meninggalkannya dengan Natasha tanpa membalas sapaannya,karena Anthony merasa marah dan kesal dengan sikap tidak sopan Thomas kepada tamunya.
Thomas yang merasa tidak dihargai oleh Anthony karena tidak menyahut sapaannya, mengajukan protes kepada Natasha. "Lihatlah sayang sikap Papamu padaku!, Apakah aku salah dengan menyapanya?."
Natasha membenarkan sikap Papanya didepan Thomas karena itulah yang menurutnya benar. "Tidak ada yang salah dengan sikap nya Thomas, aku juga merasa kesal dengan ucapanmu pada James tadi."
__ADS_1
Thomas langsung membelalakkan matanya saat Natasha menyebut nama James. "Lagi-lagi kau membela James, apakah dia lebih penting daripadaku?."
Natasha Bingung dengan pertanyaan Thomas, tentu saja bagi Natasha Thomaslah yang paling penting tapi James juga penting untuknya karena dia sudah dianggap keluarga baginya.
Thomas tahu pasti Natasha tidak akan bisa menjawab pertanyaannya darinya apalagi dia harus memilih salah satu dari orang yang berharga baginya. "Sudahlah Cha, mari kita lupakan tentang James dan bagaimana kalau kita bicarakan masalah lain saja."
"Masalah lain?." tanya Natasha sambil melirikan mata padanya.
"Tentu saja masalah masa depan kita berdua sayang."
Pipi Natasha berubah merah seperti kepiting rebus, ia malu sekaligus senang dengan ucapan Thomas yang terlalu berterus terang.
" Apa maksud dari perkataan mu Thomas?."
Thomas meraih tangan Natasha dan menciumnya, tidak hanya sampai disitu saja seketika itu juga Thomas berlutut sambil mengeluarkan cincin bermata berlian dari sakunya dan memasangkannya di jemari tangannya yang lentik.
"Acha Apa kau mau hidup bersamaku selamanya?."
Natasha merasa seakan jantungnya ingin melompat keluar mendengar pengakuan cinta Thomas yang begitu tiba-tiba, dan tanpa berpikir panjang dirinya langsung mengangguk kepalanya tanpa ragu.
"Terimakasih Thomas cincin ini indah sekali " Natasha melihat cincin yang melingkar pas dijarinya.
Natasha seperti tak bisa bernafas jika Thomas merayunya seperti ini terus, namun tiba-tiba dirinya ingat perkataan Papanya untuk tidak terburu-buru menikah dengan pria ini.
"Tapi Thomas . . . ! " kata Natasha menggantung.
"Kenapa sayang?, apakah kau ragu untuk menikah dengan ku?
"Tentu aku tidak ragu untuk menikah denganmu, namun apakah kau mengingat ucapan Papaku?."
Thomas berpikir sejenak untuk mengingat perbincangannya dengan Anthony dikantor nya bahwa beliau ingin putrinya tidak terburu-buru untuk menikah dengannya.
"Tentu saja aku ingat sayang, namun aku tidak tahan lagi jika harus berada jauh darimu."
Natasha juga merasakan hal yang sama seperti yang dialami Thomas, namun ia tidak mau mengecewakan Papanya.
"Tapi aku menyetujui keputusan Papaku, dan jika kau masih ingin melanjutkan hubungan ini kuharap kau juga mau menuruti keputusan yang dibuat olehnya."
"Baiklah sayang jika itu keinginanmu, aku akan berusaha melakukan yang terbaik agar tidak mengecewakan beliau."
__ADS_1
Natasha merasa senang mendengar ucapan Thomas yang menyetujui keputusannya, dan Natasha mempersilahkan Thomas masuk agar bisa bicara pada Papanya secara langsung tentang niat baiknya tersebut.
***********
Anthony addrew masih terlihat kesal diruang kerjanya, ia memikirkan ada yang aneh dengan sikap Thomas pada James tadi, sebenarnya Thomas ada masalah apa dengan James karena Anthony tidak ingin putrinya terluka jika mereka berdua mempunyai masalah yang akan menyakiti hati Natasha kelak, ucapnya didalam hati.
"Pa . . . Papa . . .? " panggil Natasha sambil mengetuk ruang kerja Anthony dan membuatnya tersadar dari lamunannya.
"Ada apa sayang?." teriak Anthony.
"Apakah aku dan Thomas boleh bicara padamu?." tanya Natasha yang masih berdiri didepan pintu ruang kerjanya.
"Masuklah Nak !."
Thomas mengikuti langkah Natasha masuk kedalam ruang kerjanya, ia melihat ruang kerja Anthony bernuansa klasik dan sangat Nyaman untuk melepaskan pikiran jika sedang kacau.
" Ada apa putriku?, apakah kau sudah meyakinkan pemuda ini untuk mengambil keputusan yang tepat? " tanya Anthony langsung pada pokok pembicaraan.
Sebelum Natasha sempat membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan darinya Thomas justru maju dan bicara padanya langsung.
"Tentu saja aku menyetujuinya tuan Anthony, karena aku tidak ingin kehilangan wanita yang berdiri di sampingku ini."
Anthony sangat menyukai sifat Thomas yang selalu bisa berterus terang dalam keadaan apapun, namun dihati Anthony ia masih tidak rela menyerahkan putrinya.
"Baiklah sayang, apakah kau menyetujuinya?"
Natasha tidak menyangka pemuda yang kadang bersikap tidak sopan ini berani langsung berterus terang pada Papa nya secara gamblang, ternyata didalam hatinya Natasha tidak salah pilih tentang pria yang akan menjadi teman hidupnya ini.
"Iya pa, seperti yang kukatakan padamu aku akan mengikuti semua keinginan Papa."
Anthony berpikir sejenak agar dirinya bisa mengambil keputusan secara benar tanpa ada pihak yang tersakiti.anthony mengambil nafas panjang sebelum memberi pengumuman. "Baiklah jika ini keinginan kalian berdua aku akan memutuskan kalian akan bertunangan satu bulan lagi dari sekarang."
Thomas langsung protes dan menyela pengumuman dari Anthony karena menurutnya itu terlalu lama untuknya. "Tuan Anthony, maaf jika aku menyela keputusanmu tapi apakah sebulan tidak terlalu lama?."
kening Anthony berkerut mendengar protes dari Thomas. "Apakah kau ingin memprotes keputusan yang kubuat anak muda."
Natasha mencubit lengan Thomas agar dirinya diam saat Papanya sedang berbicara, dan Thomas mengerti akan kode dari Natasha, ia dengan terpaksa segera menahan mulutnya agar tidak berbicara kembali saat Anthony berbicara tentang tanggal, tempat serta bagaimana acara pertunangan nya nanti dengan Natasha.
Natasha merasa sangat gembira dan langsung memeluk Anthony dengan erat untuk berterima kasih padanya, Thomas yang terharu melihat keakraban antara orang tua dan anak tidak sengaja menetes air mata yang tiba-tiba mengalir di wajahnya.
__ADS_1