
"Lah, si piranha lagi bad mood ya? Kenapa?" gadis itu bertanya dalam hati sambil menyusun barang-barangnya di ruang ganti.
\*
Dave menarik nafas panjang, sambil menyalakan shower. Dibiarkan hangat dari air kini menghujani kulit kepalanya, hingga mengalir ke seluruh tubuhnya.
"Syukurlah, dia baik-baik saja." gumam Dave dalam hati.
Pria itu memilih berdiri berlama-lama di bawah guyuran air hangat, untuk mengusik cemas dan penat yang tadi bersarang di dalam dadanya.
Sementara itu di kamar Cintya sudah merebahkan tubuhnya di atas sofa, sambil tangan kanannya meraih remote untuk menyalakan tv. Gadis itu mengganti siaran dari satu acara ke acara yang lain.
"tumben banget gak ada acara yang menarik." gumamnya pelan.
Tiba-tiba saja saluran tv menayangkan sinetron, hal yang sangat wajar terjadi seriap petang di siaran tv Indonesia. Cintya terlihat menikmati acara itu, sambil sesekali menguap karena mulai mengantuk, sementara Dave masih belum selesai dengan urusannya di kamar mandi.
Cintya melirik jam tangan yang melingkar cantik di pergelangan tangannya.
"Ngapain si piranha dikamar mandi sejak tadi? Bodo amat, ih... paling juga dia beneran berubah jadi ikan." guman gadis itu sambil kembali fokus menonton tayangan tv.
\*
Dave menyisir rambutnya yang masih basah oleh air. Setelah selesai dengan acara mandi pria itu bergegas menuju ruang ganti. Moodnya kini sudah kembali membaik, sejak mengetahui keberadaan sang istri.
Di ruang ganti, Dave mengeryit bingung melihat para penghuni baru lemari Cintya. Yang dia tahu gadis itu bukan tipe shopaholic yang senang berbelanja. Dave mendekati beberapa tas dan sepatu baru yang berjejer di lemari sang istri, semuanya brand ternama.
"Dia belanja? tapi kenapa tidak ada notifikasi dari kartu yang kuberikan padanya? Dia belanja pakai uang darimana?" Dave bertanya dalam hati.
Setelah cukup lama memeriksa barang-barang itu, Dave segera memakai pakaiannya dan bergegas keluar dari ruang ganti.
"Cintya, kamu kemana lagi? TV malah ditinggal menyala begitu." gumam Dave gemas bercampur khawatir.
Tiba-tiba dia takut sang istri menghilang lagi seperti seharian ini. Dave tidak melihat tubuh Cintya yang ditutupi oleh sandaran sofa.
Dave mempercepat langkah mendekati TV dan Sofa. "Oh, ketiduran. Syukurlah." gumam Dave lega saat menemukan sosok mungil yang meringkuk lelap seperti anak kucing di atas sofa.
"Bangunin gak ya? Bangunin? Gak? Gak? Bangunin" Dave menimbang-nimbang dalam hati.
Sebagian dari hatinya berkata untuk segera membangunkan gadis itu untuk makan malam, namun otak dan pikirannya berkata lain.
"Untuk apa aku membangunkan pembuat onar ini? Lebih baik aku diam sampai dia sadar kesalahannya." sekali lagi Dave membatin sebelum meninggalkan kamar dan Cintya yang sudah terbuai ke alam mimpi.
\*\*\*
__ADS_1
🌹🌹🌹Cintya POV on🌹🌹🌹
Aku menggeliat pelan, tubuhku terasa sakit di bagian punggung. Perlahan kubuka mata hingga cahaya temaram di kamar memenuhi kornea mataku.
"Jam berapa ini?" gumamku lemah, enggan untuk bangkit dari posisi tidurku.
Kruk...kruk...krukkkkkk...
Suara berisik dan perasaan tidak nyaman pada bagian perut mengusikku, hingga kuputuskan untuk segera bangun. Sedikit terkejut aku memandang sekeliling kamar, menyadari bahwa aku terlelap di sofa.
Setelah memandang seisi kamar, aku menyadari piranha sudah terlelap di ranjang dan malam sudah larut.
"Dasar piranha." gumamku kesal.
Yah aku kini sedang kesal. Kesal karena Dave sama sekali tidak membangunkanku untuk sekedar makan malam dan membiarkanku ketiduran di sofa hingga tengah malam.
"Nasib gue nikah sama ikan piranha ya gini." aku mengomel sinis sambil melangkah ke kamar mandi, untuk membersihkan diri.
Sambil menikmati berendam di air hangat, sesekali aku kembali mengumpat pada Dave.
"Gak perhatian banget sih jadi cowo."
"Ngapain punya istri kalau nggak bisa ngurus? Jomblo aja sekalian." aku mengomel sambil melangkah keluar dari bath up.
Ssetelah membilas tubuh di bawah shower, kutinggalkan kamar mandi dan bergegas menuju ruang ganti. Setelah mengganti pakaian, sambil memakai skincare rutin dan menatap wajahku di cermin aku kembali mengomel pada Dave.
"Apa susahnya sih bangunin gue?"
kalimat demi kalimat bernada protes keluar dari bibirku. sungguh level rasa kesal ku pada piranha kini berada pada level dewa.
Sambil mengunyah makanan kukirim sebuah pesan singkat kepada Noni sahabatku.
"Gue kesel banget sama kakak lu. Masa iya gue dicuekin sejak sore tadi? makan juga nggak ngajak gue. Dia malah enak-enaknya tidur di tempat tidur dan ngebiarin gue tidur di atas sofa semalaman. Untung aja gue kebangun karena laper. Dasar tuh kakak lu memang bule ngeselin."
Pesanku terkirim pada Noni, selang beberapa menit sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselku.
"Lu lagi merajuk ya Cin sama kak Dave? gue mencium aroma-aroma jatuh cinta 😂😂"
"Apaan sih lu?" protes ku kesal sambil memilih mengabaikan pesan dari Noni.
🌹🌹🌹Cintya POV off 🌹🌹🌹
\*\*\*
Dave sudah menunggu Cintya di dalam mobil, pria itu masih enggan untuk berbicara pada sang istri.
Sementara di dalam rumah dengan sedikit tergopoh, Cintya segera bergegas menyusul Dave.
"Gue gak di sapa sejak bangun. Gue gak diajak sarapan. Gue juga ditinggal di meja makan. Apa maunya sih si piranha ini?"
Sambil melangkah keluar dari rumah Cintya masih saja bergumam sendiri.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju kampus Cintya, tak seorangpun buka suara. Hening dan canggung, membuat perjalanan yang biasa mereka lalui terasa semakin jauh.
"Dave..." Cintya membuka suara mencoba memecah keheningan.
....
"Kamu lagi sakit gigi?" tanya Cintya serius. Dia berjuang mati-matian untuk berpikiran positif sejak tadi pagi.
.....
"Sakit banget gak?" tanya Cintya lagi sambil memasang wajah cemas, kini posisi duduknya sudah sedikit menghadap sang suami yang sedang sibuk menyetir.
.....
"Kamu beneran sakit gigi?" tanya Cintya sambil tangannya bergerak menyentuh salah satu sisi pipi Dave.
.....
'skiiiiiiiiiiiit' secara mendadak Dave menghentikan laju mobil yang sedang di kendarainya.
"Auuuuuuuh...." Berteriak, Cintya merasakan kepalanya membentur sesuatu saat badannya terhempas kedepan akibat aksi rem mendadak sang supir, namun tidak terasa begitu sakit.
"Dasar piranha, nyetir aja nggak bener." omel Cintya menarik tubuhnya kembali ke posisi semula.
"eh...." Cintya tertegun saat menyadari tangan Dave yang berada tepat di tempat tadi kepalanya sudah kejedot.
"Jadi gue kejedot tangan piranha? Pantes aja gak sakit." gumam Cintya dalam hati.
'deg..deg...deg...deg...'
"Jantung gue, ah pasti efek terkejut karena si piranha gak becus nyetir nih."
"Kamu baik-baik saja kan? Apa ada yang sakit?" Dave akhirnya buka suara sambil mengelus puncak kepala Cintya yang tadi terbentur ke telapak tangannya.
"Huwaaa... kok wajah gue mendadak panas ya?" Cintya menjerit dalam hati sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan kedua tangannya.
"Tangan mu sakit?" tanya Dave dangan wajah bersalah.
"Piranha.. Diem. Nyetir yang bener makanya." protes Cintya sambil membuang pandangannya ke arah yang berlawanan dengan keberadaan sang suami.
Perlahan, Dave kembali melajukan mobil sport miliknya. Membelah keramaian kota Jakarta, menuju kampus tempat sang istri menimba ilmu.
\*\*\*
Dalam hati Dave berkata, "Diwelin titip pesan, kepada para readers maaf ya up nya lama karena lagi sibuk kuliah. Mulai hari ini bakal up tiap hari kalau kalian like dan komen yang banyak plus vote juga."
❤❤❤
...to be continued....
__ADS_1
\*