Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Mr.Thomas


__ADS_3

Setelah janji Om Air tadi bahwa akan membawa dirinya pergi ke opera balet yang ia rindukan,gadis berkursi roda itu sudah siap dengan dress gaya classic di tubuhnya.


"Aku begitu gugup Eyang"


"Apa yang membuat kamu gugup cucu kecilku?"tanya Eyang yang tengah duduk sambil asik menonton telenovela bersama mami.


"Aku mau pergi ke opera balet,udah lama aku gak kesana.Eyang ingat kan aku dulu sering kesana sama papi?"ucapnya meingatkan Eyang,hingga eyang dan mami yang tengah melihat tayangan di tv mealihkan pandangan mereka pada gadis itu. 


"Astaga,jangan menatap princess kayak gitu,princess cuma mengenang papi mih,Eyang..Jangan sedih ya"sahutnya merasa tak enak hati membuat eyang serta maminya menatap dirinya dengan penuh kesedihan.


" Maafkan mami princess" ucap mami merasa bersalah.


"No no no..Apa yang mau dimaafkan mih,mami gak ada salah apa-apa.Jangan pernah lagi menatap sedih jika mengenang papi,papi akan ikut sedih disana.Aku yakin sekarang papi bahagia melihat kita."sahut Aurora dengan senyuman cantiknya.


"Kamu sekarang begitu dewasa cucuku"ucap Eyang mengelus tangan kiri cucunya itu. 


"Mami juga gak nyangka kamu bisa sedewasa ini sayang"timpal mami Rain pada sang putri.Hingga salam seseorang yang mereka kenal pun terdengar. 


"Itu Om"tunjuk Aurora pada lelaki tampan yang berjalan dengan gagahnya,menggunakan setelan tuxedo warna navy membuatnya semakin tampan.Mami dan Eyang pun membalikkan badannya karena keduanya tengah membelakangi jalan dari ruang tamu. 


"Kamu tampan sekali nak,seperti pergi kencan saja"ucap Eyang pada anak angkatnya itu.Emak sejak dulu memang sudah meanggap Air bagai anak bungsunya.Air meraih tangan kanan emak lalu mencium punggung tangan beliau dengan hikmat. 


"Aku memang akan kencan mak dengan keponakan cantikku ini"sahut Om Air dengan mentoel dagu princess. 


"Cih,aku gak mau berurusan sama kak Vella ya Om.Ntar dia nangis lagi kayak waktu itu"cletuk princess lalu terkekeh,masih ia ingat wajah sedih seniornya dulu saat salah paham melihat dia dan Air berpelukan.


Air pun ikut terkekeh mengingat kejadian itu "Bahkan dia sampai sekarang pun cengeng princess dan selalu menangis jika ada gosip tentangku.Huh.." keluh Air dengan menggelengkan kepalanya. 


"Aku udah rekam nih keluhan om,aku aduin sama kak Vella deh"ucap Aurora sambil meangkat ponsel miliknya.Wajah Air seketika pias. 


"Gak lucu ya Ara,om bakal di cut jadi calon suami.. Hapus deh"sahut Air menatap dengan penuh permohonan pada keponakan cantiknya itu. 


Aurora mengulum bibirnya,menatap lucu wajah omnya itu.Tak menyangka jika Air begitu takut jika kekasihnya salah paham.


"Hapus deh,please uncle mohon"ucapnya mengiba membuat yang lain menatap lucu juga pada Air. 


"Cie,segitu takutnya kak Vella salah paham ya Om.Takut banget dipecat jadi calon suami"sahut Ara terkekeh menatap Air. 


"Jelaslah takut" 


"Kan banyak cewek cantik diluar sana yabg lebih dari kak Vella uncle,apalagi uncle kan model.Pasti banyak model cewek yang cantik dan bodynya aduhay"sahut Ara lagi. 


"Tapi diluar sana gak ada cewek cantik yang bisa deket sama keponakan uncle spek bidadari ini selain dia.Karena kamu juga, uncle akhirnya menemukan belahan jiwa uncle.Gak akan ada cewek yang lebih sabar selain dia buat ngadepin uncle sayang" 


"Uhh, so sweet banget sih.Beruntung banget kak Vella punya uncle, andai aja uncle bukan uncle aku.Bisa-bisa hatiku goyah dan pindah ke uncle"ucap si baperan itu mendengar penuturan unclenya.


"So, sekarang bisa hapus rekamannya"pinta Air lagi.


Ara yang sebelumnya sudah melupakan kejailannya pada Air,jadi kembali menatap unclenya lalu tertawa. 


"Uncle,Ara cuma bercanda..Gak ada rekaman kok"ucapnya meangkat ponselnya digenggamannya dengan tertawa menatap Air yang menatapnya bingung. "Uncle, uncle begitu lucu.. Masa gini aja udah ketipu, ya ampun hahaha"lanjut Aurora dengan terus tertawa.


"Dasar kamu ya, berani ngerjain uncle" Air mencubit gemas pipi sang keponakan.


"Aku aja gak nyangka, jebakan receh aku bikin uncle ketar-ketir gitu.Tapi aku juga senang, akhirnya aku tau gimana cintanya uncle sama kak Vella"ucap Aurora "Aduh uncle, jangan kenceng-kenceng nyubitnya.. ntar make up aku ancur"lanjut Aurora teringat dengan riasannya.Air pun menghentikan cubitannya lalu merengkuh tubuh sang keponakan.


"Maafin uncle, abis gemes uncle sama kamu" 


"Memang gak ada manusia yang menggemaskan selain aku,udah dari lahirnya begini.Jadi uncle harus bersyukur punya keponakan menggemaskan seperti aku" sahutnya lagi dengan tersenyum indah.Air hanya bisa geleng kepala,sedangkan mami Rain menepuk jidatnya.Ia heran sendiri kenarsisan anaknya ini kenapa melebihi rata-rata,padahal dirinya dan suami tak senarsis sang putri. 


"Yaudah kalian cepat pergi sana,sebelum mami semakin mual mendengar kenarsisan princess"ucap mami.


Ara langsung melirik pada maminya lalu menaikkan sudut bibirnya "Ish.. mami"rengeknya tak trima. 


Uncle Air pun berdiri dan berpindah ke belakang kursi roda milik keponakannya,lalu mendorong pelan untuk berpindah ke depan eyang dan mami. 


"Princess sama uncle berangkat ya.. Mami sama eyang jangan rindu"pamitnya lalu mencium bergantian punggung tangan kedua wanita beda usia itu. 


"Tunggu princess,kamu udah kasih kabar sama bucinmu?"tanya mami menggoda Aurora.


Aurora tersenyum terpaksa lalu meangguk "Asal mami tau,dari tadi princess diteror untuk mengirimkan foto princess sekarang"sahutnya.Kekasihnya itu begitu posesif padanya,entah dia meski terpaksa tapi terus menuruti kehendak sang kekasih.

__ADS_1


"Semua lelaki sama jika dia sudah menjadi bucin,kamu tau daddymu pun begitu.Princess dengar sendiri bukan ponsel mami sedari tadi terus berdering"ucap mami Rain lalu tersenyum "Have fun princess"lanjutnya mami setelah mencium kening Aurora,tak bisa dipungkiri mata gadis itu memancarkan sinar indahnya.Gadis itu sangat bahagia. 


...……....


Ini kali pertamanya Airlangga ke opera balet bersama keponakan kesayangannya,Ia menatap bahagia sang keponakan yang memancarkan senyum manisnya sejak awal masuk. 


Mata gadis itu berbinar indah,menatap penampilan penari balet yang tengah tampil diatas panggung.Telapak tangan Aurora saling menggenggam dengan senyum yang tak pernah surut dari bibirnya. 


Bahkan beberapa kali Airlangga meabadikan ekspresi yang berubah-ubah dari Aurora tak membuat gadis itu mealihkan pandangannya dari panggung.Hingga,pertunjukan balet itu selesai.Tepuk tangan sangat meriah ia berikan dengan semangat kepada para penari balet disana.


"Wah.. Uncle,uncle lihat tadi..Tarian mereka sangat indah"ucapnya dengan penuh kekaguman.


"Uncle tau,bahkan kamu sampai tak menghiraukan uncle sama sekali tadi"sahut Airlangga terkekeh.Aurora menoleh menatap unclenya.


"Sungguh,maafkan aku uncle.Aku terlalu menikmati"Tak enak Aurora lalu tersenyum.


"Tak apa,uncle ikut bahagia melihat kamu menikmati pertunjukan tadi"ucap uncle Air "Uncle gendong sekarang"lanjutnya pada sang keponakan.


"Iya,maaf sudah menyusahkan uncle"


"Tak ada yang menyusahkan sayang,uncle senang bisa berguna buat kamu"ucap uncle Air penuh kasih sayang.Akhirnya Aurora pun di gendong ala bridal style oleh Airlangga,karena kursi roda miliknya di letakkan di dekat pintu theater tadi. 


Keduanya keluar dengan terus bercengkrama,uncle Air yang begitu penyayang bisa meimbangi Aurora yang begitu manja.


"Uncle ini benar-benar duplikat papi"ucapnya setelah ia duduk diatas kursi rodanya. 


"Karena uncle adik kesayangan papi kamu"sahutnya mendongak dengan tersenyum.Ia tengah berjongkok meletakkan kaki sang keponakan agar pas pada pijakan.


"Uncle?"panggilnya lagi setelah Air berdiri.


"Iya sayang" 


"Dulu uncle pernah bilang agar aku bertahan,uncle juga pernah mengalami masa sulit  hingga terpuruk sepertiku karena uncle tau siapa sebenarnya uncle.Sebenarnya apa yang terjadi sama uncle dulu?"tanyanya.Ia bergitu penasaran dengan ucapan uncle Air dulu hingga kata-kata itu terus terngiang di kepalanya. 


**Degh**!!


Air menatap keponakannya dengan tatapan tak terbaca. 


"Em..It-itu…."


"Arasyie" panggil lelaki bule dengan mata biru itu.


"Mr.Thomas"sahut Aurora kaget dan terpana dengan seketika.Bagaimana tidak,sudut bibir lelaki yang sangat datar itu sekarang tengah melengkung keatas.Ini baru pertama Aurora melihat dan itu membuat coachnya itu terlihat begitu tampan. 


Terlihat lelaki itu berjalan cepat menghampirinya, meindahkan panggilan dari  wanita yang dibelakang tengah mengikutinya.


"Arasyie" panggilnya lagi.


"Ya coach"sahut Ara,bahkan ia mengucek matanya.Apakah ia mimpi bertemu coach dingin nya itu disini. 


"No princess"cegah Air menarik tangan Aurora saat ingin mengucek matanya lagi "Makeup"lanjut Air memberi kode agar menghentikan,kalau tidak akan lebih hancur make up Aurora karena kelakuannya sendiri.


Aurora yang mengerti maksud unclenya pun menghentikan tingkah konyolnya,lalu kembali menatap coachnya. 


"Kamu disini? Aku tak menyangka akan bertemu denganmu disini"ucap coachnya itu.


Aurora terdiam,ini kali pertama lelaki itu bertanya dengan kalimat yang panjang. 


"Ini rekor" cletuknya tanpa sadar.


"Ya"


"Ups.. tidak tidak coach,maaf.. Saya hanya asal bicara"ucapnya nyengir kuda "Ara gak nyangka bakal ketemu coach disini"lanjutnya tersenyum manis pada coach nya. 


"Akupun tak menyangka bisa menemukanmu disini,sudah lebih dari sebulan kamu tak ada di tempat latihan."sahut lelaki itu.


Aurora bingung harus menjawab seperti apa,ia perlahan menunduk.Hingga lelaki itu mengikuti gerakan Aurora.


"Oh my god,apa yang terjadi padamu?"tanyanya langsung berjongkok,lelaki itu seakan terpukul dengan apa yang ia lihat sekarang.Gadis yang begitu ia nantikan penampilannya,murid yang begitu ia tunggu selama ini keadaannya sudah berbeda.


"Oh maafkan aku,maafkan aku tak tau keadaanmu.Apa yang terjadi sebenarnya,kenapa hingga seperti ini"lanjutnya lagi beruntun,hingga tanpa sadar tangannya tengah menggenggam tangan Aurora.Gadis itu kembali terkejut dengan kelakuan coachnya,bahkan Airlangga pun sama. 

__ADS_1


"Ada terjadi sesuatu padaku,hingga membuat kaki ini seperti yang coach lihat dan mungkin aku tak bisa lagi menari balet" Aurora menjawab dengan senyuman terpaksa.Lelaki itu tampak menatapnya dalam dirinya. 


"Ehem" Air langsung memecah keheningan,karena keponakan dan lelaki yang dipanggil coach tadi tengah saling pandang.Bisa gawat jika calon keponakannya tau pikirnya.


Coach Thomas tersadar,lalu matanya menatap lelaki yang berada di belakang kursi roda Aurora.Tanpa melepas genggaman,ia berdiri. 


"Coach maaf tangan aku"Ara merasa tak nyaman dengan keanehan coachnya.Pelan lelaki itu akhirnya melepas genggamannya.


"Perkenalkan coach,ini uncle aku.."Aurora mengenalkan Airlangga pada coachnya.


"Uncle,ini coach Thomas.. Pelatih balet princess"ucap Aurora lagi. 


Keduanya pun bersalaman,lalu melempar senyum irit sekali.Beda saat bertatapan dengan Aurora.


"Sudahkah kamu menjalani pengobatan,aku memiliki teman dokter.Dia dokter terbaik disini"sarannya langsung,kembali menatap Aurora.


"Aku juga lagi pengobatan disini coach"sahut Aurora. Wajah lelaki yang tampak begitu tegang dan khawatir itu tampak lega.Wajahnya kembali menerbitkan senyuman manis.


"Syukurlah,apa perlu aku dampingi.. Aku akan mendampingimu hingga bisa kembali menari.Pertunjukan giselle gak akan terjadi jika bukan kamu yang memerankannya"ucap lelaki itu kembali.


"Tapi coach,masih banyak yang bisa menggantikanku" 


"Gak bisa,kamu giselle dan gak akan bisa yang bisa menggantikan"kembali lelaki itu menjawab. 


Belum lagi Aurora menjawab,tiba-tiba wanita berbadan cantik berbalut outer panjang itu menghampiri mereka.


"Thom,siapa ini?"tanyanya menggunakan bahasa Rusia.Lelaki itu masih diam.


"Gisellmu?"tanya wanita itu lagi pada Thomas,membuat lelaki itu menoleh dan meangguk. 


Aurora yang paham dengan bahasa mereka berdua,menatap bergantian coach dan wanita disebelahnya. 


"Apa maksut wanita ini?"batinnya,tapi ia hanya bisa diam. 


Wanita itu tersenyum menatap Aurora,lalu mengulurkan tangannya "Ella,senang bertemu denganmu Giselle" 


Aurora membalas senyumannya "Senang juga bwrtemu denganmu Ella,btw namaku bukan Giselle..Aku Arasyie"ucapnya. 


"Aku tau, tapi kamu akan tampil sebagai Giselle kelak.. Dan kami menantikan itu"sahutnya lagi,membuat Aurora kembali berfikir keras.Wanita yang tampak cantik itu terus tersenyum kepadanya,ia melihat wanita itu ada di dalam pertunjukan 'Swan Lake' tadi. 


Ella menatap arlojinya lalu wanita itu berpamitan untuk pergi pada Aurora,Airlangga dan Thomas.Beda dengan Ella,Coach Thomas hanya diam tanpa beranjak dengan terus menatap Aurora.


"Kalau begitu Coach,aku dan uncle harus pulang.Selamat malam coach"pamit Aurora yang merasa suasana disini semakin canggung saja. Lelaki itu hanya diam dengan alis yang tengah mengrenyit,entah apa yang ia pikirkan. 


Saat kursi roda itu di dorong oleh Air,tiba-tiba tangan coach Thomas mencekal tangan kiri Aurora. 


"Tunggu,boleh aku meminta alamat tempat kamu menginap? Aku akan kesana besok"


"Maksut coach?" 


"Aku akan mengontrol pengobatanmu selama disini" 


Aurora terkejut "Tak usah coach,tak usah repot-repot.Itu akan merepotkan coach" 


"Tidak,sama sekali tak merepotkan" 


"Tapi…" 


Lelaki itu kembali berdiri dihadapannya,menggenggam kedua tangannya "Please… Pertunjukan Giselle gak akan terjadi jika bukan kamu pemerannya"ucapnya dengan memohon.


Degh! 


Keduanya saling bertatap.


Tatapan nanar dan penuh permohonan membuat jantung Aurora berdetak kencang,tak dapat ia pungkiri.Ia sangat menginginkan peran itu sejak dulu.


Akhirnya Aurora pun meangguk,menyetujui. 


...……....


...**Please Jangan Boom Like 😁...

__ADS_1


...Tapi boom komen boleh kok 😁...


...Selamat menikmati 🌹**...


__ADS_2