CINTA Plus Minus

CINTA Plus Minus
Terapi ala Piranha


__ADS_3

"Sepertinya kamu perlu mengambil pengobatan therapy." ujar Dave pelan membuyarkan lamunan Cintya.


Pria itu naik ke atas ranjang dan langsung mengunggung tubuh Cintya yang sejak beberapa saat lalu mulai memejamkan matanya.


🌹🌹Cintya POV on 🌹🌹


"Dave, mau ngapain?" aku kembali membuka mata saat menyadari sosok yang kini ada diatasku.


"Untung nggak nimpa gue. Bisa penyok kalau ditimpa sama si piranha." Aku mengoceh dalm hati menyadari tubuh atletis Dave yang kini sedang berjarak sekian senti dari tubuhku.


"Ngapain sih?" tanyaku risih, ditambah debar jantung yang mulai tidak karu-karuan.


"Mau ngobatin kamulah. Memangnya kamu pikir saya mau ngapain?" tanya Dave memandang wajahku.


Ada sesuatu yang tersirat salam tatapan Dave saat ini. Sesuatu yang membuat jantungku berdegup kencang seolah memicu sel-sel sarafku memberi perintah aneh di sekujur tubuhku.


"Gila, ini cowo tampan bener. Sayangnya dia piranha menyebalkan. Kalau nggak gue pasti ja..." ocehan yang terjadi di dalam otakku seketika terhenti oleh sesuatu yang hangat kini sedang menyentuh lembut bibirku.


Sejenak tubuhku terasa kaku, terkejut dengan serangan mendadak dari si piranha. Namun detik berikutnya saat benda hangat dan lembut itu bergerak memijit bibirku aku merasa seolah tulang-tulangku menghilang. Tubuhku lemas seperti jelly.


Sebuah gigitan membuat piranha itu berhasil menguasai aku dalam ciumannya. Sentuhan lembut itu berubah menjadi semakin menuntut membuat dadaku kian sesak, lalu bayangan-bayangan George kembali menari di pikiranku.


Dengan gerakan mendadak kukerahkab seluruh tenaga mendorong tuubuh pria itu.


"Jangan... Ja...ngan George..." aku terisak pilu sambil meringkuk dan memeluk lututku.


Air mata menetes, tubuhku bergetar, bayangan George yang menjamahku dengan paksa kini menguasai pikiranku.


"Cintya... Cin... ini Dave."


samar-samar telingaku menangkap suara pria yang begitu tidak asing bagiku. Dengan perlahan aku mencoba mengumpulkan keberanian untuk membuka mataku yang tengah terpejam.


"Ah, syukurlah gue di kamar."


"Cintya, are you okay?" tanya Dave sambil menyentuh puncak kepalaku.


"Kenapa? Kenapa gue harus dihantui sama kejadian itu?" aku bertanya dalam hati.


"Jangan khawatir, kita bisa melakukannya perlahan sampai kamu bisa lepas dari kejadian buruk itu." Dave menjawab seolah dia bisa membaca pikiranku.


"Tidurlah.. Besok kamu harus kuliah pagi." ujar Dave sambil menaikkan selimut sampai menutup leherku.


Tanpa kata, aku langsung memejamkan mata. Mencoba mengabaikan segala hal yang berkecamuk dalam kepalaku.


🌹🌹🌹Cintya POV off 🌹🌹🌹


Setelah memastikan Cintya memakai selimut dan memejamkan matanya, Dave segera turun dari tempat tidur. Dia menata langkah menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Cobaan hidup ku berat benar..." keluh Goedan dalam hati mengingat sesuatu diantara kedua kakinya yang sudah beraksi sejak tadi.


 


\*


 


"Makasih Dave sudah nganter ke kampus." ujar Cintya santai sambil membuka pintu mobil.


Setelah turun, gadis itu menjejalkan kaki jenjangnya di lantai area parkir. Namun tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tangan kanannya dan menarik gadis itu berlalu dari sana. Mata Cintya membulat sempurna menyadari siapa pemilik tangan itu yang sebenarnya. Diam-diam dadanya sedang bergemuruh ria.


"Dave ngapain?" Cintya bertanya, bingung dengan aksi Dave.


"Ngobatin kamu lah." jawab Dave santai.


"Ha? Aku sakit apa? Terus kenapa obatnya malah gandengan begini? Aneh banget kamu." ujar Cintya.


"Ini sejenis terapi." ujar Dave santai sambil menuntun Cintya mendekat ke gedung jurusannya.


"Argh... Nggak usah pegang-pegang deh." Cintya menghempas tangannya berusaha lepas dari Dave.


Sayangnya pria itu jauh lebih kuat, sehingga usaha Cintya berbuah nihil.


"Dasar piranha. Kuat banget lagi mangsa tangan gue." protes Cintya dalam hati.


Gadis itu sungguh tidak nyaman dengan Dave yang menggenggam tangannya dan mengantarnya hingga ke pintu kelas. Rasa tidak nyaman akibat jantungnya yang memompa kencang, seolah sedang ikut lomba marathon saja.


"Belajar yang rajin ya. Awas aja kalau nilai kamu menurun." omel Dave sambil melepaskan genggamannya.


"Dari tadi kek dilepas." jawab Cintya ketus.


"Tapi kok rasanya kayak ada yang hilang pas dia lepasin tangan gue?" Cintya mengeluh dalam hati.


"Nanti pulangnya saya jemput, seperti biasa." ujar Dave lagi.


"Sana pergi." usir Cintya sok galak.


Dave hanya terkekeh pelan dengan tingkah gadis itu. Dengan langkah santai dia menjauh dari kelas Cintya.


\*\*\*


Sepanjang jalan dari kelas Cintya hingga area parkir, Dave sibuk dengan pikirannya.


"Kenapa aku malah betah saat memiliki kontak fisik dengan si cerewet? Astaga... Jangan-jangan..." Dave menggeleng kasar berusaha membuang isi pikirannya.


Pria itu bahkan belum menyalakan mesin mobilnya, hal tentang Cintya terus berseliweran di kepala Dave.

__ADS_1


"Apa otakku sudah berubah ke mode mesum? Ayolah Dave, menyayangi bukan berarti harus bertingkah keterlaluan begitu. Kendalikan dirimu... kendalikan dirimu.." Dave mencoba mendikte pikiran dan perasaannya.


\*\*\*


🌹🌹🌹Cintya POV on 🌹🌹🌹


Akhir-akhir ini aku merasa Dave sedikit aneh. Dia memang aneh dan menyebalkan sejak awal. Tapi makin kesini, kalian tahu kan betapa dia rajin mengusikku.


"Arhhhh... sial*n, hatiku kok jadi cenat-cenut begini? Nyebelin banget sih si piranha bisa buat gua deg-deg ser." Aku mengoceh dalam hati, sibuk dalam pikiranku sendiri.


"Aaaargh... DASAR PIRANHAAAAA...!!" aku menjerit seenaknya, melupakan rasa yang mengusik hatiku.


"CINTYA....!!!" sebuah suara tegas dan kuat memanggil namaku, menyadarkanku bahwa saat ini kelas sedang berlangsung.


"****** gue. Malah bikin ulah di kelas si killer lagi. Astaga... loe beg* banget sih Cintya." aku merutuki diri sambil melirik takut-takut pada dosen wanita yang mulai beruban dan kini sedang menatapku tajam dari meja pengajar.


"Astaga bu... itu mata bisa dipakai ngiris bawang kali ya? Tajam amat...hehehe. Pantas ibu jomblo." aku meledaknya dalam hati sambil sedikit merasa tergelitik.


"CINTYA, KAMU KELUAR DARI KELAS SAYA. RENUNGKAN KESALAHAN KAMU...!!!" dosen itu membentakku lengkap dengan tatapannya yang lebih tajam dari pisau dapur.


"Iya bu.. eh... maaf bu." jawabku gugup, sedikit ketakutan dengan aksi bentak-bentak dari beliau.


"Maaf... maaf... memangnya kamu pikir saya pendeta, yang selalu memaafkan?" Sang dosen berkata sinis.


.....


"ANGKAT KAKI DARI KELAS SAYA SEKARANG JUGA..!!!" satu bentakan kembali mengejutkanku.


Dengan kepala tertunduk, aku melangkah keluar dari kelas. Aku bisa merasakan bagaimana puluhan pasang mata sedang menatapku diam-diam. Ada yang menatap iba, ada juga yang memberi tatapan puas seolah aku adalah hal yang memang harus disingkirkan dari tempat ini.


"Gara-gara si piranha nih. Gue jadi kena masalah. Nyebelin banget sih loe Dave." aku bersungut-sungut saat tiba di luar kelas.


"Mending gue keperpus buat belajar. Astaga, apes banget sih nasib gue. Hari pertama ketemu miss jomblo akut yang super killer malah diusir dari kelas . Semoga gua baik-baik aja kedepannya." aku teringat cerita Steve tentang betapa berbahayanya ibu dosen tadi.


🌹🌹🌹Cintya POV off 🌹🌹🌹


Seusai janjinya, Dave kini telah berdiri di deoan kelas Cintya. Namun gadis yang ditunggu tak kunjung muncul, bahkan setelah semua mahasiswa meninggalkan kelas.


Jantung Dave seketika berdebar tak karuan.


"Kemana dia?" ujar Dave dengan wajah khawatir sambil mengeluarkan ponselnya.


Berkali-kali Dave mendial nomor Cintya namun sama sekali tidak ada jawaban, membuat pria itu semakin khawatir.


.....to be continued....


Hi guys makasih ya udah setia nunggu novel ini. Yok semangatin aku dengan komen, like, vote dan beri tip yang banyak.

__ADS_1


thankyou


-best-


__ADS_2