Cinta Mr. Boy

Cinta Mr. Boy
Perpisahan setelah kebahagiaan


__ADS_3

Seminggu setelah pernikahan Natasha dan Thomas sudah saling bertengkar dan adu pendapat tentang Thomas yang ingin melakukan perjalanan bisnis, simbok yang setiap harinya berada dirumah merasa gendang telinganya akan pecah mendengar suara dari mereka.


simbok menghampiri Natasha dan Thomas agar mereka tidak saling ribut lagi.


"Non Acha, tuan Thomas, bisa tidak kalian tidak berisik satu jam saja." pinta simbok


Natasha dan Thomas seketika itu juga terdiam, memandangi simbok yang tiba-tiba datang dan mengganggu argumen mereka. dan dengan kompak mereka menjawab pertanyaan simbok.


"maafkan kami mbok."


Natasha langsung memandang Thomas. " ini semua karena Thomas yang tidak mau mengalah mbok!"


simbok langsung menatap Thomas ingin memastikan apakah yang diucapkan Natasha itu benar atau tidak, "bukan mbok, ini justru Natasha yang tidak pernah mau memahamiku!."


simbok mengambil nafas panjang karena ia juga merasa pusing dengan kelakuan dari pengantin baru ini.


"memangnya apa yang menjadi masalah perdebatan kalian kali ini?".


Thomas langsung berdiri menghampiri simbok dan menunjukkannya sebuah foto berupa villa dengan pemandangan yang belum pernah dilihatnya.


"waaaaahhhhh pemandangannya bagus sekali tuan, ini dimana?."

__ADS_1


"tempat ini terletak disebuah pulau terpencil yang letaknya jauh dari kota ini, kebetulan aku ada urusan bisnis disana dan aku bermaksud ingin mengajak Natasha ketempat yang ada difoto ini. namun dia menolaknya dengan alasan tempatnya terlalu jauh."


Natasha langsung melotot melihat Thomas yang mengadu kepada simbok. "bukan maksud Acha ingin menolaknya mbok, Acha hanya khawatir sama Papa jika Acha pergi jauh dari kota ini."


simbok langsung membelai rambut Natasha mengerti akan maksudnya, namun simbok juga mengerti keinginan Thomas yang ingin menghabiskan waktu hanya berdua saja dengan istrinya. "Non tidak usah mengkhawatirkan tuan Anthony, dirumahkan ada simbok yang selalu membantu dan menjaganya. Non pergilah bersama tuan Thomas, bersenang-senanglah disana Non. dan jangan lupa membawa kabar baik setelah pulang dari sana!."


entah terlalu polos atau memang Natasha tidak mengerti akan ucapan dari simbok, Natasha menjawabnya dengan ucapan yang membuat Thomas dan simbok tertawa cekikikan. " tentu saja mbok Acha akan baik-baik saja disana."


Natasha kebingungan karena simbok dan Thomas tidak hentinya tertawa cekikikan dan tentu saja itu membuat Natasha menjadi naik pitam. "Thomas, mbok kenapa kalian menertawakan ucapanku?, apakah ada yang salah dengan ucapanku tadi?."


simbok langsung berhenti tertawa melihat Natasha marah kepadanya. "ucapan Non tidak salah, hanya saja agak tidak nyambung dengan ucapan mbok yang tadi."


sebenarnya Natasha ingin ikut dengannya, namun ia masih saja sangat mengkhawatirkan kondisi Papanya yang akhir-akhir ini kesehatan sedang terganggu.


namun ia juga tidak ingin ditinggalkan oleh Thomas yang baru sehari menjadi suaminya. Natasha merasa seperti dihadapkan dua pilihan yang sulit tapi Natasha harus lebih mengutamakan Papanya yang sepertinya lebih membutuhkannya dibandingkan Thomas suaminya.


Natasha menghela nafasnya dan membuat keputusan yang membuat Thomas tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"maafkan aku Thomas, tapi aku memilih tidak ikut denganmu. kalau saja kita perginya setelah kesehatan Papaku membaik pasti aku ingin ikut denganmu. tapi sekarang ini aku harus memilih keputusan yang membuatmu kecewa." ekspresi wajahnya langsung sedih saat menyatakan apa yang ada dihatinya, sebagai seorang suami tentu saja Thomas tidak bisa melihat air mata yang mengalir diwajahnya.


Thomas langsung mengusap air matanya serta menciumnya dengan mesra sambil berkata. " tidak apa-apa sayang, aku mengerti akan kasih sayangmu terhadap Papa. tapi maafkan aku juga yang tidak bisa membatalkan perjalanan bisnisku kali ini."

__ADS_1


Natasha memandangi Thomas dengan wajah iba, berharap Thomas akan membatalkan perjalanannya. namun sepertinya itu tidak berhasil. "jangan memandang seperti itu sayang, ini juga berat bagiku untuk meninggalkanmu. tapi aku berjanji akan cepat menyelesaikan urusan bisnisku disana dan kembali padamu sayang."


simbok merasa terharu melihat kemesraan di insan ini yang baru menjadi pengantin dan kini harus berpisah. air mata simbok ikut mengalir melihat Natasha bersedih ia tidak sanggup jika harus berada lebih lagi diantara dua sejoli ini. " simbok permisi dulu ya, kalian harus menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik." setelah itu simbok langsung berangsur pergi.


Natasha yang usahanya merasa sia-sia karena Thomas tetap pada keputusannya untuk pergi, Natasha harus berbesar hati agar ia dapat merelakan pria yang baru seminggu menjadi suaminya pergi melakukan perjalanan bisnis ke pulau terpencil dikota ini. namun didalam hatinya merasa was-was takut akan Thomas mengkhianati cintanya dibelakang dirinya.


"Tapi Thomas, bisakah kau berjanji akan tetap setia kepadaku?."


Thomas tidak percaya dengan apa yang dikatakan Natasha. "mengapa kau berbicara seperti itu sayang, apakah kau masih tidak mempercayaiku sepenuhnya?."


bukannya menjawab Natasha hanya diam cemberut mengerucutkan bibirnya dan tentu saja Thomas langsung menyambut bibir Natasha dengan kecupan mesra dan Natasha menyambut kembali kecupan Thomas.


Thomas yang merasa birahinya langsung naik segera membopong istrinya kekamar untuk memuaskan istrinya sebelum kepergiannya.


*************


Bernard chadwik yang sudah siap dengan rencananya untuk menghancurkan pernikahan Thomas, segera menyusun rencana agar rencananya kali ini berhasil dan dengan begitu ia bisa tenang menjalani kehidupannya tanpa diganggu oleh ayahnya kembali.


Bernard menyogok salah satu anak buah Thomas untuk menjadi matanya, untuk mengawasi Thomas serta memberikan semua informasi tentang Thomas, termasuk perjalanan yang akan dilakukannya.


Bernard menghubungi Malika agar dia mengikuti perjalanan Thomas dan merayunya ditempat yang akan dia tuju. dan tentu saja Malika langsung menyetujuinya karena ia juga masih menyimpan perasaannya untuk Thomas.

__ADS_1


__ADS_2