
Tok
Tok
Tok
Ara yang baru saja menyelesaikan rutinannya menggunakan skincare kembali beranjak dari ranjang untuk membuka seseorang yang tengah mengetuk pintu kamarnya.
"Pasti pelayan.. Udah jam segini males ah makan"ucapnya sembari berjalan.
Cklek
"Astagafirlloh Setan brewok"Umpatnya saat melihat wajah brewok si om mesum yang tengah berada dihadapannya.
"Ngapain om kesini sih?"tanya Ara clingak clinguk takut jika ada yang melihat dirinya bersama om genit.
"Saya meantarkan makanan buat kamu,kamu tadi kan belum makan"
"Ara gak jadi makan,gak laper..Udah om bawa pergi lagi aja" sahut Ara dengan amat yang masih meedarkan pandangannya.
"Gak bisa" ucap Rendy memaksa
"Kok maksa" sahut tak terima Ara
"Demi kesehatanmu"
"Ara udah sehat,tiap hari minum susu.Makan makanan bergizi"
"Makannya makan,biar tambah sehat" paksa Rendy lagi.
"Malam ini aja Ara gak makan gak bikin Ara mati juga om"
"Kamu susah dibilangin"
"Om sok perhatian,deket aja gak"
"Ini kan udah deket.."sahut Rendy dengan jail mendekatkan dirinya pada Ara.
"Dih.. jauh-jauh om,ntar aku ketularan tua.Maksut aku kenal deket"ucap Ara mendorong Rendy sedikit menjauh.
"Cih.. kalau gitu kenalan dulu dong sama calon suami"
Ara melotot "Dih.. siapa yang mau nikah sama om"
"Kamu"
"Sejak kapan Ara suka sama om-om genit kayak om brewok sih.. Idih ngayal si om,kebayakan makan micin pasti"
Rendy terkekeh mendengar celotehan Ara.
"Udah ya om,Ara mau istirahat dan kehadiran om tuh ganggu banget"
"Makan dulu,baru aku pergi"
"Ih.. gak suka akutuh dipaksa"
"Makanya makan"
"Iya.. iya aku makan,yaudah sana pergi.Om ganggu,ntar ada yang liat gak enak kalau liat om ada didepan kamar aku"
"Gadis pintar"sahut Chef Rendy mengacak rambut Ara membuat Ara langsung cemberut "Gapapa lah,apa salahnya aku nemuin pacarku sendiri"lanjutnya enteng Rendy melihat Ara yang masih was-was
Ara terbatuk mendengar ucapan Rendy "Wah.. mending besok om ke rumah sakit jiwa deh.Kayaknya jiwa om terguncang ini" ucap Ara dan meraih paksa nampan yang Rendy bawa dan...
Brak
Pintu itu dibanting keras oleh Ara.Untung saja Rendy sempat mundur,kalau tidak hidung mancungnya dapat dipastikan patah saat itu juga.
💜
__ADS_1
💜
💜
Setelah sehari selaman berlayar,semua kembali ke rumah masing-masing.Begitu juga dengan chef Rendy.Ia berjalan masuk ke unit Apartemennya tanpa semangat,sungguh ia sangat ingin saat pulang dari kerja seperti ada yang menyambutnya dengan wajah bahagia menyambut kedatangannya tapi semua itu hanya khayalannya belaka karna sang istri takkan mau melakukan hal yang tak penting itu.
Cklek
Tampak Apartemen sepi dengan beberapa lampu yang masih dalam keadaan mati,artinya sang istri tak berada didalam Apartemen.
Ia berjalan masuk ke dalam kamar,lalu melepas kaos polo putih miliknya dan bertelanjang dada untuk masuk ke kamar mandi membersihkan diri.
Setengah jam berlalu,Rendy sempat tertidur di bathup karna terlalu lama berendam.
"Ah.. ketiduran lagi"ucapnya lalu dengan bwrtelanjang ia berpindah ke tempat shower dan membilas tubuhnya.Ia keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuknya dan menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil.
Pandangannya tiba-tiba tertuju pada wanita yang tengah duduk di pinggiran ranjang dengan menatapnya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"tanya Rendy yang bingung melihat tingkah Nadia.
"Kamu gak tanya aku dari mana?"tanya balik wanita itu pada sang suami.
"Cih.. untuk apa,semua tak penting bagiku"sahut enteng Rendy sambil mengenakan kaos berwarna hitam dengan boxer berwarna abu-abu.
"Kenapa kamu cuek banget sih Ren sama aku"tiba-tiba saja wanita itu menangis.
"Drama lagi" batin Rendy memutar mata jengah.
"Apa maumu?"tanya Rendy.
Wanita itu menyeringai lalu mendekati Rendy dan memeluk lengan sang suami "Aku ingin ini"tunjuknya pada tas branded yang baru launching tertera di layar ponsel canggih milik sang istri.
"Hanya ini?"tanyanya lagi.
Nadia kembali tersenyum "Sebenarnya aku masih butuh uang,uangku habis.. Bisa transfer sekalian kan sayang"ucapnya manja bahkan tangannya mulai bergerilya di dada sang suami.
Rendy menyeringai "Cih.. jatah untuk para brondongmu"sahut enteng Rendy yang memang sudah jengah dnegan akting yang ia buat.
Nadia terperanjat dengan ucapan sang suami lantas melepaskan pegangannya "Apa maksutmu?Jangan fitnah kamu" ucapnya marah.
"Kamu kira selama ini aku gak tau apa yang kamu lakuin dibelakangku"ucapnya enteng lalu duduk di sofa yang tak jauh dari dirinya berdiri tadi.
"A-ap-apa ma-maksutmu?"tanyanya lagi.
"To the point saja,aku tau semua kebusukanmu selama ini.Apa perlu aku beberkan semua"tantang Rendy dengan santai,bahkan ia menumpukan kakinya sambil menatap remeh sang istri yang badannya bergetar hebat karna gugup.
"Jangan fitnah kamu,apa kamu punya bukti aku macam-macam dibelakangmu? Aku selama ini hanya berkumpul dengan teman-temanku"
"Iya berkumpul dan menyewa lelaki-lelaki muda untuk menghangatkan ranjangmu.Bagus sekali tingkahmu selama ini Nadia"
"Jaga bicaramu Rendy"teriak Nadia tak terima
"Kau yang seharusnya diam Nadia!!!"teriak Rendy yang terpancing emosi karna teriakan sang istri.
Nadia langsung terdiam melihat kilatan amarah yang belum pernah ia lihat sebelumnya meski keduanya sering bertengkar hebat.
Rendy berjalan menuju tas miliknya lalu melemparkan semua kertas foto yang tak lain buktindari kecurangan sang istri selama ini.
"Menjijikkan"ucapnya lalu kembali duduk di Sofa.
Mata Nadia melotot tak percaya banyak sekali foto dirinya yang tengah bermesraan bahkan berc*mb* dengan beberapa laki-laki.
"Apa kurang semua bukti itu untukmu?"tanya Rendy "Bahkan sekarang aku ragu bayi yang kamu kandung itu milikku"lanjutnya enteng.
Nadia menatap sang suami dengan tatapan tajam "Omong kosong apa kau ini Ren,ini milikmu"
"Cih.. benarkah?"Tanya balik Rendy tak percaya.
"Sungguh ini milikmu.. "sahut Nadia percaya diri.
__ADS_1
"Baik,kita lakukan tes DNA padanya.Bagaimana kau setuju"
Nadia semakin terkejut dengan ucapan sang suami "Untuk apa kau menghamburkan uang hanya untuk mentes DNA.. "
"Bahkan untuk beberapa kali tes DNA dan membeli semua keinginanmu aku mampu membayarnya."ucap Rendy tanpa goyah.
"Ren,sepertinya kamu sudah lelah.. sebaiknya kamu istirahat,kamu semakin ngelantur"
"Ck.. kau takut semua terbongkar"sahut mengejek Rendy
"Jaga omonganmu Rendy"desis Nadia.
"Kalau kau tak takut maka kabulkanlah keinginanku ini.Mari kita tes DNA"
Nadia mengepalkan tangannya "Baik..Siapa takut,tapi jika benar bayi ini milikmu.Apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku akan merawatnya"sahut Rendy "Tapi perceraian yang aku atur takkan ku batalkan"lanjutnya
Ucapan terakhir Rendy membuat amarah Nadia mendidih.
Plak
Wanita itu dengan kurang ajarnya menampar sang suami.
"Kau tega memisahkan anak dari ibunya..Kau gila" ucap marah Nadia dengan tatapan menyalang pada Rendy
Rendy mengepalkan tangannya,jika dihadapannya ini laki-laki mungkin ia sudah menghajarnya tanpa ampun.
"Jaga tangan kotormu itu Nadia"teriak marah Rendy mencengkram lengan Nadia yang telah kurang ajar menampar pipinya.
"Aw...aw...sakit Ren"desis Nadia kesakitan lalu Rendy hempaskan tangan Nadia kasar.
"Kalau aku tak ingat kau perempuan mungkin tanganmu sudah patah ditanganku"ucap marah Rendy "Oh ya ....Aku akan melakukan apapun untuk anakku termasuk menjauhkan dia dengan wanita murahan meski itu ibunya sendiri"lanjut Rendy dengan amarah yang memuncak.Ia pun memasang celana panjang dan jaket denim lalu meraih kunci mobil,dompet,rokok serta ponselnya dan pergi dari kamar mereka.
Prang
Prang
Prang
Terdengar suara pecahan dari kamarnya tak meurungkan Rendy untuk keluar dari Apartemen yang bertahun-tahun bagai neraka baginya.
Rendy yang mengendarai *Ra*nge Rover warna hitam itu pun melaju tanpa arah,ia bingung untuk pergi kemana.Sedangkan jam menunjukkan pukul 11 malam hampir tengah malam.Otaknya seakan terasa ingin pecah dengan keadaan pelik rumah tangganya.
Ia pun memutuskan untuk bermalam disalah satu hotel bintang lima yang tak jauh dari tempatnya sekarang.
💜
💜
💜
Setelah check-in,Rendy pun menuju kamar yang ia pesan.Ia merebahkan badannya pada ranjang,menumpukan kedua tangannya pada matanya untuk menghalangi matanya terkena cahaya lampu.
Tiba-tiba saat ia memejamkan mata untuk meringankan kepalanya dari belenggu rumah tangganya malah bayangan seseorang tengah gentayangan dipikirannya.
Kibasan rambut gadis yang dari kemarin bersamanya membuat mata Rendy kembali terbuka.Masih dapat ia bayangkan wangi parfum vanilla yang menerpa penciumannya saat itu.
"Sialan… kibasan rambutnya aja bikin gue kepikiran,anjir"umpatnya lalu tengkurap dan membenamkan wajahnya pada ranjang empuk itu.
...💜💜💜💜...
...Omegat si Om😳 di kibasin doang bisa terbayang-bayang,apalagi kalo disenyumin tuh.. Apa kabar sama dada di Om 🤣...
...💜💜💜...
...Yuk sayang jangan lupa sajennya buat Amma 🤣...
...Kasih love,like,komen n giftnya buat mereka ya,biar Amma semangat upnya 😘😍...
__ADS_1
...Salam Sayang Amma Nada 😘...