
setelah menghabiskan hari yang panjang bersama istrinya, tiba jualah hari dimana Thomas dengan berat hati harus meninggalkan istrinya untuk perjalanan bisnisnya.
Natasha yang masih berada ditempat tidur dengan penampilannya yang kusut setelah semalaman ia bergelut dengan suaminya diatas kasur melihat Thomas suaminya sudah rapih dengan penampilannya.
"Thomas . . . apa kau akan pergi sepagi ini?."
Thomas menghampiri istrinya kemudian mengecup bibirnya dengan mesra. "sayang . . . ini sudah pukul sepuluh, dan sudah saatnya aku pergi karena Jonatan sudah menungguku diluar."
Natasha melihat jam yang terpajang di dinding kamarnya dan benar saja ucapan suaminya jika ini sudah pukul sepuluh, Natasha langsung bangkit dari tempat tidur namun ia lupa dengan kondisinya yang tidak memakai sehelai pakaian sama sekali. Thomas yang melihat keadaan Natasha langsung memeluknya seketika.
Natasha yang tidak sadar akan kondisinya langsung terkejut karena Thomas tiba-tiba melompat untuk memeluknya. "Thomas ini bukan saatnya, bukankah Jonathan sedang menunggumu?."
Thomas merasa bingung dengan ucapan istrinya. "seharusnya aku yang bertanya padamu sayang, apa kau sengaja menahan kepergianku dengan penampilanmu yang seperti ini!."
Natasha melepaskan diri dari pelukan suaminya dan melihat dirinya sendiri yang tidak memakai busana, wajah Natasha seketika berubah menjadi merah padam karena malu. dengan kaki jenjangnya ia berlari kearah kasur untuk mengambil selimut dan langsung berteriak pada suaminya.
"Thomas . . . dimana pakaianku?."
"sayang mengapa kau bertanya tentang pakaianmu kepadaku?."
"Tentu saja aku bertanya padamu!, karena dikamar ini kan hanya ada kita berdua saja."
Thomas melayangkan pandangan yang menggoda kepada Natasha.
"mengapa kau memandangku seperti itu Thomas?."
"tidak apa-apa sayang, aku pasti akan sangat merindukanmu disana."
tenggorokan Natasha seakan tercekat mengingat jika sebentar lagi ia akan berpisah dari suaminya, ia menundukkan kepalanya berusaha mencegah air matanya turun.
Thomas langsung menghampirinya dan memeluk istrinya berusaha untuk menenangkan hatinya. "jangan menangis sayang, kau harus percaya pada suamimu ini. aku pasti akan pulang dengan cepat."
sambil sesenggukan Natasha menatap wajah suaminya dan berkata. "bukannya aku tidak percaya padamu, aku hanya tak kuat berpisah lama darimu Thomas."
Thomas menghapus air matanya. "tidak lama sayang, aku pergi kurang lebih hanya dua Minggu saja."
__ADS_1
Natasha mendorong Thomas agar menjauh dari dirinya. "bagiku itu terlalu lama Thomas, namun jika itu sudah menjadi keputusanmu kau pergi saja, biarkan aku disini."
"sayang, bukankah kita sudah membahas ini. dan kau juga sudah menyetujuinya, namun kenapa kau malah bersikap seperti ini?."
Natasha memanyunkan bibirnya. "itu hanya ucapan dibibirku saja Thomas, namun . . .
entahlah Thomas, hatiku ini tidak menginginkan kau untuk pergi."
"kau jangan berpikir yang tidak-tidak sayang, kau sebaiknya pergi mandi dan bersiap-siap mengantar kepergianku."
"baiklah Thomas."
Natasha beranjak dari tempat tidur sambil menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut ia berjalan kearah kamar mandi.
dan langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Thomas. "Andai saja kepergianku ini dapatku tunda, pasti aku tidak akan bosan-bosannya berada ditempat tidur bersama sayang."
Natasha langsung menggoda suaminya dengan memperlihatkan sedikit bagian tubuhnya yang tertutup selimut. "apakah jika aku melakukan hal seperti ini kau akan tetap dirumah Thomas?."
"jangan menggodaku sayang, lebih baik aku menunggumu diruang tamu bersama Jonathan."
*************
setelah menunggu hampir satu jam lamanya Natasha turun menemui Thomas dan Jonathan diruang tamu, Jonathan yang melihat Natasha turun dengan penampilan memukau tidak henti-hentinya menatap Natasha. Thomas yang merasa cemburu langsung menyindir Jonathan dengan perkataannya yang tajam. "jangan kau menatap istriku seperti itu Jo, kau cobalah mencari pendamping hidupmu agar kau tak selalu memandangi istriku lagi."
Jonathan langsung menundukkan pandangannya, malu sekaligus tersinggung dengan ucapan Thomas. Natasha yang mendengar perkataan Thomas langsung menyahutnya dari jauh. "Thomas kau tidak boleh bicara seperti itu pada Jonathan, tapi yang dikatakan Thomas juga tidak salah Jo."
Jonathan menggaruk kepalanya jika pasangan suami istri ini membahas tentang pendamping hidupnya, sebenarnya bukannya Jonathan tidak ingin mencari seorang istri hanya saja ia masih belum mendapatkan seorang wanita yang tepat untuknya.
sambil menghela nafasnya ia berdalih kepada pasangan suami istri dihadapannya.
"sudahlah jangan membahas tentang pendamping hidup untukku, dan Thomas lebih baik kita pergi sekarang supaya kita sampai dipulau lebih awal dari rekan bisnis kita."
Natasha yang mendengar ucapan Jonathan langsung memprotesnya. "kenapa kau terburu-buru sekali Jo, bukankah aku baru saja berbincang denganmu! "
"itu memang benar Natasha, namun sayangnya aku sudah menunggumu terlalu lama cantik. dan ini juga sudah waktunya bagiku untuk membawa suamimu pergi."
__ADS_1
Natasha memandangi Thomas dengan tatapan iba berharap suaminya itu dapat membelanya didepan Jonathan, namun sayangnya Thomas juga menyetujui ucapan Jonathan. sambil membelai rambut istrinya Thomas berbicara pelan pada Natasha.
"sayang, maafkan aku tapi ucapan Jonathan itu benar. ini sudah saatnya aku pergi sayang."
"tapi Thomas aku kan baru saja turun."
Thomas langsung memandang Jonathan memberi isyarat agar dia pergi keluar terlebih dahulu.
"Baiklah Thomas aku mengerti, sebaiknya kau cepat daripada kota nanti terkena masalah."
"dasar pria cerewet."
Thomas mengecup bibir Natasha dengan lembut untuk terakhir kalinya, llubia memandangi istrinya dengan dengan tatapan penuh kasih sayang.
"sayang aku pergi dulu ya, dan kau jangan terlalu sedih seperti ini."
"Baiklah Thomas." Natasha langsung mengusap air mata diwajahnya dan berdiri untuk mengantar Thomas keluar.
setelah sampai dihalaman rumah Thomas kembali mengecup bibir istrinya tiada henti, dan tentu saja Jonathan yang melihat hal itu langsung berkomentar kepada Thomas. "sampai kapan aku harus menunggu kawan, jika kau terus-menerus menciumnya aku pastikan kau tidak akan jadi pergi."
Thomas seketika berhenti dan langsung memberi tatapan tajam pada Jonathan agar mulutnya berhenti untuk bicara, dan benar saja Jonathan seketika itu juga langsung terdiam seribu kata.
Thomas kemudian mengecup kening istrinya, dan pamitan kepadanya. " sayang jaga diri baik-baik ya."
"baiklah Thomas, kau juga jaga diri serta jangan pernah kau merayu wanita diluar sana."
Thomas langsung menaikkan alisnya sebelah setelah mendengar nasihat dari istrinya.
"apa lebih baik aku tutup saja mataku ini."
Natasha langsung memukul Thomas mendengar candaan darinya. "lebih baik kau naik kemobil, lihatlah Jonathan seperti akan mati karena terlalu lama menunggumu!."
Thomas langsung melangkah kearah mobil dan masuk kedalamnya, ia melambaikan tangannya pada istrinya. dan Natasha juga menyambut lambaian tangannya, namun air matanya jatuh seketika melihat mobil yang dinaiki suaminya mulai pergi meninggalkan rumah.
Natasha tak kuasa membendung air matanya lagi, ia berlari kedalam rumah dan naik kelantai atas untuk masuk kedalam kamarnya. kemudian Natasha menghempaskan tubuhnya ketempat tidur dan menangis sekeras-kerasnya.
__ADS_1