Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
T


__ADS_3

Rendy yang duduk di depan teras paviliin tersentak kaget setelah beberapa saat hening,suara yang tak begitu jelas ia dengar sebelumnya sekarang terdengar nyaring karena teriakan kekasihnya.


"Mami gak bisa seenaknya dong..Ara gak bisa pisah gitu aja"teriak Ara.


"Mami gak mau tau,kamu harus nurut sama mami"sahut mami tak kalah berteriak. 


Prang 


Prang 


Mata Rendy membulat mendengar teriakan bersahutan dari dalam dan pecahan dari kaca pun terdengar nyaring, tak bisa dibiarkan ia harus cepat-cepat melerai keduanya dan meminta penjelasan kenapa calon mertuanya kembali tak merestui hubungannya..


Ia pun berjalan menghampiri pintu,dengan dada yang berdegup kencang karena sungguh ia sangat gugup dan takut jika ada satu kesalahan yang membuat Raina meurungkan restu padanya dan Ara. 


Dengan meremat gagang pintu lalu mendorongnya cepat. 


"Sayang"panggil Rendy nyaring dan seketika langkahnya terhenti,matanya mengerjap beberapa kali melihat yang dilakukan calon mertua dengan kekasihnya. 


Saat diluar tadi ia sudah ketakutan kekasihnya bertengkar dengan calon ibu mertua,apalagi pecahan kaca membuatnya semakin panik.


Dan apa yang ia lihat sekarang,ibu dan anak itu tengah duduk berdampingan dengan kekasihnya yang memakan buah ditangannya dan bwraandar di bahu sang mami 


Rendy melihat pecahan piring dan gelas yang dibawa oleh calon mertuanya tadi berada tak jauh dari mami Rain dan Ara.Keduanya menatap Rendy dengan senyum geli.


"Kenapa chef pucet banget mukanya?"tanya mami santai. 


Chef Rendy masih mengerjap-ngerjap mencoba mengkonekkan otaknya yang tiba-tiba blank.


"Mami sih,liat pacar aku jadi syok kan"sahut Ara berdiri dari duduknya lalu menghampiri Rendy.


"Om.. hallo om sadar"ucap Ara melambaikan tangannya didepan wajah Rendy


"Oh-eh sayang kamu gapapa kan"ucap Rendy tersadar tapi tak sadar juga. Mencek wajah Ara dengan memutar ke kanan ke kiri.


"Haha..haha.. mami sama aku tadi cuma ngerjain om aja,aku gapapa" ucap Ara tertawa geli.


"Huh,syukurlah.. Aku kira ada pertumpahan darah" .ucap chef Rendy memeluk Ara. 


"Dikira lagi perang apa" sahut Ara terkekeh.


"Gak ada akhlak,ini mami disini lho dek.Main peluk-peluk"timpal mami berdiri dari duduknya lalu berkacak pinggang. 


Ara hanya cengengesan melihat wajah kesal dibuat-buat oleh maminya. 


"Cie.. mentang-mentang gak ada yang diajak pelukan kesel sendiri cie.."godanya pada mami membuat mami berdecak kesal. 


"Beresin semuanya,mami gak mau tau"ucap mami tiba-tiba pergi keluar meninggalkan pecahan kaca yang sebenarnya adalah ulah mami sendiri untuk mendramatisir akting mereka berdua.


…….


Murka daddy Elang benar-benar tak dapat ditutupi,hari ini sudah ketiga harinya setelah mengetahui malam itu bahwa ia tengah diintai dan di sadap.Tapi inisial seseorang itu masih belum dapat ia pecahkan sampai saat ini.


"Kita lihat bajingan,sampai mana permainanmu"monolognya dingin dengan aura menakutkan,orang-orang yang ketahuan menyadap dirinya lebih menginginkan mati daripada membuka nama bos mereka sangat membuatnya geram. 


...Flashback On....


Mobil BMW keluaran terbaru berwarna hitam itu melenggang dengan santainya setelah daddy Elang melakukan pertemuannya tadi. Ia menyandarkan kepalanya lalu memejamkan mata sejenak,pikirannya berkelana.Apa ia terlalu terlena seakan kehidupannya sekarang baik-baik saja,sampai ia lengah orang-orang yang ia anggap keluarga sekarang tengah diusik.Ponselnya berdering,ia melihat dilayarnya terdapat nama seseorang yang tak lain adalah Roy.


^^^"Ya" ^^^


^^^"Semua sesuai perintah tuan,mereka siap ditempat masing-masing" ^^^


^^^"Hhmmm,jangan sampai dia menyadari semua" ^^^


^^^"Baik tuan" ^^^


Daddy pun mematikan panggilan secara sepihak.


Tak lama kemudian ponsel milik daddy kembali berdering,ia melihat kembali panggilan yang ada.Tak ia sangka jika ini panggilan dari Airlangga.


^^^"Ya" ^^^


^^^"Apa terjadi sesuatu disana kak??" ^^^


^^^"Maksutmu?" ^^^


^^^"Kenapa kakak menetap disana? Apa yang terjadi?"tanyanya beruntun.^^^


^^^"Tak ada apa-apa" ^^^


^^^"Sungguh.. apa terjadi sesuatu pada keluargaku kak?"tanyanya lagi.Keluarga yang ia maksut adalah keluarga Rayyan dan Raina.^^^


^^^Daddy terdiam sejenak "Tak terjadi apa-apa,kau tenang saja"bohong Daddy.^^^


^^^"Aku mendengar keraguan dari kalimatmu kak..Jangan tutupi sesuatu yang terjadi pada keluargaku,kau tau.. Aku menitipkan mereka pada kakak karna aku percaya dengan kakak" tutur Air. "Semingguan ini perasaanku sudah tak enak,tapi jadwal pemotretanku sangat padat padahal ingin sekali aku kembali kesana...Tolong jaga mereka untukku selagi kakak berada disana,mungkin sebulan lagi aku kembali"lanjut Air dari seberang telfon.^^^


^^^"Hemm,percayakan semua padaku" sahut daddy Elang.^^^


^^^"Baiklah,aku akan mematikan panggilan ini.Sebentar lagi aku ke Kantor"ucap Air.^^^


^^^"Hem"sahut singkat daddy lalu mematikan panggilan. ^^^


Otak daddy Elang pun semakin bekerja keras setelah mendengar pernyataan dari seorang Airlangga.Lelaki itu mengkhawatirkan keluarganya.


"Apa dia sedang berakting? Apa dia sadar tengah ku mata-matai"gumam daddy Elang lalu menatap keluar kaca mobilnya.


Sekali lagi ponsel daddy kembali berdering,sampai daddy pun menghembuskan nafas kasar.


Mata daddy membulat,tertera sebuah nama 'Heart' dengan foto sebuah keluarga bahagia disana.Ini kali pertama wanita itu menelfon dirinya.


Daddy membenarkan duduknya,entah kenapa jantungnya masih berdegup kencang jika berhadapan dengan wanita ini.


^^^"Hallo"ucap daddy.^^^


^^^"Kita lakukan"sahutnya langsung.^^^


^^^"Lakukan?"tanya daddy balik. ^^^


^^^"Hemm.. Setidaknya aku berjuang untuk keadilan suamiku, bantu aku Lang"ucap mami Rain di seberang sana. ^^^


^^^"Apapun.. akan aku lakukan apapun untuk kalian.Jika memang kecelakaan itu disengaja, aku takkan melepaskan mereka begitu saja"^^^


^^^Terdengar suara lirih tangis dari seberang sana membuat hati daddy Elang terasa sakit mendengarnya. ^^^


^^^"Percayalah padaku"ucapnya lagi pada mami Rain.^^^


^^^"Hem, aku percaya. Terimakasih"sahut mami Rain masih menangis. "Lang"panggil mami lagi.^^^


^^^"Ya" ^^^


^^^"Bisa kau rahasiakan ini dari keluargaku, maksudku hanya kita dan anak-anak.. Jangan sampai abang atau kakakku tau"ucap mami.^^^


^^^"Baik.. Semua seperti keinginanmu"sahut daddy Elang.Bibirnya tertarik melengkung sempurna, bahkan supirnya dapat melihat pancaran bahagia dari atasannya itu meski hanya dari spion mobil.^^^


Setelah mematikan panggilan,bersamaan mobil mewah itu memasuki gerbang besar mansion milik daddy. Sirine sensor langsung berbunyi nyaring ketika mobil itu melenggang masuk membuat semua bersiaga.Beberapa penjaga bersiap dengan senapannya tak jauh dari mobil. 


Daddy pun tersentak kaget karna suara sirine yang tiba-tiba berbunyi.Ia langsung turun dari mobil. 

__ADS_1


"Apa yang terjadi?"tanya daddy. 


"Sensor berbunyi tuan,sepertinya ada benda asing yang berada di mobil"sahut salah satu penjaga. 


"Geledah semua"titah daddy dan dengan sigap semua penjaga mencek semua isi mobil serta sang supir.


Saat salah satu sensor dinyalakan tak jauh dari tempat daddy berdiri,benda itu pun kembali berbunyi nyaring. Dengan mengangguk segan pengawal itu pun mengatakan jika benda asing itu berada di tubuh daddy. 


"Maafkan saya jika lancang tuan" 


"Periksalah"sahut daddy membuka jas miliknya. 


Dan benda bulat berwarna hitampun ia temukan disana, dengan isyarat tangan pengawal itu mengatakan jika itu alat penyadap. 


Wajah daddy Elang langsung merah padam menahan amarah.Sial.. siapa yang berani mengusiknya pikir daddy. 


Ia meraih cepat jas miliknya lalu di dekatkannya alat penyadap itu pada bibirnya. 


"Tunggu saja bajingan,aku akan menemukanmu dimanapun kau berada.Ku harap kau bersiap untuk menjadi santapan makan malam Zenna br*****k"ucap daddy Elang dengan penuh tekanan.Aura mematikannya begitu terasa.


Tanpa komando,para penjaga dengan sigap mulai mencari letak orang yang tengah menyadap tuannya.Sudah dapat dipastikan orang itu berada tak jauh dari mansion milik daddy Elang.


……. 


Setengah jam berlalu,dua orang penjaga mengabarkan tentang pondok yang tampak mencurigakan berjarak kurang lebih 3 kilometer dari mansion daddy. Dengan penjagaan ketat,daddy pun pergi ke lokasi yang tengah mereka intai sebagai tempat seseorang itu. 


Pondok kayu yang dilindungi beberapa pohon besar tampak sepi dengan pencahayaan yang minim.Beberapa penjaga sudah siap dengan segala pistol yang mereka bawa. 


Brak 


Daddy menutup pintu mobil kencang,ia menatap sekilas bangunan di hadapannya lalu mulai menggulung lengan kemeja miliknya sampai siku. 


Cklek 


Suara pisau lipat miliknya saat daddy mengeluarkan benda kecil itu. 


"Sepertinya malam ini menjadi malam yang indah.. Aku rindu bau darah"gumamnya mengerikan dengan menyeringai.


Tangannya ia angkat keatas lalu ia ayunkan,seakan menyuruh anak buahnya mulai bergerak. 


Brak 


Pintu utama dengan sekali tendangan langsung terbuka oleh salah satu penjaga itu,beberapa orang berjalan masuk dengan menodongkan pistol untuk bersiaga. 


Dorr…


Dorrr….


Dorrrrr….. 


Suara pelatuk pistol itu terdengar nyaring saat saling adu tembak,sudah dapat dipastikan terjadi ketegangan didalam sana.Dengan santai daddy mulai menyusuri anak tangga untuk ikut masuk ke dalamnya. 


Terdengar suara langkah kaki cepat dari dalam menuju ke arahnya dengan sigap ia langsung menjegal langkah seseorang itu hingga terjatuh terguling beberapa kali dengan laptop yang terlempar jauh ke tanah. 


Daddy memutar badannya,menatap lelaki yang tengah mengerang kesakitan pada punggung dan kakinya.Meurungkan niatnya untuk masuk melihat kejadian didalam pondok itu. 


"Wow..wow,jadi ini tikus kecil itu"ucap daddy santai kembali menuruni anak tangga.Tangannya terus bermain-main dengan pisau lipat ditangannya.


Ia berjongkok mensejajarkan dirinya dengan wajah lelaki yang tampak berumur masih muda itu.


"Siapa yang menyuruhmu melakukan itu?"tanya daddy dengan meletakkan pisau tepat dibawah dagu miliknya.


"Ma-maaf tapi apa maksut tuan"sahutnya seolah tak melakukan kesalahan.


"Perlu diperjelas.." 


Daddy tergelak "Hhmm..sungguh" 


"Ya tuan" 


"Fito"panggil daddy pada supir pribadinya.Dengan sigap lelaki bernama Fito itu mendekati daddy.


"Geledah isi laptop itu,kita lihat apa ucapan lelaki muda ini bisa kita percaya"entah apa yang tengah direncanakan oleh daddy,ia seakan menikmati permainan ini. 


Dengan tangan yang memegang pisau itu masih berada di bawah dagu lelaki itu,daddy malah melakukan hal konyol dengan bertanya hal tak penting.Ia melihat keteguhan lelaki dihadapannya ini.


"Sungguh kau tak ingin berterus terang saja?" 


"Saya tak melakukan kebohongan tuan" 


"Sungguh"


"Tentu"sahutnya pasti. 


Fito yang sudah membongkar isi laptop itu kembali dan mengatakan jika laptop itu kosong,hanya file-file tak berguna yang berada disana.


"Lepaskan saya tuan,anda sudah melihat jika tak ada yang berarti di laptop milikku" 


"Tidak,aku tak sebodoh yang kau pikirkan anak muda"sahut daddy.Dengan lihai ia memainkan pisau miliknya dan menyayat sweater hitam yang lelaki itu gunakan.


"Bukankah ini menarik"ucap Daddy Elang menyeringai saat mendapatkan flashdisk kecil yang tertempel didada bagian kiri dari lelaki itu. 


Dengan sigap Fito langsung meambil benda kecil yang dilempar oleh daddy padanya.Bersamaan dengan itu,para penjaga yang tengah adu tembak didalam akhirnya keluar dengan tiga orang yang berada di tangan mereka.


"Diantara mereka yang mana yang kau sebut kakak,anak muda"ucap daddy terkekeh lalu ia berdiri,membiarkan lelaki muda itu lepas dari cengkramannya.


"Bawa mereka"ucap daddy meninggalkan lelaki itu menjauh untuk memasuki mobil.


Bugh 


Satu tendangan dari arah belakang daddy dapatkan dari lelaki muda itu membuatnya terhempas tepat ke pintu mobil.


"Wah.. kau kuat juga anak muda"ucap daddy masih sempat terkekeh. 


Lelaki itu pun kembali menyerang daddy dengan mengayunkan tangannya seolah akan memukul. 


Tiba-tiba…..


"Aaarrrrgggggg"teriak lelaki itu entah sejak kapan ia mendapatkan sayatan dari dadanya turun hingga perut ia dapatkan dari pisau lipat yang dipegang oleh daddy.Gerakan daddy dengan terkekeh konyol seakan tak dapat lelaki itu baca.


"Kau kesakitan anak muda,,bahkan aku lebih sakit terkena pintu mobil ini"ucap daddy menyeringai menepuk-nepuk pipi lelaki muda yang tengah kesakitan itu.Dan daddy mendapati sebuah inisial nama di tato dada sebelah kanan milik lelaki itu. 


……


Keempat manusia sampah itu tengah daddy bawa ke Mansion miliknya,tepatnya dibawah ke belakang mansion mewah miliknya yang tak lain adalah markas tersembunyi.Dari empat lelaki itu hanya satu yang sudah merasakan kesadisan daddy Elang.Tapi seakan tak takut,ketiga lainnya meski tengah terikat mereka terlihat begitu tenang.


Kembali daddy melihat tato di dada kanan ketiganya sama dengan tato salah satu dari mereka tadi.Inisial huruf 'T' membuat daddy semakin penasaran.


"Siapa yang membayar kalian?"tanya santai daddy menutupi amarahnya.Apalagi dari foto-foto yang ia lihat tadi,tampak keluarga Rayyan memang tengah diintai.


Keempat lelaki itu diam dengan satu yang terus mengerang kesakitan karna darah yang semakin deras keluar dari dadanya.


Dor..


"Aaarrgggg"teriakan erangan kesakitan kembali terdengar dari satu lelaki yang berada dihadapanya.Tembakan daddy mengenai lengan salah satu dari mereka.


"Masih tak ingin menjawab"ucap daddy menyeret maju kursi miliknya untuk mendekati mereka. 

__ADS_1


Kedua lelaki yang masih belum terluka itu hanya diam.


Dor… 


Kembali pelatuk pistol itu berbunyi dan langsung mengenai dada kiri salah satu dari keduanya dan langsung mati ditempat.


Plak….plak…


"Hanya kamu yang masih selamat anak muda,bukankah lebih baik kau mengatakan siapa yang membayarmu daripada kau mati seperti orang disebelahmu itu?"tanya daddy santai dengan senyum penuh sandiwara. 


Lelaki muda itu hanya diam. 


"Penjaga,buka tralis besi itu..Biarkan dia menyapa Zenna"ucap daddy pada salah satu penjaga itu.


Gggreeekkkk..


Bunyi tralis besi yang tengah tergeser itu terdengar nyaring membuat daddy semakin senang.


Hhaauumm…🐯


Suara geraman singa betina itu begitu nyaring karna tengah kelaparan.Kaca tebal pembatas itu membuat singa itu dapat melihat daddy dan para lelaki itu dapat melihat Zenna.


"Zenna putriku,silahkan sapa makananmu sayang"ucap daddy melambaikan tangan pada singa betina itu.


"Bagaimana anak muda,masih tetap diam dan menjadi santapan Zenna?"tanya daddy pada lelaki itu. 


"Saya sudah bersumpah,meski nyawa saya taruhannya"sahut lelaki itu membuat daddy tergelak.


Wah.. baru kali ini ada bawahan yang begitu setia pada majikannya pikir daddy. 


Dengan santai ia semakin mendekatkan dirinya pada lelaki muda berkulit hitam itu. 


Ssrreeekkk 


Dengan sekuat tenaga daddy menancapkan pisau lipatnya tepat dibawah dagu milik lelaki itu.Hanya lelaki ini yang berani menjawab membuat daddy tertantang untuk melubangi dagu miliknya.


Lolongan kesakitan terdengar nyaring bersautan dengan suara singa betina yang terus kelaparan itu.Darah mengucur deras dari bawah dagu milik lelaki itu membasahi tangan milik daddy tak membuatnya jijik,daddy semakin senang dan aura kegelapan semakin mencekam. 


"Dari sini kau begitu setia dengan tuanmu.Kuberikan penghargaan untuk kesetianmu ini"tunjuk daddy kembali dengan pisau lipatnya tepat di dada kiri lelaki yang masih mengerang kesakitan itu hingga….


Crak


Crakkk


Crakkkk


Dengan sadis daddy menusukkan pisau kecil itu tepat di jantung milik lelaki itu dengan kuat,hingga darah segar mengucur deras membuat daddy mencium dalam-dalam bau amis darah yang begitu menyenangkan.


"Sangat segar bukan.Itu semua untuk apa yang tuan kalian lakukan pada keluargaku"ucapnya terkekeh lalu berdiri dari duduknya.Ia mendekati kaca pembatas Zennanya lalu tersenyum kearah singa betina yang tengah mencakar-cakar dinding kaca itu. 


"Zenna sayang,santapanmu malam ini sudah siap.. Daddy harap kau suka dengan hidangan malam ini,makan yang banyak sayang"ucap daddy mencium dinding kaca itu dengan membelai wajah Zenna yang dekat sekali dengannya di dinding kaca.


"Tuan,ada Tuan Rafa datang"ucap salah satu penjaga membuat daddy yang ingin melihat singa peliharaannya pesta itu pun tersadar. 


"Ah.. putraku datang,biarkan dia masuk."ucap daddy dengan tersenyum bahagia.


"Oh iya Yuda,berikan dua mayat itu pada Zenna dan siksa kedua manusia tengah kritis itu sampai mati dan setelah itu berikan mayatnya nanti pada Zenna"ucap daddy sebelum pergi pada penjaganya dan dipatuhi oleh mereka semua. 


Daddy dengan santai melenggang masuk ke Mansion miliknya,tinggal mencari tau dalang dari semuanya.


...Flashback Off....


........


Kegaduhan terjadi pada Restoran milik Rendy,penusukan terjadi Restoran miliknya karna salah satu pelanggan yang tengah mabuk di siang hari seperti ini dan melukai salah satu pegawai Restoran. Rendy dengan tergopoh memasuki restoran miliknya,meninggalkan kekasihnya di Sekolah karna suatu yang mendesak.


"Bagaimana bisa terjadi"ucap Rendy pada Asistennya saat masuk kedalam Restoran.


"Gue juga gak tau,,anak-anak tadi langsung manggil bilang ada ribut didepan dan pas gue keluar Ferdi udah bersimbah darah"sahut Asisten sekaligus teman Rendy itu.Ferdi karyawannya itu sudsh dibawa ke Rumah sakit oleh beberapa karyawan yang lainnya.


"Pelakunya?"tanya Rendy


"Masih ada di tahan sama anak-anak,nunggu polisi dateng"sahutnya


"Kita liat cctv"ucap Rendy pada asistennya itu untuk menuju ke Ruang cctv yang berada di ruangannya.


Kamera pengawas itu tengah memutar kejadian beberapa saat yang lalu sebelum kejadian penusukan itu terjadi,tampak disana beberapa pelanggan tengah menikmati hidangan makan siang mereka.


"Ini dia"tunjuk asisten Rendy pada salah satu meja yang berada di paling ujung.Terlihat lelaki berkemeja hitam itu tengah menikmati hidangannya dengan botol wine berada diatas meja.


"Kayaknya ni orang korban patah hati"canda asisten Rendy terkekeh melihat lelaki yang makan hidangan steak disiang hari dengan sebotol wine.Konyol.


Terlihat kembali saat lelaki itu menyelesaikan makannya dan menghabiskan isi winenya dan kegaduhan pun terjadi.Lelaki itu terlihat menggebrak-gebrak meja dengan mulut yang terus bergerak,sepertinya tengah berteriak.Beberapa pelanggan di Restoran bahkan melihat kejadian itu dan bahkan ada juga yang tengah memvideo.Tak lama nampak Ferdi mendekati meja dam terlihat dengan sopan ia mengajak bicara lelaki itu,tapi dengan cepat lelaki itu berdiri dan langsung menusukkan pisau untuk mengiris daging tadi pada perut Ferdi hingga lelaki itu ambruk dengan bersimbah darah.Kegaduhan di Restoran pin terlihat jelas disana.


Ini kejadian mengerikan pertama yang terjadi pada Restoran Rendy selama ini.


tok..tok..


"Pak pihak kepolisian sudah datang"ucap salah satu pegawai pada keduanya.


Rendy dan Asistennya pun turun kembali untuk menemui pihak kepolisian.


..........


Langit tampak mulai menunjukkan cahaya kuningnya,waktu malam pun hampir tiba.Ara yang telah selesai melakukan latihan pun bersiap untuk pulang.


"Kok om masih gak ada kabar sih"monolognya melihat chat yang tadi mereka lakukan saat Ara pulang sekolah.Rendy mengatakan akan menjemput di tempat akademi setelah urusan di kepolisian selesai,tapi hingga saat ini kekasihnya itu tak kunjung memberi kabar.


"Ra,pulang bareng aku aja yuk"tawar Vania pada junior kesayangannya itu.


"Hemm,gak deh kak..Aku nunggu jemputan"


"Nunggu bodyguard kamu,chat aja bilang kamu pulang sama aku"ucap Vania mencoba memaksa.


"Gak usah deh kak,nanti malah susah kalau mami tau aku gak sama si Om malah dikira ngelayap lagi"sahut Ara beralasan.


"Bener nih gak mau?" tanya Vania meyakinkan lagi.


"Iya kak"


"Yaudah aku duluan ya.. Kamu hati-hati"ucapnya menepuk bahu Ara lalu pergi keluar dari ruang ganti.


"Iya kak,sampai ketemu besok"sahut Ara


Ara pun yang sudah selesai mengikat rambutnya,lalu memasang tas baletnya dan berjalan keluar ruang ganti dengan tangan yang memegang ponsel dan melakukan panggilan pada Rendy.


Tut....


Tut.....


Terdengar belum ada jawaban dari seberang sana.


"Kemana sih Om"monolog Ara berjalan menyusuri lorong Akademi yang mulai sepi,hanya beberapa kelas yang masih terdengar melakukan latihan untuk kelas malam


Greb


Tiba-tiba saja Ara di dekap mulai belakang,lalu sapu tangan seseorang ditempelkan tepat dimulut dan hidungnya membuat Ara seketika pingsan.Dengan santainya orang itu meangkat Ara dan menggendong ala bridal style untuk masuk kedalam mobil miliknya.

__ADS_1


__ADS_2