
"Hallo Ra,lu sampai mana?"ucap Rafa langsung saat telfon diangkat oleh saudara kembarnya.
"To-tolong a….."sahut gadis diseberang sana belum selesai malah terdengar teriakan setelahnya membuat Rafa sangat yakin saudara kembarnya tengah terjadi sesuatu pada Ara.
Bahkan teriakan kembali Ara membuat Rafa semakin panik.Perasaan tak enak sedari Ara izin padanya dan mami untuk ke Mall sudah membuat hati Rafa tak tenang,bahkan berulang kali ia terus menelfon Ara untuk memastikan keadaan saudara kembarnya.
"Ara...Ara lu denger gue kan haloo?"ucap Rafa ditelfon tapi tak ada jawaban lagi dan ternyata panggilan terputus.
Dengan cepat ia meraih jaket miliknya dan melacak gps di ponsel Ara,ia menuruni tangga dengan tergesa hingga mami yang tengah berada di ruang keluarga menoleh padanya.
"Mau kemana kamu kak?? Kenapa cepet-cepet banget?"tanya mami pada Rafa.
"Kayaknya terjadi sesuatu sama Ara deh mi,aku telfon tadi dia minta tolong dan habis itu panggilannya mati"sahut Rafa.
Mami langsung berdiri "Tunggu mami,mami ikut"ucap maminya langsung berjalan menuju kamar miliknya.
"Mi gak usah,biar Rafa yang cari Ara"teriak Rafa tak dihiraukan mami Rain dan dalam sekejap mata mami kembali keluar dari kamar sudah lengkap dengan traning dan jaket hoodienya.
"Ayo"ucap mami meminta Rafa agar segera mengikutinya.Kalau sudah begini Rafa tak bisa mencegah maminya lagi,mami akan terus ngotot dan akan marah jika dicegah.
…...
Ssrreekk
Penutup kain pun terbuka dan tampaklah motor gagah berada disana.Beberapa motor trail pun berjejer disana,menunggu empunya untuk menunggangi mereka.
"Kita naik ini"ucap mami membawa salah satu koleksi motor trailnya keluar garasi.Rafa meraih dua helm dan mengikuti sang mami.
"Biar Rafa yang bawa mi"
"Emang kamu,masa mami"sahut mami membuat Rafa tersenyum salah tingkah,ia kira mami tak mengizinkan ia menyetir motor kesayangan maminya.Ternyata tidak.
Setelah keduanya memakai helm pun,mami kembali masuk dalam garasi dan meambil sesuatu.Stik baseball berada ditangan mami membuat Rafa tercengang.
"Mih..kita gak mau tawuran lho"cegah Rafa kelabakan,maminya ini seperti akan pergi tawuran.
"Ara lagi perlu pertolongan kan.. kita perlu ini buat ngehajar orang yang gangguin Ara"
"Gak mih,taruh aja.. Rafa bisa ngehajar mereka kok,please.."pinta Rafa,ia akan tau maminya akan menggila saat disana.
Klontang
Mami langsung melempar stik baseball ke lantai dan naik motor trail yang sudah siap dijalankan oleh putranya.
"Let's go"ucap mami menepuk bahu Rafa.
Bbbbrrruuummmm
Bbbrrruuuummmmm
Bbbrrruuummmmm
Suara yang sangat mami rindukan akhirnya terdengar kembali,jiwanya yang sempat terkunci diruang sepi bersama semua kenangan sang suami menyapa kembali.Mami tersenyum di balik helm motocross miliknya.
Dan motor trail warna biru itu pun ibu dan anak melesat cepat dikegelapan malam.
…..
Mami memantau gps milik putrinya,mengarahkan Rafa pada penunjuk gps.Dan keduanya pun melewati gedung akademi balet tempat Ara berlatih.
Motor trail itu terus dipacu cepat,meski keduanya dihinggapi kekhawatiran yang hebat tapi ibu dan anak itu bisa mengontrol semua dengan tak mudah panik.
Hingga keduanya pun melewati jalanan lumayan sepi,Rafa pun memelankan gas motornya karna mami Rain menepuk bahunya beberapa kali.
"Itu mobil Ara mi"ucap Rafa melihat mobil Ara berada dipinggir jalan.Matanya membulat melihat kaca mobil yang pecah.
Dengan cepat Rafa melajukan motornya untuk putar balik.
Ssrrreeett….
Gesekan ban motor dengan aspal begitu nyaring karna Rafa menikung tajam.Mami terus tersenyum dibalik helm miliknya,jiwa mudanya kembali berkobar.
Saat semakin dekat dengan mobil,terlihat dua lelaki tengah berdiri disebelah mobil dengan membawa senjata tajam.
Tanpa menunggu lama,mami melepas helmnya.
__ADS_1
"Jalan menepi,naikin gasnya kak"perintah mami yang dipahami oleh Rafa,ia melajukan motornya dengan sedikit menepi.
Bbbrrruuummmm
Mami meayunkan helmnya dan…
Bruk
Helm motorcross milik mami menghantam salah satu lelaki yang tak menyadari kedatangan keduanya.Lelaki itu langsung terjengkang mrnghantam aspal dengan keras.
Cckkiiittt..
Keduanya pun turun.
"Apa yang lu pada lakuin sama mobil anak gue"teriak marah mami dengan helm yang masih ia genggam erat.
"Cari Ara"perintah mami pada putranya untuk mencari sang adik yang tak terlihat batang hidungnya.
……
Salah satu lelaki bengis itu terlihat terkejut saat melihat kawannya yang tergeletak karna pukulan mendadak dari seorang wanita.
"Wow...wow...Janda baru"ucap mengejek lelaki itu melihat mami yang terlihat emosi,ia memainkan pisau kecilnya dan ia ayun-ayunkan.
"Tu orang kenal gue"batin mami menatap menyalamg pada lelaki hitam dekil itu.
"Ara gak ada mih"ucap Rafa saat mendapat ponsel milik Ara."Mami Awas"teriak Rafa saat ia melihat lelaki didahapan mami melayangkan pisau kecil itu kearah sang mami.
"Brengs*k...Ccciiiaaatttt!!!!"teriakan mami Rain langsung menghalau pukulan lelaki itu dengan lebih dulu meayunkan pukulannya pada lelaki itu.Perkelahian pun tak terelakkan.
Bugh
Bugh
Bugh
Saling pukul pun terjadi,tapi mami keahlian beladiri yang masih ia kuasai bisa menepis tangan bengis yang mencoba memukulnya.Beberapa kali mami punmeayunkan tendangannya pada beberapa titik lelaki itu membuat beberapa kali juga lelaki itu tumbang dan kembli bangkit.Mami berlari kearah Rafa dengan cepat disambut Rafa dan menggunakan kedua tangannya untuk menjadi pijakan maminya lalu melakukan lompatan dan memutar.
Bugh
"Aaarrgg.."erangan lelaki itu tak terelakkan karna kuncian lelaki muda yang baru ia tau kekuatannya.Kepalanya tertekan di aspal karna tangan Rafa itu menekan kepalanya.
"Dimana anak gue brengsek?"teriak mami menjambak rambut lelaki yang berada dibawah putranya "Jawab"teriak mami menggelegar dengan suara seraknya kembali memebenturkan kepala lelaki itu ke aspal.
"Aarrggggg"erang kembali lelaki dibawahnya. "Gue gak akan ngasih tau lu"sahutnya berani membuka mulut.
"Brengsek"teriak mami.
Bugh
Bugh
Kembali mami memukul kepala lelaki itu hingga babak belur.
Tiba-tiba lelaki yang tadi tergeletak karna ayunan helmnya mencoba bangun.Ia meambil pisah miliknya dengan perlahan mendekati dua orang yang membekuk temannya.
"Aaaaarrrgg"teriak mami saat salah satu lelaki mengunci lehernya dengan menodongkan pisau dileher miliknya.
"Mami"teriak Rafa yang lengah
"eeerrggg" erang mami saat pisau itu semakin ditusukkan kedalam sana.
"Hahaha… gak nyangka kekuatan wanita cantik begitu kuat"bisik lelaki itu.
"Siapa lu,apa mau lu"desis mami dengan mata memerah menahan sakit.
"Belum saatnya lu tau gue.. Tunggu giliran lu"bisik lelaki itu lagi membuat mami berfikir keras.
"Lepasin mami"teriak Rafa yang masih membekuk lelaki hitam itu.
"Hahahha.. heh,lelaki muda.. Lu lepasin temen gue,baru gue lepasin emak lu"ucap lelaki itu.Rafa yang akan melepaskan kunciannya di tolak oleh mami yang menggeleng kuat meski tengah dalam bahaya.
"Asem….ni manusia berapa taun gak mandi,gila keteknya bau banget"batin mami malah menggerutu karna ia tengah dipiting tapi bau badan lelaki yang memitingnya membuatnya gagal fokus.
"Lu kira gue bego mau lepasin temen lu,lepasin mami gue dulu"ucap Rafa kembali menekan kepala lelaki hitam itu keaspal.
__ADS_1
"Sialan"umpat lelaki yang tengah menyandera mami.
"Eh bos,sorry...sorry nih,ketek lu bau banget..Lu mandi kaga sih? Sebelum miting orang,pake deodorant dulu napa.Pengen muntah gue"ucap mami dengan santainya membuat lelaki itu marah.
"Diem lu"sahut lelaki itu dengan kembali menekan pisau pada leher mami.
"Gue gak bisa diem,lu bau banget"ucap mami lagi.Tanpa disangka lelaki itu mencoba mencium bau ketek ya sendiri.
"Aaarrrggggg…."teriak tiba-tiba lelaki itu saat mami menginjak kakinya lalu menyikut badannya hingga mami dapat lepas dari cekalannya.
Uhuk..uhuk…
Mami batuk dan bergidik lalu mengibas-ngibaskan tangannya didepan muka.
"Sini lu,kalau berani satu lawan satu"tantang mami saat lelaki itu kembali ingin menghajarnya.
"Kak lepasin tu orang"perintah mami pada Rafa membuat Rafa melepaskan kunciannya pada lelaki hitam itu.
Dengan cepat ia berdiri dan liciknya ia malah menyerang mami yang belum siap untuk bertarung.
Bugh
Pukulan itu terkena wajah cantik mami,membuat Rafa reflek lari menghampiri maminya yang terjerembab.
"Cuih"mami meludahkan,air liurnya yang bercampur dengan darah.
"Brengs*k"teriak Rafa ingin memberi pelajaran kembali pada kedua manusia itu tapi tanpa diduga keduanya malah pergi dengan berlari kencang lalu masuk dalam mobil hitam yang berada tak jauh dari mobil Ara.
"Sialan"umpat Rafa tak bisa melacak plat nomor mobil tersebut karna itu mobil bodong.
"Gagal mami olahraga malam.. ah sayangnya"keluh mami niatnya ingin duel secara jantan malah tak jadi bahkan ammi melupakan tujuan ia tadi berkelahi untuk mencari sang putri lalu perlahan berdiri dibantu oleh Rafa.
Rafa mengrenyit melihat maminya yang santai sekali tanpa mengeluh sakit.
"Mi darah"ucap Rafa melihat darah yang berada dileher mami.
Tangan mami Rain pun meraba lehernya,lalu ia melihat ditelapak tangannya memang ada bercak darah.
"Gapapa,cuma goresan kecil"sahut mami. "Astaga kak..Ara mana kak?"tanya mami menyadari bahwa putri yang ia cari belum ketemu.
Keduanya mencari Ara sampai ke semak-semak dipinggir jalan,bahkan mami terus berteriak memanggil nama sang putri tapi nihil.Tak ada sama sekali jejak Ara disana kecuali ponsel tadi.
"Mi,kita harus lapor polisi" ucap Rafa kembali khawatir dengan nasib adiknya.
"Iya kamu telfon sekarang"sahut maminya.
"Aku kasih tau daddy juga mih"ucap Rafa lagi.
"Jangan!!!!"sergah mami dengan berteriak membuat Rafa terkejut.Kenapa segitunya reaksi mami pikir Rafa.
Membayangkan Daddy Elang yang akan menggila membuat mami bergidik ngeri,mending ia meminta tolong pihak kepolisian dari pada lelaki itu pikir mami lagi.
Rafa pun melakukan panggilan pada kepolisian,tak selang berapa lama pihak kepolisian pun datang.
……
Sedangkan dilain tempat gadis berambut panjang,tengah terlelap didalam sebuah mobil.Disebelahnya terdapat lelaki yang tengah menatap serius jalanan yang mereka lalui,sesekali melirik kesebelahnya.
"Cantik"gumamnya lalu menatap lurus kembali ke jalanan kota.
...💜💜💜💜...
...Hay kembali zeyenk-zeyenk amma.....
...Gimana kalian menikmati ceritanya gak??...
...Semoga menikmati dan selamat membaca ya 💜...
...Jangan lupa ritualnya yuk biar amma tambah semangat...
...Love,like,komen dan gift nya jangan lupa ya...
...Jejak please tinggalin jejak,krisan kalian aku tunggu banget 🌹💜...
...Salam Sayang Amma Nada🌹...
__ADS_1